Pusdalops BPBD DIY

Call Directions Website Contact the business

Pusdalops BPBD DIY Akun Resmi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Daerah Istimewa Yogyakarta
--
BPBD DIY

21/10/2026

Eksplorasi pengangkatan air Gua Cekelan ini berlangsung pada 13–15 Oktober 2026, dilanjutkan dengan pemantauan dan evaluasi pada 16 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi sumber air lokal yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari solusi jangka panjang menghadapi kekeringan.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Agus Fitriyanto Hidayat, mengungkapkan bahwa pemetaan sumber air penting karena sekitar 75 persen warga Purwodadi, berdasarkan perkiraannya, merupakan petani yang banyak menghabiskan waktu di ladang. Sebagian bahkan menginap untuk menjaga lahan dan ternak. Ketersediaan air dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun ternak, termasuk memasak, mandi, dan mencuci.

keberhasilan uji coba bukan akhir dari proses. Pengelolaan sumber air perlu dibahas bersama masyarakat agar pemanfaatannya sesuai kebutuhan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Warga akan bermusyawarah untuk menentukan pola pengelolaan, sementara BPBD DIY akan terus mendampingi proses tersebut.

“Keputusan pengelolaan harus dibicarakan bersama masyarakat. Harapannya, sumber air ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari,” katanya.

Eksplorasi sumber air bawah tanah juga dilakukan di Gua Ledok, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, pada 2026. Sebelumnya, sumber air di wilayah Keceme, Girisekar, yang dieksplorasi pada 2018, menurut Agus, masih dimanfaatkan oleh empat rukun tetangga (RT) dan membantu mengurangi ketergantungan warga terhadap pasokan air menggunakan tangki.

Eksplorasi Gua Cekelan melibatkan 25 personel dari 11 unsur, yakni TRC BPBD DIY, TAGANA Gunungkidul, SAVE RESCUE Indonesia, Relawan ABHINAYA Bantul, Relawan Pacarejo, RAPI Gunungkidul, SAR DIY, Kombi, Kompak, Koramil Tepus, dan Babinsa Purwodadi. Kolaborasi ini menunjukkan penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang akan mengelola sumber air tersebut.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


21/10/2026

Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai kunjungan siswa-siswi SD Al-Wildan Islamic School 24 Yogyakarta ke BPBD DIY, Rabu, 21 Oktober 2026.

Belajar kebencanaan tidak harus menunggu bencana terjadi. Dengan mengenal risiko, memahami langkah keselamatan, dan membangun sikap siap siaga sejak dini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli, tangguh, dan siap untuk selamat.

Terima kasih SD Al-Wildan Islamic School 24 Yogyakarta atas kunjungannya. Semoga pengalaman hari ini menjadi bekal berharga untuk menjadi generasi Jogja Tangguh!

Update distribusi air bersih, penanganan kekeringan di DIY periode 04 Juli s/d 18 Oktober 2026
19/10/2026

Update distribusi air bersih, penanganan kekeringan di DIY periode 04 Juli s/d 18 Oktober 2026

19/10/2026

BPBD DIY menerima audiensi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Yogyakarta pada Senin (19/10/2026). Pertemuan ini membahas informasi iklim dan langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan 2026/2027 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan pemantauan BMKG hingga Dasarian I Oktober 2026, Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang selama periode El Niño 2026 tercatat di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, selama 161 hari.

BMKG memprakirakan awal musim hujan di DIY berlangsung secara bertahap, mulai Dasarian III November hingga Dasarian II Desember 2026. Selain itu, awal musim hujan diprediksi mundur lebih dari tiga dasarian dibandingkan kondisi normal periode 1991–2020, dengan durasi musim hujan yang juga lebih pendek lebih dari tiga dasarian.

Informasi ini menjadi dasar penting dalam memperkuat koordinasi dan menyusun langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memantau informasi cuaca dari sumber resmi, serta mempersiapkan lingkungan dan sarana prasarana guna mengurangi risiko bencana.

19/10/2026

Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD DIY menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Kebencanaan dalam Menghadapi Bencana Kebakaran dan Gempa Bumi yang diselenggarakan di Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi potensi bencana kebakaran dan gempa bumi di lingkungan kerja. Adapun materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi bahaya kebakaran dan gempa, teknik pencegahan, tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang benar, serta prosedur evakuasi mandiri saat terjadi keadaan darurat.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan tangguh bencana, meningkatkan kemampuan pegawai dalam bertindak cepat dan tepat saat terjadi kedaruratan, serta meminimalisir risiko kerugian jiwa maupun materiil akibat bencana kebakaran dan gempa bumi.

