Minyak Terapi plus Ruqyah

Minyak Terapi plus Ruqyah Minyak Haramayn adalah Minyak Terapi Plus Ruqyah yang bahan-bahannya dari Thibbun Nabawi. Sunnah Nab

04/08/2026

Video Testimoni Minyak Haramayn: Minyak Herbal, Minyak Terapi, Minyak Angin, dan Minyak Gosok.

Barokalloh

24/07/2026

Ruqyah customer dengan Minyak Haramayn, cepat responsif-nya..

Langsung mual & muntah.. Semoga customer Minyak Haramayn sembuh total semuanya. Aamiin.

20/07/2026

Nikmat sehat adalah impian setiap insan. dan nikmat itu harus senantiasa dijaga dengan ikhtiar menggunakan Minyak Haramayn.

Info Minyak Haramayn : t.me/MinyakHaramayn

14/07/2026

Ikhtiar Sehat yang Lebih Berkah dengan Minyak Haramayn.

10/07/2026

*Salam Jum'at*✨
* *

" Jum'at adalah pintu berkah yang terbuka lebar. Mari kita manfaatkan hari ini untuk meraih keberkahan dalam setiap langkah hidup kita..."

Semoga Allah senantiasa menuntun setiap langkah kita dan memberikan keberkahan selalu..🤲🏻

_Barakallahufiikum_🌷

07/07/2026

Warga Yaman belajar Bahasa Indonesia. Maa sya Allah.. Bangga pakai produk Muslim Indonesia.

Mengapa dalam Al Qur’an Surah Al Fatihah Menjadi Obat dan Ruqyah? Padahal Hanya Terdiri dari Tujuh Ayat?“Dan Kami turunk...
01/07/2026

Mengapa dalam Al Qur’an Surah Al Fatihah Menjadi Obat dan Ruqyah? Padahal Hanya Terdiri dari Tujuh Ayat?

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

(QS. Al-Isra’: 82)

Jika seseorang bertanya,

“Surah apakah yang paling sering dibaca oleh umat Islam?”

Jawabannya tentu adalah Al Fatihah.

Setiap hari…

Minimal 17 kali dalam shalat wajib.

Belum termasuk shalat sunnah.

Belum termasuk saat berdoa.

Belum termasuk ketika meruqyah orang sakit.

Namun pernahkah kita bertanya…

Mengapa justru Al Fatihah yang dijadikan obat?

Mengapa bukan surah yang paling panjang?

Mengapa bukan ayat yang paling banyak?

Mengapa hanya tujuh ayat?

Semakin dipelajari…

Semakin tampak bahwa Al Fatihah bukan sekadar pembuka Al Qur’an.

Ia adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah turunkan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.

Al Fatihah Disebut “Asy Syifa”, Penawar

Rasulullah ﷺ pernah membenarkan seorang sahabat yang meruqyah seorang kepala suku yang tersengat binatang berbisa dengan membaca Surah Al Fatihah.

Setelah orang itu sembuh, para sahabat datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakan kejadian tersebut.

Beliau bersabda,

“Bagaimana engkau tahu bahwa Al Fatihah adalah ruqyah?”

Kemudian beliau membenarkan perbuatan itu dan bahkan mempersilakan mereka menerima hadiah yang diberikan sebagai imbalan.

HR. Al-Bukhari no. 2276, 5736

HR. Muslim no. 2201

Perhatikan…

Rasulullah ﷺ tidak mengatakan,

“Itu hanya kebetulan.”

Beliau justru mengakui bahwa Al Fatihah memang merupakan ruqyah.

Mengapa Al Fatihah Memiliki Kekuatan Seperti Itu?

Karena seluruh isi Al Fatihah adalah tentang hubungan seorang hamba dengan Rabbnya.

Dimulai dengan pujian.

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Lalu pengakuan tentang kasih sayang Allah.

“Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Kemudian keyakinan tentang Hari Pembalasan.

Setelah hati dipenuhi tauhid…

Barulah seorang hamba berkata,

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

Inilah inti penyembuhan.

Sebelum tubuh menjadi kuat…

Hati lebih dahulu kembali bergantung kepada Allah.

Keajaiban Psikologi Al Fatihah

Psikologi modern menunjukkan bahwa keyakinan, harapan, ketenangan, dan hubungan spiritual dapat memengaruhi cara seseorang menghadapi rasa sakit, kecemasan, dan stres. Berbagai penelitian dalam bidang psikoneuroimunologi menunjukkan bahwa kondisi psikologis dapat berpengaruh terhadap respons sistem saraf, hormon, dan daya tahan tubuh.

Islam telah mengajarkan hal yang lebih dalam.

Al Fatihah bukan sekadar memberikan sugesti positif.

Al Fatihah menghubungkan hati seorang hamba dengan Rabb Yang Maha Menyembuhkan.

Karena itu, seorang Muslim meyakini bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah, sedangkan bacaan Al-Qur’an adalah sebab yang disyariatkan.

