Ponpes At Tanwir

Ponpes At Tanwir Fasilitas pendidikan formal MI AT TANWIR (bebas biaya)

Acara reuni Bil Ghoib
23/07/2019

Acara reuni Bil Ghoib

15/08/2018

*SUPAYA SELAMAT DARI GODA'AN SYAITAN, MILIKILAH SANAD YANG MUTTASIL KEPADA RASULULLAH SAW*

*BEGITU PENTINGNYA SANAD DALAM ISLAM, MAKA CARILAH DENGAN PENUH KESUNGGUHA.*
Oleh Alfaqir Muhammad Afif Zuhri.

Definisi Sanad.

“Sanad” adalah bahasa arab yang berasal dari kata dasar sanada, yasnudu (يسند سند), artinya: “sandaran” atau “tempat bersandar” atau “ tempat berpegang” atau berarti “yang dipercaya” atau "yang sah”, sebab hadits itu selalu bersandar padanya dan dipegangi atas kebenarannya.

Sedang menurut istilah ialah:

السند هو سلسلة الرجال الموصولة للمتن

Sanad ialah silsilah matarantai orang-orang yang menghubungkan kepada matan hadits.

الأخبار عن طريق المتن

“pemberitaan tentang jalan (yang dilalui) matan”

السند هو سلسلة الرواة الذين نقلوا المتن عن صدره الأول

Sanad ialah matarantai para perawi yang memindahkan hadits dari sumbernya yang pertama.

Adapun definisi sanad menurut buku yang disusun oleh Drs. H. Mudasir yaitu: Kata sanad menurut bahasa adalah sandaran atau sesuatu yang dijadikan sandaran. Dikatakan demikian, karena setiap hadits selalu bersandar kepadanya. Adapun tentang arti sanad menurut istilah, terdapat rumusan pengertian. Al-Badru bin Jamaah dan At-Tiby mengatakan bahwa sanad adalah:

الأخبار عن طريق المتن

“Berita tentang jalan matan”

Sebagaimana ulama ada yang mendefinisikan:

سلسلة الرجال الموصلة للمتن

“Silsilah orang-orang (yang meriwayatkan hadits), yang menyampaikannya pada matan hadits”.

Ada juga ulama yang mendefinisikan:

سلسلة الرواة الذين نقلوا المتن عن مصدره الأول

“Silsilah para perawi yang menukilkan hadits dari sumbernya yang pertama”.

Dari definisi di atas, maka yang dimaksud dengan istilah ”silsilah orang” ialah susunan atau rangkaian matarantai orang-orang yang menyampaikan materi hadits tersebut, mulai dari yang disebut pertama sampai kepada Rasulullah Saw., dimana semua perbuatan, ucapan, pengakuan dan lainnya merupakan suatu materi atau matan hadits.
Oleh sebab itu, yang dinamakan sanad hanyalah yang berlaku pada sederetan matarantai orang-orang, bukan dari sudut pribadi secara perorangan, sebab sebutan untuk perorangan yang menyampaikan hadits adalah perawi atau rawi.

Pentingnya Sanad Ilmu.

Dari Abdullah ibn Mas’ud ra., Rasulullah saww. bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di zamanku, kemudian orang-orang setelahnya, kemudian orang-orang setelahnya”. (HR. Bukhari, No. 2652, Muslim, No. 6635).

Rasulullah saww. bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri (tanpa guru) dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan.”. (HR. Ahmad)

Dari Ibnu ‘Abbas r.a. berkata Rasulullah saww. bersabda, “di dalam agama itu tidak ada pemahaman berdasarkan akal pikiran, sesungguhnya agama itu dari Tuhan, perintah-Nya dan larangan-Nya.” (HR. Ath Thabarani)

Ibnul Mubarak berkata :

الإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ

”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 No. 32)

Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saww. Bersabda :

وَمَنْ قَالَ فِى الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

”Barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka.”. (HR.At Tirmidzi)

Imam Malik ra. berkata : “Hendaklah seseorang penuntut itu hafalannya (matan hadith dan ilmu) daripada ulama, bukan daripada Suhuf (lembaran)”. (Al-Kifayah oleh Imam Al Khatib m/s 108)

Imam Asy Syafi’i ra. mengatakan : “Tiada ilmu tanpa sanad.”.

Imam Asy Syafi’i ra. juga berkata : “Baransiapa yang bertafaqquh (coba memahami agama) melalui isi kandungan buku-buku, maka dia akan mensia-siakan hukum (kefahaman sebenar-benarnya).”. (Tazkirah As-Sami’e: 87)

berkata Imam Asy Syafi’i ra. : “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433)

Berkata p**a Imam Ats Tsauri ra. :

الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه سلاح فبأي سلاح يقاتل

“Sanad adalah senjata orang mukmin, maka bila kau tak punya senjata maka dengan apa kau akan berperang?”,

berkata p**a Imam Ibnul Mubarak : “Pelajar ilmu yang tak punya sanad bagaikan penaik atap namun tak punya tangganya, sungguh telah Allah muliakan ummat ini dengan sanad.”. (Faidhul Qadir juz 1 hal 433).

Al-Qodhi Abu Bakar Al-Arabi berkata di dalam kitabnya Siroojul muridin hal : 80 :

والله أكرم هذه الأمة بالإسناد، لم يعطه أحد غيرها، فاحذروا أن تسلكوا مسلك اليهود والنصارى فتحدثوا بغير إسناد فتكونوا سالبين نعمة الله عن أنفسكم، مطرقين للتهمة إليكم، وخافضين منزلتكم، ومشتركين مع قوم لعنهم الله وغضب عليهم، وراكبين لسنتهم.

