BAIK Business Transformation

BAIK Business Transformation Business and Management Consultant

*Satu Gambar, Berjuta Makna*Jika kita melihat satu gambar, persepsi apa yang kita tangkap tentu bisa berbeda dengan oran...
07/12/2019

*Satu Gambar, Berjuta Makna*

Jika kita melihat satu gambar, persepsi apa yang kita tangkap tentu bisa berbeda dengan orang lain.

Picture speak Louder.

Tentunya dengan melihat dari banyak sudut pandang, akan menambah informasi yang sebelumnya mungkin belum terpikirkan, sama seperti metode Points of You ยฎ yang memberikan pengalaman tak terduga. *unexpected but precise*.

Yuk, lihat dari sudut pandang baru agar bisa lebih menggali potensi yang Anda punya untuk menentukan dan mencapai resolusi Anda. Then, Enjoy your magic moment๐Ÿ˜Š

Jika Anda ingin memulai perubahan baru dalam hidup Anda, dan menemukan potensi dalam diri Anda dengan cara yang seru dan FUN, inilah informasi yang tepat untuk Anda

Mari bergabung dalam Coaching Game Party: *Kenali Potensi, Capai Resolusi*
๐Ÿ—“๏ธ Senin, 16 Desember 2019, 09.30-11.45 WIB
๐Ÿก G45 Coworking Space
https://g.page/g45-space?share
๐Ÿ“ฒ linktr.ee/generasi_jannah
๐Ÿšจ *Terbatas untuk 25 peserta*
๐Ÿ“ Fasilitas : worksheet, snack & drink
โžก metode : Points of Youยฎ


__________
*"The only thing worse than being blind is having sight but no vision"*
~ HELEN KELLER



Yuk bantu BAGIKAN informasi ini, semoga aksi Anda menjadi bagian kepedulian Anda kepada mereka yang membutuhkan acara ini. Terima kasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿผ

MANAJEMEN STOKSalah satu aset/kekayaan Pemilik Usaha (Business Owner) adalah PERSEDIAAN alias STOK. Hanya saja.., STOK t...
25/02/2018

MANAJEMEN STOK

Salah satu aset/kekayaan Pemilik Usaha (Business Owner) adalah PERSEDIAAN alias STOK. Hanya saja.., STOK tidak semuanya MUDAH untuk dicairkan menjadi CASH. Atau, dengan kata lain, Stok adalah perubahan wujud dari Cash kita.

Naah.. Karena stok adalah Cash kita yang berwujud barang, maka harus di-manage dengan baik. Beberapa pertimbangannya secara umum adalah:
1. Umur barang
2. Space atau Ukuran barang
3. Perputaran barang >>> fast moving atau slow moving
4. Nilai (Harga) dari barang tersebut.
5. Ketersediaan/kemudahan supply atau untuk didapatkan.
6. Tren pasar.
7. Minimum order.
8. Ongkos kirim.
Dan lain-lain.. Tergantung dari jenis dan produk dari bisnis kita.

Pertimbangan TERBESAR dari pengelolaan stok adalah CASHFLOW!! Untuk itu banyak formula yang beredar, SECARA TEORI, dengan tujuan untuk me-manage-nya.

Secara sederhana, gambar yang saya lampirkan adalah sebuah POLA dari manajemen stok. Kapan dan dalam jumlah berapa, sebaiknya suatu barang harus dipesan dan dalam jumlah berapa banyak.

Sebagai contoh, kita sedang mengendarai mobil, dari Surabaya ke Jakarta. Jarak yang ditempuh adalah 800 km. Konsumsi BBM mobil kita 10 km/Liter, dan kapasitas tangki mobil adalah 30 Liter. Pertanyaannya:
1. Berapa angka aman agar kita tidak kehabisan BBM di tengah perjalanan?
2. Setiap berapa Kilometer (km) kita harus mengisi BBM?
3. Berapa kali kita mengisi BBM selama perjalanan?

