Pada Zamannya - Vintage Consultant

Pada Zamannya - Vintage Consultant Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pada Zamannya - Vintage Consultant, Consulting Agency, Jalan Inpres XI No 33 Larangan Selatan Ciledug, Tangerang.

SEWA BARANG ANTIK/ DISEWAKAN / PENYEWAAN PROPERTI ANTIK / JADUL / TEMPO DOELOE / VINTAGE/ FOR RENT  untuk properti  Phot...
26/11/2018

SEWA BARANG ANTIK/ DISEWAKAN / PENYEWAAN PROPERTI ANTIK / JADUL / TEMPO DOELOE / VINTAGE/ FOR RENT

untuk properti Photobooth acara-acara seperti : Gathering ( keluarga, perusahaan, swasta, pemerintah, komunitas) , wedding, seminar, bazar, pameran, expo.

Spesialis tema jadul, tempo doeloe, vintage, retro.

WA : 08164847028
Kontak : 085921512055
@ Ciledug, Indonesia

Vintage Recycle : PERABOTAN RUMAH TANGGA RUSAK, DIBUANG SAYANG Punya perabotan rumah tangga yang rusak? Jangan dibuang. ...
06/08/2018

Vintage Recycle :

PERABOTAN RUMAH TANGGA RUSAK,
DIBUANG SAYANG

Punya perabotan rumah tangga yang rusak? Jangan dibuang. Jadikan ceret, panci, dandang, atau ember , atau apa saja menjadi lampu-lampu bergaya vintage industrial.

Supaya gak berkesan jijik atau kotor perabotan tersebut dicat dengan warna tembaga atau warna yang Anda s**a.

Pasang kabel, colokan, fitting bohlam, dengan bohlam LED bergaya lampu pijar industri bisa Edison, Hannoch, Filamen, atau Krisbow. Tampilan akan beda. Selamat mencoba.

Daniel Supriyono
Vintage & recycle enthusiast







Foto-foto : berbagai sumber

KALENG ROMBENG JUGA HARTA KARUN Perabotan bahan kaleng yang biasanya berbahan enamel rada mirip dalam kelompok barang vi...
01/08/2018

KALENG ROMBENG JUGA HARTA KARUN

Perabotan bahan kaleng yang biasanya berbahan enamel rada mirip dalam kelompok barang vintage dengan kaleng-kaleng bekas kemasan seperti biskuit, permen, susu, kopi, teh, coklat dan sebagainya. Walau cara pembuatannya berbeda satu dengan yang lain.

Bagi sebagian orang perabotan enamel atau kaleng adalah sampah jika sudah tidak terpakai. Dibuang saja, toh besok bisa beli lagi.

Namun bagi sebagian orang yang lain, kaleng rombeng adalah harta karun yang masih punya nilai. Paling tidak nilai fungsinya. Fakta nya banyak kok orang yang masih menyimpan kaleng bekas biskuit Kong Guan sebagai wadah rengginang.

Kaleng rombeng tidak cuma berbentuk kaleng saja, ada juga yang berbentuk mug, piring, lepek (piring kecil), teko besar atau kecil, nampan, ember, baskom, penyiram tanaman, atau poster promo.

Jika barang-barang tersebut dalam kondisi rusak, entah bolong atau karatan itu adalah sampah, bagi mereka yang tidak s**a.
Tapi bagi yang s**a, semakin pudar dan berkarat, kaleng rombeng punya pesona tersendiri.

Apalagi dengan desain yang unik, vintage, kualitas cat yang bagus, bahan kaleng yang tebal, dan brand tersebut sudah langka di pasaran.

Zaman now kaleng rombeng bekas atau tua masih jadi incaran para pemilik rumah makan, restoran, kafe, kedai kopi, resor, hotel dsb sebagai properti etalase tempat usaha mereka.

Sejak Indonesia merdeka, perabotan rumah tangga yang beredar adalah produk kaleng ( enamel) yang dibuat di Tiongkok. Perabotan makan atau minum bermotif burik hijau ( blirik) salah satu contoh yang legend di masyarakat hingga kini. Bekasnya pun tetap dicari.