“ Allah memuliakan umat ini dengan isnad yg tdk diberikan pada selain umat ini. Maka berhati-hatilah kalian dari mengikuti jalan Yahudi dan Nashoro shingga kalian berbicara (tentang ilmu) tanpa sanad maka kalian menjadi orang yang mencabut nikmat Allah dr diri kalian, menyodorkan kecurigaan, merendahkan kedudukan dan bersekutu pd kaum yang Allah laknat dan murkai “

Al-Hafidh Imam Ats Tsauri ra. mengatakan : “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga.”.

Bahkan Al Imam Abu Yazid Al Bustamiy ra. berkata :

مَن لا شيخَ له؛ فشيخُه الشيطان

“Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan.”. (Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203)

Asy Syeikh As Sayyid Yusuf Bakhour Al Hasani menyampaikan bahwa : “maksud dari pengijazahan sanad itu adalah agar kamu menghafazh bukan sekadar untuk meriwayatkan tetapi juga untuk meneladani orang yang kamu mengambil sanad daripadanya, dan orang yang kamu ambil sanadnya itu juga meneladani orang yang di atas di mana dia mengambil sanad daripadanya dan begitulah seterusnya hingga berujung kepada kamu meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, keterjagaan al-Qur’an itu benar-benar sempurna baik secara lafazh, makna dan pengamalan.“.

Sheikh Ibn Jama’ah berkata : “Sebesar-besar musibah adalah dengan bergurukan sahifah (lembaran-lembaran atau buku).”. (Ibn Al-Jama’ah: 87 dan dinukilkan dalam Muqoddimah Syarh Al-Maqawif 1/90)

Imam Badruddin ibn Jama’ah : “Hendaklah seseorang penuntut ilmu itu berusaha mendapatkan Syeikh yang mana dia seorang yang menguasai ilmu-ilmu Syariah secara sempurna, yang mana dia melazimi para syeikh yang terpercaya di zamannya yang banyak mengkaji dan dia lama bersahabat dengan para ulama’, bukan berguru dengan orang yang mengambil ilmu hanya dari lembar kertas dan tidak p**a bersahabat dengan para syeikh (ulama’) yang agung.”. (Tazkirah As-Sami’ wa Al-Mutakallim 1/38)

dan Nabi juga memerintahkan supaya berpegang tegung pada jamaah mayoritas,
Dari Anas bin Malik ra berkata : “Aku mendengar Rasulullah saww. bersabda : “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan, oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadinya perselisihan, maka ikutilah kelompok mayoritas.”. (HR. Ibnu Majah No. 3950, Abd bin Humaid dalam Musnad-nya (1220) dan Ath Thabarani dalam Musnad Al Syamiyyin (2069).

Wallahu a’lm bishshowab.

Itulah beberapa hadits dan dalil-dalil tentang pentingnya menuntut ilmu dengan berguru dan bersanad.

Barakallah...
01/03/2018

Barakallah...

Maulid Nabi bersama Habib Taufiq & Walimatul Ursy
23/12/2017

Maulid Nabi bersama Habib Taufiq & Walimatul Ursy

08/11/2017

Untuk para insan yang memilih jalan menjadi penghafal AL QUR'AN

Ketika engkau memilih jalan sebagai seorang penghafal Al-Quran, maka sungguh engkau telah mengambil suatu amanah yang amat berat.

Amanah yang akan engkau pertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
Amanah yang mengharuskanmu mengurangi waktu selain Al-Quran.

Amanah yang selalu menuntutmu untuk memantaskan diri.
Amanah yang membuatmu tak sama seperti temanmu yang lain yang bebas melakukan apa saja, berteman dengan siapa dan pergi ke mana saja.

Amanah yang akan membuatmu sering menangis ketika hafalanmu buruk.
Amanah yang akan selalu mempertanyakan komitmenmu terhadapnya.

Amanah yang akan selalu membuatmu merasa bersalah ketika melakukan satu dosa saja.
Amanah yang akan mengurangi waktu istirahatmu.

Amanah yang menuntutmu untuk selalu berinteraksi dengan Al-Quran.

Begitu beratnya amanah ini sehingga dari sekian banyak hamba Allah di muka bumi, Allah percayakan amanah ini pada pundakmu.

Gunung saja tidak sanggup memegang amanah ini, namun Allah memilihmu, karena Allah tau bahwa kamu bisa menjaga amanah ini; amanah yang In Sya Allah akan mengantarkanmu ke surga melalui jalur VIP.

Amanah yang akan membuatmu bisa membalas jasa kedua orang tuamu di akhirat kelak.

Amanah yang akan mengangkat derajatmu di dunia dan di akhirat.

Amanah yang akan menjadikanmu salah satu keluarga Allah di muka bumi.

Amanah ini akan membawamu kepada dunia yang tidak akan dirasakan oleh mereka yang tak mau mencoba mengambil amanah ini.

Kapan amanah ini selesai? Amanah selesai setelah kita dan keluarga kita masuk ke dalam surga-Nya Allah.

Jangan pernah menyerah, jangan pernah lelah, karena untuk memetik mawar saja kadang kita harus terluka dan sakit apalagi untuk mendapatkan kebahagiaan surga, pasti butuh perjuangan yang tak mudah.

