25/12/2025
Tidak mengucapkan, bukan berarti intoleran. Semoga pesan damai sampai kepada semua umat, semua orang dan semua sahabat.
Saya tidak mengucapkan selamat perayaan Natal. Bukan apa2, karena sy patuh dgn fatwa Buya Hamka dulu. Sami'na wa ata'na.
Tapi sy sungguh selalu berusaha menghormati agama2 di muka Bumi ini. Kan, tidak bilang, bukan berarti intoleran. Bertetangga dgn baik, saling tolong menolong dalam kebaikan, membiarkan siapapun beribadah, dll dsbgnya adalah contoh toleransi yg sebenarnya.
Bahkan di novel saya, banyak jagoan, karakter2 penting di serial AKSI beragama kristen. :)
Natal kali ini pun, sy tdk akan mengucapkannya.
Tapi, izinkan sy memposting foto ini. Dari IDN Times, foto dari Prayugo Utomo, diambil 20 Desember 2025 lalu. Foto di Desa Hutanobolon, Tukka, Tapanuli Tengah.
Sungguh, semua orang berhak merayakan hari besar agamanya dgn s**a cita. Kegembiraan. Termasuk di Palestina sekalianpun, bertahun2 terakhir pemeluk agama Kristen di sana susah payah merayakan Natal. Pun di berbagai belahan planet Bumi lainnya, karena perang, dll.
Pun yang terbaru, bagi saudara2 Kristen yang hari ini tidak bisa melakukan perayaan seperti tahun2 lalu karena banjir besar di Sumatera.
Semoga dgn segala keterbatasan situasi, s**a cita, semangat dan pesan2 kebaikan itu tdk berkurang sedikit pun di hati kalian.
Banjir besar ini bukan ujian dari Tuhan. Ini tuh ulah manusia. Dan sedih sekali menyaksikan yang jadi susah justeru orang2 kecil. Pelaku utamanya, minggu2 ini asyik liburan ke Eropa, Amerika, tempat2 indah nan menawan hati.
Sayangi planet Bumi ini.
*Tere Liye