Novri Susan

Novri Susan All about branding! Membranding adalah praktik para pemenang. Lakukan sekarang sebelum tenggelam di

20/09/2023

TEORI STRUKTURASI: ANALISIS PREDIKSI PILPLRES 2024

, sebuah ruang diskusi untuk mengulas isu-isu menarik, unik, dan menggelitik yang dikemas dengan asyik dan tentunya harus memiliki kekuatan a**l...

Alhamdulillah  Paperku ini tentang Teori Kepentingan 'interest as a mode of reality'.  Selama ini sejak zaman Ratzehover...
28/02/2023

Alhamdulillah Paperku ini tentang Teori Kepentingan 'interest as a mode of reality'. Selama ini sejak zaman Ratzehover, Marx, Weber, Coleman sampai Bourdieu sudah dibahas. Namun, berhenti pada pentasbihan bahwa 'kepentingan' adalah unsur fundamental dalam tindakan dan struktur. Sayangnya tidak ada upaya mendefinisikan secara sosiologis, dan mengembangkan konsepnya lebih jauh. Swedberg menulis buku interest, dan mengembang teori 'post-sign'. Namun lagi, tidak ada definisi. Paper ini aku tulis untuk tawaran definisi kepentingan secara sosiologi dengan pendekatan eklektik (Giddens).

#200610

Interest as a mode of reality: Answering the crisis of digital society https://doi.org/10.20473/mkp.V36I12023.88-100 interest theory knowledge concept mode of reality symbolic language Authors Novri Susan [email protected] Department Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, U...

Masa depan dunia ini bagaimana? Jawabnya di TOKOTOK SHOW
30/08/2020

Masa depan dunia ini bagaimana? Jawabnya di TOKOTOK SHOW

Tokotok Show episode #3 "Mengungkap Misteri Masa Depan" tetap tajam namun sayang. Ini tokotok ngobrol sampai montok. Desk Redaksi Tokotok Show

MEMAHAMI TEORI SOSIAL DALAM 1 JAM DAN PENERAPAN #200610
14/06/2020

MEMAHAMI TEORI SOSIAL DALAM 1 JAM DAN PENERAPAN

#200610

Teori sosial (sosiologi) bisa diterapkan dalam bidang-bidang penting.

12/05/2020

RAMALAN YANG GAGAL UNTUK INDONESIA

KETIKA RAMALAN GAGAL maka akan diciptakan ramalan lain. Ketika sinisme gagal, akan dilahirkan sinisme lain p**a. Begitu kira-kira habit segolongan orang. Seperti John Naisbitt dalam Megatrends yang meramal Indonesia akan terpecah lebih dari 25 bagian pada tahun 2000, menjadi negara2 kecil. Ramalan itu gagal, namun toh waktu itu lebih dari 2 dekade lalu digandrungi sekian orang kritis. Alhamdulillah saya tidak mempercayai atas dasar pandangan ilmu sosial saya.

Sama seperti Naisbitt, beberapa bulan lalu, mereka mengeroyok dengan ramalan bahwa Indonesia akan mengalami eskalasi Covid 19 yang mengerikan. Simulasi matematis meramalkan negeri ini akan mencapai ratusan ribu positif Covid19 dalam hitungan bulan, bahkan tembus satu juta. Namun ramalan itu gagal. Saya pernah menulis artikel pendek di sini dengan judul 'Indonesia Tidak Selemah Anumu". Prediksi atas dasar keilmuan sosial.

Simulasi tim saya dengan pendekatan model interaksi sosial lebih tepat, puncak eskalasi gelombang pertama ada di angka 14an ribuan secara nasional. Statistik mingguan menunjukkan ada penurunan kasus secara rata-rata nasional ketika kasus mencapai 12an ribu. Jumlah ini tetap saja menjadi konsern besar, maka upaya tes PCR terus ditingkatkan sesuai target. Selain itu penanganan medis terus dikembangkan. Oleh karenanya jumlah kasus sembuh terus meningkat dengan perbandingan 21% sembuh dan 7% wafat, dan tentu harus terus ditingkatkan pada level paling ideal.

Mengapa Indonesia mampu menahan laju kasus Covid 19? Sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya 'Indonesia Tidak Selemah Anumu' bahwa perilaku sosial masyarakat Indonesia tidak bisa disamakan dengan masyarakat negara lain, dan tidak p**a bisa disamakan dengan rumus matematika yang buta konteks sosial.

Ketika Presiden Joko Widodo memberi nilai kehidupan di tengah pandemi 'Berdamai dengan Wabah Covid 19', segolongan Naisbitt beramai meramalkan sepaket dengan sinisme bahwa Indonesia sedang mengorbankan rakyatnya. Sekali lagi, saya menyatakan bahwa ramalan beserta sinisme tersebut adalah ba**litas akut yang emosional. Saya baca tidak ada landasan metodologis yang tepat. Lagi-lagi hitungan matematis berlaku.

Kekhawatiran boleh saja, karena dari situ manusia meningkatkan kewaspadaan. Namun meramalkan secara serampangan adalah sikap tidak sehat yang menyakiti tatanan sosial dalam negara bangsa. Ramalan mengerikan dan sinisme dibawa pada konklusi politis bahwa negara tidak hadir. Ini konklusi kekanakan. Ibarat anak-anak yang marah pada orang tua dengan berteriak "Mommy tidak sayang aku lagi!" Hanya karena ada beberapa hal kesalahan kemudian seluruh cinta Mommy disebut sirna. Jika negara tidak hadir sudah dipastikan saat ini kondisi bangsa akan ditandai oleh kengerian. Tidak ada pasien sembuh, dan anomi kematian dimana-mana.

