Kelompok Tani Sentosa

Kelompok Tani Sentosa Kelompok Tani Sentosa yang bertujuan ingin mengenalkan pertanian khususnya tanaman lada

Pembuatan pupuk Kompos oleh anggota Kelompik Tani SENTOSA. Lampung Black Pepper
22/01/2016

Pembuatan pupuk Kompos oleh anggota Kelompik Tani SENTOSA. Lampung Black Pepper

Rapat Agenda Kelompok Tani Sentosa. Lampung Black Papper
10/02/2015

Rapat Agenda Kelompok Tani Sentosa. Lampung Black Papper

Pembuatan Jalan produksi oleh Kelompok Tani Sentosa Desa Gerem Pawiki serta kunjungan dari Malaysia oleh Bpk peter beser...
14/01/2015

Pembuatan Jalan produksi oleh Kelompok Tani Sentosa Desa Gerem Pawiki serta kunjungan dari Malaysia oleh Bpk peter beserta rekan-rekannya.

Diwaktu rapat agenda bulanan yang diselenggarakann rutin pada awal bulan. Maju terus petani Lada Hitam Lampung.
12/01/2015

Diwaktu rapat agenda bulanan yang diselenggarakann rutin pada awal bulan. Maju terus petani Lada Hitam Lampung.

22/10/2014

Selamat atas pelantika Presiden ke Tujuh RI Bpk. Ir.H.Joko Widodo dan Bpk. Dr. M.Jusuf Kalla, semoga ditangan para beliau bangsa ini menjadi bangsa yg mandiri, bangsa yg berwibawa dan bangsa yg semakin maju, dan semoga sentra pertanian bisa lebih baik, dari sentra pangan, agro industri. Agar pertanian di Indonesia lebih maju, Merdeka merdeka merdeka untuk Petani!!!

Ayo petani lada Indonesia jangan mau kalah dengan petani lada di Malaysia, mereka sudah mulai mengembangkan tanaman lada...
14/12/2013

Ayo petani lada Indonesia jangan mau kalah dengan petani lada di Malaysia, mereka sudah mulai mengembangkan tanaman lada disana jadi kita jangan sampai kalah bersaing demi menuju Pasar Bebas ASEAN+China, ayo ajari anak cucu kita selagi kita masih bisa mengajari mereka.

14/12/2013

Pernahkah anda berpikir jika seandainya tidak ada petani di dunia ini, apa anda masih bisa makan? kebutuhan sehari-hari kita semua berasal dari pertanian terutama pangan, jadi petani adalah salah satu manusia yang mulia

14/12/2013

Provinsi Lampung adalah salah satu daerah produksi lada hitam terbesar di Indonesia bahkan didunia, mari para PETANI Lampung tingkatkan kembali produksi lada hitam, terkhusus Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Barat, Lampung Utara. Ayo sejahtera petani INDONESIA !!

TIDAK PERLU ANGKAT SENJATA UNTUK MENGABDI UNTUK NEGERI INI, TETAPI TINGKATKAN KUALITAS TARAF HIDUP PETANI INDONESIA.

Hama penghisap buah lada, mengapa harus dikendalikanHama penghisap buah lada (Dasynus piperis) atau yang biasa dikenal d...
14/12/2013

Hama penghisap buah lada, mengapa harus dikendalikan

Hama penghisap buah lada (Dasynus piperis) atau yang biasa dikenal dengan berbagai nama seperti kepik, kepinding, walangsangit menjadi salah satu hama penting yang membuat petani lada menjadi geram, karena kehilangan produksi akibat serangan hama ini dapat mencapai 14% bahkan mencapai 36% bila serangan berat. Serangan hama tertinggi terjadi pada saat buah lada berumur 4-9 bulan yang merupakan sumber makanan hama yang paling disukai. Pada periode umur buah lada tersebut, serangga betina dapat hidup lebih lama, bertelur lebih banyak, persentase telur menetas lebih tinggi yang kemudian menjadi imago.

Fluktuasi populasi hama tidak begitu dipengaruhi oleh iklim (curah hujan, kelembaban dan temperatur) namun lebih ditentukan oleh tersedianya kualitas makanan dan musuh alaminya.

