Abbasycoffee.store

Abbasycoffee.store Jual peralatan, perlengkapan Kopi dan Teh. Harga Kompetitif
Layanan Prima

Permanently closed.
Cup of Java – Sejarah Kopi di Indonesia.Bangsa Eropa dengan cara berpikir imperealisnya membudidayakan tanaman kopi di b...
14/05/2018

Cup of Java – Sejarah Kopi di Indonesia.

Bangsa Eropa dengan cara berpikir imperealisnya membudidayakan tanaman kopi di beberapa daerah jajahannya, termasuk di Indonesia. Pulau Jawa menjadi salah satu tujuan tempat budidaya kopi bangsa Belanda.
Tahun 1696, Kopi Masuk Ke Indonesia
Menurut literatur sejarah, kopi masuk ke Indonesia pada tahun 1696. Pemerintah Belanda membawa kopi dari daerah Malabar di India dan ditanam di pulau Jawa. Catatan sejarah tersebut termaktub pada arsip tua yang ditulis oleh kongsi dagang Belanda, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Van Hoorn, Gubernur Hindia Belanda pada tahun 1707 memasukan bibit-bibit kopi ke beberapa daerah di Priangan, Cirebon, dan Batavia. Lebih lanjut VOC bekerjasama dengan para Bupati Priangan yang tertuang dalam Preanger Stelsel. Preanger Stelselsesungguhnya adalah sistem tanam paksa tanaman kopi yang diberlakukan di wilayah Priangan.

Tanaman kopi yang baru dikenal oleh masyarakat pribumi ini akhirnya berhasil dikembangkan di Pulau Jawa pada tahun 1714-1715. Belanda mengajari penduduk pribumi cara-cara pengolahan dan pembibitan. Beberapa tahun kemudian, produksi kopi yang ditanam di Pulau Jawa mencapai puncaknya dan mengalami jumlah ekspor tinggi sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar Eropa. Bahkan melebihi jumlah ekspor kopi dari Yaman ke negara-negara barat.
Keadaan pulau Jawa yang subur menghasilkan tanaman kopi berlimpah ruah. Kopi Jawa pun mulai dinikmati sampai ke Eropa. Dan akhirnya muncul istilah populer “A Cup of Java” yang bermakna “satu cangkir (pulau) Jawa”. Nama yang puitis.
Belanda menikmati keuntungan ekonomi dari tanaman kopi Indonesia namun kaum pribuminya sendiri tidak mendapatkan kesejahteraan. Preanger Stelsel berkembang menjadi Cultuur Stelsel yaitu tanam paksa yang meliputi hampir seluruh Nusantara. Seorang penulis Belanda bernama Eduard Douwes Dekker menulis dengan tajam dan kritis mengenai tekanan yang terjadi pada petani kopi Hindia Belanda yang mengalami ketidakadilan.

Lewat novelnya yang berjudul “Max Havelaar and the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company”, Douwes Dekker memaparkan pengalamannya ketika menjabat sebagai Asisten Residen Lebak, Banten. Dia melihat penderitaan rakyat yang terjadi karena Cultuur Stelsel. Karya tulis ini ikut andil dalam mengubah opini publik tentang sistem politik yang terjadi di masa penjajahan. Dan tentunya berpengaruh terhadap perjalanan sejarah kopi di Indonesia sampai saat ini.
Tahun 1920an, beberapa perusahaan-perusahaan pribumi baik kecil dan menengah yang ada di Indonesia, mulai serius membudiyakan tanaman kopi sebagai komoditas utama perdagangan. Perkebunan kopi bekas milik pemerintah kolonial Belanda pun dinasionalisasi. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka telah dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Indonesia pun mampu mempertahankan produksi kopi berkualitas baik dan mumpuni. A Cup of Java bukan sekadar cerita.

10/05/2018

Hario v60 merupakan salah satu alat seduh kopi dengan metode pour over yang berasal dari Negara Jepang.

