09/07/2016
Lama Menghilang, 1 dari 4 Rahasia Kuliner ini Terungkap
1. Barongkos Pisang Masalembu
2. Dudul/dodol Kangean
3. Jagung Palotan Poday/Sepudi
4. Abon Cumi Sapeken
Perburuan Kuliner Ramadhan kemarin, saya berhasil mengungkap satu lagi kuliner Sumenep. Saat ngabuburit jalan di Pasar Ramadhan depan Kodim Sumenep, tertuju mata saya pada ibu muda yang menggelar jajanan. Jajanan ini terbungkus daun pisang. Namanya "Barongkos Pisang Masalembu". 12 tahun lebih saya tidak menemukan makanan ini. Benar saja, saat buka puasa saya nikmati. Wuiiiih... tak terbayang nikmatnya. Manisnya pas rasa pisangnya bercampur aroma daun yang dikukus. Sedikit ada kuahnya., Saat disruput kuahnya, hadew... seger banget. Penampakannya seperti "Garang Asem" tapi yang ini isinya adonan pisang kepok /sabetaber yang dibungkus daun pisang dan dikukus. Harganya 3 ribu. Penjualnya dari Karangpanasan.
Thanks, ibu penjual Barongkos Pisang masalembu.
Satu warisan kuliner lezat berhasil saya ungkap.
Note: MASALEMBU salah satu kecamatan di Sumenep. Sebuah pulau diutara Pulau Madura, berjarak 115 mil atau 180 km dari pelabuhan Kalianget. (12 -15 jam perjalanan dengan kapal laut)
Dan saat ini, Saya masih berusaha Mengungkap 3 Rahasia Kuliner Sumenep lainnya.
Dudul/dodol Kangean
11 tahun yang lalu sempat menikmati jajanan ini. Luar biasa, manis legit dan aromanya khas. “Dodol Kangean” namanya. Dodol ini dulu saya peroleh dari Pak Basari (penjaga loket tiket KM Sumekar di Pelabuhan Batuguluk-Kangean). Warnanya coklat bertabur kacang kenari diatasnya. Nikmat banget. Tak pernah saya temukan di pulau jawa dodol senikmat ini. Di Sumenep daratanpun tidak ada yang menjual. Saya yakin, dengan sentuhan kemasan yang bagus, Dodol ini LARIS MANIS diburu "Penggila" Kuliner. **bagi produksen dodol Kangean, PLEASE coment disini. Ayo muncul. Jangan disimpan saja dodolnya yang nikmat itu. Thanks :)
Jagung Palotan Poday/Sepudi
Selanjutnya, tak kalah penasaran dan "Sakit Hatiku" karena tak kunjung terobati oleh satu ini. "Jagung Ketan" atau Jagung Palotan dari Pulau Sepudi. Setahun lalu, saya dapat kiriman oleh-oleh dari teman. Jagung gorengnya lain dari yang lain. Jagung Lorjuk, kacang lorjuk, maaf jangan dibandingkan. Kalah jauuuuuh... renyah, gurih dan ahhh... sulit diungkapkan enaknya. 1/2kg pun habis dalam sekejab waktu itu. Di Sumenep daratan tidak ada yang menjual, Toko Mama Mia, Trijaya, Camilan Madura, Anugerah semua gak ada. Penampakan jagung gorengnya tidak mekar seperti pop corn atau jagung goreng pada umumnya. Saya bayangkan, jika dikemas bagus, dipajang di Indomaret/Alfamart/Carefour dan kasih free tester ditoples, hemm... popcorn lain lewat dah... semua beli jagung palotan ini :) Produsen/penjual Jagung Ketan Sepudi mana ya? PLEASE coment disini...
Abon Cumi Sapeken
Rahasia Kuliner yang satu ini benar-benar masih gelap bagi saya. Konon hanya ada di Pulau Sapeken (15 jam jauhnya naik kapal laut dari pelabuhan Kalianget). Abon cumi, sesuai namanya terbuat dari ikan cumi-cumi. Kabarnya, rasanya nikmat dan lezat. entahlah... saya hanya bisa Ngaloduk eber... menelan ludah tanpa rasa, pikiran melayang membayangkan Nikmatnya Abon Cumi yang masih Misteri.
