25/06/2015
"Mbak, aku mau d**g diajarin bikin sarung bantal kayak gini. Susah ga mbak bikinnya?"
"Boleeehh... Bikinnya ga susah kok. Asal telaten aja pasti bisa..."
"Siiipp..., aku mau mulai praktek sekarang ya mbak..."
"Okee... Kamu sudah punya kain katun untuk bahan sarung bantalnya?"
"Belum mbak..."
"Ya udah, gpp... Tapi jarum sama benang sulamnya sudah ada?"
"Belum juga mbak..."
"Ya sudah... Tapi kamu sudah ada ide mau bikin sarung bantal yang seperti apa?"
"Nah itu dia mbak..., saya juga belum tau mau bikin yang kayak gimana..."
"Baiklaahh..., kalau gitu, kamu punya sapu ga?"
"Nah, kalau sapu aku punya mbak... Tapi sapu buat apa ya mbak?"
"Yaa..., buat nyapu rumah d**g... Kalau kamu mau belajar jait tapi belum punya jarum sama benang, mendingan sekarang kamu nyapu rumah dulu aja yaaa... "
--------------------------------
Temen2 mungkin pernah juga punya pengalaman seperti saya gitu ya... Ada temen yang japri minta diajarin tentang bisnis Oriflame yang sedang kita jalanin saat ini.
"Mbak, mau d**g aku diajarin bisnisnya Oriflame... Biar aku juga bisa sukses kayak mbak..."
Dan kita tentu saja dengan tangan dan hati terbuka akan menyambut baik pemintaan itu. Bagaimana pun, di bisnis ini kita belajar untuk tidak hanya fokus pada mencari uang untuk kepentingan diri sendiri, tapi juga membantu membukakan pintu rejeki buat orang lain.
Selanjutnya, saya akan menanyakan beberapa hal mendasar seperti ini:
Apakah mbak/mas sudah pernah mendaftarkan diri jadi member Oriflame?
OK, kalau belum, kita bisa mulai belajar untuk melakukan pendaftaran online sekarang ya...
Mbak/mas punya fasilitas internet yang memadai kan?
Gpp, kalau belum ada, kita akan mulai dengan me-utilisasi perangkat atau gadget yang ada saja dulu.
HP nya ga support ya? OK, gpp..., untuk sementara kita akan belajar di warnet dulu yaa...
Tapi mbaaakkk.....
Here comes the 1001 excuses ;-)
Tapi rumah saya jauh dari warnet.
Tapi saya ga punya banyak temen.
Tapi saya ga bisa dandan.
Tapi di kantor saya udah banyak banget orang yang jualan Oriflame.
Tapi saya ga punya modal.
Tapi saya belum tau sebenernya saya ini mau ngapain...
Jadi mirip sama temen saya yang mau belajar jait tadi yaaa... :D
Kalau rumah jauh dari warnet, naik angkot deh... Biar ga capek jalan.
Kalau ga punya banyak temen, belajar kenalan deh. Kenalan sama temennya temen yang ada di FB. Kenalan sama ibu2 yang biasa s**a barengan anter jemput anak di sekolah. Kenalan sama tetangga kiri kanan rumah kita. Kenalan sama abang2 sayur yang biasa nongkrong di pengkolan...
Kalau ga bisa dandan, belajar laaahhh.... Googling, tanya2 temen, down load video di youtube...
Kalau di kantor sudah banyak orang yang jualan Oriflame ya gpp... Di pasar juga sudah ada puluhan mbok2 yang jualan sayur. Semuanya asik2 aja tuuhh... Rejeki orang kan sendiri2 yaa... Justru kalau sudah banyak orang yang jualan Oriflame, berarti sudah banyak juga orang yang kenal sama produk2nya Oriflame. Itu artinya kita ga perlu susah payah lagi memperkenalkan Oriflame ke mereka. Malah untung kaannn...
Tapi kan ga enak kalau harus saingan sama temen sekantor mbak...
Kalau ga mau saingan sama temen sekantor ya ga usah jualan di kantor... Kita cari tempat jualan yang lain aja... Dunia ini kan luaaasssss banget.
Di Indonesia aja, saat ini baru ada sekitar 300 ribu membernya Oriflame. Sementara jumlah penduduk Indonesia ada seiktar 270 juta jiwa.