"Aaahh.. Gitu aja dipikir. Isi bensin yaa tinggal isi klo udah sampe ke indikator merah."

Yaa betul..!!

Masalahnya di dalam bisnis, apakah kita sudah pernah menghitung "indikator merah" nya itu? "Indikator merah" ini dalam bisnis (manajemen stok) adalah Safety/minimum Stock.

Dan apakah barang selalu tersedia, saat "indikator merah" tersebut nyala? Apakah kita langsung ketemu dengan pom bensin? Artinya ada waktu dan jarak yang ditempuh yang terus membutuhkan BBM. Masa waktu tunggu dari supplier inilah yang disebut dengan LEAD TIME.

Bagaimana jika supplier juga butuh proses produksi? Dia juga butuh untuk pesan bahan baku? Bagaimana pengaruhnya dengan CASHFLOW kita?

Dari ke semua kondisi tersebut, apa kesimp**annya? Bantu saya untuk menjawab pertanyaan berikut:
1. Apa yang harus dilakukan untuk bisa menjaga ketersediaan barang?
2. Jika barang tidak tersedia, apa sikap customer kita?

Silahkan jawab di komen yaa.. ๐Ÿ˜Š

Ingaat.. Confusius berkata:
If You hear, You'll forget..
If You see, You'll remember..
If You do, You'll Understand

22/02/2018

SABOTASE PBS (Pikiran Bawah Sadar)

Lebih dari 80% hasil dalam hal apapun dipengaruhi oleh pikiran Bawah Sadar (PBS). Pikiran Sadar hanya menyumbang kurang dari 20% kesuksesan seseorang.

Begitu p**a di banyak kasus, pertumbuhan bisnis yang melambat, adalah AKIBAT dari kerja PBS (Pikiran Bawah Sadar), tepatnya "sabotase" PBS Owner dan Pengelolanya. Cara kerja PBS ini unik. Dia yang mengatakan "Goal-mu kan sudah tercapai.."

Sehingga, berbagai macam cara dicoba untuk menumbuhkan bisnisnya oleh si Pengusaha, tapi tidak juga berhasil. Cirinya adalah pertumbuhan bisnisnya melambat naik ke angka tertentu, kemudian stagnan.. Biasanya pola ini berulang terus, dan KEMUNGKINAN besar, ini bentuk dari sabotase PBS tersebut.

Lalu apa yang harus dilakukan? Yeess.., yang dibutuhkan adalah membuat TARGET/GOAL yang baru.. Bukan sekedar target/goal, tapi EMOTIONAL TARGET/GOAL.

Seperti apa emotional target tersebut? Target yang bersumber dari MOTIVASI si Pengusaha atau Pengelolanya. Untuk itu, kita harus tau arah MOTIVASI diri kita terlebih dahulu. Ada 2 macam:
1. PAIN (rasa sakit). Biasanya tipe ini "bergerak", jika terbayang "rasa sakit" jika tidak tercapai. Contohnya: jika tidak tercapai, maka akan bangkrut dan menanggung hutang sekian Miliar, rumah disita, dsb..
2. PLEASURE (rasa senang/bahagia). Tipe ini "bergerak" atau termotivasi jika ada "rasa senang" atau harapan. Misal: jika goalnya tercapai, maka akan bisa ajak keluarga jalan-jalan keliling dunia, punya rumah idaman, dsb..

Kedua tipe tersebut tidak bisa dipaksakan di setiap orang. Misalnya: tipe PAIN diberi iming-iming jalan-jalan ke luar negeri. Dia akan menjawab: "so what gitu loohh.. Gak jalan-jalan juga gak mati.."
Sebaliknya, tipe PLEASURE dimotivasi dengan ANCAMAN, juga tidak akan efektif. "So what?? Sita.., yaa sita aja.. Ntar bisa beli rumah baru lagi koq.."

Naaahh.. Kembali ke topik..

