20/02/2021
AQ (ADVERSITY QUOTIENT.)
Setelah IQ, EQ, SQ, skrg muncul AQ.
*SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGAL KAN MEREKA, JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN.*
Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka *izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.*
Jangan memainkan semua peran....
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.
ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng.
Anda bukan anggota tim SAR !
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal SOS !
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
# *Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu*, 'sini...Ayah bantu !'
# *Tutup botol minum sedikit susah dibuka,*
'sini...Mama saja.'
# *Tali sepatu sulit diikat,* 'sini...Ayah ikatkan.'
# *Kecipratan sedikit minyak.*
'Sudah sini, Mama aja yang masak.'
Kapan anaknya bisa ?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang terjadi ketika *bencana benar² datang* ?
Berikan anak² kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress,
menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan *keterampilan/skill yang wajib dimiliki.*
Dan skill ini *harus dilatih* untuk bisa terampil.
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim !
Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak ?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan p**a hal yang sama untuk AQ nya.
AQ...apa itu ?
*ADVERSITY QUOTIENT.*
Mnrt Paul G. Stoltz,
AQ adalah *k