Bunda Kreatif

Bunda Kreatif Bunda bunda yang bekerja dari rumah yang memanfaatkan media online

15/09/2015

Kebiasaan Buruk Orangtua Ini Mengganggu Perkembangan Anak

Kebiasaan 1 : Menakuti anak

Pada saat anak kita menangis dan kita berusaha untuk menenangkannya, kita sering mengatakan kepada si anak :”Eh, kalo nangis terus nanti disuntik lho …” atau “Kalo kamu nangis terus, Papa/mama panggil pak satpam ya.” Anak akhirnya memang cenderung untuk berhenti menangis atau merengek dan menuruti kita.

Apa akibatnya?
Dengan pernyataan ancaman atau menakut-nakuti, sebenarnya kita telah menanamkan rasa tidak s**a atau benci pada institusi atau pihak yang kita sebutkan. Anak akan tidak s**a atau takut dengan figur dokter/satpam. Pernyataan mengancam/menakuti akan semakin dipahami anak sebagai kebohongan orang tua seiring perjalanan tumbuh kembang anak.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Berkatalah jujur dan berikan pengertian pada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang dewasa karena sesungguhnya anak-anak juga mampu berpikir dewasa. Jika anak minta dibelikan permen katakan padanya akibat yang dapat ditimbulkan pada gigi dari pemanis buatan itu. Jika anak tetap memaksa, katakanlah dengan penuh pengertian dan tataplah matanya, “Kamu boleh menangis, tapi papa/mama tetap tidak akan membelikan permen.” Biarkan anak kita yang memaksa tadi menangis hingga diam dengan sendirinya.

Kebiasaan 2 : Ucapan dan tindakan tidak sesuai

Ada sebagian orang tua yang menetapkan pola asuhnya dengan menggunakan cara memberi penghargaan dengan pujian atau bahkan hadiah untuk kebaikan yang dilakukan oleh anaknya. Contohnya “Jika kamu mau membersihkan tempat tidurmu, maka di akhir pekan papa/mama mengajakmu jalan-jalan”. Dan pada akhir pekan, ternyata kita tidak dapat memenuhi janjinya, sehingga anak kita menjadi marah.

Apa akibatnya?
Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, jika kita tidak menepati janji, maka kita tidak dipercaya oleh anak dan selanjutnya, anak mulai tidak mau menuruti yang kita minta.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jangan pernah mudah mengumbar janji pada anak dengan tujuan untuk merayunya, agar ia mau mengikuti permintaan kita. Pikirlah dahulu sebelum berjanji apakah kita benar-benar bisa memenuhi janji tersebut. Jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf, berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan apa yang kita bisa lakukan bersama anak untuk mengganti janji itu.

Kebiasaan 3 : Hadiah untuk perilaku buruk anak

Pada saat kita bersama anak berada di tempat umum, si anak minta dibelikan mainan. Lalu kita katakan tidak boleh. Si anak terus merengek dan rengekannya semakin kuat hingga menjadi teriakan dan ada gerakan perlawanan. Kita tetap mengatakan tidak boleh. Dan pada saat kita berada di antrian bayar kasir, dia merengek lagi dengan kekuatan penuh untuk membuat kita malu di depan umum. Dan akhirnya, tibalah saat yang dinantikan oleh anak dengan mendengar pernyataan dari kita sebagai orang tua : “Ya sudah, kamu ambil satu. Satu saja ya!”.

Apa akibatnya?
Saat kita memberi pernyataan, …”Ya sudah, kamu ambil satu.” … kita telah memberikan hadiah pada perilaku buruk yang dilakukannya. Dan sejak saat itu juga, anak mempelajari sesuatu bahwa untuk bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan maka dia harus membuat perlawanan yang cukup heboh di tempat yang “strategis”. Anak mempelajari bahwa apa pun permintaannya dapat dikabulkan bila melalui perlawanan yang gigih. Kejadian ini akan terus diulangi dan diuji-cobakan pada permintaan yang lain.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Tetaplah berlaku konsisten, tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang tua yang ‘tega’ atau ‘kikir’. Ingatlah selalu bahwa kita sedang mendidik anak. Sekali kita konsisten, anak tak akan pernah mencobanya lagi. Ingat sekali lagi : tetaplah KONSISTEN dan pantang menyerah! Apa pun alasannya, jangan pernah memberi hadiah pada perilaku buruk si anak.