Ketika kemarau membuat warga harus berjalan jauh demi mendapatkan air, harapan baru tumbuh dari perut bumi Gua Cekelan. ...
18/10/2026

Ketika kemarau membuat warga harus berjalan jauh demi mendapatkan air, harapan baru tumbuh dari perut bumi Gua Cekelan. Gotong royong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, TNI, relawan, dan masyarakat berhasil mengalirkan air sungai bawah tanah dalam uji coba. Upaya ini menjadi langkah awal membangun kemandirian warga Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, dalam menghadapi kekeringan yang berulang setiap tahun.

Eksplorasi pengangkatan air Gua Cekelan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026, dilanjutkan dengan pemantauan dan evaluasi pada 16 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi sumber air lokal yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari solusi jangka panjang menghadapi kekeringan.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Agus Fitriyanto Hidayat, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Potensi sumber air di wilayah setempat diharapkan dapat dimanfaatkan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat. “Ini masih uji coba, belum permanen. Namun, air sudah berhasil keluar sehingga masyarakat bisa melihat langsung bahwa ada potensi sumber air di dalam gua,” jelas Agus.

Dalam uji coba tersebut, tim memasang p***a celup dan p**a high-density polyethylene (HDPE) untuk mengalirkan air menuju penampungan sementara yang berjarak sekitar 200 meter. P***a awal sempat mengalami kendala teknis sehingga diganti bersama perangkat panel kontrolnya. Setelah perbaikan, air berhasil dialirkan pada 15 Oktober 2026. Jaringan p**a juga telah diperpanjang sekitar 50 meter ke arah Gunung Batur, tetapi belum tersambung sepenuhnya hingga penampungan di kawasan tersebut.

Berdasarkan pengukuran awal secara sederhana, aliran sungai bawah tanah di dalam gua diperkirakan sekitar satu liter per detik. Sementara itu, air yang berhasil dialirkan melalui p***a dalam uji coba mencapai sekitar 0,7 liter per detik. Kedua angka tersebut menggambarkan pengukuran pada kondisi yang berbeda dan belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan kapasitas pasokan air secara berkelanjutan. Pengukuran lanjutan diperlukan untuk mengetahui potensi debit dan pemanfaatannya.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____

Keluarga besar BPBD DIY mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak Letjen TNI Kristomei Sianturi S.Sos., M.Si...
16/10/2026

Keluarga besar BPBD DIY mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak Letjen TNI Kristomei Sianturi S.Sos., M.Si.(Han). sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Semoga dengan diberikannya amanah baru ini senantiasa menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam memperkuat penanggulangan bencana di Indonesia.


16/10/2026

Gotong Royong Angkat Air, Upaya Bersama Mengurangi Risiko Kekeringan

BPBD DIY bersama 10 unsur lainnya melaksanakan kegiatan eksplorasi pengangkatan air dari sungai bawah tanah Goa Cekelan, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, pada 13–15 Oktober 2026.

Kegiatan selama tiga hari ini meliputi pemasangan peralatan, pengecekan instalasi, hingga uji coba p***a submersible. Hasil uji coba menunjukkan p***a berfungsi dengan baik dan air berhasil dialirkan dari dalam goa menuju penampungan sementara. Tahapan lanjutan masih diperlukan untuk mengalirkan air menuju penampungan atas di Gunung Batur.

Sebanyak 11 unsur terlibat dalam kegiatan ini, dengan semangat kolaborasi dan gotong royong untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air lokal sebagai salah satu upaya mengurangi risiko kekeringan.

Melalui kerja bersama, diharapkan pemanfaatan sumber air lokal dapat mendukung kemandirian masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

Bergerak bersama, berdaya bersama, untuk masyarakat yang lebih tangguh!

16/10/2026

Gotong Royong Angkat Air, Upaya Bersama Mengurangi Risiko Kekeringan

BPBD DIY bersama 10 unsur lainnya melaksanakan kegiatan eksplorasi pengangkatan air dari sungai bawah tanah Goa Cekelan, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, pada 13–15 Oktober 2026.

Kegiatan selama tiga hari ini meliputi pemasangan peralatan, pengecekan instalasi, hingga uji coba p***a *submersible*. Hasil uji coba menunjukkan p***a berfungsi dengan baik dan air berhasil dialirkan dari dalam goa menuju penampungan sementara. Tahapan lanjutan masih diperlukan untuk mengalirkan air menuju penampungan atas di Gunung Batur.

Sebanyak 11 unsur terlibat dalam kegiatan ini, dengan semangat kolaborasi dan gotong royong untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air lokal sebagai salah satu upaya mengurangi risiko kekeringan.

Melalui kerja bersama, diharapkan pemanfaatan sumber air lokal dapat mendukung kemandirian masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.

Bergerak bersama, berdaya bersama, untuk masyarakat yang lebih tangguh!

Address

Jalan Kenari No. 14 A
Yogyakarta City
55166

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusdalops BPBD DIY posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pusdalops BPBD DIY:

Shortcuts

Share