Masyarakat Singkong Indonesia Kokab Sukabumi

Masyarakat Singkong Indonesia Kokab Sukabumi Menuju "SINGKONG SEJAHTERA BERSAMA"

Perjuangan kita belum berakhirLanjutkan perjuangan kita
22/09/2020

Perjuangan kita belum berakhir
Lanjutkan perjuangan kita

140 tanda tangan masih dibutuhkan!

Kami masih membutuhkan dukungan anda untuk menandatangani petisi
19/09/2020

Kami masih membutuhkan dukungan anda untuk menandatangani petisi

199 tandatangan masih dibutuhkan! Singkong komoditas strategis.

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيمBarrokallah fii umrik pak @⁨Suharyo Husen⁩...🙏🙏🙏🙏Semoga sehat selalu, b...
13/09/2020

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Barrokallah fii umrik pak @⁨Suharyo Husen⁩...🙏🙏🙏🙏
Semoga sehat selalu, bahagia selalu dan selalu mendapat Ridho Alloh SWT
آمِيّن آمِيّنْ آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ
🌹💐💐🌷😁

Ketua Umum DPN MSI periode 2013 - 2020

Hayo kita dukung singkong menjadi komoditas strategis sejajar dengan Padi, jagung dan kedelai. "Pajalekong"
11/09/2020

Hayo kita dukung singkong menjadi komoditas strategis sejajar dengan Padi, jagung dan kedelai. "Pajalekong"

Ayo capai 98 tandatangan hari ini - Kamu mau ikut dukung?

https://agrifood.id/gulasi-gula-dari-singkong-yang-makin-diminati/
24/08/2020

https://agrifood.id/gulasi-gula-dari-singkong-yang-makin-diminati/

Bogor, Agrifood.id – Singkong umumnya dikenal sebagai komoditas yang belum banyak diolah atau sekadar menjadi jajanan tradisional hingga tepung tapioka. Produk turunan singkong sebenarnya sangat beragam dan belum banyak dikembangkan. Salah satunya adalah gula dari [...]

https://cassavaindonesia.org/bergabung/
21/08/2020

https://cassavaindonesia.org/bergabung/

Mari berbagi sesama untuk Masyarakat Singkong Indonesia yang lebih baik. seperti singkong yang tetap tumbuh menjulang dan membesar dalam keadaan apapun. yang setiap bagian tanamannya berguna begitu seharusnya kita.

http://cassavaindonesia.org
21/08/2020

http://cassavaindonesia.org

Keberagaman lahir dari sebuah inovasi dan terobosan. Kami senantiasa berionavasi menciptakan produk baru olahan singkong serta senantiasa menyajikan produk dengan kualitas terjamin.

21/08/2020

Ysh. Bapak/Ibu Petani, Peneliti, Praktisi, dan Pemerhati Singkong yang berbahagia,

Selamat pagi, perkenankan saya Ima, narahubung webinar MSI seri 1,2, dan 3 yang pernah terselenggara sebelumnya dan Bapak/Ibu berpartisipasi di dalamnya.

Dengan ini saya bermaksud menginformasikan kepada Bapak dan Ibu yang kiranya tertarik untuk bergabung sebagai anggota MSI periode 2020-2025, dapat mengisikan datanya di tautan berikut:
https://bit.ly/registrasi_MSI

Jika Bapak/Ibu adalah distributor produk olahan singkong, maka dimohon perkenannya juga untuk share produk dan fotonya pada tautan di atas untuk bergabung dalam e-market yang akan kami sediakan pada website resmi MSI: cassavaindonesia.org
(launching bulan Agustus 2020 ini!)

Dan mohon juga perkenan Bapak/Ibu untuk save nomor saya ini dalam daftar kontaknya, karena dalam komunikasi berikutnya saya akan menggunakan fasilitas broadcast WA, saat ini saya kembali kirimkan satu-persatu untuk memastikan semua mendapatkan informasinya.

Tautan Registrasi Anggota MSI https://bit.ly/registrasi_MSI ini dapat dishare ke siapapun yang kiranya tertarik, karena MSI ada untuk *berkarya tanpa henti, saling peduli sebagai salah satu wujud kontribusi untuk negeri*.

Terima kasih :-)
serta Salam hormat saya,

-Ima-
Sekjen MSI

Create a new survey on your own or with others at the same time. Choose from a variety of survey types and analyze results in Google Forms. Free from Google.

Masyarakat Singkong Indonesia Ingin Singkong Jadi Komoditas StrategisDecember 12, 2018Jakarta, MINA – Masyarakat Singkon...
20/06/2020

Masyarakat Singkong Indonesia Ingin Singkong Jadi Komoditas Strategis
December 12, 2018

Jakarta, MINA – Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) meminta kepada pemerintah agar menetapkan singkong sebagai komoditas strategis nasional agar masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara ataupun Daerah.

Hal tersebut dibahas dalam forum diskusi antar MSI baik dari kalangan petani maupun pelaku usaha singkong yang di jembatani oleh pengurus Kantor Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, Rabu (12/12).

“Pemerintah dalam hal ini belum mau sepenuhnya mengalokasikan APBN atau APBD untuk produk singkong. Salah satu sebabnya adalah karena belum ditetapkannya singkong sebagai komoditas strategis nasional,” jelas Suharyo Husen Pengurus Kadin Bidang Pangan.

Menurutnya, para petani singkong dalam meningkatan penghasilannya perlu menaikan produktivitas melalu sistem kluster yang membutuhkan pembiayaan cukup besar.

