24/03/2019
:: HATI YANG MERASA CUKUP ::
Aku 14 tahun jadi ibu kantoran, terikat office hour, dan tentunya dapat THR saat Hari Raya. Pada tahun 2016 anakku, Brahma demam, kejang. Aku trauma, dan bersegera memutuskan kerja freelance dari rumah, sekaligus menjadi ibu rumah tangga.
Lebaran 2017, adalah kali pertama aku tak dapat THR. Agak jetlag, tapi setelah dijalani, cukup-cukup saja.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.
Ternyata, melewati Lebaran tanpa THR, tanpa rencana mudik, tanpa beli beli kue kering mahal, justru membuat Ramadhan terasa lebih tentram.
Ya setidaknya, dengan dana terbatas, kita dikasih kesempatan untuk lebih fokus ibadah, enggak repot mikirin ini itu,e ngggak repot dalam pembagian alokasi dana THR buat apa saja, lha THR nya aja gak ada.
Ternyata, selain doa "berilah kami kesehatan yang baik dan rejeki yang barokah," doa yang terpenting adalah "berilah kami hati yang tentram, hati yang merasa cukup atas segala rejeki-Mu."
Iya, HATI YANG MERASA CUKUP.
Dulu, repot dengan baju seragam Lebaran sekeluarga, udah stres nyari tukang jahit padahal puasa masih 2 bulan lagi. Ternyata, ada atau enggak ada seragaman, Lebaran tetap baik-baik saja.
Dulu, kue kering enak-enak wajib ada di meja tamu, minimal kastengel, nastar, dan teman-temannya. Ternyata, mengganti kue kering mahal dengan sekaleng biskuit Khong Guan, atau setoples Astor atau kripik pisang pisang, Lebaran juga oke-oke saja.
Dulu, menu sarapan Lebaran harus komplit dengan ketupat, rendang, dendeng balado, dll. Ternyata, tanpa selengkap itupun Lebaran indah-indah saja.
Dulu, ngeliat baju yang pas buat gonta ganti lebaran, hati berdebar, sibuk mencatat dalam ingatan, hari-H lebaran pakai baju apa. Hari ke dua ke rumah saudara pakai baju yang mana, anak-anak pakai sandal yang mana, dll, dll. Menguras pikiran.
Ternyata, setelah menata hati agar MERASA CUKUP atas apa yang ada, mau lihat gamis sebagus apapun, biasa-biasa aja.
Dulu, mudik penuh rencana. Repot. Sekarang, berlebaran dengan open house bersama tetangga pun nikmat rasanya. Kalau pun mudik, mudik santai, enggak repot-repot amat, seadanya saja.
Lebaran ini, tak membeli sepasang sandal baru, tak ada baju baru, tokh baju yang ada juga masih bagus banget dan pantas-pantas saja di pakai untuk berhari raya.
Jadi, yang bikin rumit itu sebenarnya bukan ada atau enggak ada THR-nya. Tapi, kegagalan menata hati untuk selalu merasa cukuplah, yang membuat semua menjadi ribet.
Hari kemenangan akan datang, hanya untuk kaum beriman yang dapat menaklukkan hasrat atas dunia.
Miliki HATI YANG MERASA CUKUP, maka sesungguhnya tangan kita sudah menggenggam seluruh isi dunia.
Sesederhana itu.
Selamat memaksimalkan ibadah di 6 hari terakhir Ramadhan. Semoga Ramadhan ini menjadi Ramadhan terbaik, dibanding Ramadhan tahun tahun terdahulu.
Mari reguk kenikmatan berdekat dekat pada-Nya - sang penggenggam nyawa umat manusia. Jangan usik dengan remeh temeh dunia.
Semoga kita semua memiliki hati yang selalu merasa cukup, dan jiwa yang senantiasa merasa tentram. Aamiin Ya Robbal Alaamiin.
Please Like and Share !!