Perubatan Gerak Sukma Makrifat

Perubatan Gerak Sukma Makrifat Tiada daya upaya melainkan kuasa Allah..ikhtiar untuk yakin kepada maha penyembuh atas apa ujian pen

13/09/2015

AMALAN DAN DOA MENGUSIR JIN
AMALAN DAN DOA MENGUSIR JIN

Berdasarkan kisah di dalam Al-Quran, jin juga telah membuat Nabi Ayyub menjadi sangat menderita di masa lalu dan melalui pembacaaan doa-doa permohonan yang terus -menerus (yang akan kami jelaskan berikut). Nabi Ayyub berhasil menyelamatkan dirinya dari penindasan setan dari kalangan jin yang berlangsung terus-menerus ini.

Ayat Kursi (Al-Baqarah:255) dan Qul A’udzu (Katakan: Aku berlindung, [dalam surat al-Falaq dan an-Nas]) telah menyediakan sarana bagi umat Islam untuk mengangkat ruh mereka ke tingkat-tingkat kesadaran yang lebih tinggi sehingga mereka dapat dengan mudah melindungi diri mereka dari gangguan Jin.

DOA MOHON PERLINDUNGAN
رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ | رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِوَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ | وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ

Rabbi Annii Massaniya as-SYaithoonu binusybin Wa Adaba, Rabbi A’udzu bika min Hamazaati-s-Syayaathiini, Wa A’udzu bika Rabbi an Yakhdurun. Wa khifzhon min kulli Syaithoonin Maarid. (Q.S. Shaad:41; al-Mu’minuun:97-98; Shaffaat:7)

Artinya :
“Sesungguhnya, aku diganggu setan dengan penuh ketidaknyamanan dan penderitaan!(41). Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan-setan(97). Dan aku berlindung (p**a) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku(98)…dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang paling durhaka.

Efek jika doa ini diarahkan pada orang-orang yang berada dalam pengaruh kuat jin

Jika Anda membaca doa permohonan ini pada orang-orang yang berada di bawah pengaruh setan , maka akan Anda lihat kemudian jin-jin yang mengontrol mereka tidak punya pilihan lain selain menghindar dan menjauh .

Jika tidak, orang yang terlibat (dikuasai jin) itu akan menjadi basah kuyup oleh derasnya keringat yang bercucuran, merasa tidak nyaman dan sangat menderita dan dia akan kehilangan kekuatan artikulasi (pengucapan). Pada saat dia hendak berbicara, dia malah akan berkomat-kamit menggumamkan kata-kata yang tidak jelas atau tidak ada maknanya sama sekali.

Cara menyembuhkan orang yang kerasukan jin

Jika niatnya adalah untuk memohon perlindungan bagi orang yang kerasukan jin itu dan yang berada di bawah pengaruh kuat jin, maka pembacaan doa permohonan ini yang telah disebutkan dalam al-Quran terhadap yang kerasukan itu dilakukan oleh beberapa orang shaleh yang duduk melingkar di sekelilingnya dan membacanya secara simultan (serentak) sebanyak mungkin kali adalah sangat dianjurkan. Jika mungkin, dianjurkan juga melanjutkan pembacaan doa seperti ini 3 kali setiap hari.

Efek pembacaan doa ini jika diarahkan terhadap diri sendiri

Jika seseorang membaca doa ini untuk kepentingan melindungi diri sendiri, maka setelah mendzikirkannya/membacanya sebanyak puluhan kali bahkan lebih (sebanyak dan semampunya), dia kemudian akan menjadi sangat tegang dan merasakan suhu tubuhnya naik. Selanjutnya, dia merasa sangat mengantuk, dan sebagai akibatnya, dia menghentikan dzikirnya jika tidak kuat menahan godaan.

