Tabungan Umroh 200rb

Tabungan Umroh 200rb Berangkat Umroh Hanya Dengan 200rb

PENGUSAHA TANPA RIBA“Akhirnya, setelah saya taubat riba, justru yang terjadi, bisnis saya melesat. Saya membangun proyek...
29/04/2016

PENGUSAHA TANPA RIBA

“Akhirnya, setelah saya taubat riba, justru yang terjadi, bisnis saya melesat. Saya membangun proyek property yang modalnya tidak dari bank dan skema kredit/KPR-nya juga tanpa bank. Di bulan pertama jualan property, saya berhasil menjual 23 unit property yang menghasilkan profit Rp. 3,5 Miliar, dan dalam setahun aset property saya meningkat menjadi Rp.10 Miliar. Saat ini proses pengembangan property lagi senilai Rp. 40 Miliar. Dan semuanya, enaknya, ga perlu ngemis-ngemis minta diutangin bank.”

Begitu petikan dari Nasrullah Al Jufrydari Kebumen yang mengakui bahwa setelah ia keluar dari jeratan riba, justru penghasilanya makin bertambah dan bisnisnya makin maju dari waktu ke waktu.

Saya jadi teringat ayat dalam surat Al Baqarah
“Dan di antara manusia ada orang yang (menjual) mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya” (QS. Al Baqarah:207)

Allah akan selalu memberi jalan kepada hambanya yang taat, jadi jangan takut jika Anda bangkrut karena ingin keluar dari riba, karena lebih baik Anda bangkrut di dunia daripada bangkrut di akhirat, atau udah bangkrut di dunia, juga bangkrut di akhirat karena ngeyel ngga mau taubat.

Na’udzubillah

Mari sama – sama kita introspeksi diri kita masing – masing agar senantiasa selalu dalam jalan Nya.

SHARE untuk mengingatkan teman – teman Anda.
^_^

BERBISNIS, TUJUANYA APA?Kalo boleh Saya bertanya kepada pengusaha atau pembisnis disini, apa sebenarnya tujuan Anda menj...
28/04/2016

BERBISNIS, TUJUANYA APA?

Kalo boleh Saya bertanya kepada pengusaha atau pembisnis disini, apa sebenarnya tujuan Anda menjadi pembisnis?
Mungkin 80% tujuanya adalah uang.

Ya iyalah uang.

Lalu, uang itu untuk apa sih sebernarnya?
Banyak yang bilang ya tentu saja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, beli makan, beli pakaian, bayar uang sekolah, bayar listrik, belanja, beli mobil, beli ini beli itu,…

Untuk dunia mulu, untuk akhiratnya kapan?
Nah, ini dia kadang yang dilupakan oleh banyak orang. Mereka kadang berfokus pada materi duniawi semata tanpa menyadari, dari bisnis yang kita jalankan, apakah dapat membantu kita untuk meraih akhiratnya juga?
Nah loh

Pertama, tujuan. Selain berniat untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri dan keluarga, niatkan bisnis Anda untuk berbagi kebermanfaatan melalui produk yang Anda jual. Nah, dengan begini, Anda akan mendapatkan pahala karena Anda menunaikan kewajiban Anda untuk mencari rezki dengan cara yang halal DAN Anda akan mendapatkan pahala karena Anda membagikan kebermanfaatan untuk orang lain.

Kedua, ibadah. Kerja apapun, niatkan untuk mendapat Ridha dari Allah. Bekerjalah untuk Allah, bukan untuk orang lain, bekerjalah dengan jujur dan dengan baik, karena apa pun yang dikerjakan dengan baik akan berimbas baik juga kepada Anda.

Inti dari tulisan Saya di atas adalah, mari kita berbisnis tidak hanya untuk mengejar dunia saja, tapi ayo kita kejar akhiratnya juga. Insha Allah berkah.

Siap?
^_^

Kembali KeTitik Nol Sebagian orang yang ingin membuka usaha mungkin berpikir satu – satunya jalan untuk mendapatkan moda...
27/04/2016

Kembali KeTitik Nol

Sebagian orang yang ingin membuka usaha mungkin berpikir satu – satunya jalan untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan cara meminjam uang dari bank. Padahal, tidak selamanya modal itu harus berasal dari pinjaman bank. Salah – salah, justru bunganya bisa menjebak Anda dalam bunga yang tidak ada habisnya. Alasan lain kenapa meminjam uang di bank adalah cara yang sebaiknya tidak Anda lakukan adalah ribanya, dosanya. Seperti yang Anda tahu, dosa riba itu 36 kali lipatnya dosa dan dosanya seperti menggauli ibu kandung sendiri, hiii kan ngeri banget tuh.

