16/10/2023
Perusahaan Siagakan 29 Unit Water Tank dan Tambah Sumber Air
Saat ini, suatu tantangan besar bagi kita untuk bersama sama menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Berbagai pihak masing masing berupaya untuk mengatasi dan mencari solusi agar dampak kondisi tidak semakin meluas dan berbahaya. Selain pemerintah yang memang memiliki pernanan besar, dan tanggung jawab mengatasi permaslahan yang terjadi, bersama sama juga bisa melibatkan banyak pihak yang salah satunya adalah perusahaan.
Peran perusahaan menjadi bagian penting ikut dalam mengatasi permasalahan akibat dari kemaru saat ini. Debu, asap serta minimnya sumber air menjadi dampak yang paling terlihat dan terasa di masyarakat. Untuk itu, langkah kongkrit serta strategi harus dilakukan agar tekanan kondisi saat ini bisa sedikit terbantu dan segera teratasi.
Dikatakan Yayan Suhendri selaku External Relation Manager PT Servo Lintas Raya dan PT Swarna Dwipa Dermaga Jaya, meskipun hal tersebut juga berdampak pada kegiatan operasional pada perusahaan perusahaan di bawah naungan TITAN GROUP, perusahaan tentu sudah siap untuk menghadapi kondisi tersebut sejak Bulan Juli 2023, karena tanda-tanda dari kondisi alam ini sudah mulai terlihat sejak Bulan Juli 2023 tersebut.
“Langkah yang kami lakukan adalah, mulai dari pencarian vendor yang menyewakan water truck (WT), penambahan sumber air (waterfill), penambahan dust supression system (DSS), pemesanan tambahan chemical, hingga mempersiapkan fasilitas pengobatan gratis kepada warga sekitar,” ujarnya.
Sementara,lanjut Yayan, penerapan dilapangan untuk mengantisipasi debu di sepanjang jalan hauling, yakni sudah disiagakan sebanyak 29 unit WT yang beroperasi. “Artinya dalam setiap 4 KM ada 1 unit WT yang mengcover dampak debu dijalan hauling. Untuk sumber air nya, telah ditambahkan 5 titik waterfill,”tambahnya.
Dijelaskannya, untuk di area stockpile IS 107, IS 36 dan Port, ada tambahan masing-masing 1 WT di tiap lokasi, sehingga saat ini setiap stockpile dicover masing-masing oleh 3 WT yang dilengkapi selang dan water cannon serta mist cannon. Selain itu, setiap kali truk dimuat (loading), vessel truk tersebut ditembak dengan water cannon sehingga harapannya saat truk tersebut berjalan, tidak menambah dampak debu dijalan.
Sedangkan untuk penanganan swabakar sendiri, WT yang berada distockpile diberi tambahan chemical untuk pemadaman api supaya api yang terjadi di tumpukan stockpile tidak meluas dan tidak mengurangi kualitas batubara. Begitupun disetiap fasilitas crusher dan BLC titik dust suppression system (DSS) nya ditambahkan titik penyiraman dan air yang digunakanpun telah ditambahkan chemical juga sehingga tetap menjaga kualitas batubara milik customer.
“Tidak hanya debu dan asap, hal lain yang terdampak yaitu ketinggian air Sungai Musi yang menurun drastis dimana Port SDJ berada ikut menurun. Akibatnya muatan tongkang harus di sesuaikan untuk mengimbangi ketinggian air Sungai agar tongkang sudah muat tidak kandas. Adapun hal rutin dilakukan yaitu, melakukan dredging di area jetty serta pemantauan area alur sungai yang rawan kandas,” tukasnya.
Selain berdampak langsung di aktivitas produksi, lanjut yayan, kondisi panas ekstrim ini berdampak pada lahan warga di sepanjang jalan hauling. Akibat kondisi kering seperti saat ini banyak lahan warga terbakar. ”WT yang kita miliki ikut membantu memadamkan api agar tidak menimbulkan dampak kebakaran yang meluas sehingga memperburuk kondisi saat ini. PT SLR, PT SDJ serta Dinas Pemadam sekitar bekerja sama untuk memadamkan api yang terjadi disepanjang jalan hauling. Walaupun sudah banyak hal dilakukan seperti diatas, namun ada kalanya alam tetap tidak dapat dilawan,” pungkasnya.
PT SLR dan PT SDJ selalu berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. PT SLR dan PT SDJ telah menyediakan fasilitas pengobatan gratis untuk masyarakat yang harapannya dengan fasilitas tersebut dapat sedikit membantu menjaga kesehatan warga sekitar yang terdampak kondisi panas ekstrim saat ini.