Masa lalumu adalah hari kemarin. Hari ini adalah usahamu. Hari esok mungkin engkau sudah tiada. Di masa lalu engkau tak kenal dengan Al-Quran. Namun hari ini engkau mulai mencintainya dan hari esok In Sya Allah ia akan memberikan manfaat bagimu.

Good Luck Friends :)

11/10/2017

POLIGAMI

Alkisah ada Seorang suami yang memiliki istri setia, sabar dan sangat taat, hendak mengutarakan keinginannya menikah lagi.

SUAMI : "Maah, bagamaina menurut mu, kalau abang nikah lagi...?"
ISTRI : "Emang kenapa bang...? Apa sy sudah tidak menarik lagi...? Apa abang sudah bosan...?"
SUAMI :(buru-buru menjawab) "..Ooo, tidak-tidak sayang,.. Kau tetap istriku yang paling cantik, dan bakti pada suami..Abang hanya ingin membantu sesama, ibadah, dan melaksanakan sunnah rasul...!!"
ISTRI : "Hemm... Jadi itu alasannya..?"
SUAMI : "Ya iyalah, maa..!"
ISTRI : "Baik bang, sy setuju dan mendukung kalau alasannya untuk membantu sesama, ibadah sunnah rasul.. ntar sy carikan dua istri sekaligus bang..!"
SUAMI (dengan penuh semangat, dan hati berbunga-bunga) :Kamu memang istri sholihah, Kapan abang akan di kenalkan..?"
ISTRI : "Besok pagi bang, mama antar kesana..!"

Pagi harinya sang istri menepati janjinya, ia antarkan suaminya pergi ke sebuah rumah, Setelah pintu diketuk, keluarlah seorang perempuan.

ISTRI : "Kenalkan Bang, ini Mbah Toya Janda Usia 70 tahun.
SUAMI (kaget)... "Lho,...kok...?!"
ISTRI : "Kenapa bang,..kok kaget..?! Katanya mau menolong, ibadah sunnah Rasul...? Sudah berapa banyak kitab hadits yg abang baca.? masak tdk sampai pada kisah siapa saja yg dinikahi Nabi...?"

"Calon yang ke dua namanya mbah iYem, janda usia 65 tahun bang..! Dari sini kita langsung ke rumah mbah iYem...!"
SUAMI (sambil klimpungan) : Eee... anu,maa...Kalau gitu, abang gak jadi ngamalin sunnah Rasul ini, yang lain aja..!!"
ISTRI : "Makanya bang, kalau mau nikah lagi karena nafsu, jangan bawa-bawa sunnah Rasul segala..!!"

----------------------------------
Nama-nama istri Rasulullah yg sdh tua dan janda...Bandingkan dg orang² jaman sekarang yg sok nyunah poligami tapi dgn cewek cantik dan usia muda belia...!"

Nama : Saudah binti Zum’ah r.a.
Status : janda.
Usia dinikahi : 70 thn
Usia Rasulullah : 52 thn
Kondisi : Wanita kulit hitam, janda dari sahabat nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama.
Alasan menikahi : Menjaga keimanan Saudah r.a. dari teror & gangguan kaum musyrikin.
------------------------
Nama : Ummu Salamah r.a.
Status : Janda
Usia dinikahi : 62 thn
Usia Rasulullah : 56 thn
Kondisi : Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar.
Alasan : Perintah Allah untuk membantu dakwah Rasulullah.
----------------------------------
Nama : Ummu Habibah r.a.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 47 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun.
Kondisi : Mantan istri Ubaidillah bin Jahsyi, cerai karena suaminya pindah agama jadi nashrani.
Alasan : Untuk Menjaga Ummu Habibah dari pemurtadan.
----------------------------------
Nama : Juwairiyyah bin Al-harits r.a.
Status : Janda
Usia dinikahi : 65 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun
Kondisi : Tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah, tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama.
Alasan : Petunjuk Allah, memerdekakan budak, pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan.
----------------------------------
Nama : Shafiyah binti Hayyi r.a.
Status : 2 kali janda.
Usia dinikahi : 53 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya.
Alasan : Rasulullah menjaga keimanan shafiyyah dari boikot & teror orang yahudi.
----------------------------------
Nama : Maimunah Binti al-harits r.a
Status : Janda
Usia dinikahi : 63 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza.
Alasan : Istri Rasulullah dari kalangan yahudi bani kinanah. Menikah dengan Rasulullah, untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir.
----------------------------------
Nama : Zainab binti Khuzaimah r.a.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 50 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin.
Alasan : Petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah.

Wallahu warasuluhu a'lam, semoga manfa'at.

25/09/2017

هل تعرف إجابة هذه الأسئلة السبعة ؟

السؤال 1 : أين الجنة ؟
الجواب : فوق السماوات السبع ، و منفصلة عن السماوات السبع لأن السماوات تزول و تفنى يوم القيامة أما الجنة فلا تفنى . و سقف الجنة هو العرش.

السؤال 2 : أين جهنم ؟
الجواب : مركزها تحت الأرض السابعة في مكان اسمه : سجين . و ليست جهنم بجانب الجنة كما يظن البعض . الأرض التي نعيش عليها هي الأرض الأولى و هناك ست أراضين غيرها و هذه الأراضين الست موجودة تحت الأرض التي نعيش عليها منفصلة عنها .

