Info derita

Info derita Jangan sombong kami di neraka boss

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Nbx Abadi, Surendra Nayak Nayak, KE
04/05/2024

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Nbx Abadi, Surendra Nayak Nayak, KE

Kita punah😞😢😢
03/05/2024

Kita punah😞😢😢

Victor Yeimo Menanggapi Bobon Santoso  menangis melihat pedalaman PapuaKonten kreator Bobon Santoso menangis karena oran...
25/04/2024

Victor Yeimo Menanggapi Bobon Santoso menangis melihat pedalaman Papua

Konten kreator Bobon Santoso menangis karena orang Papua di pedalaman tidak pernah lihat dan makan sapi? Jadi, apakah karena tidak lihat dan makan Sapi, hanya minum air kali dan makan sagu/ubi lantas diasosiasikan sebagai bodoh/miskin atau tidak beradab? Tentu banyak literatur untuk menggambarkan kondisi ini secara teori.

Filsuf dan Psikolog Frantz Fanon misalnya menyebut ini sebagai fenomena dimana penjajah bukan saja menjajah secara ekonomi politik, atau bukan saja suatu psikologi rasial bangsa penjajah yang merasa superior, tetapi juga merupakan eksploitasi dan komodifikasi atas identitas dan penderitaan bangsa terjajah.

Emosi kesedihan si Bonbon dibentuk oleh kesadaran palsu atau persepsi superioritas bangsaya bahwa orang Papua belum beradab bila tidak lihat atau makan sapi, nasi, minum air kran, dsb. Bahkan soal konsumsi lokal Papua diasumsikan sebagai keterbelakangan. Bahwa standar hidup kolonial adalah satu-satunya ukuran kemajuan dan keadaban yang sah. Hal ini mencerminkan hegemoni budaya dan pemikiran kolonial yang mendasari kesadaran palsu.

Padahal orang Papua tidak perlu sapi atau makan nasi agar dibilang beradab, karena tujuan penjajah adalah menghapus dan mengganti identitas bangsa terjajah dengan identitas penjajah. Dalam konstruksi kesadaran palsu, Penjajah menafikan atau merendahkan nilai-nilai budaya asli bangsa terjajah, menggantikannya dengan budaya penjajah.

Kedua, Otak Bombon Santoso dan bangsa penjajah diproduksi oleh hegemoni budaya dan pemikiran kolonial yang bertujuan untuk mempertahankan dan memperkuat struktur dominasinya. Itu sangat jelas dari pembuatan konten yang difasilitasi TNI/Polri yang sedang melancarkan pencitraan bantuan sosial dibalik operasi berdarah-darah di Tanah Papua.

Ketiga, Konten Bonbon ini juga untuk menciptakan Internalisasi penindasan. Ini adalah teori Frantz Fanon, dimana bangsa terjajah mulai mengadopsi pandangan dan nilai-nilai yang diimpor oleh penjajah, sehingga mereka merasa bahwa budaya dan identitas mereka sendiri tidak sebanding dengan standar yang ditetapkan oleh penjajah.

Jadi orang Papua yang menyerang tulisan pejuang Pilipus Robaha dan mendukung Bonbon sesungguhnya mengidap penyakit inferioriti kompleks. Suatu perasaan malu, rendah diri, dan ketidakpercayaan terhadap identitas budaya sendiri dan membenarkan cara budaya penjajah. Mereka tidak paham bahwa itu adalah justifikasi penindasan politik, ekonomi, dan sosial yang diterapkan oleh penjajah atas bangsa terjajah.

Bangsa Papua merasa bahwa budaya dan identitas mereka sendiri tidak sebanding dengan standar yang ditetapkan oleh penjajah sehingga mereka mendukung penjajah sambil merendahkan bangsanya. Ini terjadi karena tekanan sosial, pendidikan yang dikontrol oleh penjajah, dan pengaruh media yang mempromosikan gambaran yang merendahkan tentang budaya bangsa Papua.

