Nusa Global

Nusa Global Sumber informasi Indonesia & Internasional. Berbasis Fakta - Tanpa Sensasi. Update harian terpercaya.

13/07/2026

Seorang pengguna jalan melaporkan dugaan aksi arogan oknum sopir Angkot 02 bernomor polisi B 1761 VY di Jalan Raya Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 10.31 WIB.

Menurut keterangan korban, sopir angkot diduga berupaya menyerobot antrean kendaraan akibat perbaikan jembatan di Pertigaan Kemang Pratama. Setelah itu, sopir diduga turun dari kendaraan, memaki, menghalangi laju mobil menggunakan pot bunga, mengejar hingga menghentikan kendaraan korban, serta diduga memukul dan merusak kaca atau spion mobil.

Korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak terlapor.

Sumber: Inilah.com

07/07/2026

Polisi telah menangkap FRS (37), terduga pelaku pemukulan terhadap seorang pengendara motor. Penangkapan dilakukan pada Minggu, 5 Juli 2026, di rumah pelaku yang berada di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Setelah diamankan, pelaku dibawa ke Polsek Jagakarsa untuk menjalani pemeriksaan. Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video dugaan pemukulan terhadap pengendara motor di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, viral di media sosial.

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif pelaku di balik peristiwa tersebut.

Sumber: Info Depok

05/07/2026

Seorang pengendara motor mengaku menjadi korban dugaan perbuatan tak menyenangkan oleh pria yang tidak dikenalnya saat melintas di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tepatnya di dekat Halte Kahfi 2 pada Sabtu siang, 4 Juli 2026.

Menurut pengakuan korban, ia berkendara seperti biasa dan tidak merasa menyerempet maupun menabrak kendaraan lain. Namun, pengendara motor Ninja diduga tiba tiba menabrakkan motornya dari belakang, kemudian menghampiri korban sambil berbicara dengan nada yang tidak jelas.

Korban mengaku sempat menegur dengan sopan. Tak lama kemudian, pelaku diduga menampar korban. Saat korban berusaha menjauh dan merekam kejadian menggunakan ponselnya, pelaku diduga kembali menampar sambil berkata, “Kenapa emang gue tampol?” Korban juga mengaku sempat diminta melakukan video call kepada ayahnya, meski mengaku sama sekali tidak mengenal pelaku.

Setelah berhasil meninggalkan lokasi, korban langsung menghubungi dan mengirimkan rekaman video kepada ayahnya. Menurut pengakuan korban, sang ayah juga tidak mengenali pria tersebut. Karena tidak mengetahui wilayah Jagakarsa, korban mengaku sempat berusaha mencari kantor polisi namun tidak menemukannya. Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui, sementara motif dugaan peristiwa tersebut juga belum dipastikan dan diharapkan segera mendapat perhatian dari pihak berwenang.

Menurut Anda, jika pelaku terbukti bersalah sesuai proses hukum, hukuman seperti apa yang paling pantas diberikan atas tindakan tersebut?

Sumber: Info Depok

03/07/2026

Dalam video tersebut, suasana rumah tampak mencekam. Seorang pria berbaju biru yang diduga merupakan ayah mereka terlihat emosi dan berusaha mendekati anggota keluarganya. Melihat situasi tersebut, sang kakak langsung memeluk kaki sang ayah sambil merebahkan tubuhnya sebagai pelindung agar ibu dan adiknya tidak menjadi sasaran.

Meski terus dibentak dan berada dalam situasi yang menegangkan, anak tersebut tetap bertahan dan tidak melepaskan pelukannya. Aksi beraninya pun menyentuh hati banyak warganet.

Video itu langsung dibanjiri komentar yang memuji keberanian sang kakak. Tak sedikit p**a yang mengecam dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan sang ayah serta berharap korban segera mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti lokasi maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut. Belum ada p**a keterangan resmi dari pihak berwenang terkait video yang beredar. Namun, momen tersebut menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga, terutama perempuan dan anak-anak.

Sumber Informasi: Jawa Pos Official

01/07/2026

Dalam rekaman tersebut, tampak sekelompok anak berusia 3 hingga 5 tahun sedang bermain bersama di pinggir saluran drainase. Apes, seorang bocah perempuan mendadak kehilangan pijakan akibat tanah yang licin dan langsung terjatuh ke dalam aliran air.