السؤال 3 : ما هي سدرة المنتهى ؟
الجواب : شجرة عظيمة أصولها ( جذورها ) في السماء السادسة و تمتد فوق السماء السابعة ، أوراقها كآذان الفيلة و ثمارها كالقلال ( الجرة الكبيرة ) يأتي عليها فراش من ذهب ، و هي خارج الجنة . الرسول عليه الصلاة و السلام رأى عندها سيدنا جبريل عليه السلام مرة أخرى على صورته الحقيقية ، بعد أن كان قد رآه قبل ذلك في مكة في مكان اسمه أجياد .

السؤال 4 : من هن ( الحور العين ) ؟
الجواب : هن زوجات للمؤمنين في الجنة ، لسن من الإنس و لا من الجن و لا من الملائكة ، لو اطلعت إحداهن على الدنيا لأضاءت ما بين المشرق والمغرب . و معنى (الحور العين) ، الحور : جمع حوراء و هي شديدة سواد بؤبؤ العين و شديدة بياض العين . أما العين فجمع عيناء و معناه واسعة العين .

السؤال 5 : من هم ( الولدان المخلدون ) ؟
الجواب : هم خدم أهل الجنة ، ليسوا من الإنس و لا من الجن و لا من الملائكة ، وأقل أهل الجنة منزلة له عشرة آلاف من الولدان المخلدون .

السؤال 6 : ما هو الأعراف ؟
الجواب : سور عريض للجنة ، يمكث عليه المسلمون الذين تساوت حسناتهم مع سيئاتهم مدة من الزمن ، يأكلون و يشربون ، ثم يدخلون الجنة بعد ذلك .

السؤال 7 : كم مدة يوم القيامة ؟
الجواب : خمسون ألف سنة ، قال تعالى : { تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ } . قال ابن عباس رضي الله عنهما : يوم القيامة خمسون موقفًا كل موقف منهم بألف سنة.

سألت عآِئشة رضي الله عنها رسول الله عن نزول هذه الآية: ( يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ). أين سنكون؟
قال الرسول صلى الله عليه و سلم : سنكون على الصراط.
وقت المرور على الصراط لٱ يوجد إلا ثلاث أماكن فقط:
جهنم
الجنة
الصراط

يقول الرسول صلى الله عليه و سلم:
"يكون أول من يجتاز الصراط أنا و أمتي" أول أمة ستمر على الصراط أمة محمد.

"يوم تبدل السموات و الأرض"
لن يكون هناك سوى مكانين الجنة والنار ولكي تصل إلى الجنة يجب أن تجتاز جهنم

ينصب جسر فوق جهنم إسمه "الصراط" بعرض جهنم كلها إذا مررت عليه ووصلت لنهايته وجدت باب الجنة أمامك ورسول الله صلى الله عليه وسلم واقفا يستقبل أهل الجنة ( يا رب جنتك ).

مواصفات الصراط؛
1- أدق (أرفع) من الشعره.
2-أحد من السيف .
3-شديد الظلمة تحته جهنم سوداء مظلمة "تكاد تميّز من الغيظ" .
4-حامل ذنوبك كلها مجسمة علي ظهرك فتجعل المرور بطيئا لأصحابها إذا كانت كثيرة والعياذ بالله أو سريعا كالبرق إذا كانت خفيفة .
5-عليه كلاليب ( خطاطيف ) و تحتك ( شوك مدبب ) تجرح القدم و تخدشها (تكفير ذنب الكلمة الحرام والنظرة الحرام...ألخ) .
6-سماع أصوات صراخ عالي لكل من تزل قدمه ويسقط في قاع جهنم.

الرسول عليه الصلاة و السلام واقفاً في نهاية الصراط عند باب الجنة يراك تضع قدمك على أول الصراط يدعو لك قائلا:
"يا رب سلم . يا رب سلم".
يرى العبد الناس أمامه منهم من يسقط ومنهم من ينجو ولا يبالي.. وقد يرى العبد والده و أمه لكن لا يبالي بهما أيضا فكل ما يهمه في تلك اللحظة هو نفسه فقط.

يروى أن السيدة عائشة رضي الله عنها تذكرت يوم القيامة فبكت
فسألها الرسول صلى الله عليه و سلم
"ماذا بك يا عائشة؟"
فقالت : "تذكرت يوم القيامة فهل سنذكر أباءنا؟؟ هل سيذكر الحبيب حبيبه يوم القيامة ؟؟
قال الرسول صلى الله عليه وسلم: "نعم إلا في ثلاث مواضع : عند الميزان - عند تطاير الصحف - عند الصراط".

اصبروا ثم اصبروا على فتن الدنيا، فتن الدنيا سراب ،، فلنجاهد أنفسنا ولنعن بعضنا على أن نلتقي في جنة عرضها السماوات والأرض.

Dikirim oleh Ustd. Toha Lubis

SOAL: “Apakah doa akhir tahun dan awal tahun ada dalilnya?JAWAB: “Ya jelas ada dalilnya. Masakan doa tidak ada dalilnya....
20/09/2017

SOAL: “Apakah doa akhir tahun dan awal tahun ada dalilnya?

JAWAB: “Ya jelas ada dalilnya. Masakan doa tidak ada dalilnya. Di dalam al-Qur’an Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS. Ghafir : 60).

