Nasa Organik Spesialis Pupuk Pertanian dan Perkebunan

Nasa Organik Spesialis Pupuk Pertanian dan Perkebunan AGROKOMPLEKS NASA PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

Budidaya Bawang Merah Teknologi NASA – Bawang merah merupakan bahan pokok bumbu dapur yang sangat dibutuhkan setiap hari...
30/10/2018

Budidaya Bawang Merah Teknologi NASA – Bawang merah merupakan bahan pokok bumbu dapur yang sangat dibutuhkan setiap harina. Di pasar, permintaan terhadap bawang merah semakin hari semakin meningkat, oleh karena itu dibutuhkan Cara Budidaya Bawang Merah yang benar dan tepat agar permintaan dapat terpenuhi.

Saat proses penanaman bawang merah, petani akan dihadapkan dengan berbagai masalah yang harus siap dihadapi, seperti serangan hama dan penyakit, tanah dan tanaman kekurangan unsur mikro, dan lain-lain yang bisa menyebabkan hasil produksi (hasil panen) bawang merah kurang maksimal.

Untuk meningkatkan hasil produksi bawang merah dengan teknologi organik, PT. Natural Nusantara memberikan pedoman dalam Cara Budidaya Bawang Merah menggunakan Teknologi Pikat NASA beserta penyediaan pupuk organik untuk bawang merah dan pestisida alami untuk mencegah serangan hama dan penyakit bawang merah.

Teknik Budidaya Bawang Merah Organik

Masa Pra Tanam
Syarat Tumbuh Tanaman
Tanaman bawang merah dapat ditanam di area persawahan atau tegalan dengan tekstur sedang hingga liat. Jenis tanah yang baik untuk menanam bawang merah adalah tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol dengan pH 5,6 – 6,5. Tanaman bawang merah dapat tumbuh subur di ketinggian 0 – 400 mdpl dan kelembaban sekitar 50 – 70% dan suhu sekitar 25 – 32°C.

Pengolahan Tanah
Sebelumnya tanah dipupuk menggunakan pupuk kandang dengan cara disebar dengan dosis 0,5 – 1 ton per 1000 m2
Sebelumnya tanah dipupuk menggunakan pupuk kandang dengan cara disebar dengan dosis 0,5 – 1 ton per 1000 m2
Luku tanah lalu digaru dan dibiarkan selama 1 minggu
Buat bedengan dengan lebar sekitar 120-180 cm
Buatlah saluran air di antara bedengan dengan ukuran lebar sekitar 40-50 cm dan kedalaman sekitar 50 cm
Lakukan pengapuran jika pH tanah kurang dari 5,6 menggunakan dolomit 1,5 ton per hektar yang disebarkan di atas bedengan dan aduk merata beserta tanah lalu diamkan selama 2 minggu
Tebarkan Natural Glio untuk mencegah penyakit layu pada tanaman. Gunakan Natural Glio sebanyak 100 gram yang dicampur dengan kompos sebanyak 25-50 kg. Campuran tersebut didiamkan selama 1 minggu baru ditebarkan ke tanah.

Pupuk Dasar
Berikan pupuk makro secara merata di atas bedengan dan aduk dengan tanah hingga tercampur rata. Dosisnya adalah 2-4 kg Urea ditambah 7-15 kg ZA ditambah 15-25 kg SP-36
Apabila diperlukan tambahkan pupuk majemuk NPK (15-15-15) dengan dosis 20 kg per 1000 m2, campur merata dengan tanah
Agar pertumbuhan tanaman maksimal, berikan SUPERNASA dengan dosis 10 botol untuk 1000 m2 Berikut dua cara alternatif pemberian SUPERNASA :
Alternatif 1 : campurkan 1 botol SUPERNASA dengan 3 liter air, untuk kemudian dijadikan sebagai larutan induk. Setiap 200 cc larutan induk dicampur dengan 50 liter air untuk menyiram bedengan.

Alternatif 2 : 1 sdm SUPERNASA dicampur dengan 10 liter air, lalu disiramkan merata ke 5-10 meter bedengan.

