Majelis Hukum Dan Ham Pimpinan Wilayah 'aisyiyah Jawa Tengah

Majelis Hukum Dan Ham Pimpinan Wilayah 'aisyiyah Jawa Tengah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Majelis Hukum Dan Ham Pimpinan Wilayah 'aisyiyah Jawa Tengah, Professional Service, Jalan GARUDA MAS NO 18A GONILAN KARTASURA, Surakarta.

Ikut acara kemenpppa
23/02/2022

Ikut acara kemenpppa

Kegiatan mhh minggu kemaren
01/12/2020

Kegiatan mhh minggu kemaren

04/08/2020

Marwah Pejabat Negara

Tertangkapnya buronan Djoko Tjandra memberi nilai positif bagi penegakkan hukum di Indonesia. Kepolisian telah menunjukkan political-will yang baik. Hal yang menarik dari kasus ini justru apa yang terjadi di balik layar. Kenapa pesakitan kakap ini “bersembunyi” leluasa selama 11 tahun? Padahal para teroris begitu mudah tertangkap di negeri ini.

Kata orang, bersembunyi paling aman itu di tempat ramai. Djoko Tjandra hanya satu dari sejumlah buronan yang sampai saat ini belum ditangkap, sebagian besar menurut media hidup bebas di negeri tetangga. Padahal kerugian negara sudah triliunan, yang dapat dipakai biaya pulsa “turah-turah” untuk anak didik kita yang saat ini kesulitan belajar daring di seluruh pelosok akibat pandemi Covid-19.

Buron sekaligus koruptor jumbo sulit tertangkap karena masih terlindungi di negeri ini. Terbukti, ada keterlibatan pegawai dan pejabat negara yang mempermudah sang buron bebas. Dari kemudahan pengurusan KTP sampai surat ijin jalan yang sebenarnya untuk para pejabat. Itulah contoh buruk moralitas oknum pegawai atau pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya demi sesuatu yang menguntungkan dirinya dengan mengorbankan kepentingan negara. Birokrasi mudah dibeli dan diperdaya di negeri ini.

Tentu masih banyak pegawai dan pejabat di negeri ini yang memiliki marwah atau standar moral yang tinggi. Namun terbukti sistem birokrasi mudah dibobol karena para (oknum) aparat atau pejabatnya tidak bertanggungjawab. Pagar makan tanaman. Kenyataan sulit dibedakan antara oknum dan pejabat yang menyalahgunakan jabatannya. Masih tidak cukupkah fasilitas dan jaminan hidup para aparat negara tersebut?

Boleh jadi masih terdapat penyakit budaya birokrasi patrimonial. Aparat pegawai atau pejabat sering lebih menghargai tinggi orang terpandang dan beruang, terutama para pengusaha. Uang menjadi sangat menggiurkan. Akibatnya terdapat perlakuan istimewa, meskipun bertentangan dengan peraturan. Di sinilah titik jebol yang sering dimainkan para koruptor dan perusak sistem bernegara. Kunci utamanya moralitas aparat dan pejabat sebagai aktor di balik sistem.

Ambil contoh penggunaan lahan. Bila untuk kepentingan sosial dari masyarakat atau organisasi kemasyarakatan, sering sulit sekali memperolehnya. Alasannya macam-macam. Namun para pengembang atau broker kakap dengan mudah mendapat lahan tersebut. Silakan cek di setiap daerah, siapa saja penguasa lahan luas di negeri ini, dari yang bernama sampai absente. Contoh ironi ini merupakan bagian kecil dari tersanderanya sistem birokrasi oleh kekuatan uang. Kita tidak tahu nasib penduduk bumiputra dan rakyat kecil, apakah masih bisa punya tanah sempit sekalipun, yang dulu para nenek moyangnya berkorban nyawa untuk kemerdekaan negeri ini.

Karena uang, moral dan sistem mudah dijebol. Rakyat dan negara yang dirugikan. Di sinilah pentingnya mengembalikan marwah berupa standar moral pegawai dan pejabat negara di seluruh lembaga pemerintahan. Secara moral diperlukan basis nilai dalam hidup insan Indonesia, lebih utama para pejabat negara.

Kembali ke soal nilai moral. Manusia indonesia lebih-lebih para pejabat negaranya, memerlukan nilai dasar (basic value) dan nilai perilaku (behavior value) sebagai pusat orientasi tindakan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Agama, Pancasila, serta kebudayaan luhur yang hidup di tubuh bangsa ini lebih dari cukup untuk diaktualisasikan menjadi basis nilai perilaku dan tindakan yang benar, baik, dan pantas. Sebaliknya berintegritas menjauhi yang salah, buruk, dan tidak patut. Etika dan kode etik jabatan menjadi bagian dari nilai perilaku yang harus ditegakkan dan dilembagakan dalam dunia birokrasi Indonesia, lebih dari sekadar motivasi orang berprestasi dan berkarir tinggi.