Ayat di atas memberikan pesan agar kita selalu berdoa kepada Allah, dan Allah menjanjikan akan mengabulkan doa kita. Sedangkan orang yang sombong dari menyembah-Nya seperti tidak mau berdoa kepada-Nya, diancam dimasukkan ke neraka Jahanam.

Perintah berdoa dalam ayat di atas bersifat mutlak dan umum. Karena itu berdoa pada akhir tahun dan awal tahun, masuk dalam keumuman perintah ayat tersebut.”

doa awal dan akhir





SOAL: “Tapi dalil khusus akhir tahun dan awal tahun kok tidak ada.”

JAWAB: “Ada, yaitu diqiyaskan dengan doa awal waktu dan akhir waktu. Misalnya doa pada awal bulan dan akhir bulan. Dalam kitab-kitab hadits diriwayatkan:



DOA AWAL BULAN



عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ: ” اَللهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ ” رواه الدارمي والترمذي وقال: حديث حسن

Dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat hilal (bulan pada tanggal 1, 2 dan 3), maka beliau berdoa: “Ya Allah, perlihatlah bulan ini kepada kami dengan kebahagiaan, keimanan, keselamatan dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. al-Darimi [1730] dan al-Tirmidzi [3451]. Al-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan”.).



عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ : ” اَللهُ أَكْبَرْ ، اَللّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ ، وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى ، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللهُ “. رواه الدارمي

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat hilal, maka berdoa: “Allah Maha Besar. Ya Allah, perlihatkanlah bulan ini kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman dan pertolongan pada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. al-Darimi [1729]).



عَنْ قَتَادَةَ ، أَنَّهُ بَلَغَهُ ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ : ” هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ ، هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ ، هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ ، آَمَنْتُ بِاللهِ الَّذِيْ خَلَقَكَ ” ، ثلاث مرات ، ثم يقول : ” اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا “. رواه ابو داود

Dari Qatadah, bahwa telah sampai kepadanya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat hilal, maka berdoa: “Semoga bulan ini membawa kebaikan dan petunjuk. Semoga bulan ini membawa kebaikan dan petunjuk. Semoga bulan ini membawa kebaikan dan petunjuk. Aku beriman kepada Allah yang telah menciptakanmu.” Sebanyak tiga kali, kemudian berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah membawa pergi bulan ini, dan datang dengan bulan ini.” (HR. Abu Dawud [5092]).



Hadits-hadits di atas menunjukkan anjuran membaca doa pada awal bulan, setelah perginya bulan sebelumnya. Doa akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan juga, dengan diqiyaskan pada doa awal bulan di atas. Di sisi lain, dalam kitab-kitab hadits juga disebutkan doa-doa yang dianjurkan pada awal terbitnya Matahari dan setelah terbenamnya Matahari, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab tentang doa dan dzikir, seperti kitab al-Adzkar karya al-Imam an-Nawawi dan semacamnya. Wallahu a’lam.

19/09/2017
16/08/2017

الحمدلله...
Acara Reuni Bil Ghoib berjalan dengan lancar, dengan 41 khataman Qur'an mudah-mudahan Allah mencatat sebagai amal baik untuk semuanya..
امين
Mohon do'anya.... mudah-mudahan Syech kita KH. Ahmad Rodli selalu diberikan kesehatan, yang dimana usia beliau semakin sepuh dan seakan tambah lemah, dan beliau yang tiada henti berdo'a untuk kita semuanya 😑🙏
بارك الله فى امرك يا شيخ الحج احمد رضى

13/08/2017

16 ALASAN MENGAPA KITA HARUS MENGHAFAL ALQURAN

Bisa membaca al-Qur'an itu keutamaan. Dan bisa menghafal al-Qur'an adalah lebih utama. Bisa memahami al-Qur'an itu adalah kewajiban. Dan paham ditambah hafal itu jauh lebih afdhal.

Mengamalkan nilai-nilai al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari itu adalah tuntutan. Namun, mengamalkan karena termotivasi karena hafalan adalah lebih aman setiap saat.
Setidaknya itu yang harus kita renungkan sama-sama sebagai seorang muslim sejati. Ya, menghafal al-Qur'an merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan setiap muslim. Ia tidak akan bisa menerapkan Islam secara baik tanpa interaksi yang kuat dengan al-Qur'an sebagaimana para generasi sahabat dan salaf shaleh dahulu lakukan.

Untuk memotivasi kita agar bisa dekat al-Qur'an dan berjuang menghafalkan aya-ayatnya, maka setidaknya ada 16 alasan kenapa kita harus menghafal al-Qur'an:

1. Menghafal adalah landasan awal ketika Rasulullah menerima al-Qur'an dari malaikat Jibril alaihissalam.

Allah berfirman dalam al-Qur'an:

بل هو آيات بينات فى صدور الذين أوتوا العلم

Artinya: "Bahkan al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang menjelaskan (terdapat) di dalam dada-dada orang-orang yang diberikan ilmu.."(QS al-Al-Ankabut: 49).

Sungguh, betapa indahnya ayat ini yang menjelaskan tentang agungnya aktifitas dada orang-orang yang menghafal ayat-ayat Allah swt. Allah mensifatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang diberikan ilmu. Lalu, apakah ada yang disebut ilmu selain yang termuat dalam al-Qur'an al-Karim?!

Ayat di atas menjelaskan bahwa Dia akan memilih dari sekian hamba-hamba-Nya di muka bumi untuk kemudian dada akan dijadikan sebagai wadah bagi firman-firman-Nya. Sungguh ini merupakan keutamaan yang besar.

