07/02/2022
Pelatihan Leveling MOSDM - Begining 2
Produktivitas
Dalam kerangka produktivitas Pelatihan Leveling MOSDM yang diselenggarakan Balatkop UMKM Jateng bekerjasama dengan BLA Indonesia sebagai treaining partner, memberikan bekal pondasi mindset, atittude, pengetahuan, keterampilan dan eksekusi bagi UMKM untuk menata sistem operasi bisnisnya efektif dan efisien.
Produktivitas merupakan faktor yang memberikan kontribusi paling besar (sekitar 70 persen) terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan produktivitas saat ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat, teknologi, dan metodologi.
Produktivitas sejatinya memiliki banyak makna tergantung dari sudut padat orang yang milihatnya. konsumen menganggap bahwa produktivitas berarti bisa mendapatkan barang berkualitas baik dengan harga murah. Sedangkan eksekutif perusahaan menilai, produktivitas adalah nilai tambah kotor dikurangi deprisiasi dari input yang digunakan dalam proses produksi.
Beda lagi makna produktivitas bagi seorang pengusaha, yakni produktivitas berarti biaya produksi berkurang namun keuntungan meningkat. Kemudian dari sudut pandang tenaga kerja, produktivitas berarti memperoleh upah yang lebih tinggi, manfaat yang lebih tinggi, dan lingkungan kerja yang lebih baik.
Produktivitas merupakan perbandingan antara output hasil yang diperoleh dapat berupa barang atau jasa, dengan input seluruh sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output, seperti man power, mesineri, material dan money.
Ada lima cara meningkatkan produktivitas. Pertama tingkatkan output dengan catatan peningkatan yang terjadi harus lebih besar. Kedua, input tetap namun output yang dihasilkan meningkat. Ketiga, turunkan input dengan catatan turunnya output jauh lebih sedikit. Keempat, turunkan input namun output tetap. Dan terakhir, turunkan input namun output yang dihasilkan bertambah. Dari semua itu, yang paling ideal adalah produktivitas meningkat akibat output bertambah namun input berkurang.
Dahulu, peningkatan produktivitas berarti bekerja lebih cepat, lebih keras dan lebih lama. Dengan bekerja seperti itu, berarti output yang dihasilkan lebih banyak. Akibatnya, kesehatan dan keselamatan kerja terabaikan dan mengabaikan sumberdaya atau input lainnya. Namun saat ini, dengan adanya alat, teknologi, dan metodologi peningkatan produktivitas, membuat seseorang dapat bekerja cerdas bukan lagi bekerja keras. Pada hakikatnya, alat, teknologi, dan metodologi peningkatan produktivitas mempengaruhi cara orang bekerja menjadi lebih efisien, efektif, berwawasan lingkungan, dan menghasilkan produk berkualitas.
Alat, teknik dan metode peningkatan produktivitas dapat diterapkan dengan berbagai fokus area untuk diperbaiki. Perbaikan pada produk dapat menggunakan 5S, 7 Waste, Kaizen, 3R, Supply Chain Management, dan lainnya. Untuk perbaikan proses dapat menggunakan Just In Time, 5S, Six Sigma, Kaizen, Green Productivity dan sebagainya. Sedangkan perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi tenaga kerja, dapat menggunakan Lean Management, kerjsama ditempat kerja, social accuntability, 5S, dan 7 Waste. Kemudian untuk perbaikan yang ditujukan pada keseluruhan bidang produksi serta konsumsi barang dan jasa, dapat menggunakan balance scorecard, business excellent, global agriculture practice, dan lainnya.
Pada MOSDM level 1 mulai dikenalkan konsep manajemen operasi dan 5S sebagi pondasi produktivitas.
https://www.youtube.com/watch?v=5qkOyGeLR-U
Pelatihan Leveling MOSDM 2022
Lead by :
BLA INDONESIA
Training Partner & Konsultan Bisnis
Dilakasanakan oleh :
Balatkop UMKM Jawa Tengah
solusi umkm di masa pandemi, produktivitas umkm di indonesia, permasalahan umkm di masa pandemi, cara meningkatkan produktivitas di masa pandemi, produktivitas adalah, umkm adalah,strategi intervensi dalam peningkatan produktivitas, contoh inovasi umkm