Karena tidak bisa berenang, korban sempat hilang timbul di dalam air. Teman-teman seusianya hanya bisa menonton karena sama-sama masih kecil dan tidak tahu cara menolong. Beruntung, ada seorang remaja yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak cepat menyeburkan diri untuk menyelamatkan nyawa bocah tersebut.

Pesan Penting: Jangan pernah lepas pengawasan saat anak-anak bermain, terutama jika di sekitar lingkungan rumah terdapat area rawan seperti drainase, sungai, atau kolam dalam. Lengah sedikit saja, nyawa taruhannya.

Sumber : Karawang Center

28/06/2026

Video tersebut menuai perhatian dan reaksi beragam dari warganet yang menilai tindakan itu berpotensi membahayakan serta dapat berdampak pada kondisi psikologis anak.

Hingga kini, pihak terkait masih didorong untuk melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi dan kronologi kejadian.

Sumber: Inilah. com

26/06/2026

Seorang pengamen viral di media sosial setelah diduga nekat membakar pagar rumah warga karena kesal tidak diberi uang saat mengamen.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Kemang, Jatirangga, Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Rabu (24/6/2026). Berdasarkan informasi yang beredar, tiga orang pengamen mendatangi salah satu rumah untuk mengamen.

Karena tidak mendapat respons dari penghuni rumah, mereka kemudian hendak meninggalkan lokasi. Namun, salah seorang pengamen diduga membakar pagar rumah warga sebelum akhirnya pergi.

Aksi tersebut terekam kamera pengawas dan videonya beredar luas di media sosial hingga menjadi perhatian publik.

Sumber: Akurat. co

23/06/2026

Dalam pernyataan terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan Taufik ditangkap di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Pihak kepolisian juga menyampaikan akan menggelar konferensi pers terkait penangkapan tersebut pada Rabu (24/6/2026).

Sebagai informasi, YTR diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan selama kurang lebih 3 tahun di sebuah kamar kos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Korban berusia 29 tahun itu mengalami luka berat, mulai dari gangguan penglihatan, bibir sumbing, kesulitan berbicara, hingga tidak dapat berjalan secara normal.

Sumber: CNN Indonesia

22/06/2026

Warga Kota Makassar digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki laki yang diduga menjadi korban penelantaran di Perumahan Griya Prima Tonasa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat pagi, 19 Juni.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang mendengar suara tangisan dari dalam kardus yang diletakkan di pinggir rumah warga. Saat diperiksa, kondisi bayi dinilai memprihatinkan dan memerlukan penanganan medis.

Warga juga menemukan adanya bekas operasi pada bagian perut bayi, meski penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Di lokasi penemuan turut ditemukan perlengkapan bayi berupa popok dan susu.

Bayi kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak yang diduga telah menelantarkan bayi tersebut.

Sumber: SurabayaTV

19/06/2026

Sebuah angkot jurusan Cileunyi Sumedang mengalami kecelakaan hingga terguling di kawasan Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Kamis, 18 Juni 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Kendaraan tersebut mengangkut 17 pelajar laki laki dari SMPN 1 Tanjungsari yang baru p**ang menonton film di Jatinangor Town Square atau JATOS.

Menurut informasi yang beredar, kecelakaan diduga terjadi akibat sopir mengemudikan kendaraan secara ugal ugalan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Sebanyak tujuh pelajar menjalani perawatan di Puskesmas Jatinangor, satu pelajar dirawat di Puskesmas Tanjungsari, sementara sepuluh pelajar lainnya yang mengalami luka ringan diperbolehkan p**ang. Sopir angkot juga mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Usai kecelakaan, sopir menjadi perhatian setelah memperlihatkan tindakan yang oleh sejumlah saksi disebut seperti berpura pura kesurupan macan. Rekaman kejadian tersebut kemudian beredar luas dan memicu berbagai tanggapan di media sosial.

Sumber: TribunJabar

Address

Bandung Barat Jawa Barat
Ngamprah
40558

Telephone

+81322547781

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nusa Global posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share