Atau ada kemungkinan lain, seperti dia akan menampilkan tindakan-tindakan liar dan kasar. Ini karena dia berada dalam pengaruh jin yang mengirim impuls-impuls (rangsangan untuk bertindak) ke otaknya dan menghendaki dia agar berhenti membaca doa sehingga dia akan menghentikan tindakan ini sepenuhnya.

Namun, jika orang ini tetap terus bisa menyadarkan dirinya dan meneruskan doanya, semua pengaruh (jin) ini akan berkurang dan orang itu akan merasa rileks, jadikan amalan rutin hingga gangguan jin itu hilang sama sekali.

13/09/2015

Ayat-Ayat Pembakar Sihir' (Lanjutan 'Ciri Gangguan Jin')

MASALAH SIHIR, KESURUPAN JIN, DAN SOLUSINYA (BAB RUQYAH)

* Contoh doa ruqyah yang dilakukan Rasulullah :

Dari Aisyah r.a. berkata :” “biasanya Nabi SAW jika menjenguk orang sakit atau didatangi orang sakit lalu mendoakan : Adzhibi ba’sa Rabbannas isyfii wa anta syaafii, laa syifaa a illa syifaauk, syifaa a laa yughodiru saqoma” (H.R. Bukhari Muslim dalam Kitab Alu’lu wal Marjan II/1414).

Dari Aisyah r.a. berkata :” “biasanya Nabi SAW jika merasa sakit lalu membaca pada dirinya sendiri surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas, lalu meludahi pada apa yang dirasakannya dan ketika penyakit makin berat, akulah yang membacakannya dan aku mengusapkan tangan Nabi SAW pada badannya karena mengharap berkahya” (H.R. Bukhari Muslim dalam Kitab Alu’lu wal Marjan II/1415).

Aisyah r.a. berkata : “Nabi SAW biasa meruqyah orang yang sakit dengan doa : Bismillah, turbatu ardhina biriqooti ba’dhina yusyfaa saqiimuna bi’idzni Rabbinaa (Dengan nama Allah dari tanah bumi kami dengan ludah sebagian kami, maka disembuhkanlah penyakit kami dengan izin Tuhan kami)” (H.R. Bukhari Muslim dalam Kitab Alu’lu wal Marjan II/1417).

Demikian p**a jika meruqyah untuk memohon kesembuhan dari gangguan jin dan sihir, maka Allah dan Rasulullah pun telah menganjurkan hal ini :

“Ya Rabbi aku berlindung kepada Engkau dari segala bisikan setan dan akuberlindung kepada Engakau ya Tuhanku dari kedatangan mereka (setan) kepadaku” (Q.S. 23:97-98).

Aisyah r.a. berkata : “Rasulullah SAW menyuruh supaya orang meruqyah jika terkena penyakit ‘ain (sihir sorotan mata / hipnotis)” (H.R. Bukhari Muslim dalam Kitab Alu’lu wal Marjan II/1418).

Ummu Salamah r.a. berkata : Nabi SAW melihat di rumahnya ada wanita yang mukanya terkena penyakit ‘ain (sihir sorotan mata) hingga wajahnya hitam atau merah maka Nabi SAW bersabda : usahakanlah ruqyah untuk wanita itu karena ia terkena penyakit ‘ain (H.R. Bukhari Muslim dalam Kitab Alu’lu wal Marjan II/1419).

* Membacakan Ruqyah Pada Air Zam-zam

Tidak tersembunyi bagi seorang muslim barakah yang terkandung pada air Zam-zam. Rasulullah bersabda,
“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air Zam-zam.” Diriwayatkan oleh Ath-Thabrany no. 11168 dari Ibnu ‘Abbas dan disebutkan oleh Al-Albany pada Ash-Shahihah no. 1056..

Diriwayatkan oleh Muslim no. 1922 dari Abu Dzar bahwa Rasulullah bersabda terkait air Zam-zam,
“Sesungguhnya ia air yang berbarakah dan dia makanan yang mengenyangkan dan obat dari penyakit.”