Keempat, ketika kesadaran palsu bangsa penjajah sudah terbentuk, secara individu atau kolektif penjajah mengkomoditaskan ras penderitaaan bangsa terjajah untuk keuntungan ekonomi. Jadi apa yang dilakukan Bonbon dan TNI ini tidak hanya memperkuat pandangan kolonial tentang superioritas rasial penjajah, tetapi juga memperdagangkan dan mengkomodifikasi identitas dan penderitaan bangsa terjajah sebagai barang konsumsi yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan ekonomi, yakni untuk konten mecari cuan, dan memperlancar TNI menyedot APBN negara.

Kita bangsa Papua harus pahami bahwa penjajah membutuhkan pembenaran moral untuk menguasai dan mengeksploitasi bangsa terjajah. Dengan merendahkan budaya dan identitas bangsa terjajah sebagai "tidak beradab" atau "primitif", bangsa penjajah memperkuat narasi superioritas mereka sendiri dan kebutuhan mereka untuk "mencerahkan" atau "memperadabkan" bangsa terjajah.

Dengan menciptakan citra negatif tentang budaya dan identitas bangsa terjajah, bangsa penjajah membenarkan pengeksploitasian sumber daya alam dan manusia bangsa terjajah. Tujuan memperkuat pandangan bahwa bangsa terjajah tidak mampu mengelola atau memanfaatkan sumber daya mereka sendiri dengan baik adalah alasan bagi penjajah untuk mengambil alih kontrol.

Ini digunakan untuk membenarkan kekerasan yang diterapkan oleh penjajah untuk menekan perlawanan bangsa terjajah dan mempertahankan kekuasaan mereka. Bangsa penjajah Indonesia menggunakan stereotip kriminal, teroris, pengacau pada perjuangan bangsa terjajah sebagai alasan untuk tindakan represif mereka. Itulah yang sedag dilakukan di West Papua.

Karenanya, kita bangsa Papua mesti membangkitkan kesadaran akan identitas budaya kita sendiri, menolak pandangan merendahkan yang diimpor oleh penjajah, dan memperjuangkan pembebasan dari hegemoni budaya dan politik kolonial. Kita mesti membangun kesadaran kolektif, menguatkan solidaritas antar sesama bangsa terjajah, dan melawan penindasan serta eksploitasi yang dilakukan oleh bangsa penjajah.

Penulis Jubir Internasional KNPB Victor Yeimo

24/04/2024

Halo semuanya! 🌟 Anda bisa mendukung saya dengan mengirim Bintang, itu membantu saya mendapatkan uang untuk terus membuat konten yang Anda sukai.

Setiap kali Anda melihat Stars, Anda bisa mengirimi saya Stars!

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Rosli Meranti, Angge Hano, YotiNus HeluCha, Stevans Ca...
23/04/2024

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Rosli Meranti, Angge Hano, YotiNus HeluCha, Stevans Castro Werre, Ewakida Yikapa, Muryb N

Setelah lebih dari 15 tahun dengan operasi bisnis tidak jelas, kini perusahaan HTI PT Merauke Rayon Jaya, Texmaco Grup, ...
20/04/2024

Setelah lebih dari 15 tahun dengan operasi bisnis tidak jelas, kini perusahaan HTI PT Merauke Rayon Jaya, Texmaco Grup, dibawah operator seorang purnawirawan militer dan didukung kelompok pro perusahaan melakukan tindakan ilegal, memaksa menggusur hutan dan lahan masyarakat adat Wambon Kenemopte di wilayah administrasi Kampung Kaisa, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Masyarakat bereaksi dengan melakukan aksi blokir aktivitas PT MRJ hari ini.

Hasil kajian PUSAKA (2022), kawasan hutan adat yang menjadi areal konsesi perusahaan PT MRJ di dominasi kawasan hutan alam primer dengan luas mencapai 131.314 hektar dan terdapat lahan gambut seluas 2.020 hektar, yang bernilai konservasi tinggi (NKT) kategori 2.2. yakni kawasan alam yang berisi dua atau lebih ekosistem. Kawasan bentang alam yang luas ini memiliki kapasitas untuk menjaga proses dan dinamika ekologi. Terdapat p**a kawasan NKT kategori 3, yang mempunyai ekosistem langka dan terancam punah.

