05/02/2020
[Seminar Nasional Revolusi Industri 4.0 oleh Universitas Diponegoro]
Kali ini kak berkesempatan menjadi Pembicara dalam Seminar Nasional berkaitan Revolusi Industri 4.0, kak Hardika menjelaskan berbagai revolusi industri di berbagai dunia, tantangan, peluang dan bagaimana kita mempersiapkannya.
Perjalanan revolusi Industri 1.0 hingga 4.0 dimulai dari ditemukannya musim uap dan air yg dapat meningkatkan ekonomi negara2 scra luar biasa. Sepanjang dua abad setelah revolusi industri pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat enam kali lipat.
Revolusi industry 2.0 ditandai dgn ditemukannya listrik dan motor penggerak. Manufaktur dan produksi massal terjadi. Pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang menjadi contoh pencapaian tertinggi.
Perubahan cukup cepat terjadi pada revolusi Industri 3.0 yg ditandai dengan tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi, serta otomatisasi.
Di era industri 4.0, industri menyentuh ranah dunia virtual dimana manusia, mesin, dan data saling terkoneksi satu dengan yang lain (Cyber-physical systems). Some emerging terms yg berhubungan dgn Industry 4.0 adalah the Internet of Things (IoT), Cloud Computing, Big Data Analytic, Cyber Physical System, Cryptocurrency (Blockchain), Artificial Intelligent, 3D printing, dll.
Industry 4.0 juga memperkenalkan konsep “pabrik pintar” dimana mesin punya algoritma sendiri sehingga robot bisa dikontrol dengan hanya sedikit campur tangan manusia.
Imbas Revolusi Industri 4.0, diperkirakan akan menghilangkan 800juta pekerjaan, namun akan digantikan/muncul dengan jenis pekerjaan baru. Diperkirakan juga ada sekititar 65% anak SD sekarang akan bekerja pada jenis pekerjaan yang tidak ada saat ini. Sebenarnya beberapa jenis pekerjaan yg saya temui sekarang juga tdk ada di jaman saya SD dlu, seperti youtuber, sosial media admin, CS Toko Online, dll. Sudah siapkah Indonesia menghadapi era ini? 👏🏻 Nah yuk bahas lebih mendalam bersama .id :) @ Universitas Diponegoro