Malah ketika kita mau memperhatikan kekhususan yang diberikan kepada umat ini, - di mana dada para ulamanya penuh dengan al-Qur'an- kita semua pasti akan mengetahui berharganya menjadi para penghafal kitab-Nya.

2. Al-Qur'an adalah sumber dan muara semua sistem dan undang-undang umat ini.

Karena al-Qur'an ini adalah undang-undang kita selaku umat Islam, maka kita wajib untuk berhukum dengannya dan menjadikannya sebagai sumber hukum bagi orang lain. Darinya referensi bagi semua persoalan dan tasyri' (perundang-undangan). Tidak ada persoalan yang kecil ataupun besar sekalipun melainkan dijelaskan secara jelas di dalamnya. Ini sebagaimana firman Allah dalam ayat-Nya:

ما فرطنا فى الكتاب من شيء

Artinya: "Tidaklah Kami berlebih-lebihan (dalam menjelaskan) di kitab ini sedikitpun.."
Dan firman-Nya:

وما كان ربك نسيا

Artinya: "Dan tidaklah Tuhanmu lupa."
Al-Qur'an ini adalah cahaya yang dibawa umat untuk menerangi seluruh manusia agar risalahnya tersampaikan dengan menyeluruh, layaknya sebuah umat yang dilahirkan untuk manusia seluruhnya dan sebagai saksi atas mereka di dunia dan akhirat.

3. Menghafal al-Qur'an adalah fardhu kifayah.

Sebagian ahli ilmu menegaskan bahwa menghafal al-Qur'an itu merupakan kewajiban atas umat ini. Yang apabila telah dilakukan oleh sebagian kaum, maka akan terbebaslah kaum yang lain dari dosanya.

Badruddin Zarkasyi mengatakan: "Sahabat-sahabat kami mengatakan, "Belajar al-Qur'an itu hukumnya fardhu kifayah. Dan kegiatan menghafalkannya adalah wajib atas umat ini."

4. Menghafal al-Qur'an itu berarti meneladani Rasulullah saw.

Allah telah menjadikan Rasulullah saw, Muhammad sebagai teladan yang baik bagi umat ini. Dan menghafal al-Qur'an itu sendiri adalah bagian dari meneladani sunnah-sunnahnya. Itu dikarenakan Rasulullah selalu menghafalkannya, rajin membacanya dan disimak oleh malaikat Jibril as. Demikian p**a, Rasulullah menyimakkannya kepada para sahabatnya dan para sahabatnya menyimakkan kepada beliau.

5. Menghafal al-Qur'an juga sama dengan meneladani para salaf sholeh.

Menghafal al-Qur'an di masa kanak-kanak dan masa muda adalah bagian mencontoh salaf sholeh, menapaki jejak mujahadah (kesungguhan) mereka dan menempuh contoh jalan hidayah Allah. Dahulu, salaf sholeh memulai menghafal al-Qur'an sebelum menghafal ilmu-ilmu lain dan memberikan perhatian lebih kepadanya sebelum kepada disiplin keilmuan lainnya. Tidaklah anda membaca tentang biografi para ulama dahulu melainkan engkau pasti akan membaca di dalamnya bahwa ia, "menghafal al-Qur'an dahulu lalu baru kemudian menuntut ilmu-ilmu keislaman lainnya."

6. Menghafal al-Qur'an adalah karakteristik umat Rasulullah saw.

Imam Jazari mengatakan: "Dahulu itu, para ulama menukilkan al-Qur'an melalui dada-dada dan hati-hati yang dipenuhi hafalan al-Qur'an. Bukan melalui tulisan mushaf dan kitab-kitab. Inilah karakteristik yang paling mulia yang Allah berikan kepada umat ini."
Sungguh, aktifitas menghafal al-Quran ini akan senantiasa menjadi syiar bagi umat ini dan menjadi duri di kerongkongan musuh-musuh Islam.

Laura Faghliry, wanita orientalis mengatakan: "Sungguh, hari-hari ini kita tidak bisa membendung terjangan ombak keimanan ribuan umat muslim yang mampu mengulang-ngulan bacaan al-Qur'an dengan hafalan. Di Mesir sendiri jumlah huffazul qur'an (penghafal al-Qur'an) jauh melebihi jumlah kaum Nasrani yang mampu membaca Injil secara hafalan di seluruh Eropa."

James Minzez, seorang non Islam yang diharamkan mendapatkan cahaya al-Qur'an mengatakan: "Mungkin itulah, al-Qur'an merupakan kitab yang paling banyak dibaca manusia di atas dunia ini. Sungguh, ia adalah bacaan yang paling mudah dihafal manusia."

7. Menghafal al-Qur'an adalah proyek ibadah yang tidak mengenal bahasa kegagalan.

Takut gagal dan tidak berhasil saat ini sudah menjadi rintangan dan sekat yang menghalangi antara seseorang dan angan-angannya. Dan bisa jadi semua akhir dari semua proyek manusia adalah benturan keras yang terjadi karena sekat kegagalan dan ketidakmampuan untuk melanjutkan sebuah pekerjaan. Akan tetapi proyek menghafal al-Qur'an tidak akan pernah mengenal yang namanya pemikiran tersebut. Ketika seorang pemuda memulai pekerjaan menghafal al-Qur'an ini, kemudian berhenti dan melemah tekadnya sebelumnya selesai menghafal, apakah bisa dikatakan ia telah gagal sesungguhnya, misalnya saja ia telah menghafal beberapa juz?! Tentu saja usahanya tidak sia-sia dalam sekejap. Hanya saja hafalannya itu hilang sejenak. Seluruh waktu yang pernah ia kerahkan untuk membaca dan menghafal yang membuatnya mengorbankan segala kenikmatan dunia tentu saja adalah bagian dari ketaatan kepada Allah swt. Bisa dibayangkan, berapa surat dan berapa ayat yang pernah ia ulang-ulang?! Sementara setiap huruf akan dibalas dengan sepuluh kali lipat oleh Allah swt.

