gede.bayu.dana

gede.bayu.dana lahir di kabupaten karanganyar Jawa Tengah

Siapakah yang menjaga Seorang Raja Agar bisa tetap melaksanakan tugas sampai beliau mangkat dan digantikan raja selanjut...
26/04/2026

Siapakah yang menjaga Seorang Raja Agar bisa tetap melaksanakan tugas sampai beliau mangkat dan digantikan raja selanjutnya secara sah

Dialah pasukan Bhayangkara

Bayangkan jika pasukan Bhayangkara tidak ada , setiap raja berganti dibunuh raja yang merasa bisa menyelamatkan negerinya , kemudian dibunuh lagi oleh orang yang merasa pantas memimpin.

Jatuhlah itu negeri saling membunuh untuk berkuasa.

Itoelah Kenapa Pasoekan Bhayangkara dikenal sebagai
Pasukan yang tak pernah berkhianat

Terinspirasi Peristiwa

"Pasukan Bhayangkara, pasukan elit Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada, berhasil menyelamatkan Raja Jayanegara dari pemberontakan Ra Kuti pada tahun 1319."

Satya Haprabu" (Setia kepada Negara dan Pemimpinnya)

18/03/2026

Tiga bersaudara yang jarang berkumpul terakhir kumpul 6 Tahun yang Lalu

02/02/2026

Praktisi Hukum advokat di Kabupaten Karanganyar
G. Hari Daryanto SH. menanggapi isu Polisi Di bawah Presiden atau di bawah kementerian.
Sependapat dengan keputusan Polri tetap di Bawah presiden untuk memperingkas garis komando langsung dari instruksi presiden. Dan kapolri diusulkan Presiden dan disetujui DPR RI.

Walaupun menjadi Polisi tidak membuat kaya secara materi Tapi menjadi Polisi menjadikan mu Orang yang Setia Pada Negara ...
31/01/2026

Walaupun menjadi Polisi tidak membuat kaya secara materi
Tapi menjadi Polisi menjadikan mu Orang yang Setia Pada Negara dan Pemimpinnya

Karena Setia Pada Negara adalah kebanggaan

09/01/2026

Happy Community 9 Januari 2026

Selamat Hari Raya Natal bagi komandan,  saudara , keluarga besar , dan teman temanku semua yang merayakanSemoga damai Na...
25/12/2025

Selamat Hari Raya Natal bagi komandan, saudara , keluarga besar , dan teman temanku semua yang merayakan
Semoga damai Natal membawa kesehatan, kebahagiaan

Waktu boleh membawa kami pada jalan dan titik yang berbeda,tapi malam ini kami duduk sebangku lagi —mengingat bahwa kami...
01/11/2025

Waktu boleh membawa kami pada jalan dan titik yang berbeda,
tapi malam ini kami duduk sebangku lagi —
mengingat bahwa kami pernah berangkat dari titik yang sama,
dengan semangat yang tak pernah padam. 🔰





Restorative Justice Kepolisian Terbukti Efektif Atasi Kasus Viral Guru Dilaporkan MuridPolisi telah menerapkan restorati...
17/10/2025

Restorative Justice Kepolisian Terbukti Efektif Atasi Kasus Viral Guru Dilaporkan Murid

Polisi telah menerapkan restorative justice sebagai solusi penyelesaian perkara di luar pengadilan, berdasarkan kesepakatan antara korban dan pelaku.
Dalam kasus guru yang dilaporkan muridnya di Lebak, laporan resmi telah dicabut setelah tercapai perdamaian di tingkat Polres.

Harapannya, mekanisme seperti ini dapat terus digunakan untuk melindungi tenaga pendidik dari potensi permasalahan hukum dari peserta didik , sehingga guru dapat fokus pada tugas utama: mendidik dan mentransfer ilmu tanpa rasa takut terhadap laporan hukum dari siswanya.

Bjorka bisa diatasnamakan siapa sajaTapi bukan poin itu fokuskanFokus nya pada pidana Pasal 46 juncto Pasal 30 dan/atau ...
04/10/2025

Bjorka bisa diatasnamakan siapa saja
Tapi bukan poin itu fokuskan

Fokus nya pada pidana Pasal 46 juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 UU Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun penjara.

Siapa pun bebas membuat akun dengan nama apa saja.
Kebebasan di dunia maya tak berarti tak ada batasannya

, ketika akun itu digunakan untuk melanggar hukum,
tak berarti bebas dari tanggung jawab."

