04/11/2022
Setelah melihat Live IG tentang Sejarah pemuda pancasila saya tertarik pada OTOT, OMONG &OTAK. Saya mencoba untuk mendeskripsikan itu ditulisan saya ditengah malam ini.
Slogan Pemuda Pancasila OTOT OMONG OTAK adalah sebuah realitas. Sebuah kesinambungan yang menciptakan sinergitas dalam menghadapi realitas kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Pertama adalah Otot, Otot melambangkan kekuatan (power). Implementasi kekuatan itu luas tergantung apa yang dihadapi. Teriak,ancaman, pukulan,tendangan, tekanan itu semua termasuk implementasi dari kekuatan yang digunakan untuk melawan,mempertahankan atau bahkan mengkontrol. Sehingga pukulan,tendangan, ancaman dan tekanan bukan hal yang tepat bila itu selalu dikaitkan dengan hal yang buruk. Karena itu semua adalah implementasi dari kekuatan (power). Negara pun juga melakukannya seperti contoh Polisi dan TNI itu adalah representatif dari kekuataan dan Negara harus punya itu untuk menjaga kehormatan, eksistensi dan stabilitas pun begitu p**a sama dengan organisasi Pemuda Pancasila yang butuh OTOT untuk menjaga dan mengawal ideologi PANCASILA agar tetap menjadi landasan Negara Indonesia.
Kudua adalah OMONG, Omong adalah bentuk general dari Negoisasi, Diplomasi dan kepandaian medeskripsikan seuatu ke dalam susunan tata bahasa yang bagus. Sehingga Otot saja tidak cukup bila tidak diimbangi dengan Omong, karena sejatinya kita Pemuda Pancasila adalah Organisasi Masyarakat tertua dan terbesar di Indonesia dituntut untuk bisa lebih memahami bahasa dari berbagai latar belakang semua kelompok, dari si miskin sampai si kaya kemudian suku, ras dan agama dari minoritas sampai ke mayoritas untuk dideskripsikan menjadi satu wadah yaitu Bhineka Tunggal Ika dan satu cita yaitu Pancasila.
Terakhir adalah Otak, semua diatas tidaklah akan terimplementasi dengan baik, bila kita tidak dibekali dengan bekal intelktual yang baik. Maka dari itu Pemuda Pancasila juga memperhatikan pentingnya pendidikan untuk membentuk suatu pola pikir yang bisa mensinergikan OTOT, OMONG dan OTAK.
Penulis Arif Bagus Permadi