Untuk Anda yang sudah kenal mas Saptuari, pasti sudah tidak asing lagi dengan buku pertamanya yang berjudul “Kembali ke Titik Nol”. Buku best seller ini diakui mengubah hidup banyak orang yang ingin lepas dari jeratan riba. Mas Saptuari sendiri sudah terkenal dengan sebutan pejuang riba oleh banyak orang. Dimana di dalam bukunya yang fenomenal itu, beliau mengajak semua pengusaha atau pembisnis yang masih menjalankan bisnisnya dengan campur tangan riba, untuk segera keluar dari jeratan setan tersebut.Tidak sedikit orang yang membacanya hingga menangis, karena memang buku ini dapat menggetarkan hati dengan bahasa yang ringan namun dalam.

Yang sudah baca bukunya mana suaranyaaaa??

Apa nih yang bisa Anda dapatkan dari buku ini? Silahkan share di kolom komentar.
^_^

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mend...
17/02/2016

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"
"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".
Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."
"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,
"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.
"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.
"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.
Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.
Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.
”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.
Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.
”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”
”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,
“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.
”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"
Kemudian Salman menjawab :
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.
Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.
”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.
“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.
Semua orang tersentak kaget.
“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.
Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.
”Allahu Akbar!” teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar…!
Abdee Os
*****
Informasi tabungan umroh hanya 200rb >>> https://www.facebook.com/tabunganumroh200rb/

Perhatian Semuanya…Sebentar lagi akan lewat Waktu yang mustajab untuk berdoaBersiap2lah…..Diriwayatkan dari Abu Sa’id se...
16/10/2015

Perhatian Semuanya…
Sebentar lagi akan lewat Waktu yang mustajab untuk berdoa
Bersiap2lah…..

Diriwayatkan dari Abu Sa’id serta Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda :
“Pada hari jumat itu ada suatu dimana tidak seorang muslimpun yang memohonkan sesuatu kebaikan kepada ALLAH ta’ala, mengabulkan permohonannya.
Dan saat itu ialah sesudah Ashar”

Pingin kesana ya ALLAH…..





Dicari Reseller Program Tabungan Umroh 200rbKomisinya 50rb per nasabah yang menabungminat silahkan komentar "DAFTAR" dan...
05/10/2015

Dicari Reseller Program Tabungan Umroh 200rb

Komisinya 50rb per nasabah yang menabung

minat silahkan komentar "DAFTAR" dan akan saya list siapa2 yang menjadi reseller program ini

Di GARANSI, Anda bisa berangkat umroh dalam waktu 6 bulan / kurang
05/10/2015

Di GARANSI, Anda bisa berangkat umroh dalam waktu 6 bulan / kurang





Imut,,,,imuuuut
01/10/2015

Imut,,,,imuuuut





TAULADAN NYATA.jamaah Haji Indonesia beritanya di lansir di seluruh media masa Arab Saudi,...SYECH UWAIS AL-QORNI INDONE...
29/09/2015

TAULADAN NYATA.
jamaah Haji Indonesia beritanya di lansir di seluruh media masa Arab Saudi,...

SYECH UWAIS AL-QORNI INDONESIA.

H. BADRI ...

MENGENDONG IBUNYA TERCINTA MULAI BERANGKAT DARI RUMAH INDONESIA,, SAMPAI TUNTAS MELAKSANAKAN SARAT RUKUN HAJI, BELIAU MERAWAT JUGA MENGENDONG KEMANAPUN SAMPAI SAAT INI....

SEMOGA BELIU DI BERIKAN HAJI MABRUR SENANTIASA DI BERIKAN KESEHATAN LAHIR BATIN....

BELIAU INSPIRASI BAGI KITA SEMUA,,

UCAPKAN SUBHANALLOH SEMOGA KELAK KITA MAUPUN ANAK CUCU KITA MAMPU MENCONTOH BELIAU YANG TAAT TAWADZU, SERTA BENAR-BENAR BERBAKTI, PADA ORANG TUA, MENGASIHI IBUNDANYA...

Sekarang ada tabungan umroh yang bias membantu anda untuk meng UMROH / HAJI kan orang tua anda sebagai balas budi anda kepada orangtua. Hanya dengan menabung 200rb dan menyebarkan informasi tabungan umroh ini Insyaallah anda bisa memberangkatkan ORANG TUA ANDA UMROH ATAU HAJI





[IMAN]Ahhh Berangkat Haji... Kejauhan Bro....Ketika kita Bilang Ga Mungkin.. Itu Kesalahan Terbesar dalam Mengimani Kata...
28/09/2015

[IMAN]

Ahhh Berangkat Haji... Kejauhan Bro....

Ketika kita Bilang Ga Mungkin.. Itu Kesalahan Terbesar dalam Mengimani Kata Gak Mungkin!!

Buat ALLAH Yang MAHA KAYA segitu mah gak ada Apa2nya..

Hanya Butuh Keyakinan BISA!!

Apapun pasti BISA..





Address

Medokan Semampir
Surabaya
60119

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tabungan Umroh 200rb posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share