25/05/2018
*Heboh Masalah Agama?*
*Agama seharusnya jadi sarana mengenal Tuhan dan meninggikan akhlak agar manusia bisa lepas dari dunia hewan dan bekerjasama dengan akal-budi dan hati-nurani*
Kita tidak meragukan adanya Tuhan.
Sekali lagi, kita tidak ragu adanya Tuhan Sang Pencipta!
Yang jadi pertanyaan: "Apakah wahyu-wahyu itu benar datang dari Tuhan?"
Aneh rasanya kalau Tuhan memilih berkomunikasi dengan 7 milyar manusia yang hidup hari ini dengan cara berbisik pada satu orang manusia yang hidup ribuan tahun yang lalu.
Apalagi kejadiannya sudah sangat lama dan semua dasarnya hanya dari: "saya dengar SI anu berkata, saya dengar si anu berkata"
Boleh-boleh saja percaya itu, tetapi jangan paksa yang lain untuk ikut! Apalagi menuntut kita menyerahkan satu-satunya hidup untuk hal itu.
Perhatikan!
Dalam masalah agama, kita hanya "memilih untuk percaya" itu dari Tuhan. Sekali lagi itu "pilihan-bebas" yang ada batasnya. Jangan dijejalkan dan dipaksakan kepada orang lain. Nikmatilah keindahannya dan jadikan itu untuk menentramkan hati dan meninggikan akhlak.
Kita menerima agama karena melihat ada manfaat disana. Apakah betul dari Tuhan atau tidak, saya, dan saya rasa juga tidak ada seorang pun yang tahu dengan pasti. Meskipun itu juga bukan produk manusia dimasa lalu. Banyak sekali informasi yang hanya bisa difahami oleh orang-orang berpengetahuan dimasa ini.
Setelah kita memilih untuk percaya, selanjutnya kita melakukan ritual yang berfungsi sebagai "self hypnosis" yaitu mengulang-ulang apa yang kita percaya setiap hari, bahkan setiap waktu agar terasa sebagai sebuah kebenaran mutlak. Sebuah usaha pemantapan kepercayaan/iman.
Lagi-lagi, pertanyaannya adalah dari mana kita tahu bahwa aturan-aturan itu benar-benar dari Tuhan?
Dengan tebukanya ilmu pengetahuan tentang jagad raya, terbuka kemungkinan agama itu adalah hasil interaksi antara manusia kuno dengan para "astronaut dari planet lain" yang datang ke Bumi dimasa lalu. Para astronaut yang sering berdatangan untuk mrngeksplorasi bumi.
Bisa juga para astronaut ini menculik dan mengoperasi seorang manusia dan memasang semacam alat untuk komunikasi didalam diri orang itu. Alat komunikasi yang langsung di "implant" dalam badan. Selanjutnya mereka bisa memonitor dan berkomunikasi secara langsung dari tempat yang jauh tanpa perlu hadir lagi.
Kita juga pernah dengar seseorang yang dibawa kedalam perut ikan dan hidup selama 40 hari, apakah itu tidak mungkin sebenarnya adalah sejenis kapal selam yang gunakan oleh para astronaut pendatang untuk melakukan survey di kedalaman laut?
Sebuah teknologi kapal selam yang tidak difahami oleh orang disaat itu, sehingga dikatakan sebagai "ikan besar" karena bisa bergerak sendiri.
Mereka, para astronaut ini, memberi bimbingan pada manusia untuk membangun landasan kerjasama. Sehingga manusia sebagai makhluk ber kecerdasan berkembang seperti mereka. Manusia bisa saling membantu dan membangun peradaban. Caranya: *diyakinkan dahulu bahwa hidup ini bukan segalanya, "semua keserakahan manusia diarahkan keluar dari kehidupan" yang serba terbatas ini*.
Manusia diberi rangkaian "janji dan ancaman" agar mau mentaati landasan kerja-sama itu (agama). Bila landasan kerja sama di lakukan maka ummatnya akan mudah maju. Lebih mudah mereka bekerja sama dan saling bertukar informasi dan pengalaman. Dari situlah bisa dibangun peradaban manusia.
Apa iya sih, untuk berkomunikasi dengan 7 milyar manusia yang hidup dihari ini, Tuhan yang maha hebat memilih berbisik-bisik dengan "satu orang" yang hidup ribuan tahun yang lalu?
Ingat, Alam semesta semesta sudah berusia 13.6 milyar tahun sebelum wahyu-wahyu itu datang.
Semua agama dimulai dari "pertemuan seseorang dengan pendatang dari langit" yang dikatakan sebagai dewa-dewa atau malaikat.