Era kolonial Belanda, promo produk rokok menggunakan bahan kaleng yang dilapisi enamel dalam ukuran yang besar, salah satu poster promo produk rokok yang hingga kini masih jadi incaran para kolektor barang antik adalah poster enamel Rokok Priyayi ( Roko Prijaji ).

Poster enamel ini dibuat secara manual dalam ukuran besar dan saat itu dipajang di tembok-tembok jalan di setiap kota.

( mungkin zaman itu poster enamel tersebut adalah poster biasa yang mirip poster digital printing di zaman now. Jadi zaman itu gak ada tangan- tangan jahil yang mengutilnya . Padahal poster Rokok Priyayi kini harga nya sudah jutaan ).

Jadi jika Anda di rumah masih punya perabotan kaleng rombeng, mohon dipilah-pilah terlebih dahulu sebelum dibuang, karena kaleng rombeng adalah harta karun yang lumayan tinggi nilainya. Dan saya pernah membuktikannya.

Daniel Supriyono

Vintage & Recycle Enthusiast

VINTAGE (INTERIOR/ DEKOR) YANG DISUKAI BANYAK ORANGTidak semua orang s**a barang vintage/antik/ jadul. Istri saya juga t...
01/08/2018

VINTAGE (INTERIOR/ DEKOR)
YANG DISUKAI BANYAK ORANG

Tidak semua orang s**a barang vintage/antik/ jadul. Istri saya juga tidak s**a. Apalagi yang pernik-pernik atau printilan. Kesannya barang bekas, barang rongsok, barang bekas pakai orang, katanya. (Lha emang iya, ha ha ha ha).

Apalagi jika barang vintage ini berhubungan dengan perabotan makan minum. Iiih geli, masih kata istri saya. Mending beli barang baru.

Jadi di rumah saya, barang vintage yang printilan-printilan tadi harus enyah dari dalam rumah. Untuk itu saya hanya menaruhnya di gudang atau di rak yang ada di teras. Naruhnya juga ngasal campur aduk bertumpuk-tumpuk dengan barang lain.

Tapi, ada tapinya lho. Jika barang vintage yang berhubungan dengan interior atau dekor, istri saya pasti s**a. Asal sudah difinishing. Padahal waktu belum difinishing ujudnya amit-amit. Gak tega untuk dipegang. Kotor dan berkarat. Contoh salah satunya produk vintage saya berupa meja ex mesin jahit lawas. Terutama yang merek langka seperti pfaff, singer yang model laba-laba.

Setelah difinishing oleh tukang finishing langganan, hasil akhirnya terlihat aduhai. Banyak yang naksir dan akhirnya beli. Beberapa produk meja ex mesin jahit sudah dikirim ke sejumlah pembeli. Umumnya di kawasan Jabodetabek dan ada satu unit yang dikirim ke Bandung.

Barang vintage yang berhubungan dengan interior atau dekor biasanya " bisa masuk" ke semua jenis interior. Baik interior minimalis atau maksimalis yang ragam warna dan asesories. Artinya bisa diterima oleh banyak kalangan.

Umumnya barang vintage yang berhubungan dengan interior digunakan sebagai aksen atau jeda. Memberi kesan klasik di tengah mood warna atau motif yang minimalis. Atau sebagai jeda di tengah interior yang ragam pernik.

Jadi kaki mesin jahit sebagai limbah rumah tangga memang masih punya banyak kegunaan.

Daniel Supriyono

Vintage & Recycle Enthusiast

Foto-foto : Daniel Supriyono / produk meja ex mesin jahit sudah SOLD OUT.

Foto terakhir di kediaman Kel. Ibu Vivin Ramlan

TIN TOYS ATAWA MAINAN KALENG Tin toys atau mainan kaleng pernah jadi trend di Indonesia sekitar era 1960-1980an. Umumnya...
01/08/2018

TIN TOYS ATAWA MAINAN KALENG

Tin toys atau mainan kaleng pernah jadi trend di Indonesia sekitar era 1960-1980an. Umumnya saat itu mainan kaleng produksi Jepang dan Tiongkok yang beredar di pasaran.
Baik mainan kaleng yang digerakkan secara mekanis atau gabungan mekanis elektronik.

