17/08/2015
Jangan Ucapkan Ini Ketika Anak Membantah Omongan Bunda
Dear Ayah Bunda,
Ketika anak sudah bisa mengembangkan ketrampilan berbahasanya, maka tak jarang banyak dari mereka mulai membantah ucapan bunda atau ayah? Setuju?
Tapi untuk menunjukkan bagaimana sikap bijak seorang ibu kepada anak, maka bunda sebaiknya hindari ucapan-ucapan di bawah ini:
1. "Diam! Jangan jangan membantah bunda."
Kata psikolog: jawaban ini juga termasuk kategori otoriter dan tidak memberi solusi bagi masalah. Di samping tidak tepat, jawaban ini juga tidak baik untuk perkembangan berbicara si kecil, karena sejak kecil dia banyak dibungkam. Bila anak memang selalu membantah, tidak ada cara lain kecuali mendengarkan alasannya.
2. "Hebat, kamu sudah bisa membantah bunda, ya!"
Kata psikolog: jawaban ini memang mengandung kata-kata pujian, tetapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh memuji. Buat si kecil, kata-kata seperti ini memiliki makna yang terselubung atau membingungkan, karena dia tidak tahu apa sebenarnya maksud bunda.
3. "Terserah kamu, deh! Bunda nggak mau tahu."
Kata psikolog: ini sama sekali bukan jawaban yang tepat! Jika bunda memberikan jawaban ini, maka si kecil betul-betul akan melakukan kehendaknya dengan seenaknya.
4. "Pokoknya kamu harus menurut kata Ibu, titik!"
Kata psikolog: ini adalah bentuk jawaban yang otoriter dan tidak memberi solusi bagi masalah. Yang ada justru membuat si kecil takut untuk beragumentasi, karena dia merasa tak mendapat kesempatan untuk berbicara.
5. "Jadi, kamu maunya apa?"
Kata psikolog: asal bunda mengucapkannya dengan rileks dan tak marah-marah, sebenarnya jawaban ini memberi kesempatan untuk si kecil mengemukakan pendapat. Dan saat si kecil mulai menyampaikan keinginannya, maka bunda harus meluruskan kalau keinginannya kurang tepat. Namun jika keinginannya masih bisa diterima, tidak ada salahnya dikabulkan.
4 Strategi Cara Menghadapinya
Perlu diingat ya BUnda.. untuk dapat mengontrol emosi anak, orangtua harus bisa mengontrol emosi mereka lebih dulu. Anda harus memberikan contoh yang baik agar ditiru anak. Berikut beberapa sikap yang disarankan Wining pada orangtua saat menghadapi anak melawan:
1. Tetaplah bersikap tenang, jangan sampai terpancing emosi. Usahakan agar orang di sekitar juga bersikap demikian, misalnya suami atau orangtua.
2. Setelah emosi anak menurun, dekati perlahan. Peluklah erat dengan penuh kasih sayang agar anak merasa nyaman dan aman. Ketika sudah tenang, tanyakan dengan lembut mengapa dia melawan.
3. Sampaikan pada anak bagaimana sikap yang baik dan positif. Jangan menyudutkan atau menyalahkannya. Satu hal yang perlu diingat, gunakan selalu bahasa yang lembut dan halus. Jangan mengumpat atau memarahi dengan bahasa kasar.
4. Setelah kejadian anak melawan itu berlalu, jangan diungkit-ungkit atau dingat-ingat terus. Anak bisa malu atau kesal. Anda juga tidak perlu memberikan hadiah dalam bentuk barang sebagai bentuk penghargaan karena dia sudah tidak melawan. Yang penting, beri cinta dan rasa aman.
Sebenarnya orangtua dapat meminimalisasi munculnya sikap melawan dari anak. Caranya? Kenali betul kebiasaan-kebiasaan buah hati. Perhatikan kapan emosi si anak muncul dan bagaimana ekspresinya ketika bereaksi. Dari situ bisa diperkirakan sikap yang harus diambil.
Kalau anak selalu melawan saat sedang lelah atau habis bermain, jangan memintanya melakukan sesuatu pada saat seperti itu. Tentulah dia akan membantah atau melawan, misalnya seperti itu
Tetapi tentu tidak setiap saat orangtua bisa menunggu mood anak. Oleh karena itu, yang perlu selalu diingat, orangtua harus menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan buah hati. Buatlah mereka merasa aman dan nyaman. Dengan begitu, anak-anak pasti akan lebih percaya dan mau mendengarkan omongan orangtua.
Semoga bermanfaat yaa Bunda....smile emotikon
berbagai sumber
LIKE DAN SHARE JIKA BERMANFAAT YA...