Lalu biarkan bedengan selama 5-7 hari

Bibit Bawang Merah Unggul
Pilih umbi yang memiliki berat 3-4 gr per umbi
Umbi terbaik didapat setelah melewati masa penyimpanan 2-3 bulan dan kondisi umbi masih ada daun bawangnya dalam ikatan
Umbi yang bagus untuk dijadikan bibit adalah umbi dalam kondisi sehat, berbentuk kompak dan tidak keropos, kulit umbi terlihat berkilau dan tidak terkelupas atau terluka.
Penanaman Bawang Merah

Jarak Tanam
Untuk musim kemarau, ukuran jarak tanam adalah 15 x 15 cm. Varietas bawang merah yang digunakan adalah Ilocos, Tadayung, atau Bangkok
Saat musim hujan, ukuran jarak tanam adalah 20 x 15 cm. Varietas bawang merah yang digunakan adalah Tiron.

Cara Tanam
Sebelumnya bawang merah direndam dengan campuran POC NASA dan air. Dengan dosis 1 tutup botol per 1 liter air)
Tebarkan Natural Glio setelah umbi bawang merah direndam
Simpan bibit bawang merah selama 2 hari sebelum ditanam
Proses penanamannya adalah benamkan umbi ke dalam permukaan tanah, satu lubang berisi satu umbi
Masa Awal Pertumbuhan Bawang Merah (0-10 HST)
Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah
Ulat Bawang (Spodoptera exigua atau Spodoptera litura)
Ulat bawang dewasa meninggalkan kelompok telurnya pada pangkal dan ujung daun. Telur tersebut berjumlah sekitar 80 butir yang dilindungi lapisan benang putih seperti kapas. Apabila menemukan, segera diambil dan dimusnahkan. Jika sudah lebih dari batas normal, kendalikan menggunakan VIREXI dan VITURA.

Ulat Tanah
Hama ini menyerang pucuk atau tempat tumbuhnya bawang merah, tangkai akan terlihat rebah karena sudah terpotong bagian pangkalnya. Ulat tanah memiliki ciri berwarna coklat kehitaman dan berkumpul saat senja atau malam hari. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan lahan dari sisa tanaman dan rumput liar yang menjadi sarang ulat tanah. Untuk pengendaliannya, gunakan PESTONA.

Penyakit Layu Fusarium
Ciri penyakit ini adalah daun bawang menjadi kuning, kemudian akan layu dengan cepat. Penyakit layu harus diwaspadai sejak awal tanam. Cabut tanaman yang terserang dan dibakar ditempat yang jauh. Untuk tindakan pencegahannya, gunakan Natural Glio sejak awak tanam.

Penyiangan dan Pembubunan Bawang Merah
Penyiangan pertama kali dilakukan saat tanaman berumur 7-10 HST. Buang gulma dan tanaman liar yang menjadi sarang ulat bawang. Jika terdapat telur ulat segera buang dan musnahkan. Setelah itu lakukan pembubunan agar akar tanaman selalu tertutup tanah. Lakukan perapihan terhadap bedengan yang rusak atau longsor dengan cara memperkuat bagian tepi-tepi selokannya menggunakan lumpur dari dasar saluran.

Pemupukan Tanaman Bawang Merah
Pupuk digunakan secara variatid menyesuaikan kondisi tanah. Jika pupuk Urea yang diberikan berlebihan dapat menyebabkan leher umbi tebal dan besar sedangkan umbinya kecil, daun menguning dan pertumbuhan bawang terhambat. Apabila kekurangan KCL, daun akan menjadi kering dan umbi kecil. Pemupukan bawang merah dilakukan 2 kali (dosis per 1000 m2 :

2 minggu : 5-9 kg Urea ditambah 10-20 kg ZA ditambah 10-14 kg KCI
4 minggu : 3-7 kg Urea ditambah 7-15 kg ZA ditambah 12-17 kg KCII
Pada saat pemberian pupuk usahakan jangan sampai terkena tanaman. Pupuk dicampur kemudian berikan di sekitar rumpun atau garitan tanaman. Apabila diperlukan berikan pupuk majemuk NPK (15-15-15) dengan dosis 20 klg per 1000 m2, berikan pada umur 2 minggu.