Mainan kaleng sendiri punya sejarah yang cukup panjang. Dimulai pada abad ke-19 di daratan Jerman. Mainan yang terbuat dari lembaran tipis dari baja berlapis dengan timah sehingga disebut dengan tinplate ini adalah mainan yang dibuat untuk menggantikan mainan sebelumnya yang dibuat dari bahan kayu atau kain.

Mainan tinpalte atau tin toy ini awalnya dibuat dengan cara manual atau bisa dikategorikan kerajinan, bukan pabrikan. Lembaran tinplate digetok pada kayu yang telah dibentuk sesuai ujud yang diinginkan. Itulah teknologi atau cara membuat tin toys pada tahun 1850an di Jerman. Agar bisa bergerak, ada unsur "teknologi" mekanis yakni pegas yang diputar sebagai tenaga gerak.

Pada akhir tahun 1880an offset lithography mulai digunakan untuk mencetak desain pada tinplate. Jerman adalah produsen utama mainan tinplate di dunia sampai dengan awal abad ke-20. Para produsen Jerman yang paling terkenal dari mainan tinplate adalah Ernst Paul Lehmann.

Lalu Prancis dan Inggris ikut bergabung untuk membuat mainan kaleng setelah Jerman. Amerika tak mau kalah, juga membuat mainan kaleng pada awal abad ke-20 pada saat tambang biji timah dibuka di Illinois.

Perusahaan paling sukses di Amerika dari tahun 1920an s/d 1960an adalah Louis Marx & Co. Marx menghasilkan sejumlah besar desain dan tergantung pada volume penjualan yang besar untuk menjaga harga sesuai keinginan pasar.

Mainan kaleng dihentikan produksinya selama Perang Dunia II, karena kebutuhan bahan baku besi baja, plat atau kaleng untuk memenuhi produksi persenjataan perang.

Setelah Perang Dunia II usai, mainan kaleng dalam jumlah besar justru diproduksi di Jepang. Di bawah pengawasan Marshall Plan produsen di Jepang diberikan hak untuk melanjutkan produksi. Jepang menjadi kekuatan manufaktur mainan kaleng hingga akhir tahun 1950an. Kualitas mainan kaleng buatan Jepang tergolong tinggi. Tentu dengan harga yang lumayan mahal untuk saat itu.

Pada tahun 1960 peraturan keselamatan dan keamanan untuk mainan mulai diberlakukan, karena mainan kaleng saat itu belum cukup aman sebagai mainan khususnya untuk anak-anak.

Sehingga produksi mainan kaleng dihentikan dan diganti dengan mainan yang dibuat dari bahan yang aman dan murah, yaitu bahan plastik.

Tiongkok kemudian mengambil alih produksi mainan kaleng terkemuka saat itu hingga berlangsung lama lebih dari satu dasawarsa.

Sejarah yang mengejutkan mengenai harga mainan kaleng terjadi pada saat di bursa barang-barang seni dan mainan antik, James D. Julia, Amerika Serikat pada bulan Juli lalu, sebuah mainan lawas berbahan baku lempengan timah atau tin toy terjual seharga US$ 161.000 atau setara Rp. 1,45 miliar.

Malcolm Deisenroth, seorang kolektor mainan tin toy, berhasil mencatatkan koleksinya sebagai mainan dengan harga termahal. Koleksi mainan kuno buatan Althof Bergmann itu berwujud Santa Claus yang sedang menaiki kereta dan ditarik oleh dua ekor kambing.

Karena punya sejarah panjang, mainan kaleng atau tin toys kerap menjadi ikon atau gimmick-gimmick dalam film horor produksi Hollywood.

Masihkah Anda menyimpan mainan kaleng era 1970an atau 1980an ?


Daniel Supriyono
Vintage & recycle enthusiast

( bahan-bahan dari berbagai sumber )

Address

Jalan Inpres XI No 33 Larangan Selatan Ciledug
Tangerang
15154

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pada Zamannya - Vintage Consultant posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share