Selain nilai, diperlukan penegakkan sistem dan hukum yang objektif dalam tatanan good-governance yang tidak mudah dijebol oleh suap dan segala muslihat. Seret ke pengadilan pejabat yang korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan, tidak cukup dengan diberhentikan dari jabatannya. Di negeri jiran, PM Nazib Razak, diadili dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara plus mengembalikan uang negara 210 juta Ringgit atau sekitar 719 miliar Rupiah. Di negeri ini korupsi petinggi negeri harus “dipendem jero”.

Kenapa basis nilai dan sistem di negeri ini sering jebol? Boleh jadi masalahnya kompleks. Sistem harus terus ditegakkan secara objektif. Perilaku moral pun perlu pembiasaan dan dukungan lingkungan. Sebab, kultur dan lingkungan sosial kita sendiri secara manifes tidak terlalu kokoh, meski secara laten sering diklaim linuhung. Kata WS Rendra, budaya kita seperti “kasur tua”, sudah lapuk. Pancasila pun lebih banyak jadi jargon heroik ketimbang perilaku nyata. Malah kini diperumit dengan RUU HIP atau BPIP, yang sejatinya tidak diperlukan. Yang diperlukan justru keteladanan para elite dan pejabat negeri sebagai legasi moral.

Sumber penyimpangan perilaku pejabat negeri itu harus dibersihkan dari hulu. Sejak awal orang niat menjadi pegawai negeri dan pejabat negara mestinya bukan untuk mengejar gelimang materi. Tetapi untuk berbuat yang terbaik bagi kemajuan negara dan menyejahterakan rakyat. Salah niat itulah yang sering menjebak orang pada perilaku korupsi dan ajumumpung kekuasaan. Di situlah awal hilangnya marwah, yakni mutiara moral dan perilaku utama yang semestinya menjadi benteng hidup setiap pejabat negara di negeri Pancasila ini!

Salah satu upaya Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah berdakwah amar ma'ruf nahi munkar adalah m...
25/01/2020

Salah satu upaya Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah berdakwah amar ma'ruf nahi munkar adalah memberikan bantuan hukum bagi masyarakat miskin bekerjasama dengan beberapa Pengadilan Agama, Biro Hukum Provinsi Jawa Tengah dan Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Tengah.

Jalan yang harus ditempuh saudara-saudara kami yang mencari keadilan ini terkadang berliku, jauh dan melelahkan.Tak jara...
19/11/2019

Jalan yang harus ditempuh saudara-saudara kami yang mencari keadilan ini terkadang berliku, jauh dan melelahkan.
Tak jarang membuat kami, sebagai kuasa hukum, konsultan hukum dan paralegalnya kewalahan.
Tapi amanah yang di titipkan di pundak kami adalah sesuatu yang harus kami jaga dan kami tunaikan.
Semampu kami dengan ilmu, ikhtiar dan do'a akan terus kami perjuangkan, agar saudara-saudara kami mendapatkan apa yang menjadi haknya.

Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat senyum yang kembali muncul setelah semua sedih dan kalut yang dialami saudara-saudara kami ini.

Kami adalah bagian dari anak bangsa, yang berharap mampu berbagi ilmu dan tenaga agar bermanfaat bagi anak bangsa yang lain.

Kami hanyalah bagian dari ummat, hamba-hamba ALLOH yang berharap apa yang kami lakukan menjadi amal sholih.
Aamiin

Lomba Role Play Dalam Rangka 1 Abad TK ABA dan Milad 102 tahun 'Aisyiyah.Selamat kepada para pemenang.
16/10/2019

Lomba Role Play Dalam Rangka 1 Abad TK ABA dan Milad 102 tahun 'Aisyiyah.
Selamat kepada para pemenang.

Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa
25/08/2019

Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa

Rakornas Majelis Hukum dan HAM  'Aisyiyah dan Upgrading POSBAKUM 'Aisyiyah
23/08/2019

Rakornas Majelis Hukum dan HAM 'Aisyiyah dan Upgrading POSBAKUM 'Aisyiyah

Alhamdulillah.... Menjelang Idul Fitri tahun ini, kembali bisa melaksanakan kegiatan berbagi sekaligus menunaikan amanah...
02/06/2019

Alhamdulillah....

Menjelang Idul Fitri tahun ini, kembali bisa melaksanakan kegiatan berbagi sekaligus menunaikan amanah yang di titipkan kepada kami.

Semoga tahun depan di pertemukan lagi dengan Ramadhan dan kembali bisa berbagi dengan lebih banyak lagi saudara2 kami.
Aamiin...

Barakalloh...

Dialog Publik. Dalam rangka memperingati Hari Kartini,  yang diadakan oleh RRI Surakarta bekerja sama dengan Majelis Huk...
22/04/2019

Dialog Publik.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang diadakan oleh RRI Surakarta bekerja sama dengan Majelis Hukum dan HAM pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah.

Address

Jalan GARUDA MAS NO 18A GONILAN KARTASURA
Surakarta
57558

Telephone

+6281329750801

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Hukum Dan Ham Pimpinan Wilayah 'aisyiyah Jawa Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Majelis Hukum Dan Ham Pimpinan Wilayah 'aisyiyah Jawa Tengah:

Share