Kenali lebih dulu ARAH motivasi diri Anda. Kemudian, buatlah target baru yang emosional. Begitu juga kenali tim Anda. Sehingga Anda tau cara memotivasi mereka, untuk "mendayung perahu" bersama Anda sebagai kaptennya.

Bagaimana dengan pikiran sadar kita? Buatlah GOAL/TARGET yang masuk akal dan MAMPU dicapai. Tentunya, pikiran sadar inilah yang akan menyambungkan emotional Target/Goal dengan mencari CARA yang bisa diterima oleh LOGIKA. Bukan target yang tidak masuk logika.

Contoh yang tidak masuk logika: sekarang omset 1 Miliar, target: 6 bulan lagi omset 1 Triliun, dan belum pernah mencapainya, bahkan sepersepuluhnya pun belum pernah dicapai. Ini terlalu jauh untuk dijangkau oleh akal, akhirnya malah cari cara "akal-akalan", tipu sana-sini, pelihara tuyul, dlsb..

Sekian dulu.. Semoga bermanfaat.. ๐Ÿ˜Š


Terima kasih ASLI (Asosiasi Laundry Indonesia) atas kepercayaan yang diberikan kepada BAIK BUSINESS TRANSFORMATION untuk...
09/02/2018

Terima kasih ASLI (Asosiasi Laundry Indonesia) atas kepercayaan yang diberikan kepada BAIK BUSINESS TRANSFORMATION untuk berbagi.
Semoga ASLI dan anggotanya semakin cemerlang dan sukses..

Mental Block PenjualanPertumbuhan bisnis sangat dipengaruhi oleh PRIBADI pengelola dan tim-nya. Di sinilah peran seorang...
08/02/2018

Mental Block Penjualan

Pertumbuhan bisnis sangat dipengaruhi oleh PRIBADI pengelola dan tim-nya. Di sinilah peran seorang LEADER menjadi sangat signifikan. Karena Leader akan memberi INFLUENCE (PENGARUH) pada Tim secara keseluruhan.

Seorang LEADER belum tentu seorang bos atau manager, tapi orang yang BERPENGARUH dalam Tim. Dalam beberapa kasus, Leader bahkan seringkali tidak duduk sebagai pucuk pimpinan perusahaan atau sebuah Tim/Departemen/Bagian. Jika pengaruhnya "positif", maka keseluruhan atau sebagian besar anggota Timnya akan bertindak dan berperilaku positif. Begitu p**a sebaliknya.

Kembali ke Topik..

Pada intinya, sering kali penjualan "gagal" closing karena di dalam hati si penjual: "kayaknya gak closing niih.. Gak closing nih.. Gak closing niihh..." ๐Ÿ‘ก๐Ÿ‘ก

Nah.. Kasus seperti ini jarang atau bahkan tidak pernah digali lebih dalam adanya MENTAL BLOCK pada diri masing-masing tim penjualan. Jika digali lebih dalam, mungkin JIKA mau jujur, Tim Penjualan Anda akan berkata:
1. Harga terlalu mahal.
2. Kualitas tidak konsisten.
3. Kemasan tidak menarik.
4. Barang sering kosong.
5. Pelanggan tertarik klo ada diskon.
6. Promo gak menarik.
7. Gak PeDe dengan produknya.
8. Terlalu banyak pesaing.
9. Sudah ada brand terkenal.
10. Penjualan bulan lalu menurun.
11. Orang baru, belum pengalaman.
12. Calon pembelinya "High Class".
Dan lain-lain...

Naaahh.. Tentunya, setelah menemukan MENTAL BLOCK dalam diri Tim Penjualan Anda, maka harus segera dibongkar mental block tersebut. Bagaimana caranya membongkar mental block? Yang termudah adalah dengan metode REFRAMING. Masih ada metode-metode lain yang sifatnya therapy, tapi haris dilakukan oleh ahlinya.

REFRAMING (membuat kerangka baru) adalah metode untuk membongkar "keyakinan negatif" dengan contoh-contoh POSITIF atau kebalikan dari mental blok yang ada.

