22/11/2021
Dendrobium compressum adalah spesies tumbuhan yang tergolong ke dalam famili Orchidaceae. Spesies ini juga merupakan bagian dari ordo Asparagales. Spesies Dendrobium compressum sendiri merupakan bagian dari genus Dendrobium.
Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem pada mulanya diterbitkan oleh Jhon Lindey sebagai Dendrobium compressum Lindl. tahun 1842.
Anggrek ini dalam sejarahanya, berpuluh-puluh tahun didiagnosis salah oleh banyak orang sebagai Eurycaulis lamellatus (Blume) M.A.Clem. & D.L.Jones, 2003(Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl., 1830).
Publikasi yang dibuat Heinrich Gustav Reichenbach banyak diikuti orang kala itu sehingga bertahun-tahun banyak yang menggantikan nama Dendrobium compressum Lindl. menjadi Dendrobium lamellatum (Blume) Lindley. Karena itu bila kita melihat cited dari nama Dendrobium lamellatum kita akan menemukan dua nama di belakang anggrek tersebut yaitu nama Blume dan Lindley yang di tulis bersama sebagai Dendrobium lamellatum (Blume) Lindl., 1830, oleh karena Lindley yang mentransfer Onychium lamellatum Blume, 1825 ke genus Dendrobium.
Pada tahun 2003 nama Dendrobium compressum mulai bangkit dalam dunia anggrek. Penyebabnya adalah nama anggrek ini ditransfer ke genus baru menjadi Eurycaulis compressus (Lindl.) M.A.Clem.di tahun 2003 di Jurnal Botani Telopea asal negeri Kangguru. . Sedangkan Dendrobium lamellatum ditransfer terlebih dahulu,
1 tahun sebelumnya di Jurnal Orchadian. [Australasian Native Orchid Society]. Sydney, Australia tahun 2002. Jurnal Telopea dan Orchadian menjadi sangat fenomenal dan sangat terkenal di dunia oleh karena publikasi genus-genus baru sejak awal tahun 2000. Ditransfernya dua nama ini mengindikasikan adanya dukungan dari opini Seidenfaden dimasa lalu, bahwa dua species ini berbeda.
Di Indonesia, minimnya para penghobby anggrek dalam mengikuti perkembangan dunia taksonomi, membuat sosialisasi revisi menjadi sulit.
Mereka menolak dan enggan menerima nama-nama genus baru, oleh karena berpuluh puluh tahun mereka akrab dengan nama-nama yang dipakai oleh sistem takson sebelumnya yang membagi genus Dendrobium berdasarkan seksion-seksion.
Ini disebabkan kakunya dunia taksonomi kita (Indonesia) kala itu yang kebanyakan hanya mengacu ke data base KEW. KEW kala itu masih meletakan Dendrobium lamellatum sebagai sinonim dari Dendrobium compressum.
Bulan Juni tahun 2012, data base Kew melakukan editing data. Dua species anggrek ini akhirnya terlihat data base KEW sebagai species berbeda. Jadi tak ada alasan lagi bila penganggrek Indonesia menolak melabel tanaman ini sebagai Dendrobium compressum Lindl.