Sawitku masadepanku

Sawitku masadepanku keberhasilan bertani dan berkebun adalah keseimbangan kebutuhan MAKRO dan MIKRO.pupuk nasa terbukti m

keberhasilan bertani dan berkebun adalah keseimbangan kebutuhan MAKRO dan MIKRO.pupuk nasa terbukti memaksimalkan KUALITAS,KUANTITAS dan KELESTARIAN

Pedoman Teknik Budidaya Kelapa SawitTeknik 1 : PembibitanKecambah kelapa sawit yang akan disemai harus ditanamkan ke dal...
16/11/2017

Pedoman Teknik Budidaya Kelapa Sawit
Teknik 1 : Pembibitan

Kecambah kelapa sawit yang akan disemai harus ditanamkan ke dalam polybag berukuran 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm yang telah diisi tanah lapisan atas sebanyak 1,5-2 kg. Penanaman tersebut dilakukan dengan membenamkan kecambah sawit sedalam 2 cm. Jaga supaya media tanam di polybag selalu dalam kondisi yang lembab. Simpan polybag ini di bedengan sementara yang memiliki diameter 120 cm.

Memasuki usia 3-4 bulan, bibit kelapa sawit yang sudah mempunyai 4-5 helai daun perlu dipindahkan ke polybag yang lebih besar dengan ukuran 40 x 50 cm. Polybag ini sebelumnya diisi dahulu dengan tanah lapisan atas sejumlah 15-30 kg. Kemudian atur polybag-polybag tersebut membentuk segitiga sama sisi yang berjarak 90 x 90 cm.

Selama proses pembibitan berlangsung, bibit sawit harus selalu dirawat dengan ruitn. Penyiraman dikerjakan setiap dua kali sehari atau menyesuaikan kondisi media tanam. Sesekali penyiangan juga perlu dilakukan untuk menghilangkan gulma-gulma yang tumbuh di dalam polybag. Seleksi bibit untuk dipindahkan ke lahan penanaman dilakukan pada saat usianya mencapai 4-9 bulan.

Teknik 2 : Penanaman

Bibit kelapa sawit bisa ditanam menggunakan pola monokultur dan tumpangsari. Lahan juga perlu ditanami tumbuhan penutup tanah untuk memperbaiki karakteristik media tanam, mencegah terjadinya erosi, mempertahankan tingkat kelembaban tanah, serta menekan pertumbuhan gulma. Tumbuhan penutup tanah ini biasanya berasal dari tanaman kacang-kacangan. Tanaman tersebut harus ditanam sesegera mungkin selepas lahan selesai digarap.

Lubang tanam yang dipakai untuk penanaman bibit kelapa sawit memiliki ukuran 50 x 40 cm dengan kedalaman 40 cm. Lubang-lubang tanam tersebut dibuat dengan jarak sekitar 9 x9 cm. Pisahkan antara sisa galian tanah atas dan bawah. Apabila kontur tanah ternyata tidak rata, sebaiknya dibangun teras yang melingkari bukit dengan jarak 1,5 meter dari sisi lereng.

Disarankan untuk menanam bibit kelapa sawit pada awal musim hujan, di mana curah hujan cukup tinggi. Sehari sebelum proses penanaman bibit dilaksanakan, bibit kelapa sawit tersebut perlu disiram secukupnya. Kemudian lepaskan polybag dengan hati-hati, lalu masukkan bibit sawit ke dalam lubang tanam. Taburkan pupuk kandang ke dalam lubang tadi, berikutnya segera timbun lubang dengan galian tanah atas.

Teknik 3 : Pemeliharaan

Seluruh bibit kelapa sawit yang tidak dapat tumbuh dengan baik perlu diganti dengan bibit baru yang berumur 10-14 bulan. Usahakan populasi tanaman per hektar berkisar antara 135-145 pohon sehingga tidak terjadi persaingan antar-tanaman dalam memperebutkan sinar matahari. Secara rutin, gulma yang tumbuh di area sekitar pohon perlu disiangi agar tidak mengganggu pertumbuhan kelapa sawit.