Dan.... Tempat kejadiannya juga selalu di daerah "terbuka" (padang pasir) atau dataran tinggi, bukit, dll. Bukan dihutan dipedalaman Afrika atau Kalimantan atau Sumatra.
Apalagi bila diingat, ada utusan yang dibunuh beramai-ramai oleh manusia dan Tuhan tidak datang membela utusan itu pada saatnya? (mungkin saat itu mereka sedang berada ditempat lain?).
Apakah Tuhan perlu menyamar jadi api unggun untuk berkomunikasi dengan manusia?
Tuhan yang sesungguhnya akan jauh lebih efffektif berkomunikasi dengan kita semua, seluruh ummat manusia dan hewan langsung melalui hati dan fikiran kita semua. Tanpa perlu perantara siapapun dan tanpa dibatasi waktu. Konsep agama sekarang, seaakan-ajan Tuhan sudah tidak berhak lagi berkomunikasi dengan ummat manusia. Sebuah konsep untuk mendominasi kebenaran.
Lihatlah sekeliliimg!!!
Tuhan yang sesungguhnya terus mengirimkan ribuan informasi yang dikirim melalui semua peristiwa alam dan peristiwa sosial yang terjadi disekitar kita.
Hikmah-hikmah itu terus menerus berdatangan. Tangkap dan diskusikan dengan orang berakal dan berhati nurani yang lain agar bisa diperoleh hikmah yang lengkap dan lebih tepat. Terus pertanyakan lagi apa yang sudah difahami agar terus bisa diasah lebih mendekati kebenaran.
Satu lagi pertanyaan, mengapa banyak sekali orang-orang beragama "tidak lebih baik" dan "tidak lebih bermanfaat" bagi kehidupan dari yang tidak beraagama?.
Tidak lebih sehat, tidak lebih panjang umur, tidak lebih bersih, tidak lebih sabar (malahan sebaliknya lebih mudah marah), tidak lebih jujur, tidak lebih produktif dan tidak terlihat lebih berbahagia. Doa-doa mereka juga tidak lebih terkabul?
Mereka "tidak terlihat lebih berbahagia dengan senyum dan keramah-tamahan nya". Wajahnya sering bengis dan mudah sekali meledak kemarahannya. Tidak lebih jujur dan lebih siap menolong.
Tidak salah ada istilah, *"Agama yang tidak difahami dengan baik dapat mencetak orang-orang yang "bodoh dan kejam"*.
Kitab suci yang digunakan untuk bersumpah oleh para pejabat mereka juga tidak memberi akibat apa-apa bila sumpahnya dilanggar?
Jawaban yang saya terima, Selalu: "jangan lihat orangnya, lihat ajarannya!"
Pertanyaan selanjutnya, apa manfaat ajaran yang tidak bisa merubah kelakuan manusia menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat? Apakah itu sesuai untuk manusia?
Coba baca Jehezkiel di Perjanjian Lama, (kalau tidak salah di Islam dikatakan Zulkifli), terlihat dia berbicara dengan seseorang yang datang dari langit dengan kendaraan yang bersuara gemuruh seperti air terjun dan diselubungi asap.
Apakah itu bukan sebuah kendaraan bermesin jet?
Kita sering mendapatkan bagian dari kitab suci yang ditulis ribuan tahun yang lalu yang mengandung informasi yang hanya bisa difahami oleh manusia diabad ini saja.
Adanya peninggalan bangunan-bangunan hebat dimasa lalu yang mustahil dibuat dengan tangan dan pahat oleh manusia kuno dimasa lalu. Salah satu bangunan yang paling menakjubkan adalah *"Puma Punku"* dimana bangunan dari batu granit didataran tinggi, jauh dari sumber air, batu-batunya sekitar 40 ton dan terbuat dari batu granit yang sangat keras dipotong dengan bentuk geometri yang sangatrumit dan.... Bisa saling interlocking (mengunci) dengan sempurna. Mustahil dipotong dengan menggunakan pahat. Hanya bisa dibuat dengan sinar laser atau yang lebih canggih lagi.
Saya yakin sekali ajaran-ajaran mereka bagus untuk membangun kehidupan manusia, dimana syarat utamanya adalah pengendalian hawa nafsu dan perlunya kehidupan berkeluarga. Itulah sebabnya perlu diberi janji Syurga bagi yang melakukan dan diancam Neraka bagi yang melanggar. Tujuan janji dan ancaman itu adalah agar ajaran dilaksanakan sehingga manusia bisa bekerja sama. Sebuah landasan kerjasama sosial agar terjadi kemajuan. Agama bermanfaat bila men jadikan pengikutnya lebih berakhlak dan produktif.
Kita, rakyat Indonesia lebih perlu pengetahuan dan tindakan merawat surga NKRI yang kita miliiki saat ini dari pada meraba-raba jalan kesurga.