Bagaimana strategi pengendalian hama penghisap buah lada agar mutu lada meningkat

Dalam upaya meningkatkan mutu lada Indonesia, sehingga dapat bersaing dalam perdagangan lada di pasar dunia maka segala faktor penyebab rendahnya mutu lada, diantaranya serangan hama penghisap buah harus dikendalikan hingga tuntas. Strategi pengendalian yang dapat diterapkan oleh petani antara lain:

a.) Kultur teknis: pembersihan gulma tidak dilakukan total, tetapi hanya sekitar tanaman (piringan), karena gulma masih mempunyai peranan menjamin tersedianya madu dan nektar bagi kelangsungan hidup parasitoid hama. Pada akhir panen dilakukan rampasan buah (± buah tinggal 5%) untuk meniadakan sumber makanan yang disukai oleh hama.

b.) Menanam varietas lada yang hanya berbuah 1 kali setahun, jangan tanam lada varietas Chunuk yang berbuah sepanjang tahun untuk memutus siklus hama.

c.) Penggunaan musuh alami berupa parasitoid telur seperti Anastatus dasyni Ferr, Gryon homoeoceri Nix, Oeencyrtus malayaensis Ferr, mampu memparasitoid telur hama hingga 10-88% di Bangka. Bunga Arachis pintoi merupakan salah satu sumber nutrisi bagi musuh alami tersebut. Namun penutup tanah tersebut perlu dikelola secara baik sehingga fungsi konservasi musuh alami menjadi lebih efektif. Konservasi parasitoid dengan melakukan penyiangan terbatas lebih dianjurkan daripada penyiangan bersih.

d.) Penyemprotan dengan suspensi spora jamur Spicaria sp.dan Beauveria bassiana mampu membunuh nimfa dan imago 60-100% dua minggu setelah perlakuan. Jamur dapat diperbanyak dengan media jagung/beras, biaya murah, mudah dibiakkan dan tidak ada efek samping. Setiap hektar kebun diperlukan 1-2 kg biakan jamur yang dilarutkan dalam 300-450 lt air, disaring kemudian disemprotkan ke tanaman. Kematian hama terjadi pada hari ke-4 dan meningkat pada hari-hari berikutnya. Selain itu dapat juga dengan menggunakan insektisida nabati seperti ekstrak nimba dan akar tuba.

e.) Penyemprotan dengan insektisida kimiawi menjadi alternatif terakhir dan dilaksanakan apabila populasi hama sudah di atas ambang toleransi serta musuh alami tidak mampu mengendalikan serangan hama. Penyemprotan dapat dilakukan 2-3 kali dengan interval waktu 1-2 bulan sekali. Contoh insektisida sintetis (bahan aktif) yang dapat digunakan seperti MIPC, BPMC, pyretroid, methamidophos, betacyfluthrin dan fention.

Sukadana,  (ANTARA LAMPUNG) - Harga komoditas lada hitam di tingkat petani Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung ber...
14/12/2013

Sukadana, (ANTARA LAMPUNG) - Harga komoditas lada hitam di tingkat petani Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung bertahan tinggi mencapai Rp50.000 per kilogram dalam beberapa pekan terakhir.

"Pasokan lada masih minim dari petani sehingga harganya masih melambung," kata pedagang pengumpul lada hitam, Astari, di Desa Bandaragung Kecamatan Bandarsribhawono, Lampung Timur.

Ia mengatakan, minimnya pasokan lada hitam terjadi sejak musim kemarau lalu dan sampai saat ini belum pulih karena tanaman lada belum berbuah meski sudah menjelang musim penghujan.

"Sebelumnya harga lada hanya pada kisaran Rp25.000 per kilogram namun saat ini sudah melambung mencapai Rp50.000 per kilogram,"katanya.

Pedagang pengumpul setempat lainnya, Siska mengatakan, harga lada saat ini masih cukup tinggi keran pasokan dai petani menurun sementara permintaan dari pengumpul sangat tinggi sejak beberapa bulan ini.

"Pasokan petani tidak sebanding dengan tingginya permintaan pengumpul," katanya.

Ia mengatakan, sekarang ini semakin sulit mendapatkan pasokan dari petani karena minimnya panen tanaman lada hitam petani.

Selain itu, para petani banyak yang sudah beralih menanam komoditas lain yang lebih menghasilkan seperti kakao karet dan kelapa sawit.

"Petani lada sudah tidak bersemangat membudidayakannya, layaknya beberapa tahun lalu saat tanaman lada baru dikenal masyarakat," katanya.

Kemudian, lebih banyak tanaman perkebunan yang memiliki harga lebih tinggi dan perawatan lebih mudah karena sebelumnya harga lada Rp20.000 per kilogram, namun saat langka seperti ini harga lada melambung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Lampung Timur, Edwin Bangsaratoe mengatakan saat ini terjadi pergeseran panen lada hitam akibat musim kemarau.

Ia menjelaskan, menjelang akhir tahun biasanya petani panen raya lada namun akibat kemarau tidak ada penen dan diperkirakan akan brlangsung pada pertengahan tahun depan.