Pengairan Tanaman Bawang Merah
Saat awal pertumbuhan lakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu saat pagi dan sore hari
Penyiraman pagi dilakukan saat daun bawang masih terlihat basah, untuk membantu mengurangi penyakit tanaman bawang merah
Jika pertumbuhan tanaman telah mencapai 90%, pengairan hanya dilakukan saat pagi hari
Pertahankan tinggi permukaan air pada saluran air setinggi 20 cm dari permukaan bedengan
Fase Vegetatif Bawang Merah (11-35 HST)

Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah

Thrips
Penyakit ini akan menyerang tanaman saat umur 30 HST karena kondisi lembab dan suhu berada di atas normal. Gejala penyakit ini adalah daun berwarna putih mengkilat seperti perak. Jika suhu udara diatas normal dan kelembaban diatas 70%, hama ini akan menyerang hebat. Lakukan penyiraman pada siang hari dan amati predator kumbang macan. Untuk pengendaliannya gunakan PESTONA atau Natural BVR.

Penyakit Bercak Ungu atau Trotol
Disebabkan oleh sejenis jamur bernama Alternaria Porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala penyakit ini adalah terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna putih kelabu atau ungu pada daun, tepi daun berwarna kuning dan ujungnya mengering. Jika penyakit menyerang umbi setelah panen, umbi akan busuk dan berair, berwarna kuning hingga merah kecoklatan. Untuk pencegahan gunakan Natural Glio. Apabila turun hujan rintik-rintik, segera lakukan penyiraman.

Penyakit Antraknose atau Otomotis
Disebabkan oleh jamur Colletricum gloesporiodes. Gejala penyakit ini adalah terlihat bercak putih pada daun, terjadi lekukan pada daun sehingga daun akan patah secara otomatis. Jika Anda melihat serangan penyakit ini segera cabut daun kemudian dibakar. Untuk jamur yang berada dalam tanah, kendalikan menggunakan Natural Glio.

Virus
Akibat dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pertumbuhan tanaman akan terhambat, tanaman kerdil, daun menguning, melengkung dan terkulai, serta anakan yang muncul sedikit. Untuk pencegahan, gunakan bibit unggul yang terbebas dan tahan terhadap virus.

Busuk Umbi Oleh Bakteri
Akibat penyakit ini adalah umbi yang telah dipanen akan membusuk dan berbau. Pasca panen sebaiknya letakkan hasil panen di tempat yang kering.

Busuk Umbi / Leher Batang Oleh Jamur
Penyakit ini menyebabkan daun menjadi lunak, melekuk dan berwarna abu-abu. Untuk pengendalian, selalu lakukan pengaturan drainase agar tanah jangan terlalu becek.

Pengelolaan Tanaman Bawang Merah
Penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 30-35 HST, selanjutnya dilakukan proses pendangiran, pembubunan dan perbaikan bedengan yang rusak
Semprot menggunakan POC NASA dengan dosis 4-5 tutup per tangki setiap 7 hari setelah penanaman sampai hari ke 50-55. Saat umur ke-35 tambahkan HORMONIK saat penyemprotan dengan dosis 1-2 tutup botol per 10 liter air cicampur dengan POC NASA dengan dosis seperti sebelumnya
Penyiraman atau pendangiran dilakukan sekali per hari saat pagi hari. Jika terjadi serangan Thrips dan terjadi hujan rintik-rintik, penyiraman dilakukan saat siang hari.
Pembentukan Umbi Bawang Merah (36-50 HST)
Fase pengamatan HPT sama dengan pengamatan Vegetatif, yang lebih membutuhkan perhatian adalah saat pengairannya. Saat musim kemarau diperlukan air yang banyak sehingga dilakukan penyiraman dua kali sehari.

Pematangan Umbi Bawang Merah (51-65 HST)
Saat fase ini, air yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Penyiraman hanya perlu dilakukan pada sore hari.

