WIN Surabaya

WIN Surabaya WIN Surabaya adalah sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang pengembang Sumber Daya Manusia dan Indu

09/04/2020
21/03/2020
15/10/2018

Alhamdulillah hirobbil alamin
Bantuan dari rekan semua sudah sampai di lokasi bencana



08/10/2018

WIN ACADEMY PEDULI
Kami ucapkan terima kasih banyak
kepada semua pihak yang telah membantu Dana maupun Tenaga bersama Win Care
Untuk membantu saudara-saudara kita, Korban Gempa di Sulawesi Tengah.
sampai saat ini saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi masih sangat
membutuhkan Bantuan kita semua. Ayo kita gerakan rasa sosial kita,
kita saling bantu dan bergotong royong, agar bisa meringankan beban para korban gempa sulteng.

Insya Allah kami dari WIN CARE / WIN GROUP
akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Korban Gempa Palu, Donggala, Sigi.





Turut Berduka cita Atas BencanaGempa Bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah.Semoga para korban yang yang Selamat dapat di ...
29/09/2018

Turut Berduka cita Atas Bencana
Gempa Bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah.
Semoga para korban yang yang Selamat dapat di berikan ketabahan, untuk para korban yang meninggal mari Kita sama-sama DO'Akan agar tenang di Alam sana.
Semoga DO'A Kita Dan DO'A seluruh Masyarakat Indonesia untuk Sulawesi Tengah di terima Allah SWT..Amin



27/09/2018

"Sukses bukanlah final, kegagalan tak terlalu fatal. Keberanian untuk melanjutkannya lah yang lebih penting"

Winston S. Churchill

21/09/2018

WIN CAMP HG #1
villa kaca bogor

Kuadran Kanan Cashflow Quadrant Robert T. KiyosakiPernahkah Anda memikirkan dari kuadran mana penghasilan Anda? Dan baga...
13/09/2018

Kuadran Kanan Cashflow Quadrant Robert T. Kiyosaki

Pernahkah Anda memikirkan dari kuadran mana penghasilan Anda? Dan bagaimana jika sumber penghasilan Anda terputus? Sebagian besar penduduk di dunia ini memperoleh penghasilannya dengan cara bekerja dengan orang lain. Mereka mendapat upah tiap bulannya. Sebagian besar lagi ada yang menjadi pedagang, petani, pengusaha, dsb. Ada sebuah referensi buku yang sangat kami rekomendasikan untuk di baca, khususnya bagi Anda yang ingin meningkatkan penghasilan. Judul bukunya “The Cashflow Quadrant” karangan Robert T. Kiyosaki.
Beliau seorang mantan pengusaha dan seorang ahli investasi dari Amerika Serikat. Beliau adalah guru-gurunya orang kaya di dunia. Seorang keturunan Jepang berkebangsaan Amerika. Buku The Cashflow Quadrant adalah sebuah buku Best Seller di dunia. Anda akan sangat mudah menemukannya di toko-toko buku besar seperti GRAMEDIA.
Di dalam bukunya beliau mengatakan bahwa ada empat pola manusia memperoleh penghasilan yakni:

Pola E (Employee/Karyawan) Di pola ini sering di sebut sebagai pola karyawan, yaitu orang yang bekerja dengan orang lain. Biasanya mereka mendapatkan gaji tiap bulannya. Mereka membarterkan waktu dan tenaganya. Contoh : Direktur, manajer, buruh
Pola S (Self Employee/Bekerja sendiri) Di pola ini sering di sebut juga sebagai pekerja lepas, mereka bekerja dengan dirinya sendiri. Biasanya mereka memiliki usaha-usaha kecil. Mereka tidak bekerja dengan orang lain. Contoh : Dokter, Pengacara, pemilik toko dsb.
Pola B (Bussines Owner/Pemilik Usaha) Di pola ini merupakan pola para konglomerat/konglomerasi, yakni para pengusaha-pengusaha besar. Yang mana mereka mempekerjakan orang lain dalam menjalankan usahanya. Biasanya usaha yang mereka jalankan memiliki sistem sehingga dia tidak perlu terlibat langsung. Untuk berada di pola ini kita harus memiliki modal yang sangat besar. Contoh Perusahaan bersistem : Carrefour, Matahari department store, Indofood, bank BCA dsb.
Pola I (Investor/penginvestasi) Di pola ini seseorang hanya menginvestasikan uangnya kepada perusahaan-perusahaan dengan cara membeli saham. Selain itu ada juga orang yang menginvestasikan uangnya di bank. Jika Anda mendapatkan penghasilan dari pola ini, itu berarti uang telah bekerja untuk Anda. Anda tidak perlu bekerja untuk mendapatkan uang. Dengan demikian, bagi mereka yang berada di pola ini mereka memiliki waktu yang banyak untuk keluarga. Selain itu mereka memiliki kebebasan uang, waktu dan pikiran. Tidak heran jika orang di pola ini memiliki gaya hidup mewah, sering berlibur keluar negeri, bermain golf, dan jalan-jalan di mall pada saat orang-orang lain bekerja di kantor.
Robert T. Kiyosaki membagi empat pola itu menjadi dua kuadran besar, yakni kuadran kiri dan kuadran Kanan. Kuadran Kiri terdiri dari E (Employee) dan S (Self Employee), sementara di kuadran kanan terdiri dari B (Business Owner) dan I (Investor). Apa yang membedakan dua kuadran ini, bisa di ilustrasikan sebagai berikut : Kuadran Kiri (Penghasilan Aktif), 90% orang di dunia berada di kuadran ini.

