11/08/2016
MENABUNG MEMAKAI SARINGAN 1 2 3 4
Saat Anda masih kecil, tentunya Ayah atau Ibu Anda kerap mengajarkan semangat menabung ala Indonesia, yakni "Hemat Pangkal Kaya" atau "Menabung Pangkal Kaya". Pertanyaannya adalah:
1. Seberapa besar Anda harus menabung per bulannya?
2. Tabungannya harus diapakan?
Tahukah Anda kalau Inflasi di Indonesia berkisar antara 5%-10% tiap tahunnya? Bagi yang belum mengenal Inflasi, Inflasi secara sederhana dapat diartikan sebagai "PERAMPOK". Ya, uang Anda "DIRAMPOK" secara rutin tiap tahunnya oleh Inflasi. Berapa yang dirampok? Inflasi "MERAMPOK" uang Anda sebesar 5%-10% tiap tahunnya. Contoh: Anda memiliki tabungan sebesar Rp10.000.000,00 tahun ini (2016) yang Anda simpan di bawah kasur Anda. Tahun 2017 (1 tahun lagi), tabungan Anda sudah kena "RAMPOK" Inflasi sebesar 5%, sehingga nilainya menjadi Rp9.500.000,00. Kurang-lebihnya demikian.
-Saya berjanji akan membahas lebih lanjut tentang "PERAMPOK" ini dalam artikel berikutnya-
Nah, karena adanya si "PERAMPOK" itu tadi, tentunya cara kita menabung harus lebih pintar daripada si "PERAMPOK"-nya. Caranya bagaimana? Financial Planning Standards Board (FPSB) menyarankan agar kita menabung menggunakan:
"SARINGAN 1 2 3 4"
Apa itu SARINGAN 1 2 3 4? Ada 2 aturan yang berlaku, yakni:
PERTAMA, Angka 1-4 itu melambangkan tingkat prioritasnya. Kalau Saringan 1 sudah terpenuhi, baru kita boleh memikirkan dan memenuhi Saringan 2; Kalau Saringan 2 sudah terpenuhi, baru kita boleh beranjak untuk memikirkan dan memenuhi Saringan 3; Kalau Saringan 3 sudah terpenuhi, baru Saringan 4 boleh kita pikirkan dan penuhi.
KEDUA, Angka 1-4 itu juga melambangkan besaran alokasinya.
Bingung? Berikut rincian tiap saringannya:
SARINGAN 1 (Pos Dana Sosial)-10%
Saringan yang pertama ini besaranya 10%. 10% dari pendapatan kita per bulannya (atau tahunan) harus kita alokasikan untuk Pos Sosial. Contohnya untuk Sodakoh di Muslim, Persepuluhan di Kristen, Kolekte di Katolik, Budaya Tithing, dsb. Uang yang kita berikan untuk saudara yang baru kehilangan atau saat ada pernikahan juga masuk ke dalam Saringan 1 ini.
DI SARINGAN 1, KITA MENABUNG UNTUK
PERSIAPAN DUNIA AKHIRAT nanti.
SARINGAN 2 (Pos Dana Persiapan Ketika Tidak Produktif)-20%
Saringan yang kedua ini besarannya 20% dari pendapatan kita per bulannya (atau tahunan). 20% itu sendiri masih dibagi 2, yakni 10% untuk Proteksi dan 10% lagi untuk Investasi.
Mengapa 10% untuk Proteksi? Karena manusia tidak pernah terhindar dari resiko-resiko yang dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan untuk bekerja. Jika tidak dapat bekerja, tentunya kita dapat kehilangan pendapatan rutin kita. Jika ini terjadi, siapa yang akan menghidupi Anda? Terlebih lagi, jika Anda sudah berkeluarga, siapa yang akan menggantikan pendapatan Anda sebagai pencari nafkah untuk keluarga?
Mengapa 10% untuk Investasi? Tentunya suatu saat nanti Anda ingin pensiun kan? Kalau sudah pensiun dan tidak bekerja, siapa yang akan menafkahi Anda? Orang Indonesia yang sudah pensiun, pada umumnya, akan menggantungkan diri pada anaknya. Pertanyaannya, apakah itu pilihan yang bijak? Anak Anda tentunya ingin mulai berkeluarga atau mengembangkan bisnisnya dan itu juga perlu modal. Kata seorang bijak, "seharusnya kita mulai belajar investasi sejak muda agar bisa menikmati hasilnya di masa tua, bukan mulai belajar investasi ketika kita sudah terlanjur tua".
DI SARINGAN 2 , KITA MENABUNG UNTUK BERJAGA-JAGA DAN UNTUK HARI TUA.
SARINGAN 3 (Pos Berhutang)-30%
Saringan yang ketiga ini besarannya 30%. Berhutang? Ya, Berhutang. Berlawanan dengan anggapan orang Indonesia pada umumnya, FPSBI justru menyarankan Anda untuk berhutang. Berhutang yang seperti apa? Hutang dibagi menjadi 2, yakni Hutang Produktif dan Hutang Konsumtif. 20% minimum untuk Hutang Produktif dan 10% maksimum untuk Hutang Konsumtif.
-Apa itu Hutang Produktif dan Konsumtif? Untuk menghemat kertas, kita bahas di artikel lainnya ya. Hehe-
DI SARINGAN 3, KITA MENABUNG UNTUK MENGEMBANGKAN ASET. Kenapa demikian? Karena Berhutang adalah cara paling mudah dan bijak untuk mengembangkan aset.
SARINGAN 4 (Pos Kebutuhan)-40%
Saringan yang keempat ini besarannya 40%. Nah, untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan Lifestyle, seharusnya hanya 40% maksimum dari pendapatan per bulan (atau tahunan) kita saja. Masalahnya, orang Indonesia masih sering kebalik. Kebutuhan sehari-hari dan Lifestyle dipenuhi dulu, baru deh kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Nah, tadi itu uraian SARINGAN 1 2 3 4 yang dapat kita pergunakan untuk menabung. Saya masih punya PR untuk membuatkan 2 artikel untuk Anda, yakni tentang Inflasi dan 2 Macam Hutang.
Demikian artikel ini Saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi Anda.
Kind Regards,
Awang Raga Gumilar, S.H., QWP®
Personal Financial Advisor
Wealth Planner
Financial Law Specialist
----------------------------------------------------------------------------------
"Kesejahteraan Anda adalah prioritas kami"