Dan dalam hadits Jabir diriwayatkan oleh Ahmad (3/357) dan selainnya dishahihkan oleh Al-Hafizh,
“Air Zam-zam adalah untuk sesuatu yang ia diminum karenanya.”

Para ulama memahami dari keumuman lafazh hadits ini bahwa siapa yang meminum air Zam-zam untuk menyembuhkan penyakitnya maka diharapkan akan terkabulkan dan tersembuhkan, siapa yang meminumnya agar fasih dalam bicara maka diharapkan akan mendapat kefasihan, siapa yang meminumnya agar mudah menghafal Al-Qur’an maka diharapkan akan jadi mudah menghafal Al-Qur’an. Dan semua ini atas izin Allah Hadits tersebut mengisyaratkan adanya manfaat yang umum pada air Zam-zam, manfaat secara agamis atau manfaat duniawi.

Adapun meminum air ini dengan tujuan mencari kesembuhan dari gangguan rasukan, sihir dan ‘ain. Para ulama zaman ini berbeda pendapat tentang membacakan ruqyah pada air Zam-zam. Diantara mereka ada yang membolehkan, seperti Al-‘Allamah Ibnu Baz. Dan diantara mereka ada yang tidak membolehkannya, seperti Al-‘Allamah Al-Albany, dengan alasan air Zam-zam itu sendirinya sudah merupakan obat.

Adapun menurut saya, tidak ada larangan secara syar’i terkait membacakan ruqyah pada air Zam-zam. Dan dengan itu terkumpullah dua sebab dari sebab-sebab kesembuhan. Sebab yang kasat mata yaitu air Zam-zam dan sebab maknawi yaitu ruqyah. Hal ini berdalilkan dengan kebanyakan ruqyah Rasulullah terkumpul padanya dua sebab, yang kasat mata dan yang maknawi. Seperti mengumpulkan antara ruqyah dengan debu dan tiupan, doa dengan air, tiupan dengan doa. Dan membacakan ruqyah pada sesuatu itu tidak berarti tidak adanya obat dan barakah padanya.

Apa yang dijadikan alasan oleh Al-Albany رحمه الله akan tidak bolehnya membacakan ruqyah pada air Zam-zam bahwa Rasulullah tidak melakukannya.
Maka saya mengatakan: Tidaknya Rasulullah melakukan belum tentu hal itu tidak boleh, karena beralasan dengan bolehnya melakukan itu benar adanya, berdalilkan dengan amalan beliau yang kita sebutkan barusan.

* Apakah Boleh Mandi Dengan Air Yang Dilebur Padanya Ayat-ayat Al-Qur’an?

Jawab :
Telah kita pahami bahwa boleh minum air yang dibacakan ruqyah padanya. Kalau begitu lebih boleh lagi kalau air yang dibacakan ruqyah itu untuk mandi.
Adapun melebur sebagian ayat Al-Qur’an pada air, maka hal ini tidak ada syari’atnya, dimana hal itu tidak ada dalam kitabullah, tidak p**a dalam sunnah, tidak p**a dalam atsar yang shahih dari ulama salaf.

Adapun mandi atau minum dengan air yang dilebur padanya ayat Al-Qur’an, maka hal ini tidaklah dilakukan oleh ulama salaf terdahulu, dan ini bukanlah jalan yang benar dalam berobat. Melebur ayat ini secara asal sudah salah, maka mandi dengannya pun sama hukumnya.

* Apakah Boleh Membacakan Ruqyah Pada Air Dan Minuman Selain Air?

Jawab :
Ya, hal itu boleh berdasarkan beberapa dalil. Misal hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 1017, hadits ini dikuatkan dengan hadits-hadits pendukung, bahwa Rasulullah mengunjungi Tsabit bin Qais yang sedang sakit maka beliau berdoa,“Hilangkanlah penyakitnya wahai Rabb sekalian manusia.”
Kemudian beliau mengambil tanah dari Bathhan (suatu lembah di Madinah), beliau meletakkannya pada suatu wadah kemudian beliau meniup padanya kemudian mengusapkannya padanya (Tsabit).