Al Qur’an Menegaskan Bahwa Ia Adalah Penawar

Allah berfirman,

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

(QS. Al-Isra’: 82)

Dan Allah juga berfirman,

“Katakanlah, Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman.”

(QS. Fussilat: 44)

Para ulama seperti Imam Ibnu Katsir, Imam Al-Qurthubi, dan Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa penyembuhan Al-Qur’an mencakup penyakit hati seperti syirik, keraguan, kemunafikan, dan kegelisahan. Dengan izin Allah, Al-Qur’an juga menjadi sebab kesembuhan penyakit fisik melalui ruqyah yang sesuai dengan sunnah.

Dalam kitab Zad al-Ma’ad, Ibnul Qayyim bahkan menceritakan pengalamannya merasakan manfaat membaca Al Fatihah berulang kali sebagai ruqyah dengan penuh keyakinan kepada Allah.

Ruqyah Bukan Sihir

Sebagian orang masih salah memahami ruqyah.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda,

“Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan.”

HR. Muslim no. 2200

Artinya…

Ruqyah bukan mantra.

Bukan sihir.

Bukan memanggil jin.

Ruqyah syar’iyyah adalah doa, dzikir, dan bacaan Al-Qur’an yang dipanjatkan kepada Allah semata.

Kesembuhan bukan berasal dari bacaan itu sendiri.

Melainkan dari Allah yang menjadikan bacaan tersebut sebagai sebab.

Mengapa Al Fatihah Dibaca Berulang-Ulang?

Setiap hari…

Allah mengajarkan kita mengulang Al Fatihah berkali-kali.

Karena manusia bukan hanya membutuhkan makanan untuk tubuh.

Tetapi juga makanan untuk hati.

Semakin sering hati kembali kepada Allah…

Semakin kuat ia menghadapi ujian.

Semakin tenang menghadapi musibah.

Semakin mudah bangkit ketika jatuh.

Renungan

Bayangkan…

Surah yang paling sering kita baca…

Ternyata juga merupakan surah yang diakui Rasulullah ﷺ sebagai ruqyah.

Mungkin selama ini kita terburu-buru membacanya.

Padahal di dalam tujuh ayat itu…

Tersimpan pujian.

Tauhid.

Harapan.

Permohonan.

Petunjuk.

Dan obat bagi hati yang lelah.

Maka mulai hari ini…

Jangan hanya membaca Al Fatihah karena menjadi rukun shalat.

Bacalah dengan hati yang hadir.

Hayati setiap ayatnya.

Mohonlah pertolongan hanya kepada Allah.

Karena bisa jadi…

Kesembuhan yang selama ini kita cari bukan hanya untuk tubuh.

Tetapi lebih dahulu untuk hati.

Dan ketika hati telah disembuhkan oleh Allah…

Sering kali tubuh pun ikut merasakan ketenangannya.

Itulah salah satu keajaiban Al-Qur’an.

Surah yang paling pendek untuk dibaca dalam shalat…

Ternyata menjadi salah satu surah yang paling agung sebagai penawar, rahmat, dan ruqyah bagi orang-orang yang beriman.

NB: Minyak Haramayn cocok untuk terapi ruqyah mandiri atau untuk terapis yang menangani pasien. Alhamdulillah teruji sembuh atas izinNya terhadap 44 macam penyakit medis dan non-medis!

Mauuuu? Cek link yang tertera

Mengapa dalam Al Qur’an Allah Mengisahkan Kaum Nabi Lut Berkali Kali? Mengapa Bukan Sekadar Melarang, Tetapi Juga Mengaj...
30/06/2026

Mengapa dalam Al Qur’an Allah Mengisahkan Kaum Nabi Lut Berkali Kali? Mengapa Bukan Sekadar Melarang, Tetapi Juga Mengajak Kembali kepada Fitrah?

“Dan (Kami juga telah mengutus) Lut ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu?’”

(QS. Al-A’raf: 80)

Mengapa Allah mengulang kisah Nabi Lut dalam banyak surah?

Mengapa bukan sekali saja?

Mengapa Allah tidak hanya mengatakan,

“Jangan lakukan.”

Tetapi Allah menceritakan awalnya…

Prosesnya…

Penolakannya…

Hingga akibat akhirnya.

Karena Allah ingin manusia belajar.

Bukan sekadar mengetahui hukum.

Tetapi memahami mengapa fitrah harus dijaga.

Allah Menciptakan Pasangan dengan Hikmah

Sejak awal penciptaan, Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan.

Adam dan Hawa.

Bukan Adam dan Adam.

Bukan Hawa dan Hawa.

Allah berfirman,

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengambil pelajaran.”

(QS. Adz-Dzariyat: 49)

Dan Allah berfirman,

“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan darinya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.”

(QS. Ar-Rum: 21)

Dalam pandangan Islam, hubungan laki-laki dan perempuan dalam pernikahan merupakan bagian dari fitrah yang Allah tetapkan.

Mengapa Kaum Nabi Lut Diazab?

Al-Qur’an tidak menggambarkan bahwa mereka diazab hanya karena adanya godaan atau kecenderungan.