Panen dan Pasca Panen

Panen
Pada dataran rendah, panen dilakukan saat umur 55-70 hari. Pada dataran tinggi panen dilakukan saat umur 70-90 hari. Tanda tanaman siap dipanen adalah 60-90% daun telah rebah
Panen dilakukan saat pagi hari yang cerah dan kondisi tanah tidak becek
Cara memanen bawang merah adalah dengan mencabut batang beserta daunnya, kemudian setiap 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan
Pasca Panen
Setelah panen, jemur bawang merah selama 5-7 hari menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan daun
Penjemuran kedua dilakukan selama 2-3 hari dengan umbi menghadap ke atas, tujuannya untuk mengeringkan umbi. Jemur hingga kadar air tersisa sekitar 89-85% kemudian disimpan di dalam gudang penyimpanan
Gantung ikatan bawang merah di rak bambu. Suhu gudang yang ideal adalah sekitar 26-29°C dengan kelembaban antara 70-80%
Demikian mengenai Teknik Budidaya Bawang Merah Teknologi NASA. Semoga dengan penanganan yang tepat dapat meningkatkan hasil produksi bawang merah baik dari segi kualitas, kuantitas dan kelestarian lingkungan.

PANEN SAWIT MELIMPAH BERKAT PIKAT ORGANIK NASADalam usaha meningkatkan produksi Kelapa Sawit, Ekstensifikasi merupakan s...
29/10/2018

PANEN SAWIT MELIMPAH BERKAT PIKAT ORGANIK NASA

Dalam usaha meningkatkan produksi Kelapa Sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan, akan tetapi dalam prosesnya memerlukan lahan yang lebih luas serta lebih banyak memerlukan tenaga kerja. Dari kendala yang ditemui dalam ekstensifikasi tersebut, maka metode Intensifikasi menjadi salah satu hal wajib dalam peningkatan produksi sawit.

Pupuk Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit hadir untuk memenuhi solusi dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit tersebut. Teknologi PIKAT (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu) NASA dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah dan tanaman secara terpadu (lengkap) yaitu unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta beberapa jenis mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

Prinsip Teknologi PIKAT, adalah memperbaiki :
- Kesuburan Kimia Tanah
Memberikan unsur mikro dan makro, enzym, hormon,asam-
asam amino yang cukup.

- Kesuburan Fisik Tanah
Meningkatkan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah dan memperbaiki keseimbangan pori mikro dan makro tanah (kegemburan tanah).

- Kesuburan biologi tanah
Memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

*Pupuk Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit dapat membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk memperoleh kestabilan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

*Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara :

- Multi Komoditi
Telah digunakan pada semua jenis tanaman budidaya (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan), termasuk kelapa sawit.

- Multi Lokasi
Telah digunakan di berbagai kondisi lahan (dataran rendah – dataran tinggi, lahan basah – lahan kering, lahan normal – lahan kritis) dan di berbagai wilayah (berbagai jenis tanah) di Indonesia.

- Multi Waktu
telah digunakan sejak tahun 1996.

*Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit :
- Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit
- Meningkatkan hasil panen kelapa sawit
– bobot / berat panen lebih tinggi
– waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebih lama
– usia produksi lebih lama
-
*Meningkatkan kualitas hasil panen.
- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
- Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
- Mengurangi penggunaan pupuk kimia.
- Memacu perkembangan microorganisme tanah yang berguna bagi tanaman.
- Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan, Alternatif A, B atau C.

*Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya :
A. Lebih Rendah Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi Hasil Panen Naik Optimal

Contoh : setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka :

Alternatif A Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000 Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta Hasil panen naik 30-50 %
Alternatif C Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta Hasil panen naik 70-200 %
Cara Penggunaan Produk NASA pada Kelapa Sawit :

PEMBIBITAN
Penyemprotan bibit : 3 tutup botol POC NASA + 1 tutup Hormonik / tangki / 2 minggu, atau
Penyiraman : 3 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik / 10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap polibag 2 minggu sekali.

TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)
Umur 0-1 tahun
0,5 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali.
Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali.
Umur 1-2 tahun
1 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali.
Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali.
Umur 2-3 tahun
3-6 kg SUPERNASA untuk 1 hektar / 6 bulan.

