19/03/2024
FAIL TO PLAN = PLAN TO FAIL
Chef itu lebih banyak jadi jendral dibanding jadi manager, makanya para chef lebih aktif di dapur di bandingkan di chef office tuk menjalankan fungsi nya sebagai manager dengan banyak pekerjaan administrasi.
Emang perlu?? Itu pertanyaan yang paling sering diajukan saat training para chef, baik pelatihan personal alias private dan juga pelatihan group chef dari corporate hotel maupun restoran.
Sering ditemukan peralatan memasak atau kitchen equipment yang rusak dan peralatan kerja atau kitchen tools yang sudah hilang tidak diperbaiki dan diganti yang baru, padahal tiap bulan dilakukan penyusutan aset, baik aset kategori capex (equipment) ataupun opex (kitchen tools), karena tidak direncanakan pembelian peralatan pengganti, uang yang sudah dikumpulkan bukannya diserahkan oleh akunting ke chef untuk dibelikan barang baru, akhirnya diserahkan akunting ke owner sebagai keuntungan tambahan
Sering ada temuan seorang chef yang tidak dilibatkan dalam menyusun budget oleh team FB nya, baik FBM maupun FBD nya, sehingga kenaikan pangkat para cook yang diinginkan tidak bisa terwujud, dengan alasan gak ada budget dan ini sering disalah artikan oleh chef sebagai perusahaan tidak punya dana buat kenaikan pangkat yang berakibat kenaikan pengeluaran gaji karyawan, padahal ketika ditanya FBM & FBD nya, ternyata memang tidak dimasukkan kenaikan gaji karyawan dalam budget yang diajukan tahun sebelumnya.
Banyak juga chef yang kurang dilibatkan dalam perencanaan program promosi di departemen FB, sehingga gagal melakukan promosi makanan dan segala pendukungnya, sehingga ketika ada festival seperti lebaran dan ingin membuat beduk atau dekorasi dari coklat, tidak mendapatkan dukungan dalam pengadaan bahan bakunya, sehingga ketika mengajukan anggaran dekorasi di tolak, padahal pihak supplier bisa membantu menyediakan bahan baku seperti coklat dsb, asal sudah diajukan dari tahun sebelumnya.
Belum lagi rencana kerja seorang chef, yang dulu ditulis di white board di chef office yang berisi jadwal bulanan dan mingguan serta daftar things to do setiap hari nya. Agar apa yang ingin di capai bisa diselesaikan tepat waktu, selain memudahkan saat berbagi tugas dengan para sous chef nya.
Untuk itu sering kali pelatihan ini diambil oleh para chef yang belajar otodidak karena tidak banyak perusahaan yang memberikan pelatihan management bagi para atasan agar bisa menjalankan tugas dengan baik.