C2O library & collabtive

C2O library & collabtive An independent library & co-working lab. Supporting co-production & sharing of knowledge, technology, and resources. For emancipatory, sustainable future.

----------- scroll down for English version -------

Didirikan di pertengahan 2008 di Surabaya, C2O library & collabtive adalah perpustakaan dan ruang kerja bersama (co-working space) yang dikelola secara swadaya. Misinya adalah menciptakan ruang, alat dan materi bagi manusia (dan bukan-manusia) untuk belajar, bekerja, berkarya, dan berinteraksi dengan beragam komunitas dan lingkungan sekitarnya,

berlandaskan pikiran dan tindakan yang terbuka dan kritis. C2O bekerja mencapai misi ini dengan bekerja bersama anggota dan berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem dan alat bersama (shared ecosystem & tools) untuk (1) mengumpulkan, menata, dan berbagi informasi melalui koleksi buku, film, dan media lainnya; (2) mendorong tumbuhnya produksi pengetahuan dan inovasi melalui kegiatan seperti diskusi, workshop, kelas bahasa, penerbitan, dsb.; (3) mengembangkan jaringan organisasi dan individu lokal-nasional-internasional

--------- English version ----------

Established in mid-2008 in the centre of Surabaya, C2O library & collabtive is an independent library and coworking community space. Founded initially in response to the problem of inadequate, fragmented information & library system and infrastructure in Indonesia, C2O mission is create a shared, nurturing space, building tools and resources for humans (and non-humans) to learn, work, and interact with diverse communities and surrounding environment. In other words, with the world around them. C2O work towards its mission by collaborating with its members and various parties in creating a shared ecosystem and tools to (1) collect, organise, and share information through our collections of books, films, and other media, (2) foster innovation, knowledge production & sharing by organising discussions, workshops, classes, publications, etc.; (3) develop local-national-international solidarity networks. For further information, please visit our website:
https://c2o-library.net/about/

Hari Kamis dan Jumat lalu, ruang galeri kami riuh. Penuh dengan diskusi yang mengalir sepanjang acara. Kami saling berta...
06/06/2026

Hari Kamis dan Jumat lalu, ruang galeri kami riuh. Penuh dengan diskusi yang mengalir sepanjang acara. Kami saling bertanya jawab, mendengar dan didengarkan. Kiranya itu yang mampu membuat bertahan dii tengah keadaan serba ketidakpastian💔

Ruang serbaguna atau sering kami sebut area galeri ini biasa digunakan untuk acara seperti pameran seni, diskusi buku, pemutaran film dan internal meeting. Tertarik untuk sewa ruang, bisa DM mimin untuk info lebih lanjut ya kawan~

Seperti biasa, kami libur di hari Senin, Selasa dan tanggal merah libur nasional😺Sampai bertemu di hari Rabu kawan
30/05/2026

Seperti biasa, kami libur di hari Senin, Selasa dan tanggal merah libur nasional😺

Sampai bertemu di hari Rabu kawan

Sebagai bagian dari penghadiran sosok Ratna sekaligus intervensi feminis atas kajian sejarah film Indonesia, Kelas Liars...
28/05/2026

Sebagai bagian dari penghadiran sosok Ratna sekaligus intervensi feminis atas kajian sejarah film Indonesia, Kelas Liarsip menuliskan proses kerja dari perspektif masing-masing pelaku dalam bunga rampai Ratna Asmara: Perempuan di Dua Sisi Kamera. Buku ini tidak hanya membuat aspek biografis dan filmografi Ratna, tetapi juga langkah-langkah pemulihan karyanya. Pengalaman kami berkenalan dan menelusuri sosok yang marjinal dalam sejarah tersaji dari beragam perspektif seperti dari sisi peneliti, pelestari film, dan penonton.

Buku tersedia untuk baca di tempat. Selain itu, wankawan juga bisa ikutan nonton dan ngobrol bareng perihal film yang pembahasannya terdapat di buku ini, pada hari Sabtu 30 Mei 2026✨.

Udah pada gabung belum kawan. Ayo ikutan😺

Kenapa kamu perlu tahu tentang Tan Sing Hwat, Ratna Asmara, dan bergabung dalam nobar Sabtu 30 Mei 13.00-21.00 bareng Ke...
24/05/2026

Kenapa kamu perlu tahu tentang Tan Sing Hwat, Ratna Asmara, dan bergabung dalam nobar Sabtu 30 Mei 13.00-21.00 bareng Kelas & di C2O? Geser slide biae ngga kelewatan, dan janga lupa daftar di 👉bit.ly/AladinDrSamsi

Disebutkan dalam kata pengantar, bahwa dalam perspektif sosiologis, musik tidak pernah ditempatkan berdiri sendiri (hany...
16/05/2026

Disebutkan dalam kata pengantar, bahwa dalam perspektif sosiologis, musik tidak pernah ditempatkan berdiri sendiri (hanya) sebagai bunyi. Musik selalu hadir sebagai praktik sosial yang dihidupi oleh tubuh, dilekatkan pada gaya, dan pada titik tertentu, beririsan dengan jaring relasi kuasa yang bertingkat maupun menyebar tidak beraturan. Pada bab akhir bukunya, Arsita merangkumi pengamatannya dalam kerangka yang sederhana namun berguna: bagaimana musik bisa "menjadi visual" dan mengapa hanya genre tertentu yang berhasil membentuk gaya yang bertahan lama🕺🏻

Judul: & Musik Menjadi Visual
Penulis: Arsita Pinandita
Penerbit: Swasembada Kreasi Hidup
Tebal: 231 halaman

