16/08/2021
Setiap wanita, istri dan ibu pasti ingin menyajikan yang terbaik. Selalu ada cinta di setiap masakan atau kue buatannya. Namun kadang, namanya juga manusia, tidak semua masakan ibu atau istri terasa enak di lidah. Kadang keasinan, kadang hambar dan sebagainya. Tapi percayalah, itu semua bukan disengaja. Mungkin istri atau ibu Anda lelah, tidak konsentrasi karena ada masalah dan sebagainya.
Hatinya akan terluka..
Maka pikirkan bagaimana perasaan istri atau ibu Anda ketika Anda dengan santainya mengatakan, "Duh masakannya nggak enak, keasian," lalu Anda tidak menghabiskan masakan yang sudah dibuatkan.
Tahukah Anda, ada hati yang menangis karena kalimat itu. Mungkin maksud Anda baik, berkata jujur. Namun percayalah, tidak ada istri atau ibu yang sengaja masak keasinan, hambar, terlalu pedas atau rasa tidak enak lainnya. Saat Anda protes rasa masakan tidak enak, seorang istri dan ibu sangat jarang protes tangannya kena minyak panas atau seberapa pedas cabai mengenai tangannya.
Kalaupun hasil masakan ibu atau istri tidak sesuai harapan, tetaplah tersenyum dan nikmati masakannya (walau rasa tidak karuan tapi masih layak dimakan bukan?). Lalu bisikkan kata-kata yang manis, "Bunda terima kasih masakannya, kalau rasanya sedikit lebih berbumbu, pasti rasanya lebih sip lagi," maka lihatlah senyum di bibirnya, beliau pasti lebih bersemangat memasak lebih enak.
Semoga tulisan ini berguna agar Anda tidak mudah memprotes masakan ibu atau istri.