12/03/2021
Bekam Al Dawa Surabaya, Bekam Al Dawa Profesional Surabaya, Bekam Al Dawa Ahli Surabaya, Bekam Al Dawa 0857 3292 9900, Bekam, Bekam Surabaya, Bekam di Surabaya Barat, Terapis Bekam di Surabaya, Tempat Bekam di Surabaya, Klinik Bekam di Surabaya, Terapi Bekam di Surabaya, Bekam Surabaya Kota Sby Jawa Timur, Bekam di Surabaya, Klinik Bekam Surabaya, Rumah Bekam Surabaya Kota Sby Jawa Timur, Bekam Rungkut Remas Al-akbar Surabaya
SERUAN KESEHATAN KETIKA ISRO' MI'ROJ YANG TERABAIKAN
Disusun oleh: Tim Al Dawa'
Sudah kita mengerti bersama bahwa peristiwa Isro' Mi'roj identik dengan disyariatkannya shalat. Karena begitu pentingnya syari'ah sholat ini sehingga Allah Ta'alaa langsung memanggil Nabi Muhammad SAW. Namun pada kesempatan ini kami menyampaikan pesan kesehatan ketika isro' Mi'roj yang terabaikan. Apakah itu???
Wasiat Malaikat Untuk Berbekam Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidaklah aku melewati seorang Malaikat –ketika di Mi’rajkan ke langit- kecuali mereka mengatakan ‘Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam” [HR. Ibn Majah]
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekump**an Malaikat melainkan mereka meminta kami,” Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam” [HR. At Tirmidzi]
Seruan kesehatan yang terabaikan itu adalah melaksanakan bekam. Mungkin ada yang beranggapan bahwa seruan berbekam itukan dari malaikat bukan dari Allooh. Memang dalam seruan ini dari malaikat kepada Nabi Muhammad SAW dan ummatnya. Namun malaikat tidaklah mengetahui perkara atau ilmu apapun kecuali dari Allooh. Sebagaimana firman Allah Ta’alaa
قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَاۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ
Mereka menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana." (Q.S Al-Baqarah [2] : 32)
Adapun orang beriman ketika menyikapi kebenaran tanpa ragu-ragu.
Allah Ta'alaa berfirman
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (Q.S Al-Hujurat [49] : 15)
Allah Ta'alaa juga melarang kepada Nabi Muhammad SAW meragukan kebenaran. Larangan ini juga berlaku kepada ummatnya supaya jangan meragukan kebenaran. Allah Ta'alaa berfirman
اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْمُمْتَرِيْنَ
Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.(Q.S Ali 'Imran [3] : 60)
Berbekam termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Dari Abu Hurairah ra.
إِ نْ كاَنَ فِيْ شَيْءٍ مِمَّأ تَدَاوَوْنَ بِهِ خَيْرٌ فَالْحِجَامَةُ
“Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam” [HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, Al Hakim]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
خير ما تَدَاوَيْتُمْ به الحِجَامَةُ
“Sebaik-baik pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam” [HR. Ahmad]
Waktu Yang Paling Baik Untuk Berbekam
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit” [HR. Abu Dawud]
Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas –radhiyallahu’anhum-, dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam,
الشِّفَاءُ فِي ثَلاثَةٍ شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ
Kesembuhan itu ada pada tiga hal : minum madu, sayatan pisau bekam, dan terapi besi panas (Kay). Namun aku melarang umatku melakukan Kay. (HR. Bukhori)
Antara Mubah dan Sunah
Para ulama berbeda pendapat :
– Ada yang menyatakan sunah jika dibutuhkan. Sehingga bekam bukan hanya aktivitas berobat, tapi juga tergolong aktivitas ibadah. Pendapat ini dipegang oleh Syekh Abu Ishaq Al Huwaini.
– Ada yang menyatakan bukan amalan sunah, tapi hanya aktivitas mubah. Karena bekam bukan perkara ibadah, tapi murni perkara non ibadah/duniawi. Ulama yang memilih pendapat ini, diantaranya syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, syaikh Abdul Muhsin Al-Badr, syaikh Shalih Al-Fauzan, Abdul Aziz bin Abdullah Ar Rajihi, Syaikh Abdurrahman bin Nashir al Barrak.
Agar Menjadi Ibadah
Mengingat berbekam adalah perkara mubah, maka padanya berlaku aturan hukum mubah. Diantaranya, amalan mubah bisa berubah menjadi amalan ibadah yang berpahala, karena niat.
Syekh Prof. Dr. Sulaiman Al Ruhaili –hafidzohullah– memberikan keterangan,
“Berbekam tidak tergolong perkara ibadah. Perintah yang terdapat dalam hadis, adalah pesan Irsyadi. Yang dimaksud pesan Irsyadi: manfaat yang terkandung adalah manfaat duniawi, bukan manfaat berupa ibadah. Maka berbekam secara asalnya, adalah perkara non ibadah. Karena maslahat yang terkandung di dalamnya adalah maslahat duniawi, berupa kesembuhan.”
“Namun berbekam bisa bernilai ibadah melalui dua sisi berikut :
1. Membenarkan pesan Malaikat dan Nabi shallallahu’alaihi wasallam tentang kemanfaatannya.
2. Diniatkan agar fisik energik dalam melakukan ibadah. Jika seorang meniatkan amalan mubah untuk menguatkan fisiknya melakukan ibadah, maka menjadi bernilai pahala.”
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Muhammad Amin Syaikhu, ilmuwan asal Siria, tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari metode bekam, keberhasilan metode ini terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna.
Dalam teori pengobatan modern, dikenal adanya titik-titik bekam yang tidak berbeda dengan titik pijat. Dalam teori tersebut, terungkap bahwa tubuh manusia terdiri atas 12 saluran utama dan empat saluran tambahan yang semuanya mengandung unsur magnet.
Selama unsur itu bekerja dengan baik, tanpa ada halangan sedikit pun, orang tersebut berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Namun, jika terjadi penyumbatan pada saluran ini, muncul masalah-masalah di beberapa bagian tubuh.
Sebagai contoh, penyakit liver mempunyai titik-titik tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu p**a. Demikian p**a dengan penyakit jantung dan penyakit-penyakit yang lainnya. Jika terjadi sesuatu pada titik-titik tertentu, harus dilakukan tindakan yang sesuai. Oleh karena itu, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk melakukan pembekaman pada titik-titik tersebut untuk menjaga kesehatan.
Ali bin Abi Thalib berkata, ''Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dengan perintah berbekam pada titik al-akhdain (urat leher) dan al-kahil (pundak).'' (Al Dailami). Riwayat lain dari Shuhaib, Rasulullah bersabda, ''Berbekamlah di tengah tengkuk karena hal itu dapat menyembuhkan 72 macam penyakit.''
Aiman bin Abdul Fattah dalam Keajaiban Thibbun Nabawi: Bukti Ilmiah dan Rahasia Kesembuhan dalam Metode Pengobatan Nabawi menjelaskan, berdasarkan hasil tim laboratorium yang mengadakan penelitian darah yang keluar dari titik-titik bekam, ada beberapa hasil yang didapatkan.
Pertama, terapi bekam melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
Kedua, proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi.
Ketiga, kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1100). Satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan sehingga dapat membentuk sel-sel muda yang baru.
Keempat, kandungan sel darah merah atau sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh.
Semoga Allooh membekahi kesehatan, usia, waktu, keluarga, ilmu, rizki dan seluruh aktivitas kita semua aamiin yaa Robb