Yang diceritakan Al-Qur’an adalah mereka menjadikan perbuatan itu sebagai praktik yang dilakukan secara terang-terangan, menolak dakwah Nabi Lut, dan terus membangkang kepada Allah.

Allah berfirman,

“Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk memenuhi syahwat, bukan kepada perempuan? Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.”

(QS. Al-A’raf: 81)

Dalam surah-surah lain, Al-Qur’an juga menggambarkan penolakan mereka terhadap nasihat Nabi Lut dan keberlanjutan kemaksiatan tersebut.

Pelajarannya adalah bahwa kemaksiatan yang dinormalisasi dan pembangkangan terhadap petunjuk Allah membawa akibat yang berat.

Bagaimana Hukum Islam Memandang Perbuatan Ini?

Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa hubungan seksual sesama jenis termasuk perbuatan yang diharamkan dalam syariat Islam.

Mereka berdalil dengan ayat-ayat tentang kaum Nabi Lut dan sejumlah hadits Nabi ﷺ.

Namun, para ulama juga memiliki perbedaan pendapat mengenai rincian bentuk hukuman yang diterapkan dalam sistem peradilan Islam. Ada yang mengqiyaskan dengan zina, ada yang berpendapat adanya hukuman ta’zir dalam kondisi tertentu, dan ada pendapat lain berdasarkan ijtihad masing-masing mazhab. Semua itu merupakan ranah otoritas hakim dan negara yang menerapkan syariat, bukan tindakan individu.

Dengan kata lain, Islam melarang perbuatan tersebut, tetapi pelaksanaan hukuman tidak boleh dilakukan oleh masyarakat secara sepihak.

Yang Sering Terlupakan

Sebelum berbicara tentang hukuman…

Al-Qur’an lebih dahulu berbicara tentang taubat.

Allah tidak menutup pintu bagi siapa pun yang ingin kembali.

Allah berfirman,

“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”

(QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini tidak mengecualikan dosa tertentu.

Selama seseorang masih hidup dan benar-benar bertaubat, pintu rahmat Allah tetap terbuka.

Jika Engkau Sedang Bergumul dengan Godaan

Mungkin ada seseorang yang membaca tulisan ini sambil berkata dalam hati,

“Aku tidak pernah meminta memiliki godaan ini.”

Islam mengajarkan bahwa manusia diuji dengan cara yang berbeda-beda.

Ada yang diuji dengan amarah.

Ada yang diuji dengan harta.

Ada yang diuji dengan syahwat.

Yang dinilai Allah bukan sekadar ujian yang datang.

Tetapi bagaimana seseorang menyikapinya.

Jika engkau sedang berjuang menahan diri dari sesuatu yang Allah haramkan, jangan berputus asa.

Perbanyak doa.

Dekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Carilah lingkungan yang saleh.

Jika engkau membutuhkan bantuan, mintalah bimbingan kepada ulama atau pembimbing yang amanah dan terpercaya.

Sebagian orang juga memilih melakukan ruqyah syar’iyyah sebagai bentuk doa dan ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ruqyah dapat menjadi bagian dari ikhtiar ibadah, namun tidak boleh dipandang sebagai terapi yang pasti mengubah setiap kecenderungan. Perubahan hati dan perilaku adalah proses yang memerlukan kesungguhan, doa, dan pertolongan Allah.

Keajaiban Al Qur’an

Menakjubkannya…

Al-Qur’an tidak hanya menceritakan bagaimana sebuah kaum binasa.

Al-Qur’an juga menunjukkan jalan agar kaum setelahnya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Allah tidak menurunkan kisah Nabi Lut untuk menumbuhkan kebencian kepada manusia.

Allah menurunkannya agar manusia mencintai fitrah yang telah Dia tetapkan.

Karena ketika fitrah dijaga…

Keluarga terjaga.

Keturunan terjaga.

Masyarakat terjaga.

Dan yang paling penting…

Hubungan seorang hamba dengan Rabbnya tetap terjaga.

Renungan

Tidak ada dosa yang menjadi lebih besar daripada rahmat Allah bagi orang yang benar-benar kembali.

Jangan menunggu hingga hati menjadi keras.

Jangan menunggu hingga kemaksiatan terasa biasa.

Dan jangan menunggu hingga ajal datang tanpa sempat bertaubat.

Allah tidak memanggil manusia yang sempurna.

Allah memanggil manusia yang ingin kembali.

Karena kemenangan terbesar bukanlah ketika seseorang berkata,

“Inilah diriku dan aku tidak akan berubah.”

Kemenangan terbesar adalah ketika seseorang berkata,

“Ya Allah, inilah kelemahanku. Maka bimbinglah aku kembali kepada fitrah yang Engkau cintai.”

Dan bagi Allah, tidak ada hati yang terlalu jauh untuk dipulangkan kepada-Nya.

Address

Sungguminasa

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Minyak Terapi plus Ruqyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Minyak Terapi plus Ruqyah:

Shortcuts

Share