Sejak lama, lada hitam dikenal sebagai bumbu-bumbuan yang banyak manfaatnya. Ilmu pengobatan dari timur mengajarkan, bum...
14/12/2013

Sejak lama, lada hitam dikenal sebagai bumbu-bumbuan yang banyak manfaatnya. Ilmu pengobatan dari timur mengajarkan, bumbu yang rasanya pedas atau panas ini bisa mengobati gangguan pencernaan, nyeri dan radang maupun berbagai keluhan yang lain.

Meski sudah digunakan selama ratusan tahun, ilmu pengobatan moderen belum banyak mengungkap cara kerjanya di tingkat sel. Oleh karenanya, sebuah penelitian di Journal of Agricultural and Food Chemistry berusaha menganalisis karakteristik kandungan lada hitam.

Seorang ilmuwan Korea, Soo-Jong Um yang melakukan penelitian itu menemukan bahwa salah satu kandungan lada hitam yakni piperin bisa membantu pembakaran lemak. Tidak cuma itu, piperin juga bisa mencegah pembentukan jaringan lemak baru sehingga bagus untuk diet.

Hasil pengamatan di laboratorium dan simulasi dengan program komputer menunjukkan, kandungan ini dapat mempengaruhi aktivitas gen yang berhubungan dengan kegemukan. Dikutip dari Sciencedaily dan DetikHealth, piperin sangat berperan dalam rantai reaksi yang menjaga lemak tetap terkontrol kadarnya.

Meski baru penelitian awal, kesimpulan ini membuka peluang untuk mengembangkan lada hitam sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kegemukan yang banyak menjangkiti manusia moderen. Kelak jika ada pasien ingin menurunkan berat badan, dokter mungkin cukup meresepkan lada hitam.

Masalah kegemukan bukan hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa menjadi faktor risiko berbagai penyakit kronis yang mematikan. Diabetes dan serangan jantung sering diawali dengan kegemukan, bahkan beberapa jenis kanker seperti kanker usus lebih mudah mudah menyerang ketika kadar lemak tubuh kurang terkontrol.

10/12/2013

(Lampost.co): Sejumlah petani kakao di Kotabatu, Selagailingga, berencana mengganti tanamannya dengan jenis tanaman lain atau beralih usaha lain di lahan yang sama. Hal ini karena harga kakao yang tidak stabil dan membuat para petani merugi.

Irwan (55), pemilik 2 hektare (ha) kebun kakao di Kotabatu, mengatakan harga kakao tidak stabil dan cenderung menurun. Menurut dia, walaupun naik lagi, hasil kakao tidak akan mampu mengejar dan mencukupi kebutuhan hidup yang makin tinggi. “Kalau dihitung-hitung, kami hanya balik modal atau malah kadang-kadang merugi,” kata Irwan.

Menurut dia, harga kakao dari kebunnya saat ini laku antara Rp10 ribu—Rp13.500/kg. Padahal, dengan harga yang pernah mencapai Rp15 ribu—Rp20 ribu saja belum tentu untung karena hasil panennya juga sudah tidak menentu. “Harga tinggi saja belum tentu menguntungkan, apalagi harga sekarang.”

Hal senada disampaikan Rahmat (27) dan Radi (45). Kedua petani itu juga memiliki luasan kebun dalam jumlah yang sama, sekitar 2 ha. Irwan mengaku akan mengganti tanaman kakaonya dengan tanaman pisang.

Selain itu, sebagian juga akan ditanaminya kopi robusta. Sementara Rahmat memilih membuat banyak kolam di kebunnya untuk beternak belut. Sebab, menurut Rahmat, prospek budi daya belut jauh lebih menjanjikan daripada tanaman kakao.

Sementara Radi masih menunggu kemungkinan mengganti tanaman kakaonya dengan lada atau karet. “Saya amati dulu perkembangan karet, karena saya juga tidak mau salah langkah. Kalau lada, bibitnya sudah mulai kami siapkan,” kata dia.

Ketiga petani tersebut mengaku banyak petani kakao lainnya di daerahnya yang juga mengeluhkan hasil panen. Mereka yakin bukan satu atau dua petani yang juga akan berpindah, tetapi bisa puluhan atau ratusan.

Terkait kemungkinan adanya solusi yang ditawarkan Pemda untuk menjaga produksi kakao di Lampung Tengah, para petani mengaku masih pesimistis kebijakan pemerintah mampu mengatasi persoalan mereka.

Address

Gerem Pawiki
Sukadana
34314

Telephone

085357888282

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kelompok Tani Sentosa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share