Misalnya: harga terlalu, mahal.. Maka Anda bisa mengambil contoh-contoh produk sekelas yang harganya lebih mahal dari produk Anda, tapi penjualannya fantastis, laku keras, laris manis. Atau MENYADARKAN akan KELEBIHAN (value added) yang akan diperoleh dari produk tersebut. Sehingga dia TERSADAR, bahwa produk yang dijual tidak lagi "dipandang" mahal oleh calon pembeli. Atau.. Bisa juga dengan contoh-contoh customer yang PUAS, dan sudah REPEAT ORDER.

Naaahh.. Klo Anda mau berlatih, praktek, atau sharing pengalaman tentang REFRAMING, silahkan tulis di komen..

Sekian dulu.. Semoga bermanfaat.. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š



9 KUNCI NEGOSIASIBisnis tidak lepas dari komunikasi khususnya negosiasi, baik kepada pembeli/customer, supplier, atau in...
08/02/2018

9 KUNCI NEGOSIASI

Bisnis tidak lepas dari komunikasi khususnya negosiasi, baik kepada pembeli/customer, supplier, atau investor/pemodal.

"Kekalahan" negosiasi biasanya terjadi karena KETIDAKSIAPAN satu pihak kepada pihak yang lain, sehingga posisi tawarnya "kalah" sebelum bertanding.

Tulisan singkat ini, adalah rangkuman pengalaman saya bernegosiasi baik saat menjadi Purchasing (Bagian Pembelian/Pengadaan Barang), Sales/Penjual, maupun berhadapan dengan pemodal/investor.

Apa saja yang perlu dipahami dan berpengaruh pada saat negosiasi?
1. Posisi TAWAR (Bargaining Position). Posisi TAWAR sangat dipengaruhi dengan pihak mana yang lebih BUTUH ketimbang pihak yang lain. Artinya, jika kita dalam posisi "lebih" butuh, maka dapat dipastikan, dalam negosiasi tersebut, posisi kita akan berada di bawah. Sehingga mudah ditekan dan dikalahkan. Untuk itu, fokuslah pada kebutuhan "lawan" Anda, bukan kebutuhan Anda.

2. KETERGANTUNGAN. Selain menaikkan level BUTUH "lawan" terhadap kita, cara untuk menguatkan posisi adalah dengan melepaskan ketergantungan hanya dari 1 pihak. Sebagai contoh: cari supplier/investor lagi selain dia. Teknik ini biasanya dilakukan sebelum bernegosiasi. Biarkan supplier/investor tersebut tau, bahwa kita punya KANDIDAT yang lain yang siap menggantikannya.

3. Communication Skill. Tingkat/level sebuah skill adalah berbanding lurus dengan flying watch (jam terbang). Semakin sering dilatih, maka skill akan semakin tinggi. Apa saja yang harus dilatih? Elemen komunikasi ada 3: kata-kata/kalimat (8%), intonasi (37%), dan bahasa tubuh (55%). Selain memahami elemen komunikasi ini, yang terpenting adalah PENGENDALIAN DIRI.

4. Kedekatan PERSONAL. Seringkali, dalam negosisasi kedekatan PERSONAL sangat membantu proses negosiasi. Sebagai contoh, seorang sales yang handal bisa mendapatkan informasi-informasi (bocoran) sebelum tender dilakukan. Di mana dia dapatkan? Di luar kantor. Karena kedekatan personal.

5. IMPROVISASI. Improvisasi dalam proses negosiasi juga membutuhkan jam terbang alias flying watch. Selain flying watch, juga butuh kreativitas dan kejelian dalam melihat peluang/celah saat negosiasi berlangsung. Intinya adalah: banyak mendengar, bukan banyak khotbah.. Paham?? ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

6. HINDARI menjatuhkan lawan, walaupun Anda dalam posisi di atas (menang). Why?? Kita tidak tahu yang akan terjadi besok. Saat ini mungkin kita dilihat oleh "lawan" kita layaknya seorang macan. Tapi bisa jadi, besok dia berkawan dengan banyak macan, gajah, beruang, dll. Artinya: di atas langit masih ada langit.