Kebiasaan 4 : Merasa bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik

Dalam kehidupan saat ini, dimana sebagian besar orang tua banyak menghabiskan waktunya di kantor/ tempat kerja daripada bersama anaknya, menyebabkan banyak orang tua merasa bersalah atas situasi ini. Akibatnya para orang tua menyetujui perilaku buruk anaknya dengan ungkapan yang sering dilontarkan, “Biarlah dia seperti ini mungkin karena saya juga yang jarang bertemu dengannya…”

Apa akibatnya?
Semakin orang tua merasa bersalah terhadap keadaan, semakin banyak kita menyemai perilaku buruk anak kita. Semakin kita memaklumi perilaku buruk yang diperbuat anak, akan semakin sering ia melakukannya.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Apa pun yang bisa kita berikan secara benar pada anak kita adalah hal yang terbaik. Tiap keluarga memiliki masalah yang unik, tidak sama. Ada orang punya kelebihan pada aspek financial tapi miskin waktu bertemu dengan anak, sebaliknya ada yang punya banyak waktu bersama tapi kekurangan dari sisi ekonomi. Jadi yakinlah bahwa dalam kondisi apa pun kita tetap bisa memberikan yang terbaik. Jadi, jangan pernah memaklumkan hal-hal yang tidak baik. Lakukanlah pendekatan kualitas jika kita hanya punya sedikit waktu, gunakan waktu yang minim itu untuk bisa berbagi rasa sepenuhnya dengan anak kita. Menyisihkan waktu di antara sisa-sisa tenaga kita, memang tidak mudah. Tapi lakukanlah demi mereka dan keluarga kita, maka akan terbiasa.

Kebiasaan 5 : Mudah menyerah dan pasrah

Pernahkah kita mengucapkan kata-kata : “Duh.. anak saya itu memang keras betul…saya tidak sanggup lagi untuk mengaturnya.” Atau “Biar sajalah, terserah apa maunya. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk mendidiknya.”

Apa akibatnya?
Dalam kondisi kita sebagai orang tua tidak tegas dan mudah menyerah, si anak justru keras dan lebih tegas. Akibatnya dalam banyak hal, si anak jauh lebih dominan dan mengatur orang tuanya. Akibat lebih lanjut orang tua sulit mengendalikan perilaku anaknya dan cenderung pasrah.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Belajar dan berusahalah dengan keras untuk menjadi lebih tegas dalam mengambil keputusan, tingkatkan watak keteguhan hati dan pantang menyerah. Bila kita mudah menyerah, kepada siapa kita akan melimpahkan tugas kita ini dalam mendidik anak?

Kebiasaan 6 : Marah yang berlebihan

Pernahkah kita memarahi anak kita karena melakukan kesalahan karena kelengahan kita menjaga mereka? Bahkan tidak jarang kita melakukan kekerasan fisik.

Apa akibatnya?
Sering kita menyamakan persepsi antara mendidik dan memarahi. Perlu diingat, memarahi adalah cara mendidik yang paling buruk. Pada saat memarahi anak, kita tidak sedang mendidik mereka, melainkan melampiaskan tumpukan kekesalan kita karena tidak bisa mengatasi masalah dengan baik dan merupakan upaya untuk melemparkan kesalahan pada anak kita. Dan setelah selesai marah kita akan menyesal dan cenderung tidak konsisten terhadap apa yang telah kita tetapkan. Rasa menyesal ini juga sering kita ganti dengan memberikan dispensasi atau membolehkan hal-hal yang sebelumnya kita larang. Bila hal ini terjadi, anak kita akan selalu berusaha memancing kemarahan kita, kemudian kita kembali menyesal dan si anak menikmati hasilnya.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jangan pernah bicara pada saat marah! Pergilah menghindar hingga amarah reda. Setelah itu bicara “tegas” dan bukan berbicara “keras”. Bicara tegas adalah bicara dengan nada yang datar, dengan serius dan menatap wajah serta matanya dalam-dalam. Bicara tegas adalah bicara pada saat pikiran kita rasional. Sedangkan bicara keras adalah pada saat pikiran kita dikuasai emosi, sehingga kata-kata kita tidak bisa terkontrol. Anak yang dimarahi cenderung tidak bertambah baik, ia akan menimpali dengan kesalahan yang sama. Maka bertindaklah tegas jika kita ingin anak kita menjadi lebih baik.
(Dikutip dari Fb Vitabumin)

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.1573315796253405.1073741828.1573303989587919&type=3

11/09/2015

Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu rakus. (HR. Ibnu Hibban)

Semoga kita d golongkan menjadi orang2 yg sllu bersyukur, Aamiin

08/09/2015

Memang ya mencari uang itu tugas suami sebagai kepala rumah tangga, memenuhi segala kebutuhan anak n istrinya. Tapi ga ada salahnya kan kalo kita juga ikut membantu n punya penghasilan??
Ya tentunya kita juga harus sadar akan kewajiban sebagai ibu n istri, jangan smpe gara2 yg ga wajib malah melupakan yang wajib.

06/09/2015

Assalamu'alaikum.....orang tua cerdas dan bijak adalah orang yang senantiasa tahu apa yang dibutuhkan oleh anak2nya.dan diantara hal yang dbutuhkan oleh anak tidak ada yg melebihi dari pentingnya keselamatannya kelak setelah kehidupan di dunia ini "....
jika ada orangtua yang bgtu semangat menyekolahkan anaknya di pendidikan tinggi dgn hrapan agar anaknya kelak mendapatkan pkerjaan yang layak dan menguntungkan dari segi materi. atau orangtua membekali modal besar untuk anaknya agar bisa mandiri dan makmur dalam kehidupannya di dunia ini. sungguh ia adalah orang tua yang cerdas, senantiasa berfikir akan masa depan anak. akan tetapi orang tua tersebut akan menjadi tidak bijak lagi jika ternyata melupakan masa depan yang lebih lama lagi yaitu kehidupan setelah kehidupan di dunia ini # oase iman buya yahya

03/09/2015

Milikilah sumber pendapatan lebih dari satu...