“Petani tidak dapat meminjam modal dari Bank karena tidak punya anggunan, sedangkan pihak investor swasta berjalan sendiri-sendiri tidak mau bermitra dengan petani,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam satu kluster lahan terdiri dari minimum 300 hektar yang ditanami secara bertahap untuk kebutuhan pabrik yang perhektarnya membutuhkan biaya Rp 32 juta.

Sementara itu, pemerintah masih berkonsentrasi pada keinginan swasembada kedelai yang menurut Husen, akan terlalu banyak tantangan dari dalam dan luar negeri.

“Baru-baru ini pemerintah hanya mengalokasikan bantuan hanya kepada 15 ribu hektar lahan singkong untuk seluruh Indonesia dengan perhektarnya Rp 6 juta pertahun, apakah ini cukup menghasilkan 20 juta ton?,” tambah Husen.

Sumber karbohidrat dan protein tersebut selain untuk bahan pangan seperti tepung Tapioka dan Moccaf , dapat digunakan untuk bahan pembuatan textile, kertas, plastik, dan khusus energi seperti yang sudah diterapkan di Brazil dan Thailand.

“Thailand sendiri sepuluh tahun kedepan kemungkinan tidak lagi mengekspor produksi singkongnya karena mereka akan menggunakannya sendiri untuk bahan energi,” pungkasnya. (L/Sj/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)

Sumber :

Jakarta, MINA – Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) meminta kepada pemerintah agar menetapkan singkong sebagai komoditas strategis nasional agar masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara ataupun Daerah. Hal tersebut dibahas dalam...

IPB Gunakan Tawon; Kendalikan Hama Singkongadmin, Sep 24, 2014 1177 0Bogor, Kabarindo- Institut Pertanian Bogor bekerja ...
20/06/2020

IPB Gunakan Tawon; Kendalikan Hama Singkong

admin, Sep 24, 2014 1177 0

Bogor, Kabarindo- Institut Pertanian Bogor bekerja sama dengan International Center for Tropical Agriculture (CIAT) mendatangkan 2.000 tawon parasitoid dari Thailand untuk mengendalikan hama baru pada tanaman singkong.

"Upaya mendatangkan tawon parasitoid ini adalah untuk mengendalikan hama kutu putih yang menyerang tanaman singkong di Indonesia khususnya di Bogor," kata Guru Besar Ilmu Hama Tanaman IPB Prof Aunu Rauf, di sela-sela seminar "Kutu Putih Singkong vs Parasitoid : Pengelolaan hama Asing Berbasis Ekologi di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Aunu menjelaskan, upaya mendatangkan tawon parasitoid dengan nama latin Anagyus lopezi dilakukan setelah Indonesia diinvasi oleh hama pendatang yakni Kutu Putih (Phenacoccus manihoti) yang menyerang tanaman singkong.

Berdasarkan literatur, maha tersebut berasal dari Amerika Latin tepanya Brasil. Lalu menyebar ke luar daerah asalnya untuk pertama kali ditemukan di Kongo, Afrika pada tahun 1973. Hama tersebut meluas hingga ke sejumlah daerah di Afrika, menyebabkan penurunan panen singkong hingga 80 persen sehingga terjadi kelaparan.

Lalu pada tahun 2008 hama tersebut ditemukan menyebar di Asia. Negara pertama yang terserang hama kutu putih adalah Thailand. Di negeri tersebut hama menyerang 200.000 hektar singkong hingga menyebabkan kehilangan hasil sekitar 30 sampai 50 persen.

"Di Indonesia hama ini pertama kali ditemukan menyerang pertanaman singkong di Bogor pada pertengahan 2010. Sampai saat ini Kutu Putih sudah menyebar di seluruh wilayah di Jawa dan Lampung serta sentra-sentra singkong di Indonesia," kata Prof Aunu.

Menurut Aunu, hama kutu putih memiliki ciri tidak memiliki sayap untuk terbang dan bermigrasi. Perpindahan hama tersebut hingga terjadi antara benua diperkirakan karena terbawa oleh bahan makanan.

Selain dari bahan makan, kutu putih juga bisa hinggap melalui pakaian, maupun tubuh hewan lainnya. Kutu ini memiliki ukuran 3 mm, berbentuk oval, berwarna merah jambu yang tubuhnya ditutupi tepung lilin putih.

Kutu hidup bergerombol dan merusak tanaman dengan cara mengisap cairan pada tanaman singkong. Serangan berat menyebabkan pucuk kerdil dan keriput dan pertumbuhan tanaman terhambat, dan ukuran singkong yang dihasilkan menjadi kecil.

"Serangan berat hama terjadi pada musim kemarau, karena Bogor masih ada hujan jadi tidak terlalu berat. Tetapi untuk daerah Timur Indonesia yang lebih kering, ancamanya sangat besar, seperti di NTT, Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Aunu.

Aunu mengatakan, kehadiran hama kutu putih dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan usaha tani singkong di Indonesia, mengingat sebagai negara penghasil singkong terbesar di dunia, bersama Brasil, Nigeria dan Thailand.

Berdasarkan data dari BPS, luas pertanaman singkong di Indonesia pada tahun 2013 sekitar 1,1 juta hektar, dengan total produksi 24 juta ton. Bila hama tersebut tidak dikendalikan, potensi kerugian negara akibat serangan hama tersebut dapat mencapai Rp900 miliar setiap tahunnya seperti dilansir dari laman antaranews.

Sumber :

IPB Gunakan Tawon; Kendalikan Hama Singkong

Address

Jalan Marga 4, Blok L No. 3. Perumahan PEPABRI Jayaraksa Pratama, Sudajaya, Baros
Sukabumi

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masyarakat Singkong Indonesia Kokab Sukabumi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Masyarakat Singkong Indonesia Kokab Sukabumi:

Share