Desain dengan bentuk kerucut dan bagian dalam berbentuk sirkular yang berkelok spiral yang unik ini didesain untuk menjaga jalur ventilasi (pada degassing) dengan baik, termasuk juga untuk “memandu” ekstraksi kopi agar jatuh dengan lebih teratur. Desain spiral dan lubang yang lebih besar ini juga menjadikan kopi yang diseduh bisa menitis lebih cepat, kopi yang dihasilkanpun dianggap lebih bersih dan jernih.

Hario Dripper v60 ini dibuat dengan berbagai bahan dasar seperti Plastik,Kaca,keramik dan metal.Hario V60 kini menjadi sangat identik dengan trend pour over yang biasa digunakan di cafe/kedai kopi maupun di rumah.

03/05/2018

Alat kopi yang satu ini mungkin jarang terlihat dibandingkan dengan alat pour over coffee seperti Hario V60 atau Chemex.

Seperti Hario V60, ia akan menyaring ampas melalui filter dan air langsung turun ke dalam gelas .
Uniknya, bentuk filter pada Kalita Wave ini bergelombang. sehingga kita bebas menuangkan airnya. Menghasilkan secangkir kopi tebal namun beraroma.

Dapatkan Free Ongkir se-pulau jawa dan subsidi ongkir untuk wilayah lain !Yuk chat kami dan buruan order gaes !
01/05/2018

Dapatkan Free Ongkir se-pulau jawa dan subsidi ongkir untuk wilayah lain !

Yuk chat kami dan buruan order gaes !

Jual paket perlengkapan kopi dan teh.  Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.Harga lebih murah dari...
21/04/2018

Jual paket perlengkapan kopi dan teh. Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.
Harga lebih murah daripada beli satuan.

PAKET Promo :1.  KALITA WAVE FILTER 155 2.  Dripper 155 Kalita- KALITA WAVE FILTER 155 WHITE 100P KWF-155Brand : KalitaU...
20/04/2018

PAKET Promo :
1. KALITA WAVE FILTER 155
2. Dripper 155 Kalita

- KALITA WAVE FILTER 155 WHITE 100P KWF-155
Brand : Kalita
Ukuran : 155
Material : 100% Sofwood Pulp
Cocok untuk penggunaan Kalita Stainless Dripper 155 dan Kalita Glass Dripper 155
Isi : 100 pcs / box
Made in Japan

- Kalita Wave Stainless Dripper 155
High Quality Stainless Steel
Made in Japan

HARGA : 575.000

Paket Promo :1. HARIO V60 CERAMIC 01 RED VDC-01R 2. Hario V60 Range Server clear 800ml XGS-80TB.- HARIO V60 CERAMIC 01 R...
19/04/2018

Paket Promo :
1. HARIO V60 CERAMIC 01 RED VDC-01R
2. Hario V60 Range Server clear 800ml XGS-80TB.

- HARIO V60 CERAMIC 01 RED - VDC-01R
Spesifikasi :
Made in Japan
High Quality Ceramic
Brand : Hario
Dilengkapi Dengan Sendok Kopi
Berat : 300 Gram
Bahan : Ceramic
Warna : Merah
Ukuran : P : 12 cm, T : 8,5 cm, Diameter : 9,3 cm

- Hario V60 Range Server clear 800ml XGS-80TB.
SPESIFIKASI :
Material: body / heat-resistant glass , packing / silicon rubber
Ukuran (PxLxT) cm: 15 x 12.9 x 13.8
Kapasitas: 800ml (2 ''" 6 Cups)
Berat: 400 gram
Merek: Hario
Made in Japan

Harga : Rp : 850.000
*selama stok masih ada dan masa promo

Jual berbagai macam server coffe dan server tea.Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.Beli banyak h...
19/04/2018

Jual berbagai macam server coffe dan server tea.
Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.

Beli banyak harga spesial PM/Inbox kami

Jual berbagai macam coffe/tea dripper.Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.Beli banyak harga spesi...
19/04/2018

Jual berbagai macam coffe/tea dripper.
Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.

Beli banyak harga spesial PM/Inbox kami

Jual berbagai macam filter kopi.Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.Beli banyak harga spesial PM/...
19/04/2018

Jual berbagai macam filter kopi.
Detil produk, fungsi dan harga ada pada masing-masing foto.