Safir senduk

Siapkan gaji kedua yuk...
Bisnis oriflame bisa jadi pilihan

September ceria...Khusus bulan ini nih ya... join oriflame hanya 9900 dan berkesempatan buat dapetin semua hadiah ini......
02/09/2015

September ceria...
Khusus bulan ini nih ya... join oriflame hanya 9900 dan berkesempatan buat dapetin semua hadiah ini....

Kerenkan....

02/09/2015

Kebanyakan ibu2 kadang segan memulai bisnis, karna memang bisnis ini ga bisa main2 atau setengah2. Apalagi kita harus ngurus anak, suami n setumpuk kerjaan rumah yg ga ada habisnya. Tapi dengan kemauan n kerja keras, kemudahan itu akan datang. Putuskan n mulai sekarang? Atau tidak sama sekali??

02/09/2015

Renungan Siang
By. Ustadz Wijayanto.

Prinsip2 Dasar:
1.Anak2mu bukan pilihanmu,mereka menjadi anak2mu,bukan karena keinginan mereka,tetapi karena takdir Allah. Lihat QS.28:68, QS.42:49-50.

2.Karena apa yg Allah takdirkan untukmu,maka itulah amanah yg harus ditunaikan. Lihat QS.8:27-28.

3.Orangtua lah yg ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kpd Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya. Lihat QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24.

4.Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu,maka bersungguh2lah. Lihat QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78.

5.Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak2mu mahir dlm segala hal,tetapi Allah mewajibkan membentuk anak2 yg sholeh terbebas dari neraka. Lihat QS.66:6, QS.46:15.

6.Jangan berharap kebaikan dari anak2mu,bila tidak mendidik mereka menjadi anak2 yg sholeh. Lihat QS.11:46, QS.19:59.

7.Jangan berharap banyak pada anak2mu,bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. Lihat QS.17:24.

8.Didiklah anak2mu sesuai fitrahnya. Lihat QS.30:30.

9.Janganlah menginginkan anak2mu sebagai anak2 yg sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu. Lihat QS.61:2, QS.66:6.

10.Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau mmberi hak anak2mu, dn sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu. Lihat QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.

11.Berbuat baiklah pada anak2mu,bahkan sebelum mereka diciptakan.

12.Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik,tetapi bersungguh2lah dalam mendidik. Lihat QS.11:93.

13.Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu. Lihat QS.15:99.

Semoga ini bisa menjadi perenungan dan ibadah untuk kita dan anak2 kita yg sdh menikah atau akan menikah,

02/09/2015

Berkumpul dengan orang2 yg mempunyai energi positif akan membuat kita juga sllu berfikiran positif.
Katanya itu juga obat awet muda lho...hehehe
smile

01/09/2015

Suatu sore saat nunggu anak saya keluar dari kelas.... saya nunggu dipinggiran teras masjid...kebetulan disamping saya duduk seorang bunda dan anaknya yg duduk kelas 2 SD.... tidak bermaksud "nguping" tapi memang Karena kami berdekatan, jadi jelas betul percakapan mereka....
Bunda ; Nak bunda tadi sudah daftarkan les .... besok pulang sekolah langsung ketempat les ya?

Anak; bunda... aku maunya ikut eskul aja disekolah.... tekwondo

Bunda; iya... tapi pelajaran juga penting nak...

Anak; iya bunda... tapi klo aku ikut les k*m*n aku pusing bunda

Bunda; tapi bunda sudah daftar nak...

Anak; kenapa bunda gak tanya aku dulu...

Bunda; pelajarankan lebih penting nak...

Entah saat itu tetiba teringat ucapan anakku satu tahun yang lalu....
Pagi itu.... saya hendak ambil hasil progres report anak saya yg saat itu duduk dikelas 4 SD

"Mamih.... semampu kaka ya mih... dan itu hasilnya... jangan kecewa ya mih..."

Ah nak.... saat itu mamih mu ini kurang menggubris ucapanmu... sampe kita beradu pendapat

Tapi saat mendengar percakapan tadi...

Jadi tau nak... bahwa engkau juga memiliki keinginan untuk didengar tentang apa "keinginan" dan" harapan" mu nak....

Renungan sore bunda.....

01/09/2015

“ Jangan mendokan keburukan kepada muslim lain walaupun dia seorang hamba yg dzolim atau seorang muslim yang ahli maksiat. Tapi doakan dia supaya mendapat hidayah dari Allah, sehingga kembali menjadi orang yang baik. Sebab, mendoakan kebaikan akan kembali kepada kita seniri, begitu jg sebaliknya.”

Syakh Ahmad Jaha Rayyan

01/09/2015

Milikilah sumber penghasilan lebih dari satu......

Safir senduk

Bisnis oriflame bisa jadi sumber penghasilan lho....

Address

Sumber
45618

Telephone

085324487514

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bunda Kreatif posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share