06/11/2017
Stimulasi Dini Tumbuh Kembang Anak
Stimulasi dini adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak usia 0-6 tahun agar anak mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi yang dimilikinya.
Anak usia 0-6 tahun perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus-menerus pada setiap kesempatan. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh-kembang yang bahkan dapat menyebabkan gangguan yang menetap.
Stimulasi kepada anak hendaknya bervariasi dan ditujukan terhadap kemampuan dasar anak yaitu:
* kemampuan gerak kasar,
* kemampuan gerak halus,
* kemampuan bicara dan bahasa,
* kemampuan sosialisasi dan kemandirian,
* kemampuan kognitif, kreatifitas dan moral-spiritual.
Siapa yang melakukan stimulasi?
Stimulasi perlu dilakukan menurut aturan yang benar seperti anjuran para ahli, stimulasi yang salah dapat menyebabkan pembentukan anak yang menyimpang.
Oleh karena itu stimulasi sebaiknya dilakukan oleh orang-orang terdekat dengan anak yang telah mendapat pengertian tentang cara memberi stimulasi yang benar, misal: ayah, ibu, pengasuh, anggota keluarga lain, petugas kesehatan dan kelompok masyarakat tertentu, misal kader kesehatan atau kader pendidikan.
Prinsip-prinsip dasar dalam menstimulasi anak
Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan para pendidik, pengasuh dan orang tua, yaitu:
1. Stimulasi dilakukan dengan cara-cara yang benar sesuai petunjuk tenaga kesehatan yang menangani bidang tumbuh kembang anak.
2. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang terhadap anak.
3. Selalu menunjukkan perilaku yang baik karena anak cenderung meniru tingkah laku orang-orang terdekat dengannya.
4. Berikan stimulasi sesuai kelompok umur anak.
5. Dunia anak dunia bermain, oleh karena itu lakukanlah stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bernyanyi dan variasi lain yang menyenangkan, tanpa paksaan dan hukuman.
6. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak.
7. Menggunakan alat bantu/alat permainan yang sederhana, aman dan ada disekitar kita.
8. Anak laki-laki dan perempuan diberikan kesempatan yang sama.
Jenis Skrining / Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang
Jenis kegiatan deteksi atau disebut juga skrining, dalam SDIDTK adalah sebagai berikut :
1. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dengan cara mengukur Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Lingkar Kepala (LK).
2. Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu meliputi
• Pendeteksian menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
• Tes Daya Lihat (TDL)
• Tes Daya Dengar (TDD)
3. Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu menggunakan :
• Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
• Check List for Autism in Toddlers (CHAT) atau Cek lis Deteksi Dini Autis
• Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
Sumber : infodokterku
🐸🌸🐸🌸
Ikutilah ..
Workshop Series Children with Special Needs :
"STIMULASI, DETEKSI, INTERVENSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN ANAK"
Ada sebuah keunikan yang seringkali tidak disadari oleh banyak orang. Sesungguhnya Allah Ta’ala Yang Mahaadil telah menciptakan setiap anak manusia sama dan sederajat di hadapan-Nya. Setiap anak memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Dimana ada kelemahan, pasti di sanapun ada keistimewaan. Tak mungkin ada anak yang cuma punya kelebihan tanpa kekurangan, sebaliknya tidak mungkin ada anak yang hanya punya kekurangan tanpa kelebihan. Kalaupun itu model kedua ini ada, maka kemungkinan besar penyebabnya ada kesalahan memberikan perlakuan dalam membimbing & mendidiknya.
Untuk itu penting sekali memiliki pengetahuan, pemahaman & kompetensi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan workshop ini diharapkan orang tua, guru BK, guru Paud, Psikolog, Sarjana Psikologi, tenaga Medis, Therapist maupun profesi bidang terkait mampu & terampil menguasai materi workshop sbb :
- Memahami milestone perkembangan anak
- Menguasai tahap-tahap penilaian perkembangan anak
- Mengenali perangkap dalam interpretasi perkembangan anak
- Mampu memberikan stimulasi sesuai tahap perkembangan anak
- Mampu menemukan tanda-tanda penyimpangan perkembangan Autisme, ADHD, masalah mental emosional, Down Syndrome, Cerebal Palsy sedini mungkin
- Mampu melakukan screening berdasarkan tools perkembangan anak ( 10 tools )
- Mampu melakukan intervensi penyimpangan perkembangan dalam tahap awal untuk menghindari gejala penyimpangan yang lebih berat
- Role Play langsung dengan klien
Workshop Terbuka Untuk Umum
Waktu pelaksanaan :
Sabtu - Minggu, 25-26 November 2017
pk. 08.30 - 16.30 ( 14 jam )
Lokasi : Hotel di Surabaya
Narasumber :
Psikolog Klinis Anak & Remaja,
Founder Klinik Psikologi & Penanganan Masalah Perilaku Anak & Remaja, Trainer of Intensive Program for Certified Terapist (IPCT), Konsultan Sekolah Inklusi
Investasi Workshop 2days:
> Early birds maks 18 Nov'17 : Rp. 1.850.000,-
> Normal maks 23 Nov'17 : Rp. 2.000.000,-
Fasilitas :
- Workshop Tools (*)
- Modul
- Sertifikat - setara dgn SKP
- Lunch
- Coffee break
(*) Tools diberikan langsung berdasarkan pemetaan profesi peserta, meliputi :
1. KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan)
2. TDD (Tes Daya Dengar)
3. TDL (Tes Daya Lihat)
4. KMME (Kuesioner Masalah Mental Emosional)
5. CHAT (Checklist for Autism in Toddlers)
6. Abreviated Conner Rating Scale for ADHD
7. Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ)
8. MINI KID (Mini International Neuropsychiatric Interview) Anak
9. Child Behavior Check List (CBCL) 1,5 - 5
10. Pediatric Symptom Checklist (PSC-17)
Investasi di transfer pada :
Olie Artha Firdausa
MANDIRI : 142-000-4630-561
BCA : 13-000-31-401
Form pendaftaran klik :
bit.ly/daftarpelatihanprosolusi
Info detil Call :
Pro Solusi Mitra Mandiri
031-990 22 326, 031-50 10 469
mobile : 0852 3069 4745
email : pro_solusiyahoo.com
website : www.pro-solusi.co.id