7. Bicara dengan DATA. Karena, melalui Data orang akan lebih mudah untuk PERCAYA. Hubungan bisnis adalah hubungan KEPERCAYAAN, dan harus dituangkan "di atas kertas". Sehingga semuanya akan mudah dilacak dan dipertanggungjawabkan.

8. Menyiapkan beberapa OPSI. Adakalanya, negosiasi tidak DEAL karena tidak ada OPSI yang sesuai dengan "kebutuhan lawan". Jadi diperlukan beberapa OPSI yang dapat mengakomodir kebutuhan "lawan", yang mungkin baru muncul saat proses negosiasi.

9. Tenggat waktu. Artinya, jangan biarkan proses negosiasi berlarut-larut sehingga membosankan alias melelahkan. Yang pada akhirnya, tidak terjadi kesepakatan. Asumsikan bahwa semua orang sibuk dengan urusan-urusan besar, sehingga proses negosiasi harus segera mendapat kejelasan/keputusan.

Naahh.. Dalam negosiasi terkadang terjadi proses Tarik-Ulur. Proses ini adalah hal biasa, tapi butuh SKILL yang lebih tinggi lagi. Agak sulit dijelaskan melalui tulisan. Ntar jempol bisa kriting.. Lebih enak klo di-kopdar-kan aja. Hehehe..

Sekian dulu.. Semoga bermanfaat.. ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ

SCALE UP MINDSETBanyak orang memulai bisnisnya sebagai sambilan. Dan targetnya adalah hanya mendapat "Tambahan" penghasi...
08/02/2018

SCALE UP MINDSET

Banyak orang memulai bisnisnya sebagai sambilan. Dan targetnya adalah hanya mendapat "Tambahan" penghasilan. Sehingga tidak menghitung profitnya.

Dan karena hanya sebagai sambilan, tidak dikelola secara profesional. Ketika produknya diminati banyak orang, KAPASITASnya pun terbatas. Sehingga, saat di-SCALE UP, menjadi sangat tidak siap.

Pengen Scale Up? Sebagian besar menjawab pengen.. || Okee.. Klo gitu harus dibuat targetnya yaa.. || Tapi saya juga punya kesibukan rumah tangga, Mas. Ngurusin anak, masak, bersih-bersih rumah, dll. Dan jangan (pake) investasi yaa, Mas.. || Okee.. Siyaapp.. || Bisa, Mas?? || Bisaaa...!! Di alam MIMPI..!! ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

Pengen sukses (kaya), tapi gak mau capek, gak mau investasi (Waktu maupun materi), dan bisnisnya mulai/masih dari kecil, bukan bisnis yang sudah besar dan "berjalan". Jadi kondisinya BEDA. Dan dijamin gak akan banyak perubahan walaupun di-mentoring atau di-coaching. Kenapa?? MENTAL atau MINDSET dan PERILAKU-nya gak PANTAS untuk dikasih SUKSES!

Jadi.. Yang perlu diubah bukan BISNIS-nya dulu, tapi si OWNER-nya dulu. Tidak ada PEBISNIS menjadi BESAR tanpa MENTAL dan KOMITMEN yang BESAR.

Gimana mengubahnya? Pertama: mengubah MINDSET dengan membuat TUJUAN yang JELAS, bukan lagi bisnis sebagai sambilan. Selama NIAT bisnisnya hanya sambilan, maka tidak akan diseriusi.

Yang kedua, klo kata guru saya: "Allahumma PEKSO!". Memaksa diri untuk BERANI "mengambil resiko". No Pain No Gain! Membuang hal-hal yang "nyaman", alias KELUAR dari zona nyaman. Sahabat karib NYAMAN adalah MALAS dan TAKUT mencoba.