Suatu perkara yang telah diketahui bahwa orang yang sakit bisa mengambil manfaat dari air yang dibacakan ruqyah, dan pengaruhnya juga perkara yang bisa dirasakan. Karena pada air itu ada kekhususan, jika ditambah dengan dibacakan ruqyah maka akan ada dua manfaat. Yang terasa dan yang maknawi.
Maka membacakan ruqyah pada air itu perkara yang DIPERBOLEHKAN !.

Demikian juga diperbolehkan membacakan ruqyah pada minuman yang bisa dimanfaatkan secara kesehatan, seperti madu, minyak habbatus sauda’, minyak zaitun dan lain-lain. Dengan catatan tidak melebar-lebarkan masalah, lalu menganggap semua minuman boleh dibacakan ruqyah. Maka harus diperhatikan batasannya yaitu yang bisa dimanfaatkan secara ilmu kesehatan.

* Apakah Boleh Menggunakan Air Yang Dibacakan Ruqyah Di Kamar Mandi Bagi Penderita?

Jawab :
Penggunaan air yang dibacakan ruqyah di kamar mandi bagi orang yang tersihir atau kerasukan atau terkena ‘ain itu boleh. Karena air yang dibacakan ruqyah ini tidak ada padanya Al-Qur’an. Yang dikaitkan dengan air adalah tiupan dan sedikit ludah semata. Adapun ayat yang dibaca hanyalah sebagai bentuk panjatan doa dan pujian kepada Allah تعالى dan bentuk kembali kepada-Nya. Maka tidaka ada Al-Qur’an dalam air, tidak lafazhnya dan tidak p**a maknanya. Jadi mandi dengannya di kamar mandi boleh karena memang tidak ada unsur perendahan terhadap Al-Qur’an.

* Apakah Penggunaan Air Bunga Mawar Bagi Orang Yang Kerasukan Dan Terkena Sihir Itu Disyari’atkan?

Jawab :
Aku tidak mengetahui apa keutamaan air bunga mawar ini, namun aku nasehatkan bagi para peruqyah untuk tidak mengarahkan penderita untuk menggunakan air bunga mawar. Bagi saya air biasa itu lebih baik dari air bunga mawar.

Peringatan: Tukang sihir banyak menuliskan mantra-mantra mereka dengan air za’faran dan air bunga mawar, maka siapa yang menggunakan air bunga mawar maka terjatuh pada tasyabuh dengan mereka para tukang tenung dan sihir. Maka penggunaan bunga mawar untuk ruqyah sebaiknya dihindari.

* Apakah Boleh Bagi Peruqyah Untuk Menggunakan Garam?

Jawab :
Diperbolehkan bagi peruqyah menggunakan garam pada iar yang dibacakan ruqyah padanya, karena diketahui hala itu bermanfaat biidznillah. Dalil yang menunjukkan bolehnya hal tersebut adalah hadits Ali yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrany no 5890 DENGAN SANAD shahih,

Seekor kalajengking menyengat Nabi saat beliau shalat, ketika selesai shalat beliau bersabda,
“Semoga Allah melaknat kalajengking, dia tidak meninggalkan orang yang shalat atau selainnya, kemudian beliau meminta garam dan air, lalu beliau mengusap di atasnya dan membacakan ruqyah…”

Maka penggunaan garam pada kondisi dan cara seperti ini dan yang semisal adalah boleh.
Adapun penggunaan garam dengan caranya para tukang sihir dan dukun maka tidak boleh, karena itu bentuk kesyirikan. Seperti penggunaan garam untuk mengusir jin, menolak ‘ain, atau saat keluarnya pengantin wanita dari rumahnya sampai ke rumah suaminya, atau digunakan pada anak bayi yang baru lahir dan wanita nifas.