Beli banyak harga spesial PM/Inbox kami

Asal - usul kata Kopi.Sebelum lebih jauh menelusuri sejarah kopi ada baiknya kita mulai dengan asal-usul kata “kopi” itu...
06/03/2018

Asal - usul kata Kopi.

Sebelum lebih jauh menelusuri sejarah kopi ada baiknya kita mulai dengan asal-usul kata “kopi” itu sendiri. Menurut Wiliam H. Ukers dalam bukunya All About Coffe (1922) kata “kopi” mulai masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa sekitar tahun 1600-an. Kata tersebut diadaptasi dari bahasa Arab “qahwa”. Atau, mungkin tidak langsung dari istilah Arab tetapi melalui istilah Turki “kahveh”.

Di Arab istilah “qahwa” tidak ditujukan untuk nama tanaman tetapi merujuk pada nama minuman. Malahan ada beberapa catatan yang menyebutkan istilah tersebut awalnya merujuk pada salah satu jenis minuman dari anggur (wine). Namun para ahli meyakini kata “qahwa” digunakan untuk menyebut minuman yang terbuat dari biji yang diseduh dengan air panas. Biji tersebut diketahui berasal dari buah yang dihasilkan tanaman kopi.

Masih menurut Ukers, asal-usul kata “kopi” secara ilmiah mulai dibicarakan dalam Symposium on The Etymology of The Word Coffee pada tahun 1909. Dalam simposium ini secara umum kata “kopi” diyakini merujuk pada istilah dalam bahasa arab “qahwa”, yang mengandung arti “kuat”.

Ada juga pihak yang menyangkal istilah kopi diambil dari bahasa Arab. Menurut mereka istilah kopi berasal dari bahasa tempat tanaman kopi berasal yakni Abyssinia. Diadaptasi dari kata “kaffa” nama sebuah kota di daerah Shoa, di Selatan Barat Daya Abissynia. Namun anggapan ini terbantahkan karena tidak didukung bukti kuat. Bukti lain menunjukkan di kota tersebut buah kopi disebut dengan nama lain yakni “bun”. Dalam catatan-catatan Arab “bun” atau “bunn” digunakan untuk menyebut biji kopi bukan minuman.

Dari bahasa Arab istilah “qahwa” diadaptasi ke dalam bahasa lainnya seperti seperti bahasa Turki “kahve”, bahasa Belanda “koffie”, bahasa Perancis “café”, bahasa Italia “caffè”, bahasa Inggris “coffee”, bahasa Cina “kia-fey”, bahasa Jepang “kehi”, dan bahasa melayu “kawa”. Pada faktanya hampir semua istilah untuk kopi di berbagai bahasa memiliki kesamaan bunyi dengan istilah Arab.

Khusus untuk kasus Indonesia, besar kemungkinan kata “kopi” diadaptasi dari istilah Arab melalui bahasa Belanda “koffie”. Dugaan yang logis karena Belanda yang pertama kali membuka perkebunan kopi di Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan kata tersebut diadaptasi langsung dari bahasa Arab atau Turki. Mengingat banyak pihak di Indonesia yang memiliki hubungan dengan bangsa Arab sebelum orang-orang Eropa datang.

Mengenal Cita Rasa Kopi ( Coffee Cupping ).Ketika kita mencicipi kopi akan terasa keasaman dalam kopi yang segar, menusu...
04/03/2018

Mengenal Cita Rasa Kopi ( Coffee Cupping ).

