20/06/2016
KAPAN ANDA HARUS MENEMUI KONSULTAN PERNIKAHAN?
Menjalani pernikahan tentunnya bukan suatu hal yang mudah. Banyak faktor yang membuat pernikahan bisa berhasil maupun sebaliknya. Pasang surut hubungan pernikahan pasti terjadi dalam setiap pernikahan. Jika anda merasa hubungan pernikahan sedang bermasalah dan anda merasa tidak bisa menyelesaikannya sendiri disitulah anda harus menghubungi konsultan pernikahan. Banyak pasangan yang merasa bisa untuk mengatasi masalah sendirian, ketimbang meminta bantuan pihak ketiga. Namunpenurut para ahli tak jarang hal ini justru semakin memperburuk masalah. Sebelum ini terjadi pada anda, ada beberapa alasan lain yang bisa menjadi referensi anda untuk mengunjungi konsultan pernikahan.
1.Komunikasi Memburuk
Apabila komunikasi memburuk, akan sulit untuk mengembalikannya ke jalan yang benar. Komunikasi negatif biasanya menjadikan salah satu pasangan merasa tertekan, tidak aman, diabaikan atau menarik diri dari pembicaraan. Komunikasi negatif juga termasuk nada bicara. Penting untuk diingat bahwa komunikasi bukan selalu berarti apa yang ingin disampaikan, tetapi bagaimana cara menyampaikannya.
2.Pasangan Berselingkuh
Memulihkan diri dari kasus perselingkuhan bukannya tidak mungkin, namun membutuhkan waktu dan usaha yang besar. Diperlukan komitmen dan kemauan agar bisa saling memaafkan dan mau mengikhlaskannya. Saat perselingkuhan terjadi, biasanya salah satu pasangan merasa sendiri dan ditinggalkan. Oleh karena itu, dukungan dari orang luar bisa sangat membantu.
3.Pasangan Hanya Sebagai âTeman Sekamarâ
Ketika pasangan tidak lagi menjadi suami-istri melainkan âteman sekamarâ, mungkin inilah saatnya bertemu dengan konsultan pernikahan. Jika pasangan tidak lagi berkomunikasi, menunjukkan keintiman dan hanya hidup âberdampinganâ, konsultan pernikahan bisa bantu mencari tahu serta mengembalikan sesuatu yang hilang dalam kehidupan pernikahan.
4.Ketika Satu-satunya Solusi Adalah Berpisah
Saat pasangan sedang bersitegang, ada baiknya jika mereka megambil âwaktu istirahatâ untuk memulihkan pikiran. Namun ketika âwaktu istirahatâ berubah menjadi semalam, sehari, sebulan, setahun bahkan tinggal berjauhan, inilah saatnya mereka membutuhkan konseling. Menghabiskan waktu dari rumah biasanya tidak bisa mengatasi masalah, justru memperkuat pemikiran âberjauhan sangat membantuâ. Ingat, pasangan tidak lagi ada di dekat Anda, tetapi masalah akan tetap ada sampai Anda bisa menyelesaikannya.
5.Tetap Bersama Demi Anak-anak
Tidak sedikit pasangan yang merasa telah melakukan perbuatan yang bijaksana, saat mereka tetap bersama demi anak-anak mereka. Nyatanya, tinggal bersama yang âdipaksakanâ justru bisa merugikan sang buah hati. Pikirkan kembali keputusan dan konsultasikan kepada pakar yang bisa membantu Anda. Jika pasangan mampu mengatasi masalah dan bergerak ke arah yang positif, mungkin itu adalah keputusan yang terbaik bagi semua pihak.
Sumber: psychcentral