Dan harus diketahui bahwa yang mampu mengusir jin itu hanyalah Allah Sebagaimana dalam firman-Nya,
“Dan jika engkau membaca Al-Qur’an, Kami jadikan antara engkau dan antara orang yang tidak beriman dengan hari akhir sebuah tirai yang menutupi.” (Qs. Al-Isra’: 45)

Yang mendorong orang berkata bahwa garam itu untuk mengusir jin adalah sandaran mereka terhadap berita yang masyhur yaitu bahwa jin itu tidak memakan makanan bergaram. Maka dari sini mereka memahami bencinya jin terhadap garam. Dan ini adalah kesimp**an yang bathil dan salah, karena permusuhan jin itu nyata terbukti bedasarkan fitrah dan ayat, dan hanya Allah تعالى yang mampu mengusirnya, melalui sebab memperbanyak dzikir dan doa.

* Apakah Perbuatan Peruqyah Menjamkan Pandangannya Ke Mata Orang Yang Kerasukan Atau Tersihir Sesuatu Yang Disyari’atkan?

Jawab :
Menajamkan mata peruqyah kepada mata yang diruqyah itu mencapekkan peruqyah dan yang diruqyah, dan tidak ada manfaatnya, dan tidaka ada dalil yang menunjukkan hal itu disyari’atkan. Hal itu adalah perkara bid’ah yang dilakukan sebagian peruqyah pada zaman kita ini. Bahkan sebagian peruqyah menjadikan hal ini sebagai perantara untuk memandang mata para pasien wanita. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal ini haram.
Dan ini adalah penguluran bahaya yang diberikan syaithan, dan sebagian peruqyah sangat jahat dan menekan untuk bisa memandang pasien wanita.

* Apakah Boleh Meletakkan Mushaf Al-Qur’an Di Bawah Kepala Penderita Kerasukan Ketika Tidur Untuk Mengusir Syaithan?

Jawab: Hal ini tidak boleh. Karena hal ini bertentangan dengan perintah mengagungkan dan mensucikan Al-Qur’an. Allah berfirman
“Pada lembaran-lembaran yang terhormat, terangkat dan tersucikan.” (Qs.‘Abasa: 13-14).

Maka peletakkan di bawah kepala tidaklah merupakan pemuliaan dan tidak p**a mengangkat.
Dan juga, jin itu tidaklah terusir dengan sekedar meletakkan mushaf pada rumah atau kantong atau di bawah kepala, akan tetapi jin itu terusir dengan kita mengamalkan Al-Qur’an, membacanya dan mentadaburinya. Lalu kita mendakwhkan Al-Qur’an tersebut.

* Apakah Boleh Membacakan Ayat ini:
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (Seperti di Al-Baqarah: 148) Kepada Orang Kerasukan?

Jawab :
Boleh untuk membacakan ayat ini kepada orang yang kerasukan, karena terkadang jin itu bersembunyi pada anggota tubuh si penderita. Dan dia tidak ingin menampakkan diri. Maka ayat ini dibaca untuk menghinakan jin tersebut biidznillah. Maka dia nampak pada lisan si penderita atau menyamarkan diri padanya.

* Apakah Boleh Membakar Jin Dengan Api?

Jawab :
Suatu yang diketahui bahwa Allah تعالى mengirim panah api untuk syaithan. Allah berfirman,
“Kecuali jin yang mencuri pembicaraan maka dia dikejar panah api yang menyala.” (Ash-Shaaffaat: 10)

Maka Allah mengadzab jin dengan panah api, dan telah datang hadits yang menerangkan bahwa tidak dipernolehkan mengadzab dengan api kecuali Pencipta api. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary no. 3016, bahwa Rasulullah bersabda,
“Dan sesungguhnya api itu, tidaklah mengadzab dengannya kecuali Allah.”

