20/05/2022
Judul: Problematika Pendidikan Suku Bajo Penulis: I Ketut Suardika
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Tebal: 174 halaman
Kertas isi: bookpaper 56 gram
ISBN: 978-602-258-191-8
Terbit pertama: Januari 2016
Harga: Rp 50.000,-
Problematika pendidikan pada masyarakat suku Bajo mengungkap fakta keterpinggiran pendidikan dasar yang terjadi pada komunitas masyarakat suku Bajo di Desa saponda, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Keterpinggiran pendidikan dasar di Desa Saponda, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara dapat dijabarkan: Pertama, bentuk keterpinggiran pendidikan dasar yang ditemukan anatara lain ketidaklayakan pendidikan yang meliputi kurangnya fasilitas pendidikan, tenaga pendidik, proses pendidikan yang belum berjalan efektif dan masih tampak jauh dari sistem pembelajaran yang konstruktif, serta lingkungan masyarakat yang juga belum mendukung baik dari sisi motivai internal maupunbasis ekonomi masyarakat dalam mengakses lembaga-lembaga pendidikan yang lebih baik dan layak. Kedua, keterpinggiran pendidikan di wilayah ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Faktor tersebut meliputi peran pemerintah dalam menyelengarakan pendidikan untuk rakyatnya dan faktor yang timbul dari budaya dan prinsip masyarakat suku Bajo yang belum menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan mendasar. Ketiga, keterpinggiran ini rupanya berdampak pada marginalized position (posisi termarginalkan) bagi masyarakat Bajo yang dapat dimaknai sebagai adanya diskrimnasi dalam pembangunan, dan makna bargaining politik masyarakat suku Bajo yang lemah. Buku Problematika Pendidikan Suku Bajo ini selain membahas faktor-faktor di atas juga menguraikan tentang kehidupan suku Bajo di Desa Saponda dan bentuk keterpinggiran pendidikan dasar dalam masyarakat suku Bajo dampak dan makna serta upaya masyarakat nelayan suku Bajo.