Pemerintah dan aparat penegak hukum.

Melihat Aktivitas Anggota TNI di Papua terakhir ini.Saya ingin mempertanyakan beberapa hal sebagai berikut:Pertanyaan pe...
17/04/2024

Melihat Aktivitas Anggota TNI di Papua terakhir ini.Saya ingin mempertanyakan beberapa hal sebagai berikut:

Pertanyaan pertama adalah apakah sekarang tugas kementerian sosial dan kementerian kesehatan dan kementerian pendidikan sudah berikan kewenangan kepada intitusi TNI untuk melakukan pelayanan sosial seperti pelayanan kesehatan dan membagikan sembako kepada miskin ?
Pertanyaan berikutnya adalah apakah pemerintahan sipil di Papua seperti dinas sosial, dinas pendidikan dan dinas kesehatan sudah dilimpahkan kepada TNI ?

Pertanyaan selanjutnya apakah pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan dan pembagian sembako ini murni program TNI sudah diatur dalam regulasi dan prosedur operasional SOP intitusi TNI?

Apakah kegiatan seperti in di pedalaman p**au jawa aparat TNI masuk di kampung -kampung memberikan bantuan seperti di gambar dibawa.
Bukan hanya di pedalaman p**au jawa di Bandung, Jakarta dan kota besar lain di p**au Jawa ? Mungkin Anggota TNI membagikan sembako dan pelayanan publik kepada (warga jalanan dan warga yang tidur di bawa kolong jembatan atau halaman rumah karena mereka belum mendapat hak hidup) dan mengemis di jalanan.

Kenapa tahun ini TNI di Papua terlalu baik kepada masyarakat Papua kenapa tidak sebelumnya? Karena orang Papua dianeksasi sudah 60 tahun lebih kenapa? Ada apa dibalik kebaikan yang TNI lakukan saat ini di Papua.

Saya juga heran ketika anggota TNI mulai membagi-bagikan makan siang gratis kepada orang Papua apakah ini bagian dari program makan dan minum gratis ditawarkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran ?
Apakah yang dilakukan oleh TNI murni belas kasihan demi kemanusiaan dan keadilan sosial ?
Jangan sampai semua ini dilakukan untuk pencitraan dan ada udang dibalik batu atau ini pendekatan baru TNI dengan maksud tertentu.
Sebab hal ini baru tahun ini TNI menjadi tenaga guru, menjadi tenaga medis dan menjadi dinas sosial.

Nesta.

Sorotan
Info derita
Pengikut

Demokrasi Dipasung Suara Dibungkam Senja dan Militer opsi terbaik untuk melindungi kepentingan Investasi oligarki pengua...
17/04/2024

Demokrasi Dipasung Suara Dibungkam Senja dan Militer opsi terbaik untuk melindungi kepentingan Investasi oligarki penguasa. Jika senjata dan operasi Militer menjadi solusi alternatif bagi penguasa menunjukkan ketidak mampuan negara.

Jika negara yang punya integritas aparaturnya yang punya kapasitas secara teori dan punya pengetahuan akan selalu mengedepankan pendekatan dialogis yang bermartabat.

Negara dan integritas kebangsaan Indonesia hancur karena sistem politik dan ekonomi liberal mengutamakan kepentingan ekonomi oligarki Imperalisme daripada kedaulatan bangsa.

Negara mengadopsi sistem liberal sedang mengajar generasi muda Indonesia kehilangan indentitas kebangsaan mereka karena sistem liberal mendekorasi moralitas dan etika. Sistem ini juga Sadar atau tidak sadar melahirkan Etnosida secara sistematis masif terstruktur.

Lebih parahnya generasi muda Papua yang notabene sebagai bangsa terkoloni Indonesia Etnosida mengancam kehidupan bangsa Papua.

Ones Suhuniap

Address

Jayapura
Yong Peng

Telephone

+81240144160

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info derita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share