**please help me. Bagi produsen atau yang tau, Tunjukkan padaku, kirimi aku, akan ku kabarkan pada Dunia... ini Kuliner Sumenep yang Tiada Duanya…
------------------
Dan... perburuan kuliner-pun belum berakhir :)
------------------
Oh ya...
Bagi yang MUDIKNYA selesai, mau kembali ke perantauan. Hati-hati di Jalan, selamat sampai tujuan. Nikmati perjalanannya sambil tetap berwisata kuliner.
Perjalanan selepas Kota Sumenep sampai di Kec. Bluto kanan-kiri jalan ada 2 warung Sate Legendaris. Harus dicoba, gak usah Ribut “Atokar” pilih yang mana. Dua-duanya Mak-nyus.
Selesai makan Sate, lanjut perjalanan 5 menit sampai di pasar KAPEDI. Ada penjual oleh-oleh Rengginang lorjuk, kerupuk ikan (mentah). Mungkin ada yang lupa beli oleh-oleh. Harga disini BISA ditawar. Saran saya, pasang senyum yang manis “Sedikit Memelas”. Dengan tips ini semoga dapat HARGA MIRING.
Lanjut perjalanan, 5 menit lagi sampai di PUSAT BATIK Kapedi. Kanan kiri jalan ada petunjuk Showroom dan Workshop Batik. Beli kain batik tulis untuk teman. Kulakan juga bisa. Sekalian ajak anak-anak untuk liat Proses membatik di Workshopnya. Biar tahu proses membatik. Tahu apa itu “Canthing, malem/lilin pelapis batik. Pewarna dalam membatik ada 2: bahan kimia dan bahan alami (getah pohon, akar, daun, dsb). Lama proses membatik selembar kain ada yang sampai 6 bulan bahkan 1 tahun (yang beginian harganya jutaan).
Setelah itu lanjutkan perjalanan, sampai di Prenduan (sebelum pesantren Al-Amin). Dekat pertigaan ada banyak penjual oleh-oleh. Rengginang lorjuk dan aneka kerupuk/keripik. Produk disini beda dengan yang di Kapedi. Juga bisa ditawar. Selesai belanja, di gang kecil sebelahnya ada Rujak Cobek (Rojek Cobik). Khas banget, Anda bakalan menyesal jika nanti banyak teman yang bercerita, sementara Anda belum pernah mencoba nikmatnya Rujak Cobek ini. Rujak yang piringnya berupa cobek (dari tanah liat). Saat bayar oleh-oleh dan Rujak jangan pakai CreditCard/ DebitCard. Disini gak terima gesek. Jalan kaki saja. ATM BCA dan BNI tersedia dipinggir jalan.
Ok, Saatnya Anda melanjutkan perjalanan kembali ke Perantauan.
Jangan lupa ya....
Ceritakan pengalamanmu tentang Nikmatnya Kuliner Sumenep dan Keindahan Alam Sumenep (yang terdiri dari 126 pulau)
Saat "Long Week End" nanti, ajak teman kampus, teman kantor dan saudara, wisata ke taman Laut Pulau GILILABAK-Sumenep. Pesona terumbu karang, ikan warna-warni dan pantainya benar-benar “Exotic” menakjubkan.
Video Keindahan Gililabak: http://bit.ly/29tdWxf
Saya akan selalu Update Info Sumenep yang Istimewa ini. Sumenep yang betul-betul “The Real of Madura”.
SHARE dan LIKE halaman ini, agar Anda SELALU mendapatkan Kabar terbaru tentang Sumenep.
Penulis: -----------------------
*) Pebisnis, Pecinta Kuliner, Desainer Kemasan, Web Designer, Advertising, Internet Marketing.