Ketika kita mencicipi kopi akan terasa keasaman dalam kopi yang segar, menusuk, tajam, tapi pas sekali untuk dinikmati. Itu artinya kopi yang anda cicicpi adalah jenis kopi Arabika. Kenikmatan rasa kopi Arabika terasa alami pada after taste. Sebaliknya, kopi Robusta akan terasa pahit karena dihasilkan dari panggangannya, biji kopi yang kasar dalam rasa, tinggi kafein, juga tinggi asam klorogenat yang tidak baik untuk lambung.
Coffee cupping pada awalnya dipelopori oleh Clarence E. Bickford dari San Fransisco (AS) di pertengahan akhir abad ke-19. Metodenya semakin berkembang dan terus disempurnakan. Apabila anda sudah menjadi cup taster yang berpengalaman, maka anda dapat mengetahui perbedaan cita rasa kopi dari daerah penghasilnya melalui cara yang sederhana yaitu dengan mencium aroma dan merasakan seduhan kopinya. Hal itu dikarenakan ketika anda melakukan cupping terjadi satu seri tahapan yang berakhir dengan evaluasi sensorik menggunakan olfaksi, gustasi, dan sensasi di dalam rongga mulut (mouth feel).
Secara umum citarasa utama pada kopi adalah fragrance (bau kopi bubuk kering), aroma (bau sedap), flavor (khas bau kopi), body (kekentalan), acidity (rasa asam enak), bitterness (rasa pahit), dan sweetness (rasa manis). Sedangkan indikator lain untuk menilai citarasa adalah keseimbangan rasa, kebersihan rasa, dan keseragaman rasa. Lalu secara khusus, cita rasa ditentukan dari:
1. Aroma. Fragrance (bau dari kopi ketika masih kering) dan aroma (bau dari kopi ketika diseduh dengan air panas) adalah aspek dari aroma yang dapat dinilai melalui tahapan berikut: Mencium bubuk kopi yang berbeda dalam mangkok sebelum di tuang dengan air, mencium aroma saat mengaduk permukaan kopi seduhan, dan mencium aroma kopi saat kopi sudah larut.
2. Flavour. Flavour menunjukan sifat khusus yang merupakan kombinasi antara aroma, acidity dan after taste. Flavour di rasakan pada lidah sekaligus pada hidung ketika aroma uap mengalir dari mulut ke hidung. Flavour akan menentukan nilai pada kualitas dan kompleksitas.
3. After taste. After taste adalah lama bertahannya suatu flavour positif (rasa dan aroma) yang berasal dari langit-langit belakang mulut dan bertahan setelah kopi dibuang atau ditelan. Jika after taste langsung hilang dan tidak enak maka diberikan nilai rendah.
3. Acidity. Acidity sering digambarkan sebagai rasa asam yang enak, atau masam jika tidak enak. Acidity yang baik akan terasa manis seperti rasa buah segar yang langsung terasa saat kopi diseruput. Sebaliknya acidity yang terlalu dominan dikategorikan tidak enak. Acidity yang tinggi seperti pada kopi Kenya dan acidity yang rendah seperti kopi Sumatra biasanya menjadi acuan para cup taster.
4. Body. Body adalah rasa ketika kopi masuk kedalam mulut khususnya antara lidah dan langit-langit mulut. Biasanya body yang kental mendapat nilai yang tinggi. Namun body yang ringan juga dapat memiliki rasa enak di mulut. Kopi yang memiliki body yang kental seperti kopi Sumatra atau kopi yang memiliki body ringan seperti kopi Mexico juga menjadi acuan walaupun berbeda.
5. Balance. Semua aspek flavor, after taste,acidity, body yang seimbang disebut balance. Jika kurang saja salah satu aspeknya atau berlebihan akan mengakibatkan nilai balance berkurang.
6. Sweetness. Kopi mengandung karbohidrat sehingga akan timbul rasa manis yang menyenangkan. Lawan dari manis dalam konteks ini adalah sour, astringent atau mentah. Sweetness berbeda dengan rasa sukrosa yang ditemukan dalam minuman ringan/soft drink.
7. Clean cup. Dalam menilai Clean Cup perlu memperhatikan tahap cupping sejak awal. Apabila tidak ada nilai negatif dari cita rasa sampai after taste maka akan mendapatkan nilai, sebaliknya kopi yang tidak memiliki rasa dan aroma akan disingkirkan.
8. Uniformity. Adanya keseragaman aroma dari setiap mangkok.
9. Overall. Penilaian yang mencerminkan aspek keseluruhan diatas. Jika kopi memiliki kriteria yang diharapkan dan memiliki aroma khas akan diberi nilai yang tinggi.
10. Defects. Aroma negatif atau cacat yang mengurangi kualitas kopi seperti Taint atau bau tercemar dan Fault atau rasa yang tidak enak.

Address

Wonosobo
56311

Telephone

082314349001

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Abbasycoffee.store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share