Detail pemupukan kelapa sawit bisa Anda pelajari secara lengkap di sini.

Teknik 4 : Pemanenan

Pada umumnya, kelapa sawit akan mulai menghasilkan buah pada saat umurnya mencapai 2,5 tahun. Buah sawit ini biasanya muncul dalam waktu 5,5 bulan sejak berlangsungnya proses penyerbukan bunga. Buah tersebut lantas bisa mulai dipanen setelah umur tanaman sekitar 31 bulan dan memiliki 60% buah matang.

Biasanya dari 5 pohon kelapa sawit yang telah berusia dewasa terdapat 1 tandan buah yang siap untuk dipetik. Ciri-cirinya yaitu jika ada minimal 5 buah sawit yang terlepas jatuh dari tandan, maka tandan buah tersebut berarti sudah layak untuk dipanen. Secara tradisonal, proses pemanenan tandan buah kelapa sawit dilakukan dengan bantuan egrek.

Bagaimanakah ciri-ciri pupuk organik yang mempunyai mutu yang tinggi? Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit, kita meme...
07/11/2017

Bagaimanakah ciri-ciri pupuk organik yang mempunyai mutu yang tinggi? Dalam usaha membudidayakan kelapa sawit, kita memerlukan pupuk organik untuk menyuburkan tanaman. Pupuk organik adalah zat hara tanaman yang berasal dari bahan organik. Sumber bahan organik tersebut bisa berupa kompos, pupuk kandang, sisa panen, dan limbah. Wujud pupuk ini bisa berbentuk padat atau cair.

Pupuk organik merupakan pupuk utama yang digunakan dalam sistem pertanian secara organik. Pupuk ini dinilai memilik kelebihan di antaranya meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki kondisi tanah, harganya relatif lebih murah, mengandung unsur mikro yang lengkap, mendukung kehidupan mikroorganisme, membantu pembentukan partikel ion, menjaga kelembaban tanah, dan meningkatkan kandungan nutrisi pada tanaman.
Proses pembuatan pupuk organik terbilang mudah kok. Namun apabila Anda tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengolahnya sendiri, tidak ada salahnya membelinya di toko pertanian. Di bawah ini beberapa ciri-ciri yang menadakan bagus tidaknya kualitas suatu pupuk organik.

Baunya Tidak Menyengat
Pupuk organik yang sudah matang memiliki aroma yang normal layaknya bau tanah. Jika pupuk tersebut masih beraroma menyengat seperti busuk atau pusing artinya proses fermentasi pupuk tersebut belum selesai. Jangan menggunakan pupuk yang masih ini karena bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

Warnanya Kehitam-hitaman
Pupuk organik yang bagus juga mempunyai rupa seperti humus yang biasanya terdapat pada lapisan tanah paling atas (top soil) yakni berwarna kehitam-hitaman. Apabila warna pupuk masih terlihat kecoklat-coklatan atau kehijau-hijauan, maka pupuk organik tadi belum layak pakai. Terkadang ada penjual nakal yang menambahkan karbon ke dalam pupuk yang belum masak. Untuk mengeceknya, Anda bisa merendam sejumput pupuk ini ke dalam air. Pupuk yang telah bercampur karbon akan mengubah warna air yang sebelumnya jernih menjadi hitam.

Teksturnya Remah
Tahukah Anda, pupuk organik yang berkualitas tinggi selalu memiliki tekstur yang remah. Remah adalah tekstur yang terletak di antara keras dan lembek. Pada tekstur ini, partikel-partikel yang menyusun pupuk akan mudah terurai sehingga cepat terserap ke dalam tanah. Tetapi hal ini berbeda dengan pupuk granul karena meskipun gampang terurai, pupuk granul sulit masuk ke dalam tanah.

Suhunya Terasa Dingin
Tingkat kematangan suatu pupuk organik bisa dilihat dari suhunya. Rata-rata pupuk yang telah matang memiliki suhu yang rendah dan cukup stabil, meskipun pupuk sudah disimpan dalam waktu yang lama. Selain menggunakan termometer, Anda pun dapat mengecek suhu pupuk tadi. Caranya cukup masukkan tangan Anda ke dalam kantong kemasan pupuk dan rasakan sensasi suhu dingin yang menjalar di telapak tangan.

