30/11/2015
INDOSAT OOREDOO : Berubah Agar Kompetitif
Di pertengahan November 2015, masyarakat awam dikagetkan dengan bombardir iklan sehalaman penuh di setiap koran pagi. Iklan televisi, billboard di titik-titik strategis berisi pengumuman Indosat berubah brand menjadi Indosat Ooredoo. Kenapa musti pake nama Ooredoo segala ? Padahal, operator dengan 68 juta pelanggan (IM3, Mentari & Matrix) ini masih cukup punya brand kuat di industri telekomunikasi tanah air.
Ternyata, sejak beberapa tahun terakhir Indosat telah mengalami kerugian yang lumayan besar. Indosat juga sulit berkompetisi menghadapi pesaingnya utamanya, Telkom & XL yang lebih agresif serta inovatif. Entah faktor apa yang menjadi penyebab utamanya. Jika kondisi ini diteruskan, besar akan kalah bersaing di kompetisi yang sengit.
Sejak tahun 2012, perusahaan telekomunikasi Qatar Telecom dengan brand Ooredoo telah menguasai mayoritas saham Indosat. Saat ini kepemilikan saham di Indosat adalah Ooredoo (65%), Pemerintah RI (14,28%) dan sisanya publik. Dengan mayoritas saham ini, maka Ooreddo berhak melakukan revitalisasi perusahaan sesuai dengan strategi & arah bisnis mereka secara global.
Tepat pada usianya yang ke-48 tahun (19 Nov 2015), Indosat pun harus rela berbagi brand dengan Ooredoo. Tentu ini bukan sesuatu yang mengenakkan buat kita yang mengenal Indosat sebagai brand made in Indonesia asli. Indosat juga pernah dikenal sebagai salah satu perusahaan terbaik tanah air bersama Astra Internasional, Bank Mandiri, dsb. Tapi, Indosat akhirnya harus menjadi milik asing sebagai konsekuensi dari sebuah kompetisi yang semakin sengit. Tidak peduli seberapa hebat sejarah perusahaan ini pernah dicatat.
Pertanyaannya, sampai kapan brand Indosat tetap melekat pada Ooredoo (terus terang saya lebih s**a desain logo Indosat terdahulu). Kita juga tahu, jika Ooredoo di berbagai negara (Qatar, Kuwait, Oman, Myanmar, dll) hanya menggunakan brand 'Ooredoo' saja. Kita tunggu saja, brand Indosaat tetap dipakai atau ditanggalkan dan kemudian dilupakan (semoga hal ini tidak terjadi).
Eko Sumargo