TANAMAN MENGHASILKAN (TM)
Pilihan Utama = 3-6 kg POWER NUTRITION / hektar / 6 bulan sekali
Pilihan Standar = 1,5-3 kg POWER NUTRITION + 1,5-3 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
Pilihan Minimal = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
KETERANGAN :

Penggunaan POWER NUTRITION dan SUPERNASA dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan aplikasi ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 200 – 400 gram (20 – 40 sendok makan) dalam 10 – 20 liter air, kemudian siramkan 1-2 liter larutan pupuk per 1 pohon.
Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 25-50 % dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik.
POC NASA dan HORMONIK dapat diganti dengan Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR dengan dosis 0,5 sachet (10 gr)/tangki semprot 10-20 liter.
SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr / hektar).
Untuk mengatasi serangan layu tanaman sawit karena jamur dapat digunakan produk Agens Hayati atau Pestisida alami Natural GLIO.

Itulah penjabaran singkat tentang panduan teknik budidaya dengan teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi kelapa sawit.

SEPUTAR TANYA JAWAB TENTANG PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK NASATANYA JAWAB MENGENAI PENGGUNAAN PUPUK1. Tanya : Untuk apa saja ...
29/10/2018

SEPUTAR TANYA JAWAB TENTANG PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK NASA

TANYA JAWAB MENGENAI PENGGUNAAN PUPUK

1. Tanya : Untuk apa saja penggunaan POC NASA dan POP SUPERNASA ?
Jawab : POC NASA dan POP SUPERNASA dipergunakan untuk pertanian (semua jenis tanaman pangan, holtikultura (buah, sayur, tanaman hias), tanaman tahunan/pekerbunan), perikanan (kolam. Tambak) dan peternakan (unggas dan ternak).

2. Tanya : Apa bahan baku POC NASA dan POP SUPERNASA dan proses pembuatannya ?
Jawab : Bahan baku berupa kotoran ternak, kompos, limbah alam, hormon tumbuhan serta “bumbu-bumbu” alami lainnya yang diproses secara alamiah selama 4 bulan hingga jadi.

3. Tanya : Apa kandungan unsur dalam POC NASA dan POP SUPERNASA ?
Jawab : Kandungan unsur POC NASA dan POP SUPERNASA terdapat ± 90 unsur mengingat bahan bakunya yang mengandung ± 90 unsur tetapi yang dicantumkan hanya 13 jenis unsur makro dan mikro (merupakan unsur yang mutlak/wajib dibutuhkan oleh semua tanaman yaitu unsur N, P , K, Mg, Ca, S, Cl, Fe, Mn, Cu, Zn, B dan Mo), dilengkapi juga asam humat dan fulvat (perbaikan tanah), Zat Pengatur tumbuh (ZPT) Indole Acetic Acid (IAA)/Auksin, Giberelin dan Sitokinin serta asam-asam amino (protein) dan lemak nabati.

4. Tanya : Apa guna 13 jenis unsur hara ?
Jawab : 13 jenis unsur hara merupakan “4 sehat 5 sempurnanya” tanaman. Untuk tumbuh dan berproduksi dengan sempurna, tanaman mutlak (wajib) mendapatkan 13 jenis unsur hara. Kekurangan satu jenis saja sudah akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan produksi.

5. Tanya : Apa perbedaan POC NASA dan POP SUPERNASA ?
Jawab : Kandungan unsur makro dan mikro, humat dan vulvat
POP SUPERNASA lebih tinggi dari POC NASA sehingga POP SUPERNASA untuk disiramkan (tidak disemprot ke
tanaman). POP SUPERNASA dapat mengurangi penggunaan pupuk makro lebih banyak (25% - 50% ) daripada POC NASA (12,5% - 25%). Pelepasan unsur hara POP SUPERNASA bersifat slow release (bertahap) dibanding POC NASA. POP SUPERNASA mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam memperbaiki tanah rusak dibandingkan POC NASA.

6. Tanya : Mengapa POP SUPERNASA tidak dianjurkan untuk
disemprotkan?
Jawab : Karena meskipun organik murni, tetapi konsentrasi unsur hara makro (N,P,K) dalam POP SUPERNASA cukup tinggi sehingga jika disemprotkan dengan konsentrasi yang terlalu pekat dapat merusak daun.

7. Tanya : Apa peran Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)/ hormon pada
tanaman ?
Jawab : Fungsi penting ZPT adalah untuk proses pembentukan perakaran, mempercepat pertumbuhan tanaman, merangsang tanaman berbunga dan berbuah serta mencegah/mengurangi tingkat kerontokan bunga dan buah.