8. Menghafal al-Qur'an itu mendapat garansi kemudahan untuk semua orang.

Banyak orang yang bercita-cita bisa merealisasikan impiannya dan mengukir prestasi yang memuaskan. Namun, seringkali kemampuan akalnya menjadi penghalang untuk menggapai itu semua. Tapi tidak untuk al-Qur'an. Bisa kita saksikan betapa banyak orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik dan lemah dalam hafalan, tapi mampu menghafal al-Qur'an.

Qurthubi mengatakan tentang ayat: "Sungguh telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk diambil pelajaran."(Qs al-Qomar: 17), yakni, "Kami mudahkan al-Qur'an ini untuk dihafal, dan akan Kami bantu mereka yang mau menghafal. Lalu, adakah orang yang mau menghafal lalu mendapatkan pertolongan-Nya?"

8. Penghafal al-Qur'an adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.

Di antara penyempurnaan penghormatan Allah dalam menjaga kitab suci-Nya adalah dengan menjadi dari hamba-hamba-Nya yang hafal al-Qur'an. Sungguh itu merupakan sebuah kehormatan yang tidak ada bandingannya bagi manusia di dunia ini. Di mana dengan sifat itu seorang hamba yang fakir dan lemah menjadi keluarga dan orang-orang pilihan-Nya. Keluarga dan orang-orang pilihan-Nya itu tent lebih patut memperoleh rahmat, pemaafan, cinta dan dekat dengan-Nya tabaroka wata'alaa.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Rasulullah saw ia berkata: "Sesungguhnya Allah memiliki 'keluarga' di antara manusia sekalian." Para sahabat bertanya: "Siapa mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Mereka adalah ahlul qur'an dan orang-orang pilihan-Nya." (HR. Ibnu Majah)

Silahkan saja setiap manusia bangga dengan predikat yang ia miliki di dunia ini. Entah itu ia ahli harta, ahli seni ataupun ahli olahraga. Silahkan p**a sebut nama-nama itu semua pada setiap kamus yang ada dengan sifat dan pujiannya. Apakah ada yang lebih baik dari pada sifat yang dimiliki oleh seseorang yang bergelar 'keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.'?

10. Menghormati Penghafal al-Qur'an berarti mengagungkan Allah swt.

Dari Abu Musa al-Asya'ri radiyallahu anhu ia berkata: Rasululla saw bersabda: "Di antara bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan orang tua yang muslim, memuliakan penghafal al-Qur'an yang taat dan menghormati setiap pemimpin yang adil." (HR. Abu Daud). Inilah dalil tentang ketinggian kedudukannya dan kebesaran perannya.

11.Akan ditempatkan bersama duta-duta yang mulia lagi berbakti (para malaikat).

Dari Aisyah radiyallahu anha bahwa nabi shallahu alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang membaca al-Qur'an sementara ia hafal akan ditempatkan bersama para duta-duta Allah yang mulia lagi berbakti. Dan perumpamaan orang yang membacanya dalam keadaan berat namun ia tetap berusaha, maka baginya dua pahala."(HR. Bukhari).

Sudah tidak bisa pungkiri saat ini manusia begitu berbangga diri ketika menyandarkan diri kepada salah seorang pembesar atau seorang tokoh agama yang penuh dengan ketenaran. Bisa jadi itu pada bidang olahraga ataupun sia-sia yang penuh kebatilan. Sungguh itu merupakan kecelakaan besar karena keteledoran diri. Namun demikian indah bagi para penghafal al-Qur'an ketika mereka memilih bersama para duta-duta Allah yang suci (malaikat).

12. Akan memperoleh syafaat di hari kiamat.

13. Penghafal al-Qur'an orang yang seharusnya diirii (dalam arti yang positif)

Dalam hidup ini Allah telah melebihkan derajat satu golongan dengan golongan yang lainnya.

"ولقد فضلنا بعصهم على بعض وللآخرة أكبر درجات وأكثر تفضبلا"

Artinya: "Dan telah Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya. Dan negeri akhirat lebih besar derajatnya dan lebih banyak keutamaannya."(Qs al-Isra: 21)

Dari Ibnu Umar radiyallahu anhuma Rasulullah saw bersabda: "Tidak boleh merasa hasud melainkan pada dua golongan: "Seseorang yang Allah berikan kepadanya al-Qur'an, lalu ia membacanya siang dan malam. Dan seseorang yang Allah karuniakan hartan kekayaan lalu ia menginfakkan hartanya itu siang dan malam." (HR. Bukhari dan Muslim)

14. Para penghafal al-Qur'an akan berada di surga yang paling tinggi.

Rasulullah bersabda: "Akan dihadirkan penghafal al-Qur'an pada hari kiamat, lalu dikatakan kepadanya: "Wahai Robb, berikanlah ia hiasan." Maka iapun dikalungkan mahkota kemuliaan." Lalu dikatakan lagi, "Ya Robb, tambahkanlah ia." Maka ditambahkan mahkota kemuliaan kepadanya. Kemudian dikatakan lagi kepadanya: "Ya Robb, ridhoilah ia." Akhirnya dikatakan kepadanya, "Bacalah dan naiklah. Sesungguhnya bagimu setiap ayat adalah satu kebaikan." (HR. Tirmizi, Hakim dan hadits ini dihasankan statusnya oleh syekh Albani).