I'll let you do the counting ;-)
Kalau ga punya modal?
Bener niiihhh???
Emang ada ya usaha yang ga perlu modal?
Kalau sekarang mau buka warteg, paling ga harus punya modal 10 jutaan. Kalau wartegnya di pinggir jalan raya, modalnya bisa jadi 2-3 kali lipet.
Mau jadi dokter, harus keluarin modal dulu buat kuliah. Konon, biaya kuliah di fakultas kedokteran kalau dikumpulin bisa buat beli rumah :)
Mau kerja jadi karyawan di perusahaan orang juga perlu modal. Kita kan baru akan gajian di akhir bulan. Dari awal bulan sampe akhir bulan, kita perlu modal dulu buat bayar ongkos transport dan uang makan.
Jadi kalau kita mau jadi partner bisnis sebuah mutinational company bernama Oriflame, dan kita dituntut untuk punya modal 49.900 untuk dapet stater kit dan beberapa ratus ribu rupiah lagi untuk modal beli produknya, bukankah itu merupakan hal yang amat sangat wajar sekali?
Dan semua tentu sepakat kalau biaya yang kita keluarkan untuk modal itu sama sekali tidak bisa dikategorikan sebagai pemborosan, bukan?
Jangan ketuker2 lagi antara spending dan investing yaa...
Spending itu kalau kita membelanjakan uang kita untuk sesuatu yang sifatnya konsumtif atau akan habis terpakai.
Dalam bahasa aslinya, spending means: to expend money or any other possession; to consume, use, waste, or part with, anything; as, he who gets easily spends freely.
Sementara investing itu adalah kalau kita membelanjakan uang kita untuk hal2 yang bermanfaat dengan tujuan untuk memberikan keuntungan di waktu yang akan datang.
Atau dalam bahasa aslinya, investing means the act of investing; laying out money or capital in an enterprise with the expectation of profit.
Jadi kalau kita mengalihkan belanja kebutuhan sehari2 kita ke produk2nya Oriflame, dengan tujuan supaya kita kenal produknya dan bisa kasih testimoni ke customer, itu bukan pemborosan kan yaa...
Atau kalau kita beli paket internet unlimited biar kita bisa mengakses internet dengan lebih nyaman, dengan tujuan untuk membangun jaringan marketing kita dan bisa rajin ikut etraining, itu juga bukan semata2 spending d**g ya...
Daaan, kalau kita bagi2 katalog atau beli buku2 tentang motivasi dan bisnis untuk belajar, jelas itu masuknya ke kategori investing kan yaa...
Kalau baju dan sepatu kita masih bisa dipake, ga usah beli baju dan sepatu baru dulu.
Kalau biasa ke salon sebulan sekali, untuk sementara dikurangin dulu jadi setahun dua kali. Rambut yang sudah terlalu panjang, coba diiket ekor kuda dulu untuk sementara.
Kalau anak2 merengek minta mainan, beri pengertian pada mereka untuk bersabar dan menunggu beberapa waktu.
Ga lama kok... Kalau kita fokus jalananin bisnis ini, tekun dan konsisten, semua modal dan investasi yang kita keluarkan akan kembali dalam hitungan bulan, bahkan minggu!
Bukan sekedar balik modal, tapi malah berlipat kali ganda...
Bukan karena ada tukang sulap atau ahli sihir, tapi karena kita akan bekerja keras untuk itu.
Naahhh..., kalau perkara 'saya juga belum tau sebenernya apa yang saya inginkan dalam hidup saya', itu butuh perenungan yang dalam :D
Mengetahui apa yang kita inginkan dalam hidup kita adalah starting point dari semuanya. Semacam KM 0 kalau di jalan tol. Sesudah itu, langkah pertamanya adalah berani bermimpi besar. Setelah langkah pertama itu, tentunya ada langkah kedua, ketiga, keseratus, kesejuta, dan seterusnya... Sampai akhirnya kita tiba di garis finish.
Kita bisa sama2 menjalani proses menuju garis finish itu. Tapi perjalanan dari KM 0 sampai mengambil langkah pertamanya, itu harus Anda sendiri yang melakukannya....
Jangan lupa untuk bahagia