MENGHUJAT PENYELAMAT, MENJILAT PENGKHIANAT Bangsa Indonesia seringkali abai pada hal paling mendasar dalam perjalanan se...
20/09/2025

MENGHUJAT PENYELAMAT, MENJILAT PENGKHIANAT

Bangsa Indonesia seringkali abai pada hal paling mendasar dalam perjalanan sejarahnya. Siapa yang benar-benar menjaga agar rumah besar bernama Indonesia tetap berdiri kokoh ketika badai datang.

Tragedi Agustus 2025 adalah salah satu ujian paling berat, di mana riak yang dipancarkan hampir berubah menjadi gelombang besar yang dapat mengguncang legitimasi pemerintahan Presiden Prabowo dan merusak sendi-sendi stabilitas nasional.

Pada saat krusial itulah Polri berdiri di garis depan, membendung arus kekacauan, menjaga agar api kemarahan tidak membakar habis fondasi negara, dan memastikan pemerintahan tetap berjalan tanpa kehilangan kendali.

Namun ironisnya, bangsa ini justru melupakannya dan memilih narasi sempit yang mereduksi peran Polri menjadi sekadar "gagal" dikarenakan ada nyawa melayang.

Tidak ada yang menafikan, tewasnya seorang pengemudi ojek online adalah luka. Sebuah tragedi yang memang tidak seharusnya terjadi. Tetapi apakah sebuah institusi yang menahan keruntuhan negara layak dihakimi hanya dari satu titik peristiwa, sementara ratusan titik berhasil dalam meredam amuk massa diabaikan begitu saja?

Apakah adil jika mengorbankan ribuan anggota Polri yang berjaga siang-malam, yang menghadang provokator hingga mempertaruhkan nyawa, disapu bersih oleh satu narasi bahwa mereka gagal? Di tengah kompleksitas tragedi yang melibatkan dugaan intervensi pihak eksternal, Polri justru dijadikan kambing hitam seolah-olah mereka penyebab, bukan penyelamat.

Lebih menyakitkan lagi, alih-alih mengucapkan terima kasih, justru muncul tuntutan politik yang ingin mengganti Kapolri, bahkan wacana "reformasi Polri" yang berpotensi menempatkan kepolisian di bawah kementerian tertentu.

Ini berpotensi bahaya. Sebab sejarah sudah membuktikan, Polri yang dikungkung di bawah kementerian adalah Polri yang kehilangan independensinya, yang tidak lagi bisa berdiri tegak sebagai pengayom masyarakat, melainkan hanya menjadi kepanjangan tangan politik.

Mereka yang melontarkan wacana tersebut lupa bahwa stabilitas yang mereka nikmati hari ini, pasca tragedi Agustus 2025, berdiri di atas keringat dan darah institusi yang mereka hina.

Bangsa ini perlu berpikir: kepada siapa kita berterima kasih ketika riak tidak menjelma menjadi gelombang besar yang merobohkan pemerintahan sah? Kepada siapa kita berterima kasih ketika keamanan nasional tetap terjaga di tengah hasutan yang berusaha memecah belah? Jawabannya jelas: Polri.

Maka jika bangsa ini memilih mengabaikan pengorbanan itu, bukan hanya Polri yang dilecehkan, melainkan juga martabat negara yang dipertaruhkan. Sudah saatnya Indonesia bersikap jujur pada sejarahnya sendiri. Polri bukan kambing hitam, melainkan perisai terdepan yang memastikan republik ini tetap berdiri.

Maka izinkan satu pertanyaan terakhir menggema di ruang batin bangsa ini: apa jadinya Indonesia tanpa Polri di garis terdepan tragedi Agustus 2025? Apakah pemerintahan Prabowo akan tetap tegak, atau malah runtuh karena provokasi? Apakah rakyat akan bisa kembali bekerja dengan tenang, atau malah terjebak dalam ketakutan tanpa ujung?

Sejarah sudah menjawabnya dengan jelas. Indonesia selamat karena Polri berdiri. Jika bangsa ini menutup mata, menolak memberi apresiasi, dan justru menekan Polri dengan berbagai tuntutan, maka bangsa ini sedang menggali lubang bagi dirinya sendiri.

Kita terlalu murah hati memberi panggung kepada provokator, tapi terlalu pelit memberi hormat kepada penjaga republik. Sudah waktunya bangsa ini berterima kasih, karena tanpa Polri, mungkin yang tersisa hari ini hanyalah puing-puing kehancuran dan ketakutan.

Jakarta, 18 September 2025
Ir. R. Haidar Alwi, MT
Presiden Haidar Alwi Care Dan Haidar Alwi Institute

Kita terlalu murah hati memberi panggung kepada provokator, tapi terlalu pelit memberi hormat kepada penjaga republik.

Address

Kabupaten Karanganyar
Surakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when gede.bayu.dana posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share