Suara Pelajar

Suara Pelajar Suarapelajar.com adalah Medianya Para Pelajar Seluruh Indonesia Terdepan dan Beradab.

Kalo benar terbukti money politik Rudi Masud harus di diskualifikasi!Membeli suara rakyat adalah penghinaan!!!Tidak semu...
28/03/2019

Kalo benar terbukti money politik Rudi Masud harus di diskualifikasi!
Membeli suara rakyat adalah penghinaan!!!

Tidak semua bisa di Nilai dengan uang boikot Caleg Money Politik!!!

Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Golkar, Rudi Mas'ud menjalani pemeriksaan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kaltim.

Kita sering mendengar istilah "memulai pola hidup sehat", tapi istilah tersebut hanya masuk kuping kanan dan keluar kupi...
03/01/2019

Kita sering mendengar istilah "memulai pola hidup sehat", tapi istilah tersebut hanya masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri oleh sebagian besar masyarakat Indonesia alias tidak dianggap serius.

Hal ini bisa terlihat dari kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia yang tidak menjaga dengan betul kesehatan mereka, seperti kebiasaan merokok, tidak memperhatikan makanan yang dikonsumsi, hingga kondisi sanitasi yang kurang memadai, terutama di daerah-daerah terpencil.

Maka dari itu, untuk memulai pola hidup sehat harus dimulai dari kesadaran sendiri. Memang, untuk mengubah kebiasaan bukanlah perkara mudah. Namun, jika didasari oleh niat untuk membuat hidup kita lebih sehat, pengorbanan harus dilakukan. Untuk itu, kami memiliki 9 tips yang bisa membantu Anda memulai pola hidup yang lebih sehat.

Hayuk ngaku deh siapa yang kerjaan malamnya begadang, ngopi dan ngerokok mulu?

Menurut tirto.id plagiarisme modern menjamur di kalangam pelajar. Haýok ngaku, siapa yg persyaratan trainingnya plagiat....
03/01/2019

Menurut tirto.id plagiarisme modern menjamur di kalangam pelajar. Haýok ngaku, siapa yg persyaratan trainingnya plagiat. Entar admin laporin ke Instrukturnya ya 😁

Bagi sebagian anak muda, pilkada 2019 akan menjadi momen yang cukup penting. Sebab, tak sedikit dari mereka yang baru ak...
03/01/2019

Bagi sebagian anak muda, pilkada 2019 akan menjadi momen yang cukup penting. Sebab, tak sedikit dari mereka yang baru akan menggunakan hak pilihnya pada ajang tersebut untuk yang pertama kali.

Meski mungkin masih terasa cukup asing dengan segala persyaratan dan prosedur untuk menggunakan hak pilih, para pemilih pemula tak seharusnya menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk tidak memberikan suaranya.

Menurut laporan kumparan sebelumnya, saat ini terdapat sebanyak 10 juta pemilih pemula yang terdiri dari anak yang sudah berusia 17 tahun.

Melihat jumlahnya yang tak sedikit, para pemilih pemula tentunya bisa memberikan pengaruh yang cukup signifikan dalam memutuskan siapa yang layak untuk memimpin di daerahnya masing-masing dengan cara menggunakan hak pilih sebaik-baiknya.

Nah, kira-kira apa saja cara yang bisa dilakukan seorang pemilih pemula untuk dapat menjadi pemilih yang aktif dan cerdas? Berikut ada delapan tips dari buku saku KPU yang kami rangkum untuk kalian.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, sebanyak 5,9 juta di antaran...
12/12/2018

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, sebanyak 5,9 juta di antaranya menjadi pecandu narkoba. Mereka jadi pecandu narkotika karena terpengaruh dari orang-orang terdekat.
“Dari total 87 juta anak maksimal 18 tahun, tercatat ada 5,9 juta yang tercatat sebagai pecundu,” kata Komisioner Bidang Kesehatan KPAI, Sitti Hikmawatty dalam konferensi pers di Gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018). .
KPAI menyebutkan menangani 2.218 kasus terkait masalah kesehatan dan napza yang menimpa anak-anak. Sebanyak 15,69 persen di antaranya kasus anak pecandu narkoba dan 8,1 persen kasus anak sebagai pengedar narkoba.

Generasi Emas PII, OSIS, OSES(Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan - KB PII)PADA 4 Mei 1947 di ibu kota R...
12/12/2018

Generasi Emas PII, OSIS, OSES
(Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan - KB PII)

PADA 4 Mei 1947 di ibu kota Republik Indonesia, waktu itu Jogjakarta, berdiri organisasi yang diberi nama Pelajar Islam Indonesia (PII). Digelar pertemuan di Kantor GPII, Jalan Margamulyo No. 8 Yogyakarta. Dalam pertemuan itu hadir Yoesdi Ghozali, Anton Timur Djaelani, Amin Syahri, Ibrahim Zarkasyi, dan wakil-wakil organisasi pelajar Islam lokal yang telah ada. Pertemuan yang dipimpin oleh Yoesdi Ghozali itu diputuskan berdirinya organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) tepat pada pukul 10.00 WIB tanggal 4 Mei 1947. PII menjadi organisasi pelajar pertama yang berdiri di era setelah kemerdekaan. Tatkala Jogjakarta menjadi pusat perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan, anak-anak sekolahan dalam PII yang baru lahir itu langsung ikut menjadi pejuang. Momentum dan suasana kelahiran tersebut, dipadu dengan anutan ideologi plus gejolak usia remaja, membuat watak organisasi itu menjadi khas, yaitu fanatik, militan, idealis-utopis dibumbui dengan romantisme perjuangan.

Watak semacam itu tetap terbawa ketika bangsa Indonesia memasuki tahap mengisi kemerdekaan. Ketika itu berbagai kekuatan ideologi menjelma menjadi partai-partai politik yang saling bersaing. Ada dua ideologi dan partai yang jelas-jelas tidak mungkin dipersatukan, yaitu Masyumi (Majelis Syura Muslimin) yang mewakili agama dan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang komunis-ateis. Di tengah persaingan sengit itu, sekalipun menyatakan diri sebagai organisasi independen, PII mau tidak mau memiliki kedekatan dengan Partai Masyumi. Saking dekatnya, orang-orang PKI menjulukinya “Masyumi berkatok pendek”. .
Selengkapnya di : suarapelajar.com

Dalam tingkat literasi, Indonesia masih belum bisa dibilang membanggakan. Dari hasil survei Central Connecticut State Un...
12/12/2018

Dalam tingkat literasi, Indonesia masih belum bisa dibilang membanggakan. Dari hasil survei Central Connecticut State University in New Britain, Indonesia masih berada di urutan ke 60, di bawah Thailand dan di atas Botswana.

Peringkat ini jauh tertinggal dari negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Swis, Islandia, dan Finlandia yang berada di urutan pertama. Nah, data ini membuktikan bahwa masyarakat kita masih belum memiliki keinginan membaca.
Padahal membaca adalah hal terpenting dalam membuka jendela pengetahuan mengenai segala sesuatu tentang dunia ini.
Jika ingin menjadi negara maju, setiap warga negara Indonesia wajib membaca 20 sampai 30 buku per tahun.

Jumlah itu harus segera ditingkatkan dari prestasi saat ini yang hanya rerata 3 buku per tahun.

Bagaimana perasaan kalian tentang info ini?

Address

Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Suara Pelajar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share