21/12/2015
BELAJAR DARI MASA LALU
(dr. harry Parathon, SpOG)
Kata kata ini sudah klasik terdengar dan
sudah berulang kali mendengar bahkan
menggunakannya pada sesi motivasi.
Jangan takut berbuat salah, lebih baik
berbuat salah dari pada tidak berbuat sama
sekali, boleh berbuat salah tetapi tidak yang kedua
kalinya, belajar dari kesalahan masa lalu adalah guru
sejati. Kesalahan adalah pertanda kita sadar terhadap
adanya sesuatu yang lebih baik. Jangan terlalu
menjadi beban atas kesalahan yang pernah terjadi,
tetapi bagaimana kita bangkit dan memperbaiki
kesalahan merupakan pilihan sesuatu yang berharga.
Suatu hari saya bertemu dengan prof. Chan dari
The International Colledge of Surgeons, seorang
yang diusia senja bangkit memotivasi diri untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat global. Ia pernah
mengalami “kesalahan” yang berulang ulang dalam
menjalankan profesinya sebagai dokter spesialis
Obstetri Ginekologi, namun justru hal tersebut yang
membentuk pribadi dan keyakinan saat ini, dikatakan
“bahwa dunia manapun, profesi apapun banyak
memperoleh penemuan baru yang saat ini berguna,
bermula dari kesalahan kesalahan yang pernah terjadi
masa lalu”. Tidak ada suatu prosedure operasi yang
baik, aman, efektif saat ini langsung ditemukan begitu
saja, semua berawal dari kesalahan kumulatif yang
selalu di update untuk menjadi semakin baik dan
aman bagi proses pengobatan orang sakit.
Dahulu kala, prosedure operasi menggunakan
pembiusan umum sederhana berupa cairan obat
bius diteteskan dalam sungkup wajah sampai pasien
tertidur cukup dalam, rasa sakit hilang total, sehingga
dokter dengan leluasa dapat melaksanakan operasi
dengan tenang. Namun banyak timbul kejadian
yang tidak diinginkan akibat proses pembiusan kuno
tersebut, dokternyapun ikut menghirup gas bius
yang menguap, akibatnya dokter dan pembantunya
menjadi ngantuk juga. Prosedur itu, dulu merupakan
prosedur legal dan terbaik pada jamannya, namun
kejadian morbiditas menyebabkan para ahli ingin
memperbaiki, bahan, alat, sarana, cara mana yang
menyebabkan munculnya potensi gangguan atau
kejadian tidak dinginkan. Saat ini, prosedure tersebut
dinyatakan tidak layak dan salah……! Ukuran apa
yang digunakan untuk menghakimi suatu prosedure
merupakan suatu kesalahan atau lebih jahat lagi
dinyatakan malpraktek. Apakah yang dahulu
banyak dilakukan dan telah berjasa menyelamatkan
banyak orang, kemudian saat ini karena alasan
persyaratan akreditasi menjadi tidak boleh dilakukan,
serta dianggap mempunyai konotasi kesalahan,
kelalaian atau malpraktek. Prof Chan bilang..It is not
fair…..! Dunia modern, sering kali menghakimi dan
mendzalimi pendahulunya sebagai suatu kesalahan
yang tidak boleh tampil kembali bahkan sebaiknya
dibenamkan untuk tidak muncul kepermukaan agar
dilupakan orang dimasa depan, tidak adil bukan….!
Orang modern membuat parameter yang sangat rinci
dengan berkiblat pada safety, quality, comfort, satisfy
dan manusiawi, lantas value baru ini ditelan mentah
mentah diyakini sebagai kebenaran baru yang harus
dilakukan oleh orang masa kini. Bukankah peran para
kapitalis memang pandai menelorkan kaidah baru
bertata nilai terkini yang diyakini menyelamatkan
dan meningkatkan harkat martabat manusia, tetapi
pada saat implentasi selalu menyebabkan kegaduhan
storming.
Kadang kita harus melihat kebelakang, saat
kita berhadapan dengan situasi dimana strata
kemasyarakatan masih jauh dari yang diharapkan,
sosio ekonomi rendah, situasi gempa yang memporak-
porandakan persyaratan kehidupan standar, saat
itulah seoarang humanitarian akan tampil dengan
ide dan aksi yang penuh kesederhanaan namun tetap
dalam jiwa dan nalurinya untuk menyelamatkan
umat manusia. Saat saat seperti ini yang dahulu
dijalankan dan sekarang dinyatakan malpraktek,
justru akan mengumandang sebagai penyelamat
nyata yang dibutuhkan. Operasi penyelamatan
dapat dikerjakan di tenda darurat dengan prosedure
sederhana, dengan peralatan sederhana, sangat jauh
dari persyaratan yang di canangkan suatu rumah
sakit yang sudah lulus akreditasi internasional. Kalau
peraturan modern yang diharuskan terjadi, maka
tidak akan pernah ada upaya penyelamatan dan
pengentasan masalah karena persayaratan standar
tidak ada.