Uji Coba dalam Plastik
Setelah Anda cukup yakin kalau pupuk organik yang dibeli sudah matang, sebaiknya lakukan pengetesan terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya ke tanaman. Caranya masukkan sampel pupuk yang telah basah ke dalam kantong plastik, lalu ikat sampai plastik ini tertutup rapat. Biarkan sampel ini selama seminggu di suhu kamar. Bila pupuk masih berbentuk bagus dan baunya pun masih mirip dengan tanah, ini menandakan kalau pupuk tersebut sudah matang sempurna.

Uji Coba untuk Persemaian
Selain langkah di atas, pengetesan juga bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk ini untuk menyemai benih tanaman yang gampang tumbuh, seperti jagung dan kacang hijau. Cobalah ambil sampel untuk digunakan sebagai media semai. Masukkan media tadi ke dalam polybag, kemudian tanamkan beberapa benih jagung ke dalamnya. Jika jagung mampu tumbuh dengan baik, Anda bisa mengandalkan pupuk organik ini.

pupuk super yang telah teruji dilahan kritis sekalipun
03/11/2017

pupuk super yang telah teruji dilahan kritis sekalipun

pupuk 4 sekawan Untuk Tanaman KELAPA SAWIT yang sudah menghasilkan, Pupuk NASA yang direkomendasikan untuk luas lahan 1 ...
03/11/2017

pupuk 4 sekawan

Untuk Tanaman KELAPA SAWIT yang sudah menghasilkan, Pupuk NASA yang direkomendasikan untuk luas lahan 1 hektar adalah:
--SUPERNASA GRANULE MODERN 50 kg (5 zak)
--POWER NUTRITION 3 kg

Caranya:
Campurkan semuanya menjadi satu (5 zak SUPERNASA granule + 3 kg POWER NUTRITION)
Kemudian taburkan pada sekeliling pokok sawit (sekitar akar melingkar 1 - 2 meter dari batang) dengan dosis 400 gram per-pokok.

Apabila Tanaman KELAPA SAWIT Terserang Jamur Akar Putih ( J*P ) atau Ganoderma saat Pencampuran SUPERNASA GRANULE dan POWER NUTRITION Bisa sekalian di campurkan GLIO 12 Kotak Per Hektar.

MANFAAT SUPERNASA GRANULE MODERN

A. Fungsi utama:
--Meningkatkan kesuburan fisik dengan memperbaiki tanah yang keras berangsur - angsur menjadi gembur.
--memberikan semua jenis unsur makro, mikro-nutrisi, enzim dan regulator pertumbuhan tanaman yang dibutuhkan untuk tanaman.
--membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
--Mengurangi jumlah pupuk NPK (Urea, TSP dan KCl) dari + 50%.

MANFAAT POWER NUTRITION

--Memperbanyak tumbuhnya buah dan membantu proses pembuahan tanaman di luar musim (air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
--Memperbaiki pertumbuhan tanaman dan mempercepat pertumbuhannya.
--Meningkatkan ketahanan pada tamamanMeningkatkan kualitas buah (rasa, warna, aroma).
--Meningkatkan keawetan buah hasil panen.
--Mengurangi penggunaan pupuk NPK kurang lebih 75%-90%.
--Melarutkan residu pupuk kimia yang mengendap dalam tanah, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tanaman.
--Membantu perkembangan mikro-organisme yang bermanfaat di dalam tanah.

Dosis : 400 gram per-pokok
Pemupukan ini, pada tahun pertama (belum pernah di pupuk NASA) interval 4 bulan sekali, dan pada tahun berikutnya pemupukan cukuplah setahun 2x.

Dengan Pupuk Organik NASA dapat menghemat pemakaian pupuk kimia 25% - 50%, serta meningkatkan Kualitas, Kuantitas panen serta tetap menjaga Kelestarian Lingkungan (Aspek K-3)

Address

Jalan Kapas Baru
Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sawitku masadepanku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category