Yang ketiga, MINDSET tentang UANG. Keterikatan dengan Uang menjadikan orang berpikir lebih sempit. Sehingga, melepaskan ikatan ini akan menjadi "pembuka" pintu rejeki.

Contoh sederhananya adalah: jika seseorang masih berat dalam sedekah/pemberian atau bahkan membayar kewajiban atau investasi, maka di situlah Pikiran Bawah Sadar (PBS)-nya sedang berkata: "Eehh.. Duit segitu berat looh nyarinya..!!"

Jadi berapa "angka berat" Anda?

Sekian dulu.. Semoga bermanfaat..



===================
Ingin BELAJAR lebih lanjut?

Ingin men-SISTEMASI Bisnis Anda?

Ingin SCALE UP bisnis Anda?

Daftar segera!
Workshop CA$HFLOW SYSTEM MASTERY, 10-11 Februari 2018

Hubungi:
Rinie 0857 147 147 44 / 0856 9877 877

Semoga bermanfaat..
08/02/2018

Semoga bermanfaat..

Persepsi KONSUMEN Vs Persepsi PENJUALDalam banyak kasus, saya menemukan para pemilik bisnis yang TAKUT untuk menjual den...
08/02/2018

Persepsi KONSUMEN Vs Persepsi PENJUAL

Dalam banyak kasus, saya menemukan para pemilik bisnis yang TAKUT untuk menjual dengan "harga tinggi". Padahal, menurut saya, produknya bagus, berkualitas.

"Dek, kan HPP-ku cuma sekian (*sensor*). Ini aja aku udah naikin 2 kali lipat."

Okeee... Kamu udah hitung biaya distribusi, promosi, atau komisi penjualan ke reseller, dsb-nya??

"Belum, Dek."

Berapa kira-kira biaya iklan, diskon yang kamu tawarkan, atau biaya marketing lainnya?

"10-20%"

Okee.. Mari kita hitung dengan logika.. HPP-mu berarti 50% dari harga jualmu. Dikurangi biaya marketing 10-20%. Sisanya tinggal 30-40%. Betul?

"Yaa.. Kurang lebih segitu, Dek."

Berapa persen (%) rabat/diskon ke reseller-mu?

"10%"

Sisanya berarti tinggal 20-30%. Berapa biaya operasional-mu perbulan? Berapa faktor resiko bisnismu? Barang yang gak terjual contohnya.

"......." (Loading.. Gak ada jawaban)

Naaahh... Di lain pihak, penjual lain membagi rabat ke mereka (reseller) 20-30%, mereka mau jualin produkmu? Mungkin mau, tapiiiii..... Mungkin kamu hanya akan dapat reseller yang coba-coba alias masih pemula. Yang mungkin jualan cuma sambilan buat mereka.

"Hmm..."

Ataauu.. Jika reseller-mu hanya mendapat 10%, lalu dia menaikkan harganya sendiri 20%. Artinya harga retailmu sampai di tangan konsumen akhir lebih tinggi 20%. Reseller-reseller-mu yang lain pun akan melakukan hal yang sama, menaikkan harganya 20%.

Itu baru dari sisi reseller. Gimana jika ada kenaikan bahan baku dan ongkos produksi? Naikin harga?? Menaikkan harga, kemungkinan BESAR akan menggeser segmen pasarmu. Menggeser segmen pasar, artinya kamu akan menjadi "pemain baru" di segmen yang baru tersebut. Hehe..

Menjadi "pemain baru", artinya butuh cost untuk promosi, iklan, dan mungkin edukasi, alias biaya marketing yang tinggi dengan IMPACT yang mungkin gak sebanding/sesuai dengan yang ditargetkan. Alias, biaya marketing yang tinggi.

Okee.. Pertanyaan berikutnya.. Berapa harga jual pesaingmu yang lain? Berapa banyak yang menjual lebih tinggi dari kamu? Berapa bedanya? Jangan cuma melihat yang sama atau lebih rendah dari hargamu.