Dan dari sini maka tidak boleh bagi peruqyah untuk membaka syaithan dengan api, entah pembakaran itu dengan melalui listrik atau selainnya. Dan yang menguatkan alasan pelarangan ini adalah bahwa jin terkadang cepat bersembunyi pergi, sehingga pembakaran itu malah mengenai si penderita, dan justru menyebabkan adanya penyakit yang lain seperti lumpuh dan lain-lain.
Adapun menggunakan alat penyetrum lalat maka itu boleh karena tidak terdapat padanya api yang membakar.

* Apa Yang Boleh Dan Apa Yang Tidak Boleh Terkait Dengan Membakar Jin Dengan Ruqyah?

Jawab :
Di sana ada dua cara yang biasa digunakan peruqyah untuk membakar jin:

Pertama: Cara yang disyari’atkan yaitu memperbanyak bacaan Al-qur’an kepada si penderita. Dan mengulang-ulang ayat yang bisa menghantam jin seperti ayat-ayat yang berbicara tentang sihir, ayat adzab di akhirat. Maka ayat-ayat ini dan semisalnya menghantam jin lebih dahsyat dari tebasan pedang pada leher, namun sesuai dengan kadar keikhlasan si pembaca dan kekuatan imannya, dan sesuai dengan konsentrasi si penderita mendengarkan ayat-ayat tersebut dan sejauh mana dia menghadap Allah.
Kalau saja bacaan BISMILLAH itu membuat syaithan menjadi kecil seperti lalat, sebagaimana dalam hadits Abu Malih
“Akan tetapi katakan, sesungguhnya jika engkau ucapakan itu syaithan menjadi kecil sampai seperti lalat”,

Lalu bagaimana jika dibacakan ayat dan surat-surat?!

Kedua: Cara yang bid’ah yaitu yang hakekatnya adalah mantra dan khurafat. Yaitu penulisan huruf-huruf tertentu disertai dengan penulisan ayat. Dan penulisan huruf dan ayat ini dilakukan di potongan kain, lalu potongan kain ini dibakar dan si penderita menghirupnya. Dan hal ini menurut anggapan mereka telah membakar jin. INi adalah cara yg dilarang dalam syariat.

Wallahualam bishowab. semoga bermanfaat

13/09/2015

TANDA-TANDA ORANG TERKENA GANGGUAN JIN

Setiap penyakit dapat dikenali dari gejala-gejala atau tanda-tandanya. Berikut ini saya sebutkan beberapa tanda/gejala orang yang terkena gangguan jin, apapun jenis gangguan jin teresebut.

Tanda-tanda yang saya sebutkan dibawah ini adalah hasil pengamatan, pengalaman menangani pasien. Tidak diperlukan ilmu khusus untuk mengetahui gangguan jin pada diri seseorang. Cukup cermati atau tanda point-point dibawah ini, maka dengan mudah Anda dapat memastikan ada tidaknya gangguan jin pada diri seseorang.

Bagaimana cara menggunakan daftar gejala gangguan jin ini ?
Sederhana, silahkan baca dan cermati satu per satu, lalu perhatikan diri anda atau orang yang akan anda analisa, apakah gejala-gejala ini ada pada diri anda?
Berusahalah untuk sejujur mungkin …
jika ada gejala-gejala tersebut dibawah ini ada pada diri anda, maka kemungkinan besar ada gangguan jin dalam diri anda.