Berdamai dengan Covid 19 menyandarkan pada beberapa hal, yaitu sistem respon Covid 19 dari pemerintah dan model perilaku sosial kesehatan masyarakat Indonesia. Keduanya tidak akan sempurna namun memiliki kekuatan. Pemerintah terus menjalankan sistem tersebut, dan masyarakat dengan habit sosial kesehatannya menciptakan benteng pertahanan penularan. Resiprositas negara dan masyarakat Indonesia itu terbaik. Lebih baik dibandingkan AS sekalipun.

Fakta bahwa obat dan vaksin masih cukup lama, diprediksi paling cepat Mei 2021, dan keharusan menjaga keberlanjutan hidup mengharuskan kita masuk pada new normal. Indonesia adalah bangsa yang mudah menyerap new normal.

Jadi, ramalan dan sinisme ala Naisbitt kita jadikan sebagai reminder, alert system, agar resiprositas negara dan masyarakat makin kuat dan menyelamatkan. Sisanya, mugi Gusti Allah pinaring welas asih untuk dunia dan Indonesia.

(NS, di sudut kesunyian)

#200610

Diskursus teoretik tentang AWAL TERBENTUK KONFLIK.Memahami bagaimana proses konflik terbentuk dalam kehidupan sosial. Se...
09/04/2020

Diskursus teoretik tentang AWAL TERBENTUK KONFLIK.

Memahami bagaimana proses konflik terbentuk dalam kehidupan sosial. Semoga manfaat. Salam

#200610

Video dari rekaman kelas online S2 Transformasi Konflik, Magister Sosiologi FISIP UNAIR. Mereka yang belajar sosiologi dan khususnya studi konflik, perlu mem...

17/03/2020

SOCIAL DISTANCING itu harus lho. Kenapa? Coba simak video ini sampai abis.

Seri kelas   kali ini tentang PENGANTAR FENOMENOLOGI. Masih sering pada gagal mengerti fenomenologi, apalagi menggunakan...
03/02/2020

Seri kelas kali ini tentang PENGANTAR FENOMENOLOGI. Masih sering pada gagal mengerti fenomenologi, apalagi menggunakannya utuk penelitian dan a**lisis. Karena pengertian dasar atau kunci-kunci dasar teori ini kagak dimengerti. Nah video 19,55 menit ini mengupas kunci-kunci memahami fenomenologi. Semoga manfaat.

Jangan lupa subscribe ya :}

Sekarang, buku saya GOVERNANCE IN CONFLICT  bisa diakses versi google read. Buku ini merupakan penelitian fase konflik s...
13/01/2020

Sekarang, buku saya GOVERNANCE IN CONFLICT bisa diakses versi google read. Buku ini merupakan penelitian fase konflik separtisme Aceh. Walaupun, porsi elaborasi teoretik seputar keterkaitan kebutuhan dasar (basic needs), kepentingan dan teori konflik tetap ada. Pembedaan konsep manajemen konflik, resolusi konflik dan transformasi konflik bisa juga disitasi dari sini. ATETAPI, mungkin ga secara utuh versi ini. Tetap butuh versi cetak untuk membaca keseluruhan.

Oya ini merupakan bagian studi saya di UPEACE - Indonesia

Jika ingin pesan cetak bisa hubungi Mbak Sukma Kurniawati

Linknya: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=xmvIDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&ots=b4mM7eBx7l&sig=25WpYvo0PjkgZVvMqyLuuLmyL7I&redir_esc=y =onepage&q&f=false

#200610

This monograph is the result of my field research, as the part of my master program research, about the separatism conflict between Aceh Independent Movement or GAM (Gerakan Aceh Merdeka) and the Government of Indonesia. I have conducted a field research during 2008 to understand the practice of con...

PRESIDEN JOKO WIDODO DITUNJUK SEBAGAI PEMBICARA KUNCI ABU DHABI SUSTAINABILITY WEEKPresiden  menjadi pembicara kunci (Ke...
13/01/2020

PRESIDEN JOKO WIDODO DITUNJUK SEBAGAI PEMBICARA KUNCI ABU DHABI SUSTAINABILITY WEEK

Presiden menjadi pembicara kunci (Keynote Speaker) dalam acara Abu Dhabi Sustainability Week (12 Januari 2020). Pembicara Kunci lazim dilakukan oleh aktor-aktor sentral dalam bidang sains, kepakaran teknologi dan pemimpin politik yang telah diverifikasi berkomitmen dan bervisi pada bidang tertentu.

Kepercayaan pemerintah Uni Emirat Arab kepada Presiden Joko Widodo sebagai Pembicara Kunci dalam isu sustainability (keberlanjutan) yang mencakup energi, lingkungan, dan sosial ekonomi adalah satu pengakuan. Presiden dilihat oleh dunia internasional memiliki visi dan komitmen kuat pada sustainability yang menjadi visi global saat ini.

Visi Indonesia Maju dari Presiden Joko Widodo dan upaya membangun Ibu Kota Negara (IKN) berlandaskan pada misi sustainability menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan dari negara-negara dunia. Jepang sebagai salah satu negara pendukung sustainability pun secara serius akan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Bangsa Indonesia telah meraih pengakuan dan dukungan internasional. Hal ini merupakan perkembangan penting sebagai negara bangsa besar. Upaya Presiden dan jajaran pemerintahannya adalah upaya mencapai Indonesia Maju.

M. Fadjroel Rachman
(Juru Bicara Presiden RI)

Address

Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Novri Susan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Novri Susan:

Share