Buku tersedia untuk pembelian di ToeKoe C2O dan peminjaman untuk membership🌜

Hai kawan, terima kasih untuk yang sudah mendaftar. Mari dibaca sejenak perihal dos and donts selama nonton bareng Pesta...
05/05/2026

Hai kawan, terima kasih untuk yang sudah mendaftar. Mari dibaca sejenak perihal dos and donts selama nonton bareng Pesta Babi "Kolonialisme di Zaman Kita." Untuk filmnya akan diputar pukul 7 malam pas sesuai dengan jadwal ya🌝

Sampai jumpa besok😺📽️

02/05/2026

Nobar Pesta Babi "Kolonialisme di Zaman Kita."
🗓️: Rabu, 06 Mei 2026
🕰️: 19.00-21.00 WIB
📍: C2O Library & Collabtive
(pagar rumah warna hitam seberang Kayanna Restaurant)
📝tautan pendaftaran: https://bit.ly/PestaBabiC2O

Film dokumenter "Pesta Babi" adalah karya yang mengungkap realitas sosial dan konflik agraria yang dialami masyarakat adat di Papua Selatan akibat ekspansi proyek industri dan pembangunan. Tujuan nonton bareng film ini adalah untuk membuka mata publik mengenai kondisi nyata masyarakat adat yang mengalami penderitaan dan eksploitasi di tengah pembangunan.

Yuk nonton bareng, kalian bisa DM ke mimin atau komen 'ikut' ya🌞


Warga desa di sekitar pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) terancam diusir dari tanahnya. Jadi, pembangunan untuk...
17/04/2026

Warga desa di sekitar pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) terancam diusir dari tanahnya. Jadi, pembangunan untuk siapa?

- Fiona Wiputri-

Segmen Cerita Perempuan di IKN dalam buku Pembangunan Untuk Siapa terbitan kerjasama dengan .co

Buku ini tersedia untuk pembelian di TOeKOe C2O🌷

Tempat ternyaman untuk beristirahat sejenak dari realitas. Mumpung setiap hari Sabtu & Minggu agenda kami adalah no lapt...
11/04/2026

Tempat ternyaman untuk beristirahat sejenak dari realitas. Mumpung setiap hari Sabtu & Minggu agenda kami adalah no laptop/tablet untuk seluruh area dari perpustakaan sampai dapur. Maka berikut mimin rekomendasikan sudut-sudut yang dijamin bikin betah buat membaca, mengobrol atau bersantai🌷☕😺

Kalau kalian lebih s**a baca atau duduk di area mana kawan?

We Do Not Part - Han Kang Bagi masyarakat Korea Selatan, mengatasi warisan anti-komunisme merupakan syarat mutlak bagi k...
04/04/2026

We Do Not Part - Han Kang
 
Bagi masyarakat Korea Selatan, mengatasi warisan anti-komunisme merupakan syarat mutlak bagi kemajuan komunitas politik menuju era pasca-Perang Dingin. Provinsi Jeju adalah salah satu bukti kemajuannya. Mereka menginisiasi dokumentasi para korban kekejaman insiden Jeju 4.3, ritual peringatan di seluruh provinsi, dan terus melakukan penggalian di lokasi yang diduga sebagai tempat penguburan massal dan melestarikan lokasi-lokasi tersebut sebagai monumen bersejarah. Setiap bulan April, seluruh pulau Jeju berubah menjadi komunitas ritual raksasa yang terdiri dari ribuan acara peringatan kematian berbasis keluarga atau komunitas yang terpisah namun berlangsung serentak.
 
Jeju 4.3 atau Jeju Uprising adalah pemberontakan yang dipimpin komunis pada 3 April 1948 sebagai protes terhadap pas**an pendudukan Amerika Serikat yang memberantas kekuatan nasionalis radikal dari Korea pasca-kolonial, dan kebijakan pemerintahan AS untuk mendirikan negara anti-komunis yang merdeka di bagian selatan semenanjung Korea. We Do Not Part adalah salah satu praktik peringatan atas Jeju Uprising and Massacre yang terjadi antara 1 Maret 1947 - 21 September 1954 di Pulau Jeju yang merenggut 30,000 jiwa rakyat Jeju dan 20,000 rakyat Jeju eksodus ke Jepang. Han Kang menghadirkan generasi postmemory melalui karakter Inseon, seorang seniman visual. Inseon mewarisi trauma dan semangat mencari kebenaran dari kedua orangtuanya atas pembantaian massal rakyat Jeju. Inseon adalah anak perempuan dari seorang ibu yang menyaksikan pembantaian dan seorang ayah yang penyintas. Inseon melanjutkan kerja-kerja sang Ibu atas pencarian keluarga yang hilang, melalui investigasi arsip personal dan publik yang kemudian Inseon terjemahkan ke karya visualnya.

We Do Not Part menjadi salah satu usaha menghantarkan Jeju 4.3 dari tragedi yang dibungkam menjadi katalisator perubahan sosial dan politik. Novel ini juga menyediakan ruang untuk refleksi bersama mengenai pelestarian memori melalui pengarsipan dan ratapan.

Address

Jalan Drive Cipto 22
Surabaya
60264

Opening Hours

Wednesday 11:00 - 21:00
Thursday 11:00 - 21:00
Friday 11:00 - 21:00
Saturday 11:00 - 21:00
Sunday 11:00 - 21:00

Telephone

+62315678250

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when C2O library & collabtive posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share