Sudah saatnya kita tidak berbantah perihal salah dan
benar, tetapi kita tata kembali pola berfikir untuk
memfokuskan diri pada how to involve and solve the
problems, because the real problems in front of us.
Semangat membantu, tolong menolong lintas umat
manusia yang tidak melihat warna kulit, ras, ukuran
mata, warna rambut, keyakinan, agama, suku bangsa,
politik. Upaya yang dilakukan prof Chan sama seperti
halnya misi ICS to help humanity and more appropriate and practical surgery for all.
Nilai apa yang dapat kita pelajari dari pandangan
seorang praktisi yang akhirnya menemukan pendapat
bahwa suatu pembaharuan memang baik untuk
situasi tertentu dimana pelaku dan lingkungan
masyarakat sudah pada taraf met-need menjadi suatu
kebutuhan primer. Pembaharuan bukan berarti
meniadakan value lama, tata cara lama, panduan lama
yang sebelumnya pernah menjadi posisi baik pada
jamannya tidak selalu di hakimi sebagai kesalahan,
pimpinan bijak akan memilah dan memilih mana
yang masih nyaman dan efektif digunakan untuk
lingkungan kerjanya.
Sebuah perusahaan mendatangkan konsultan
bisnis, kontrak kerja telah disepakati, seluruh tahap
pembenahan ditawarkan melalui methode coaching.
Saat tahap awal diberlakuan, situasi kerjapun mulai
goyah, gonjang ganjing menjadi menu utama
ngerumpi setiap saat. SDM merupakan langkah awal
pembenahan, seleksi kompetensi, kesesuaian posisi
karyawan dengan target masing masing harus jelas
dan terukur. Ternyata beberapa karyawan memilih
untuk mengundurkan diri, aktivitas bisnis sedikit
menurun, namun konsultan bersikukuh menerapkan
ilmu modern yang ia pelajari dan yakini dapat
memperbaiki kinerja bisnis. Konsultan menerapkan
strategi marketing jitu yang diharapkan mendapat
revenue lipat ganda. Kebingungan mulai terjadi
disana sini, karyawa mulai berani menyampaikan
kekecewaannya, namun karyawan yang tidak sejalan
dipersilakan minggir, relokasi atau mengundurkan
diri. Nah, saat semua bingung, pemilik perusahaan
turun gunung dengan satu pertanyaan, mengapa
dengan yang dulu..? bukankah semua aktivitas
sudah terkendali, perbaikan hanya pada penajaman
target pencapaian, mengapa semua unit mengalami
perubahan masif..? bahkan orang yang sudah berjasa
selama ini memilih mengundurkan diri.
Kaidah masa lalu belum tentu harus ditinggalkan
apabila rencana kedepan masih belum tahu secara
tepat keuntungannya, perbaikan selalu berasal
dari suatu kesalahan, perbaikan belum tentu
menghasilkan kebaikan. Di India ketika penduduk
dilarang memasak dengan menggunakan kayu bakar,
munculah wabah penyakit pes yang ditularkan oleh
tikus, karena saat masyarakat memasak dengan kayu
bakar, tikus enggan berada di rumah yang berasap.
Saat penderita menopause dianjurkan mengkonsumsi
hormon estrogen untuk mencegah dini terjadinya osteoforesis, ternyata prevalensi kanker payudara
meningkat tajam pada wanita yang mengkonsumsi
estrogen jangka panjang.
Ide atau pelaksanaan pembaharuan disuatu
perusahaan, instansi atau organisasi harus memiliki
definisi dan pemahaman serta dikaitkan tujuan yang
jelas. pembaharuan harus dimulai dari pendekatan
kesamaan visi dan filosofis serta dijabarkan menjadi
kesesuaian dan kesepalatan value antar pihak.
Meskipun secara theoritis inovasi akan dapat
mendongkrak efisiensi, efektifitas atau revenue
karena merupakan upaya yang disesuaikan dengan
harapan kastemer atau masyarakat. Inovasi tetap
harus diuji melalui test and measure serta analisis yang
valid dan tajam. Pengalaman atau kejadian masa lalu
adalah materi sejarah yang harus dipelihara, karena
merupakan batu loncatan sejarah perusahaan, atau
bangsa sekalipun, yang bukan untuk dipersalahkan
atau dipermalukan, melainkan kita dudukan sebagai
kehormatan masa lalu yang hal tu adalah keputusan
terbaik masa lalu. Masa kini kalaupun itu merupakan
kebaikan karena sudah ada pembanding masa lalu,
sehingga perbaikan masa kini berawal dari penemuan
masa silam. Rasa syukur, arif, santun dan menghargai
upaya kinerja yang lalu adalah bentuk pikiran positif
yang sebaiknya dimiliki setiap orang dalam posisi dan
kedudukan apapun. (HAP)