15. Menghafal al-Qur'an di antara sebab-sebab terbebasnya seseorang dari siksa neraka.

Rasulullah saw bersabda: "Seandainya al-Qur'an ini diletakkan di hati seorang mukmin, kemudian dilemparkan ke dalam neraka, niscaya tidak akan terbakar hatinya."(HR. Ahmad)

16. Bank Kebaikan.

Sabda nabi Saw: "Barangsiapa yang membaca satu ayat dalam al-Qur'an maka baginya satu kebaikan. Dan setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf."(HR. Tirmizi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih).

(Doa Menghafal al-Qur'an)

اللهم ارحمنى بترك المعاصى أبدا ما أبقيتنى وارحمنى أن أتكلف مالا يعنينى وارزقنى حسن النظر فيما يرضيك عنى. اللهم بديع السموات والأرض ذاالجلال والإكرام والعزة التى لا ترام أسألك يا الله ويا رحمن بجلالك ونور وجهك أن تلزم قلبى حفظ كتابك كما علمتنى وارزقنى أن أتلوه على النحو الذي يرضيك عنى

اللهم بديع السموات والأرض ذاالجلال والإكرام والعزة التى لا ترام أسألك يا الله ويا رحمن بجلالك ونور وجهك أن تنور بكتابك بصري وأن تطلق به لسانى وأن تفرج به عن قلبى وأن تشرح به صدرى وأن تشغل به بدنى فإنه لا يعيننى على الحق غيرك ولا يؤتينيه أحد إلا أنت ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Allahummar hamni bitarkil ma'ashiy Abadm maa abqotanii War hamni an atakallafa maa laa ya'niini War zuqni husnan nazhori fiima yurdhiika 'annii.'alan nahwillazi

Allahumma badi'assamaawaati wal ardhi..zal zalaali wal ikroom wal izzatulatii laa turoom As'aluka Yaa Allah wayaa rahmaan bijalaalika wanuuri wajhika an tulzima qolbi hifzho kitabika kamaa 'allamtanii..Warzuqnii an atluwahu 'alan nahwillazi yurdhiika 'annii.

Allahumma badi'assamaawaati wal ardhi..zal zalaali wal ikroom wal izzatulatii laa turoom As'aluka Yaa Allah wayaa rahmaan bijalaalika wanuuri wajhika an-tunawwiro bikitaabika bashorii Wa an tutliqo bihii lisaanii wa an tufarrija bihii 'an qolbii Wa an tasyroha bihii shodrii Wan an Tusyagghila bihii badanii Fainnahuu laa yu'iinuni 'alal haqqi ghairuka..Walaa yu'tiiniihii ahadun illa anta walaa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyin azhiim

Artinya: "Ya Allah rahmatilah aku untuk bisa meninggalkan maksiat selamanya dari sisa hidupku ini. Berilah rahmat kepadaku agar tidak terbebani dengan sesuatu yang di luar kesanggupanku. Berikanlah kepadaku penglihatan yang baik terhadap apa yang Engkau ridhoi untukku.

Yaa Allah Pencipta langit dan bumi, Yang memiliki kemuliaan, keagungan dan kekuatan yang tak terkalahkan. Aku mohon kepada-Mu Yaa Allah Yang Maha Pengasih dengan keagungan-Mu dan cahaya Wajah-Mu agar Engkau meneguhkan hatiku untuk hafal al-Qur'an seperti yang Engkau ajarkan kepadaku. Dan anugerahkanlah kepadaku agar bisa membacanya menurut yang Engkau ridhoi kepadaku.

Yaa Allah Pencipta langit dan bumi, Yang memiliki kemuliaan, keagungan dan kekuatan yang tak terkalahkan. Aku mohon kepada-Mu Yaa Allah Yang Maha Pengasih dengan keagungan-Mu dan cahaya Wajah-Mu agar Engkau menerangi penglihatanku dengan kitab-Mu, melenturkan lisanku dengannya, melapangkan hatiku dengannya, melapangkan dadaku dengannya, dan menyibukkan fisikku dengannya. Karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menolongku untuk melakukan kebenaran kecuali Engkau. Dan tidak ada yang memberikan kepadaku dari seorangpun kecuali Engkau. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. " (Doa Rasulullah diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, riwayat Tirmizi, Hakim dan menurut syarat Imam Bukhari dan Muslim)

Doa ini sangat baik bagi Anda yang:

1. Ingin memulai menghafal al-Qur'an secara serius.
2. Baru memulai kembali hafalan yang pernah dihafal.
3. Sedang berjuang merampungkan hafalan dan
4. Mempertahankan hafalan yang sudah Anda hafal secara sempurna.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang hafal dan memahami al-Qur'an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, Amiin Ya Robbal a'lamin.

Wallahu a'lam bish-showab.

Address

Jalan Raya Ngawen Wedung
Wedung
59554

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ponpes At Tanwir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share