Jadi gimana?

"Iyaa, Dek.. Paham.."

Naahh.. Satu kuncinya adalah PERSEPSI-mu terhadap harga beda dengan PERSEPSI Harga yang ada dibenak konsumen. Kamu tau HPP-nya, temen-temen pesaing/penjual yang lain tau HPP.
Tapi berapa banyak konsumenmu yang tau dengan HPP-mu? Klopun tau, apakah mereka peduli? Klo mereka peduli, berarti dia bukanlah CUSTOMER IDEAL yang akan jadi customer LOYAL.

Target market yang sensitif terhadap harga, tidak akan jadi customer yang LOYAL. Dengan perbedaan harga yang hanya selisih sedikit, dia akan pindah ke penjual yang lain. Inikah CUSTOMER IDEAL yang kamu bidik??

"Pletaaaakkk... Serasa disambit bakiak, Dek.."

Sukuriiiinn.. ๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›
Okeee.. Satu lagi pertanyaan.. Klo kamu pergi ke Mall, lagi cari baju. Ada 2 baju yang kamu s**a. Mana yang kamu pilih: yang harganya 200ribu atau 400ribu diskon 50%?

"400ribu diskon 50% donk, Dek.."

Naah.. Pikirkan lagi lebih panjang, kira-kira kualitasnya sama atau enggak?

"Hmm... Pletaaakk lagiii..!!"

Naahh.. Itulah PERSEPSI yang memainkan faktor EMOSIONAL! Persepsimu sebagai pembeli dan persepsi sebagai penjual SANGAT BERBEDA! Hehehe.. ๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›

Itulah kira-kira percakapan yang sering saya alami dengan para "pengusaha pemula" atau ber-MINDSET PEMULA lebih tepatnya.

Persepsi kita sebagai penjual berbeda dengan persepsi konsumen kita. Mungkin mereka memilih yang "termurah", tapi mereka jarang yang tau HPP kita. Dan bahkan mungkin tidak peduli. Yang dipedulikannya adalah worthed atau tidak.

Tantangan berikutnya adalah CARA Anda menaikkan harga. Ada berbagai strategi untuk MENAIKKAN HARGA. Salah satu KUNCINYA adalah dengan MEMBERIKAN VALUE lebih dari yang pesaing Anda berikan. Masih ada cara-cara marketing yang lain untuk menaikkan harga.

"PRICE is what you pay. VALUE is what you get."

Gitu yaaahh... Semoga bermanfaat.. ๐Ÿ˜Š


===================
Ingin BELAJAR lebih lanjut?

Ingin men-SISTEMASI Bisnis Anda?

Ingin SCALE UP bisnis Anda?

Daftar segera!
Workshop CA$HFLOW SYSTEM MASTERY, 10-11 Februari 2018
Hubungi:
Rinie 0857 147 147 44 / 0856 9877 877

BAHASA BISNISSaya banyak bertemu dengan pebisnis/pengusaha yang omset penjualannya luar biasa. Atau yang jago dalam memp...
08/02/2018

BAHASA BISNIS

Saya banyak bertemu dengan pebisnis/pengusaha yang omset penjualannya luar biasa. Atau yang jago dalam memproduksi barang. Tapi banyak dari mereka yang bangkrut atau bertahun-tahun tidak banyak pertumbuhan, karena tidak paham dengan BAHASA BISNIS.

Akuntansi adalah BAHASA BISNIS. Pebisnis yang memahami cara kerja uang, maka akan dapat dengan mudah mengendalikan uang bukan sebaliknya, dikendalikan.

Akuntansi kelihatan "membosankan" untuk yang tidak paham. Tapi jika paham, maka akan exited. Karena kunci-kunci pertumbuhan (baca: PERCEPATAN) bisnis biasanya diawali dari keuangan.