8. Tanya : Kapan HORMONIK harus diberikan ?
Jawab : pada prinsipnya sesuai fungsi HORMONIK pemberian semenjak masa vegetatif (pertumbuhan) hingga masa generatif (berproduksi) akan lebih baik, namun setidak-tidaknya menjelang masa generatif.

9. Tanya : Apa peran humat dan fulvat ?
Jawab : Peran humat dan fulvat adalah untuk melarutkan sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah sehingga tanah akan menjadi gembur kembali (memperbaiki tanah), sebagai pelarut TSP/SP-36, membantu menstabilkan pH, mengatur pergerakan dan penyaluran unsur hara dalam tanah, juga akan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangbiakkan mikro organisme berguna bagi tanaman pada tanah.

10. Tanya : Apa peran asam-amino (protein) dan lemak nabati ?
Jawab : Peran asam amino dan lemak nabati adalah untuk memacu tingkat produksi unggas, ternak dan Ikan sekaligus mengurangi tingkat kematian. Selain asam-amino dan lemak nabati NASA juga mengandung mineral-mineral alam selain 13 unsur hara seperti Na, Cl, Si, Mo, Cr, V dan As yang dibutuhkan juga oleh unggas/ternak dan ikan.

Pupuk Organik NASA dengan fungsi ganda untuk semua jenis Tanaman yang mampu memperbaiki kondisi lahan pertanian dan mamp...
29/10/2018

Pupuk Organik NASA dengan fungsi ganda untuk semua jenis Tanaman yang mampu memperbaiki kondisi lahan pertanian dan mampu mempercepat pertumbuhan tanaman serta mampu meningkatkan hasil panen.

Paket Pupuk Organik Berisi :

1 Botol POC Nasa 500cc => untuk merangsang pertumbuhan dan mengurangi kerontokan daun dan buah
1 Botol Supernasa 250gram => Berfungsi untuk menyuburkan tanah.
1 Botol Power Nutrition 250gram => Berfungsi Merangsang pertumbuhan bunga & buah di luar musim
1 Botol Hormonik 100cc => Berfungsi mempercepat proses pertrumbuhan tanaman.

cocok untuk semua jenis tanaman,
sawit, karet, kakao, cengkeh, kopi, padi, durian dan tanaman lainnya
Dapat meningkatkan hasil panen

Fungsi multiguna Pupuk Organik Cair POC Nasa
- Meningkatkan produksi tanaman
- Menjadikan tanah yang keras menjadi gembur secara berangsur angsur.
- Melarutkan sisa pemakaian pupuk kimia dalam tanah.
- Setiap 1 (satu) liter POC Nasa mengandung fungsi unsur hara mikro yang setara dengan 1 ton pupuk kandang.
- Memacu pertumbuhan tanaman serta akarnya, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan, juga dapat mengurangi kerontokan baik bunga maupun buah.
- Meningkatkan daya tahan tanaman.

Fungsi Pupuk Organik Padat POP Supernasa
- Supernasa mampu memperbaiki lahan yang telah rusak :
- Meningkatkan kesuburan fisik tanah.
- Meningkatkan kesuburan khemis tanah.
- Meningkatkan kesuburan biologis tanah.

Manfaat Power Nutrition Nasa
- Memperbanyak tumbuhnya buah dan membantu proses pembuahan tanaman di luar musim (air cukup, iklim tidak ekstrim, hama penyakit normal).
- Memperbaiki pertumbuhan tanaman dan mempercepat pertumbuhannya.
- Meningkatkan ketahanan pada tamaman
- Meningkatkan kualitas buah (rasa, warna, aroma).
- Meningkatkan keawetan buah hasil panen.
- Melarutkan residu pupuk kimia yang mengendap dalam tanah.

Manfaat dan Kegunaan Hormonik Nasa
- mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman dan akar
- memperbesar dan memperbanyak umbi
- mengurangi kerontokan pada bunga dan buah
- memperbesar dan memperbanyak buah
- meningkatkan keawetan hasil panen.

Address

Wonogiri
57694

Telephone

+6288238428495

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nasa Organik Spesialis Pupuk Pertanian dan Perkebunan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nasa Organik Spesialis Pupuk Pertanian dan Perkebunan:

Share