Di kuadran ini, untuk mendapatkan penghasilan kita harus bekerja. Dengan BEKERJA kita memperoleh PENGHASILAN/UANG, dengan penghasilan itu kita bisa mewujudkan RENCANA MASA DEPAN. Mungkin rencana masa depan anda ingin menyekolahkan anak ke sekolah yang terbaik, atau jalan-jalan keluar negeri. Tidak ada yang salah dengan pola kerja seperti ini, tetapi mengandung sebuah resiko. Resiko yang akan ditimbulkan yakni, apabila suatu saat nanti kita tidak bisa bekerja lagi. Entah itu dikarenakan perusahaan tempat kita bangkrut, PHK, faktor usia, atau mungkin sakit berkepanjangan. Jika hal ini terjadi berarti secara otomatis PENGHASILAN pun terputus, dengan tidak adanya penghasilan maka RENCANA MASA DEPAN kita menjadi sebuah tanda tanya besar.

Kelangsungan hidup akan menjadi kacau. Biaya sekolah anak akan terputus, dan rencana lain pun tidak akan mungkin bisa terealisasi.

Jika ini menjadi hal yang di takutkan coba Anda melihat kuadran yang lain yang mungkin akan menjadi solusi bagi kehidupan Anda. Kuadran Kanan (Penghasilan Pasif), 10% orang di dunia berada di kuadran ini.

Pola kerja kuadran ini sangat berbeda dengan kuadran kiri. Di kuadran ini kita di ajak untuk membangun sebuah ASET. Dari ASET yang telah di bangun, nantinya akan menjadi sumber penghasilan Anda. Di kuadran ini kita juga awalnya harus BEKERJA juga, namun kerja yang dilakukan adalah membangun ASET. ASET bisa diartikan sebagai sesuatu yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda. Jika kita lihat secara sepintas mungkin tidak jauh berbeda dengan pola di kuadran kiri. Jika suatu saat nanti, ASET Anda telah terbentuk, maka ASET Anda akan memberikan penghasilan yang terus menerus. Penghasilan ini tidak akan pernah berhenti walaupun Anda tidak terlibat didalamnya. Dengan artian, walaupun Anda telah memutuskan untuk berhenti bekerja, maka ASET memberikan penghasilan kepada Anda. Dengan begitu maka rencana masa depan Anda pun lebih terjamin.

Menarik bukan jika Anda memiliki sebuah ASET yang nantinya dari ASET tersebut akan memberikan penghasilan terus menerus kepada Anda. Anda bisa melakukan apapun yang Anda mau. Yang pastinya, Anda akan Bebas Waktu dan Bebas Financial. Lalu mungkin yang menjadi pertanyaan besar di benak Anda bagaimana caranya membangun sebuah ASET, agar ASET yang dibangun akan memberikan penghasilan terus menerus.

JAKARTA -- Indonesia merupakan salah satu negara dengan dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, menurut laporan Bappe...
10/09/2018

JAKARTA -- Indonesia merupakan salah satu negara dengan dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, menurut laporan Bappenas proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai menjadi 271 jiwa bahkan di tahun 2035 jumlah penduduk Indonesia akan menembus angka 300 juta jiwa. Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia berdampak pada perkembangan dunia bisnis yang pesat.

Jumlah perusahaan dan bisnis yang banyak juga berbanding lurus dengan kebutuhan Talent IT yang berkualitas di Indonesia. Adrian Hartanto, Head Oflnvestment Mandiri Capital mengatakan jumlah Talenta IT di Indonesia cukup banyak, dilihat dari jumlah program studi teknologi informasi di universitas yang jumlahnya mencapai ratusan. ''Akan tetapi Talent IT 'berkualitas' yang diperlukan oleh perusahaan belum memenuhi kebutuhan perusahaan yang ada pada saat ini,'' kata Adrian, dalam sebuah diskusi di Kolega X MarkPlus, di Jakarta,

Dengan begitu ada anggapan bahwa Indonesia memiliki masalah dengan Talent IT. Pemenuhan talenta di bidang teknologi menjadi salah satu permasalahan yang masih sering dikeluhkan oleh pengusahaan saat ini, khususnya yang bergerak di bidang digital.

Faktor pendidikan sering dijadikan sebagai ujung dari permasalahan ini. Menurut riset yang dilakukan A.T. Kearney, sektor pendidikan di Indonesia hanya mampu menghasilkan 278 insinyur teknik informasi dari setiap 1 juta penduduk. Porsi lulusan teknik di Indonesia jauh lebih sedikit jika dibandingkan negara tentang, misalnya Malaysia yang mencetak 1.834 orang insinyur teknologi dan India yang mencetak 1.159 insinyur insinyur teknologi setiap 1 juta orang penduduk.

Sementara itu, beberapa perusahaan mengatakan jumlah talenta teknologi dalam konteks supply sebenarnya banyak. Ini tampak jika dibandingkan antara kebutuhan dengan jumlah program studi teknologi informasi di universitas yang mencapai ratusan.

Menurut beberapa perusahaan tadi materi teknologi informasi yang disediakan juga belum memenuhi kebutuhan perusahaan yang ada pada saat ini. Permasalahan utama soal talenta teknologi ini juga dari kesempatan yang tidak merata karena industri yang terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta.

03/09/2018

Team Work
Untuk Mewujudkan Sesuatu Kadang banyak orang yang tidak sadar pentingnya sebuah tim.
Tim sangat mendukung sekali pekerjaan yang kita lakukan
Intinya tidak ada orang yang bisa Sukses sendirian.

Address

Surabaya

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

087851482721

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when WIN Surabaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share