10/06/2018
PayTren diapresiasi oleh Presiden. Menjadi tantangan buat keluarga PayTren, tuk membuktikan bahwa PayTren layak menjadi National Champion, dan bahkan Global Champion. Caranya dengan terus mendoakan PayTren. Bukan hanya dengan memakai dan keberpihakan.
Btw, doain selalu para umaro. Para pemimpin. Dan doain para ulama. Malah saya trmasuk yang menyenangi mendoakan semua komponen bangsa, dengan menyebut satu demi satu. Misal, petani2nya, nelayan2nya, pekerja2 di semua sektor; pemerintahan dan swasta. Para medisnya. Tentaranya. Polisinya. Pelajar, mahasiswa mahasiswi, guru2, dosen2, dan lain sebagainya. Bahkan para penganggurannya, penjahatnya, begal2nya, pelacur2nya, koruptor2nya, perampok2nya, pencuri2nya. Dan semua sektornya. Saya buat daftar. Dan kemudian doa dan mendoakan. .
Jika saya punya keluhan, jika kita punya keluhan, maka sebaik2 tulisan dan ucapan, adalah doa. Apalagi ttg pemerintah kita, ulama2 kita, dkk sebangsa dan setanah air. Keluhan itu mending jadi doa. Spy dlm keluhan, tetap ada kebaikan, dan menjadi keberkahan. Bukan keluhan yang kemudian malah menjadikan lbh panjang lagi daftar keluhan itu. Sbb keluhan demi keluhan, akan menjadi penyakit dan dosa baru bagi kita. Yang karenanya, pasti membuahkan keluhan keluhan yang lain.
Mau contoh? Penyakit. Jika kita mengeluh thd penyakit, maka ia akan hanya menambah penyakit itu. Sebab kepikiran dan mikirin, yang konsen ke rasa sakit dan penyakit. Apalagi keluhan akan satu hal, atau terhadap satu hal, akan mendatangkan keluhan2 yang lain. "Mana pas sakit ini, pas ga ada duit...". "Udah sakit, banyak utang p**a." "Sakit ini, bikin saya ga bisa ngapa2in."
Makin dilayani keluhan itu, makin panjang daftarnya keluhan itu. Dan apalagi jika bertemu dengan pengeluh2 yg lain. Bertambah2lah jadinya.
Maka begitu juga thd negeri ini. Dengan segala apa yang trjadi di atas dan di dalam negeri ini. Lebih baik wujud keluhannya adalah doa. Syukur2 wujud keluhannya adalah semangat solutif. Bukan kemudian malah jadi bagian dari masalah.
Tanbah cakep. Bila ada aksi nyata. Tp aksi nyata, beda dg keluhan dan mengeluh. Ada mengandung kepositifan. Ga ada cerita kenegatifan juga.
Reposted dari ig UYM