03/09/2020
Meskipun jarang diketahui banyak orang, ternyata ada loh orang yang melakukan s*x saat tidur. Berikut penjelasannya
Sexsomnia pertama kali diidentifikasi pada tahun 1996 oleh tiga peneliti yaitu: Dr. Colin Shapiro, Dr. Nik Trajanovic, dan Dr. Paul Fedoroff. Sexsomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan seseorang layaknya sedang melakukan aktivitas seksual seperti sedang tersadar
Orang yang menderita kondisi ini biasanya bereaksi seperti mengerang/mendesah, menggerak-gerakan pinggul, meraba-raba, foreplay, mastrubasi atau bisa jadi melakukan senggama sungguhan dengan pasangan tapi dalam keadaan tertidur
Kondisi ini termasuk dalam jenis parasomnia, kelainan perilaku yang terjadi pada saat sistem tubuh yang sedang beristirahat, ini belum banyak disadari oleh masyarakat umum. Saat ini para dokter pun masih mengkaji dan melakukan riset untuk mengetahui pemicu dan cara menanggulanginya.
Menurut studi dalam jurnal Sleep tahun 2017, Pria lebih mungkin mengalami s*xsomnia dibandingkan wanita. Hanya saja belum ada studi yang memastikan berapa banyak orang yang mengidap kelainan ini
Namun Situs Everyday Health pernah mencatat, ada 7,6 persen dari 832 pasien di bangsal penyakit tidur di Toronto Western Hospital, Kanada, yang mengidap s*xsomnia.
Studi lain dalam Current Opinion In Pulmonary Medicine 2016 menyebutkan s*xsomnia pada pria membuat mereka lebih mungkin untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan, sedangkan pada Wanita membuat mereka cenderung matrubasi.
Orang yang kelelahan, terutama akibat kurang tidur dan terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa memicu s*xsomnia. Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine pada 2017, sebanyak 91,7% responden yang sering mengigau saat tidur memang seorang peminum berat.
Faktor genetik pun berperan di sini. Bahkan, depresi, kecemasan, serta jarang melakukan aktivitas seksual di kehidupan sehari-hari juga memengaruhi frekuensi seseorang untuk mengalami s*xsomnia.