Gejala – gejala Gangguan jin pada manusia

1. Gejala pada waktu tidur :
Susah tidur malam, yaitu tidak bisa tidur kecuali setelah lama/bersusah payah
Susah bangun, yaitu kebanyakan tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah –ibadah yang diinginkan
Cemas, sering terbangun pada waktu malam
Mimpi buruk, mimpi melihat sesuatu yang mengancamnya lalu ingin berteriak minta pertolongan tetapi tidak bisa
Mimpi melihat berbagai binatang seperti : kucing, anjing, tikus, onta, kuda, monyet, serigala, harimau dll
Bunyi gigi geraham beradu pada saat tidur
Tertawa, menangis, teriak, mengomel pada saat tidur
Merintih pada saat tidur
Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang sangat tinggi
Berdiri dan berjalan dalam keadaan tidur dan tanpa kesadaran
Mimpi berada dalam lingkungan pemakaman,didalam kuburan, tempat sampah atau jalan yang mengerikan
Mimpi melihat orang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali, hitam sekali
Mimpi sangat menyeramkan/melihat hantu
Mimpi denga lawan jenis/sama jenis yang sam berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan
Mimpi seakan tertindih benda yang sangat berat ( Tidihan-bhs Jawa) dan sulit untuk melepaskan
Mendengkur sangat keras
Mimpi melihat/bertemu dengan keluarga yang sudah mati,melihat mayat
Mimpi berada dalam abad lampau
Mimpi terjadi peristiwa dan keesokan harinya terjadi peristiwa yang sama dalam mimpi

2. Gejala – gejala Pada wktu terjaga
Sering was – was/ketakutan
S**a marah – marah/ emosi tidak terkendali
Dorongan kuat untuk bermaksiat
Lesu dan malas sekali untuk beribadah
Sulit sekali untuk khusu’ dalam sholat ( susah untuk mengingat sudah berapa rokat yang sudah kerjakan )
S**a sekali menghayal, melamun, mengurung diri
Selalu pusing tidak disebabkan oleh penyakit pada kedua mata, telinga, hidung, gigi, tenggorokan atau lambung
Selalu berpaling dari dzikrullah, meninggalkan/meremehkan untuk menegakkan/melakukan sholat dan ketaatan yang lainnya
Pikiran selalu linglung, selalu sedih tanpa sebab, jantung deg-degkan tanpa sebab,kesurupan
Merasa ada yang mengikuti, mengejar ingin membunuh/mengancam, merasa akan kedatangan seseorang/beberapa orang, merasa akan dilamar seseorang, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan – bisikan agar melakukan sesuatu ( membunuh, memperkosa/bersetubuh dengan anggota keluarga, memukul,bunuh diri dengan meloncat sungai/gedung bertingkat/melintasi rel kereta api diwaktu kereta api lewat)
Sering mendengar orang memanggil namanya
Sering mencium bau-bauan : wangi( kembang/bunga, menyan/dupa, busuk, anyir,dll )
Melihat benda – benda seolah – olah bergerak, berputar, terbalik, miring
Melakukan tindakan – tindakan yang aneh/konyol tanpa disadari
tiba-tiba dapat meramal/membaca pikiran orang lain/mengetahui apa yang akan terjadi
Cemas dan Paranoid ( takut yang berlebihan )
Melihat penampakan makhluk halus atau merasakan keberadaan mekhluk halus
Rasa sakit pada salah satu anggota badan namaun setelah periksa ke dokter tidak terdapat penyakit secara medis/dokter tidak sanggup mengobatinya.

13/09/2015

DEFINISI SIHIR


Sihir adalah satu perbuatan hasad dengki dan sabotaj melibatkan bantuan jin dimana seseorang tersebut meminta bantuan daripada dukun ataupun pun meminta secara terus dengan syaitan untuk melaksanakan hajat buruk mereka. Sihir tergolong dalam kejahatan yang dikehendaki Allah S.W.T. Wujudnya ia di dunia ini sebagai ujian dan cubaan, walaupun tidak diredhaiNya. Allah S.W.T. melarang manusia melakukannya.


Definisi ringkas ialah, "Suatu perbuatan yang dilakukan dengan syarat-syarat yang tertentu, dibawah keadaan dan persiapan-persiapan yang aneh dengan cara-cara yang misterius." Terdapat perbezaan yang tipis antara sihir dengan mukjizat. Mukjizat mengubah sesuatu hakikat ( realiti ) dengan percubaan yang betul-betul terjadi, dan mukjizat inilah yang menjadi rahsia masuk Islamnya para penyihir Fir'aun.