Pebisnis WAJIB tau dan paham POLA "perilaku" UANG dalam bisnisnya. Bukan hanya diserahkan kepada seorang Akuntan. Karena MINDSET pebisnis seringkali berbeda dengan karyawan, khususnya Akuntan. Banyak pebisnis yang, ibarat mengendarai mobil, pengennya nginjek gas terus. Sebaliknya, akuntan banyak yang mindset-nya nginjek rem terus. Dengan memahami BAHASA BISNIS ini, maka pedal rem dan gas ada pada kendali Anda sebagai pemilik bisnis. Ada waktunya nge-gas, ada waktunya nge-rem.

Berbagai kebijakan yang harus dibuat, jika tidak didasarkan pada kondisi KEUANGAN, maka yang terjadi adalah: "untung-untungan". Klo bener kebijakannya, berarti lagi untung, klo lagi "sial", gubraaakk.. Terjun bebas tanpa parasut. Apa dasar pengambilan keputusannya? "Pake perasaan, Mas.." | "Emang punya perasaan??" ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Sebelum seorang pengusaha menyalahkan orang lain, atau mengkambinghitamkan "hutang", cek dulu perilakunya dalam mengelola UANG. Tidak sedikit, yang menyalahkan Hutang, padahal PERILAKU-nya dalam mengelola Uang, yang GAK BENER. Bukan hanya soal boros atau konsumtif. Tapi juga soal TIMING yang tepat dalam ekspansi bisnis, investasi, pendanaan, atau pengelolaan piutang dan modal kerja.

Saya jarang sekali menyarankan pebisnis untuk berhutang atau mencari investor. Malah sebaliknya, seharusnya, dari pebisnis, harus naik level ke INVESTOR. Tapi bagaimana akan berinvestasi jika tidak tau proyeksi bisnis yang akan dipilih. Sekali lagi, pemahaman terhadap BAHASA BISNIS ini menjadi sangat penting.

Bagi sebagian pengusaha, salah satu jalan pintas untuk naik kelas adalah dengan merekrut karyawan. Alias memperbesar Tim. Tapi berapa jumlah tim yang tepat untuk kita rekrut, dan bagaimana EFEKNYA terhadap kondisi keuangan Anda? Atau, berapa target yang harus dicapai dengan penambahan karyawan tersebut? Semuanya ada pada aspek keuangan. Lagi-lagi, Anda HARUS paham BAHASA BISNIS ini.

"Klo masalah keuangan, aku udah pake program akuntansi, Mas.." | "Emang program akuntasi bisa membuat rencana pertumbuhan bisnis ke depan? Bisa ambil keputusan? Bisa memberitahu Anda berapa karyawan yang dibutuhkan? No.. Never..!! Software hanyalah TOOLS (alat). Bisnis Anda yaa di tangan Anda sendiri."

Pernahkah Anda menghitung MODAL KERJA yang berputar dalam bisnis Anda? Berapa MODAL KERJA yang harus Anda siapkan 3-6 bulan ke depan? Berapa batas piutang yang boleh Anda berikan kepada customer agar Modal Kerja perusahaan Anda tidak terganggu? Jika perlu pinjaman, berapa pinjaman yang benar-benar dibutuhkan dan tidak berlebihan?

Ada hal-hal yang saya tidak bisa bahas secara online atau terbuka, yang hanya bisa dibahas di kelas (tertutup) bersama Mas Angky Andang. Workshop CA$HFLOW SYSTEM MASTERY akan membedah berbagai pertanyaan seperti di atas PLUS berbagai Tips dan Tricks Bisnis. Seat terbatas, Jakarta, 10-11 Februari 2018.

Semoga bermanfaat.. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

===================
Ingin BELAJAR lebih lanjut?

Ingin men-SISTEMASI Bisnis Anda?

Ingin SCALE UP bisnis Anda?

Daftar segera!
Workshop CA$HFLOW SYSTEM MASTERY, 10-11 Februari 2018

Hubungi:
Rinie 0857 147 147 44 / 0856 9877 877

Address

Yogyakarta City

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BAIK Business Transformation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share