Jenis-jenis sihir adalah :--Sihir Rumahtangga/Perceraian-Sihir Pengasih/Guna-guna-Sihir Tipuan Pandangan/Silap Mata-Sihir Gila-Sihir Santau-Sihir Kelesuan Badan-Sihir Penyakit Anggota Badan-Sihir Penghalang Pernikahan.

Tanda-tanda Terkena Sihir
Sakit kepala selepas waktu asar keatas.
Badan terasa berat dan malas.
S**ar mendapat jodoh.
Badan terasa bisa-bisa.
Sakit ketika ziarah orang meninggal.
S**ar tidur malam.
Sakit pinggang tanpa sebab.
Sakit dada bila waktu asar keatas.
Mimpi melihat binatang seperti ular dan sebagainya.
Bermimpi bayi atau menyusukan bayi.
Bermimpi di tempat tinggi.
Bermimpi di tempat yang kotor.
Sakit anggota badan tertentu seperti kaki selepas waktu asar.
Ada terasa benda bergerak dibawah kulit.
Bayi kerap menangis.
Suami isteri kerap bertengkar walau perkara kecil.
Sayang melampau-lampau pada orang yang baru dikenali.
Malas beribadat.
Nyanyuk ketika usia lanjut.
Panas baran.
Sikap berubah secara mendadak.
Gelisah dan panas ditengkuk bila dengar al-quran.
S**a melakukan tabiat buruk.
Kerap sendawa bila mendengar al-quran.
Kerap keguguran.
Gagal melakukan hubungan kelamin.
Mengantuk bila dengar al-quran.
Bermimpi seram yang menakutkan.
Darah haid turun lebih 15 hari.
Batuk yang berpanjangan.
Selalu ditindih ketika tidur.
Kuat berangan.
Terlalu rasa rendah diri dan tidak berkeyakinan.
Nafsu seksual yang melampau.
Selalu melihat kelibat dirumah.
Terasa diri selalu diperhatikan.
Mandul.
Kerap mendengar sesuatu bisikan.
Melihat jin secara terus.
Sakit mental atau gila.

CARA MENGATASI GEJALA SIHIR
Apabila telah disahkan seseorang itu terkena sihir samada dari segi fizikal, mental atau spiritual, maka dalam dalam konsep Islam, tiap-tiap yang bermasalah ada penyelesaiannya. Tiap-tiap penyakit ada penawarnya. Islam telah membuat beberapa peraturan untuk mengatasi penyakit disebabkan sihir. Terutamanya setelah kita melihat fakta yang jelas bahawa Nabi Muhammad s.a.w. pernah terkena sihir dalam kisah yang terkenal dengan Labid bin A'sam. Peristiwa ini berlaku untuk memberitahu kita bahawa terdapat ayat Al-Qur'an yang dinamakan Al-Mu'awwizat, iaitu beramal bersungguh-sungguh dan yakin dengan ayat-ayat itu sehingga ia menjadi penawar.

Begitu juga dengan ayat Kursi dan memang dari kaedahnya ayat tersebut adalah pengubat dan penyembur sihir. Malah Nabi Muhammad s.a.w. telah menyebut secara terperinci bahawa sihir itu boleh diubati dengan membaca enam ayat pertama surah Al-Baqarah, tiga ayat daripada surah Al-Baqarah iaitu ayat 255, 256 dan 257 dan tiga ayat terakhir daripada surah tersebut. Ayat-ayat ini hendaklah diamalkan dengan penuh yakin bahawa Allah S.W.T. boleh menyembuhkan sihir.

Ayat-ayat tersebut adalah seperti berikut :-
1.) Surah Al-Baqarah 2 : 1-6
2.) Surah Al-Baqarah 2 : 255-257
3.) Surah Al-Baqarah 2 : 284-286

Insyaallah sembuh

Address

Arau
02600

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perubatan Gerak Sukma Makrifat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share